Feeds:
Posts
Comments

BAB VIII. KEMAMPUAN DALAM KOMPETENSI
ORGANISASI
Dalam bab ini akan mengungkapkan hal-hal yang terkait dengan kesiapan memasuki suatu oraginisasi dalam abad 21 dimana setiap peran yang menduduki dalam struktur organsasi formal perlu mendalami hal-hal yang terkait dengan tumbuh dan berkembang daur hidup organisasi sebagai alat untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya.

41. PENGERTIAN DAN UNSUR-UNSUR ORGANISASI
Untuk merumuskan pengetian organiasi disini diungkapkan dari unsur kata menjadi kalimat yang bermakna yaitu :
O menjadi (O)rang
R menjadi (R )encana
G menjadi (G)agasan
A menjadi (A)daptasi
N menjadi (N)iat
I menjadi (I)katan
S menjadi (S)istem
A menjadi (A)turan
S menjadi (S)trategi
I menjadi (I)nstitusi
Bila unsur kata tersebut dirumuskan menjadi kalimat yang bermakna, maka ORGANISASI adalah sekelompok ORANG yang mencetuskan RENCANA kedalam GAGASAN yang selalu siap meng-ADAPTASI yang sejalan dengan NIAT kedalam IKATAN dengan SISTEM menata ATURAN kedalam STRATEGI untuk mewujudkan keputusan strategic kedalam INSTITUSI yang dibangun.
Bertolak dari rumusan diatas, maka ORGANISASI dapat dipandang dari dua sudut yaitu :
Dalam ARTI STATIS artinya memandang sesuatu yang tidak bergerak sebagai wadah atau sebagai alat untuk mencapai tujuan, sebagai jaringan, sebagai hirarki.
Dalam ARTI DINAMIS arinya dipandang sebagai organisme yang dinamis dalam arti adanya pembagian tugas/pekerjaan dan terdapat sekelompok orang yang saling bekerja sama.
Dengan memperhatikan sudut pandang diatas, maka yang kita sebut dengan UNSUR-UNSUR ORGANISASI adalah 1)ada sekelompok orang ; 2) ada kerjasama ; 3) ada tujuan bersama.
Sejalan dengan pemikiran diatas, maka ORGANISASI dapat dipandang sebagai Sistem Kerja Sama, Sistem Tata Hubungan Kerja, dan sebagai Proses Pembagian Tugas.

42. MACAM, BENTUK DAN TIPE ORGANISASI
Macam organisasi dapat dilihat dari beberap segi yaitu dari segi jumlah pucuk pimpinan, segi keresmian, segi tujuan, segi luas wilayah, segi kebutuhan sosial dan dari segi bentuk.
Dari jumlah pucuk pimpinan, kita mengenal organisasi tunggal dan organisasi jamak. Dari segi keresmian mencakup organisasi formal dan nonformal. Dari segi tujuan mencakup organisasi economi ( Firma, Perseroan komanditer (CV), Perseroan terbatas (PT), Koperasi, PT Pemerintah (BUMN, BUMD) , Join venture, Kartel, Holding Company, Yayasan. Dari segi kemasyarakatan.
Macam organisasi menurut bentuk dikelompokkan menjadi apa yang disebut
1) Organisasi lini ;
2) Organisai fungsional ;
3) Organisasi staff ;
4) Organisasi garis ;
5) Organisasi staff dan garis ;
6) Organisasi fungsional dan staff ;
7) Organisasi garis, fungsional dan staff ;
8) Organisasi panitia / komite

43. STRUKTUR, BAGAN DAN BUKU PEDOMAN
ORGANISASI

Struktur memperlihatkan satuan-satuan organisasi, hubungan-hubungan dan saluran wewenang dan tanggung jawab dalam organisasi.

Agar struktur nampak jelas dan mudah dibaca maka struktur disusun kedalam suatu bagan organisasi.

Bagan organisasi adalah gambaran struktur organisasi yang ditunjukkan dengan kotak-kotak atau garis-garis yang disusun menurut kedudukan yang masing-masing memuat fungsi tertentu dan satu sama lain dihubungkan dengan garis-garis saluran wewenang.

Sejalan dengan pemikiran diatas, maka ditulis pedoman penulisan uraian tugas dalam analisa jabatan yang mencakup hal-hal yang disebut dibawah ini :

1) Latar belakang penulisan
2) Uraian tugas dalam jabatan
3) Penulisan uraian tugas dalam jabatan
4) Peran dari peserta dalam penulisan uraian tugas dalam jabatan
5) Analisa jabatan
6) Mendisain formulir untuk analisa jabatan

44. PRINSIP-PRINSIP ORGANISASI
Organisasi formal dibangun atas dasar prinsip-prinsip organisasi sebagai pondasi yang mencakup :
1) Prinsip tujuan
2) Prinsip pembagian kerja sesuai dengan peran
3) Prinsip pertimbangan antara tuga, tnggung jawab, wewenang
4) Prinsip pelimhan wewenang harus jelas
5) Prinsip kesatuan komando
6) Prinsip komunikasi
7) Prinsip pengecekatan
8) Prinsip kontinuitas
9) Prinsip saling menumbuhkan kerja sama
10) Prinsip kehayatan
11) Prinsip koordinasi
12) Prinsip tahu diri dalam peran

45.PERILAKU ORGANISASI
Perilaku organisasi adalah telaah dan penerapan pengeta-huan entang bagaimana orang-orang bertindak di dalam organisasi, sehingga ia merupakan sarana, sehingga unsur pokok dalam perilaku oranisasi beroperasi daganisasi adalah orang, struktur, teknologi dan lingkungan tempat organisasi beroperasi.

Orang adalah baik sebagai individu maupun dalam kelompok. Kelompok baik formal maupun tidak formal. Jadi mereka adalah makhluk hidup yang berjiwa berpikiran dan berperasaan yang menciptakan organisasi untuk mencapai tujuan.
Struktur adalah menentukan hubungan resmi orang-orang dalam organisasi dengan pekerjan yang berbeda untuk melakukan aktivitas organisasi.
Teknologi adalah menyediakan sumber daya yang digunakan orang-orang untuk bekerja dan mempengaruhi tugas yang mereka lakukan.
Lingkungan adalah semua organisasi beroperasi didalam lingkungan eksteren, oleh krena itu ia juga mempengaruhi sikap-sikap orang, sehingga mempengaruhi kondisi kerja, persaingan.
Sejalan dengan hal-hal yang diutarakan diatas, maka setiap unsur tersebut dikaji dengan beragam pendekatan yang mencakup apa yang disebut dengan pendekatan antar disiplin, pendekatan sumber daya manusia, pendekatan kontigensi, pendekatan produktivitas, pendekatan istem.
Bertolak dari pemikiran diatas, maka terdapat model perilaku organisasi seperti apa yang diungkapkan banyak para penulis mengenai model :

AUTOKRATIS mengungkapkan Dasar pikiran mengenai kekuasaan ; Orientasi mengenai wewenang ; Dampak psikologis bergantung pada bos ; Kebutuhan mengenai nafkah hidup ; Hasil restasi adalah minimum.
KUSTODIAL mengungkapkan Dasar pikiran mengenai sumberdaya ekonomi ; Orientasi adalah uang ; Dampak psikologis adalah bergantung pada organisasi ; Kebutuhan adalah rasa aman ; Hasil prestasi adalah kerja sama pasif.
SUPORTIF mengungkapkan dasar pikiran adalah kepemimpinan ; Orientasi adalah dukungan ; Dampak psikologis adalah prstasi kerja ; Kebutuhan adalah status dan pengakuan ; Hasil prestasi adalah penyadaran.
KOLOGIAL mengungkapkan dasar pikiran adalah kemiteraan ; Orientasi adalah kerja tim ; Dampak psikologis adalag tanggung jawab ; Kebutuhan adalah disiplin diri ; Hasil prestasi adalah antusiame moderat.

46.PERUBAHAN DAN PENGEMBANGAN ORGANISASI
Memasuki dunia tanpa batas diperlukan kebutuhan dan pengembangan organisasi dengan memperhatikan pendekatan seperti yang telah dikemukakan sebelumnya maka untuk memenangkan masa depan diperlukan penyesuaian yang sejalan dengan tuntutan perubahan.

Oleh karena itu, perubahan dan pengembangan organisasi menjadi satu kebutuhan yang tidak dapat dielakkan dalam rangka memenangkan masa depan, sehingga dengan memahami seutuhnya bahwa organisasi sebagai suatu bentuk kehidupan dalam masyarakat juga mengalami perubahan.
Sejalan dengan kemampuan organisasi yang selalu siap berubah dalam menyesuaikan tuntutan atas perubahan lingkungan internal dan lingkungan eksternal.
Lingkungan internal mencakup hal-hal yang menyangkut apa yang disebut dengan Kebijakanaan pimpinan ; Perubahan tujuan organisasi ; Pemekaran / perluasan wilayah operasi ; Peralatan yang baru ; Volume kerja ; Tingkat pengetahuan dan keterampilan ; Sikap dan perilaku ; Ketentuan / pengaturan baru.
Sebaliknya lingkungan eksternal mencakup hal-hal apa yang disebut dengan Politik ; Hukum ; Kebudayaan ; Teknologi ; Sumber alam ; Demografi ; Sosiologi.
Dengan memperhatikan kedua faktor lingkungan diatas, maka proses perubahan dengan melangkah serta membuat tinjauan kembali dari setiap langkah :

1) Mengadakan pengkajian
2) Identifikasi
3) Keyakinan dari pihak pimpinan
4) Penentuan strategi
5) Evaluasi

47. MENDALAMI MAKNA DAUR HIDUP ORGANISASI Marilah kita mencoba bahwa dalam merumuskan makna pemahaman kita tentang daur hidup organisasi dapat dengan pendekatan :
Teori Organisasi (TO) artinya dengan pendekatan ini dicoba untuk me-ngungkapkan tidak hanya mengenai yang terkait mengenai prestasi dan sikap dan atau
• perilaku para pegawai, tetapi juga kemampuan organisasi secara keseluruh dalam penyesuaian diri dalam mewujudkn tujuan-tujuan yang hendak dicapai.

• Perilaku Organisasi (PO) artinya pendekatan ini dicoba untuk mengungkapkan dengan fokus konflik antar pribadi dan atau antar yang berasal dari perbedaan kepribadian dan komunikasi yang lemah. Kelompok.

• Menguraikan Unsur Hurup (UH) dalam kata artinya pendekatan dari huruf menjadi kata bermakna kedalam suatu untaian kalimat yang saling memiliki keterikatan satu sama lain.

Tekanan dalam tulisan ini mencoba untuk mengungkapkan yang dilihat dari sudut menguraikan huruf dalam kata yang memiliki sifat saling mempengaruhi sebagai suatu pendekatan untuk mencari jawaban atas Whay, When, What, Who dan How dalam proses membuat keputusan menjadi saling keterakaitannya.

Dengan pendekatan menguraikan huruf dalam kata sehingga menjadi untaian kalimat yang bermakna dapat diungkapkan seperti dibawah ini :
DAUR terdiri dari empat huruf yakni (D) menjadi Daya guna ; (A) menjadi Ambisi ; (U) menjadi Ultima ; (R) menjadi Raga.
HIDUP terdiri dari lima huruf yakni (H) menjadi Hajad ; (I) menjadi Iden-tifikasi ; (D) menjadi Depensi ; (U) menjadi Umur ; (P) menjadi Pnjang

ORGANISASI terdiri dari sepuluh huruf yakni (O) menjadi Orang ; (R ) menjadi Rencana ; (G) menjadi Gagasan ; (A) menjadi Adptasi ; (N) menjadi Niat ; (I) menjadi Ikatan ; (S) menjadi Sistem ; (A) menjadi Aturan ; (S) menjadi Strategi ; (I) menjadi Institusi.

Dengan memahami huruf dalam kata tersebut, maka bila kita merangkaikan kedalam untaian kalimat menjadi kalimat yang bermakna, oleh karena itu dapat kita merumuskan makna pemahaman sebagai berikut :
DAUR HIDUP ORGANISASI adalah Kemampuan untuk menciptakan DAYA GUNA kedalam suatu AMBISI yang tak berakhir menjadi ULTIMA kedalam RAGA sebagai sesuatu HAJAD melalui IDENTIFIKASI kedalam DEFENSI UMUR PANJANG dengan sekelompok ORANG yang mencetuskan RENCANA kedalam GAGASAN yang selalu siap meng- ADAPTASI yang sejalan dengan NIAT kedalam IKATAN dengan SISTEM menata ATURAN kedalam STRATEGI untuk mewujudkan keputusan strategik kedalam INSTITUSI yang dibangun.
Dengan pendekatan siklus hidup manusia sebagai suatu proses sebelum lahir, lahir sebagai bayi, masa muda, masa remaja, masa dewasa, masa permulaan tua, tua, ketuaan dan mati.

Atas dasar pendekatan tersebut, maka daur hidup perusahaan kedalam identitas dan siklus hidup suatu oraganisasi perusahaan menjadi :

• Masa sebelum lahir, dapat kita samakan dengan cetusan ide / gagasan pendirian dengan mempertimbangkan faktor-faktor pendukung utama.

• Masa lahir sebagai bayi, dapat kita samakan dengan lahir organisasi menjalankan fungsi untuk bertumbuh disebut PERMULAAN.

• Masa muda, dapat kita samakan dengan kelangsungan hidup dan bertumbuh dalam menjalankan fungsinya disebut PERLUASAN.

• Masa remaja, dapat kita samakan dengan kelangsungan hidup dan peningkatan pertumbuhan dalam menjalankan fungsinya disebut PERTUMBUHAN.

• Masa dewasa, dapat kita samakan dengan kelangsungan hidup dan peningkatan pertumbuhan yang berkelanjutan dalam menjalankan fungsinya disebut KONSOLIDASI / PRIMA.

• Masa permulaan tua, dapat kita samakan dengan kelangsungan hidup dan mempertahankan pertumbuhan dalam menjalankan fungsinya disebut STABIL / TABAH.

• Masa tua, dapat kita samakan dengan menjaga kelangsungan hidup dalam menjalankan fungsinya disebut AWAL BIROKRASI.

• Masa ketuaan, dapat kita samakan dengan kesulitan memper-tahankan kelangsungan hidup dalam nenjalankan fungsinya disebut BIROKRASI MENUJU KEMATIAN.

FLEKSIBILITAS DAN MUDAH DIKONTROL

Daur hidup organisasi pada dasarnya dimanifestsikan oleh dua faktor terutama dalam kaitan yang saling mengikat dan mempengaruhi satu sama lainnya yaitu faktor yang disebut dengan fleksibilitas dan dapat tidaknya dikontrol artinya disatu sisi memiliki sifat dan kemampuan untuk

mudah menyesuaikan diri atau memiliki keluwesan dan disisi lain mudah melaksa-nakan pengendalian dan penngawasan (kontrol).
Kedua hal tersebut dapat kita ibaratkan seperti bayi dan orang yang lebih tua, dimana bayi sangat fleksibel artinya ia mmiliki kemampuan untuk memasukkan jari kaki kedalam mulutnya, tapi sebaliknya gerakan dan peri-lakunya sangat sulit di kontrol. Begitu pula halnya dengan meningkatnya usia dimana orang menjadi tua, juga akan kehilangan sifat dan kemampuan-nya yang dapat dikontrol.
Sejalan dengan pmikiran diatas, kita dapat mengatakan pula bahwa besar-nya dan waktu bukanlah penyebab pertumbuhan dan menjadi tua artinya seolah-olah organisasi / perusahaan yang besar dengan tradisi yang lama disebut tua, sedangkan organisasi / perusahaan yang kecil tanpa tradisi disebut muda. Muda berarti organisasi itu dapat berubah dengan relatif lebih mudah, tua berarti adanya perilaku yang dapaat di kontrol namun tidak fleksibel.
Dengan jalan pemikiran diatas, maka bilamana organisasi yang bersifat fleksibel dan mudah dikontrol maka orgtanisasi itu tidaklah terlalu muda atau terlalu tua, pada tahap inilah yang disebut dengan posisi daur hidup yang disebut dengan PRIMA. Hal tersebut diperlihat dalam gambar seperti dibawah ini :

fleksibilitas mudah dikontrol

tinggi

rendah

pertumbuhan prima menjadi tua

SIFAT BERBAGAI MASALAH DALAM DAUR HIDUP

Dalam daur hidup organisasi terdapat sifat berbagai masalah seperti :
• Dalam pertumbuhan berarti terdapat kemampuan untuk menghdapi masa-lah yang makin besar dan makin ruwet dan oleh karena itu fungsi kepemimpinan sangat
menentukan dalam mengelola masalah dalam daur hidup organisasi. Dengan gaya kepemimpinan yang berpegang teguh dengan prinsip-prinsip kepemimpinan (kolaborasi, komitmen,komunikasi, kreativitas individu, kreativitas kelompok, inovasi organisasi, analisa masa depan kedalam kesadaran, merespon antisipatif dalam kecerdasan, proses pengambilan keputusan dalam akal) maka dengan kompetensi itu ia mampu mengelola perubahan dari satu ke tahap berikutnya yang lebih banyak tuntutannya.

• Menjadi tua terdapat kemampuan yang menurun untuk menghadapi masalah dari yang normal menjadi hal-hal yang tidak normal

• Untuk mencapai keberhasilan dalam mengelola daur hidup organisasi, maka yang perlu mendapatkan perhatian bukanlah melenyapkan kesulitan-kesulitan melainkan lebih memusatkan perhatian (fokus) terhadap sumber daya manusia, keuangan dan permodalan, organisasi, budaya, kepemimpinan, sistem teknologi informasi, dan pelanggan yang dapat menimbul-kan masalah-masalah dalam tahaap daur

hidup. Oleh karena itu untuk mewujudkan kedalam tahap yang disebut PRIMA, maka diperlukan usaha yang secara terus menerus meremajakan dirinya.

• Kelangsungan hidup dalam daur hidup organisasi berarti adanya kemampuan untuk menyelesaikan masalah sebagai sesuatu kesulitan yang normal. Dalam hal ini kita dihadapkan kepada satu kenyataan untuk mengingatkan kepada kita bahwa kesulitan yaang sedang dialami adakalanya bukan di-sebabkan karena internal melainkan karena keaadaan artinya ketidak ke-siapan dalam mengikuti perubahan itu sendiri.

• Dalam pandangan Ichak Adizes dalam bukunya “Corporate Lifecycles”, mengungkapan permasalahan yang normal lawan yang tidak normal dimana paada persoaalan yang normal adalah persoalan yang dapat diatasi dengan menggunakan energi internal sendiri yang dalam hal ini dinamakan SENSASI, sedangkan bila masalah itu tidak diharapkan dinamakan masa-lah TRANSISI / PERALIHAN. Sedangkan masalah yang abnormal seba-liknya memerlukan campur tangan keahlian dari luar, yang dalam hal ini disebut dengan KERUWETAN dan jika masalah-masalah yang abnormal

itu jarang terjadi disebut dengan PENYAKIT, seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini :

DAPAT DISELESAIKAN OLEH ORGANISASI ITU SENDIRI

YA TIDAK

ya
sensasi x) keruwetan o)
sering ditemukan tidak
dalam tahap ini dari transisi x) penyakit o)
daur hidup organisasi

Sifat permasaalahan :
x) permasalahan normal, o) abnormal.
Dibawah ini diungkap beberapa contoh sebagai berikut :

1. Kekurangan uang tunai, hal ini sering sekali dijumpai pada organisasi yang masih sangat muda , namun organisasi yang dikelola dengan baik dapat

2. mengatasinya dengan segera. Bila jumlah kekurangan ini lebih besar daripada yang dapat diduga semula manajemen dapat menangani kekurangan uang tunai dalam perusahaan yang tumbuh dengan cepat, maka hal itu disebut masalah transisi, jika tidak dapat mengatasinya menjadi suatu keruwetan dan kekurangan itu jumlahnya besar sekali serta manajemen tidak sanggup untuk memecahkannya menjadi penyakit yang dapat mengakibatkan kematian bayi.

3. Contoh mengenai keruwetan yang dapat merubah menjadi suatu penyakit adalahaya manajemen yang luar biasa otokratis sifatnya. Hal ini seringdijumpai pada tahap-tahap dini pertumbuhan organisasi, mungkin tidak mampu untuk menyelesaikan sendiri.

4. Dalam tahap-tahap menjadi tua, birokratisasi dapat menurunnya kemampuan suatu organisasi untuk menangani kebutuhan para pelanggan, sehingga merupakan masalah yang berulang-ulang yang perlu dipecahkan.
Dari ilustrasi yang dikemukakan diatas, untuk menunjukkan bahwa penekanan dari pembahasan ini berkaitan dengan cara bagaimana merubah dan menangani masalah-masalah yang tidak normal. Apakah persoalan itu merupakan keruwetan-keruwetan atau berubah menjadi suatu penyakit, sehingga menjadi penghalang dan penghambat pertumbuhan perusahaan dan kemampuan mengadaptasi dimasa yang akan datang
Ya Tidak

Ya sensasi transisi o)

Diduga

Tidak kruwetan o) penyakit o)

O = Diagnosa dan perawatan : Methodalogi, interpensi Adizes
Pandangan penulis dari pengalaman dalam merumuskan pemecahan masalah yang dihadapi :

Dengan merumuskan model permasalahan yang dikemukakan dalam teori tersebut diatas, penulis berdasarkan pengalaman dalam mengelola organisasi perusahaan dengan beragam bidang kegiatan yang dimasuki dalam bekerja.
Dalam hal ini kami sampai kepada satu kesimpulan bahwa seluruh persoalaan, sehingga menjadi masalah yang dihadapi berpusat pada pengambilan keputusan, oleh karena itu semua persoalan harus mampu dapat diselesaikan oleh kemampuan sendiri.
Apakah yang sebenarnya terjadi dalam daur hidup , apakah setiap keputusan yang diambil sesuai dengan situasi atau gejala yang benar-benar bahwa pentingnya situasi permasalahan ? Apakah permasalahan itu telah mempertimbangkan hasil pemecahan sebelumnya ? Apakah peran pelaku dalam perumusan masalah telah diidentifikasi ? Apakah cukup jelas tujuan dan sasaran dari masalah yang dirumuskan ?
Berdasarkan pengalaman ketidak jelasan dalam rumusan masalah, menjadi fokus untuk menyatukan pandangan mengenai rumusan masalah. Oleh karena itu setiap masalah akan kita kelompokkan menjadi :

• Masalah insidentil adalah masalah yang terkait dalam kegiatan operasi dan terselesaikan sejalan dengan penyelesaian masalah pokoknya lebih dahulu diselesaikan yang dirumuskan kedalam program kerja

• Masalah pokok adalah masalah yang terkait dalam kegiatan dalam pelaksanaan kebijaksanaan dan terselesaikan sejalan dengan penyelesaian masalah strategi yang ditetapkan

• Masalah kritis adalah masalah yang terkait dalam kegiatan dalam proses pengambilan keputusan yang bersifat strategik.

Bertitik tolak dengan pemikiran diatas, maka masalah yang dihadapi selama dalam pemerintahan yang silih berganti semenjak mulai merdeka sampai saat ini terletak dalam pengambilan keputusan sehingga menjadi masalah yang berkelanjutan. Semuanya berakar dari sikap dan perilaku oleh pemain peran yang tidak siap berubah sesuai dengan tuntutan perubahan itu sendiri sehingga masalah yang kita hadapi dapat kita rumuskan kedalam empat masalah yaitu :

• Masalah efisien, efektif dan berkualitas, masalah inilah yang kita sebutkan kedalam keputusan sensasi (A).

• Masalah efisien dengan tidak efektif dan tidak berkualitas, masalah ini yang kita sebutkan kedalam keputusan transisi.(B)

• Masalah efektif dengan tidak efisien dan tidak berkualitas, masalah ini yang kita sebut dengan komplek (C)

• Masalah tidak efisien, tidak efektif dan tidak berkuallitas, masalah ini yang kita sebut dengan penyakit (D)

Dengan memperhatikan type dan kelompok masalah, selajutnya kita masuk-kan dalam tabel sebagai berikut :

TYPE : NORMAL : TIDAK NORMAL:

Insidentil (A) (C)
Pokok (A) (C)
Kritis (A) (C)

Insidentil (B) (D)
Pokok (B) (D)
Kritis (B) (D)
Jadi dalam mengelola daur hidup organisasi, maka bagi seorang CEO harus meyakini bahwa semua persoalan menjadi masalah harus mampu dipecahkan dengan kekuatan sendiri tanpa mengundang interpensi dari luar seperti teori Ichak Adizes, hanya perlu memberikan fokus untuk menentukan tingkat intensitas bagaimana sebaiknya kita mempengaruhi peran pelaku yang terlibat dalam

proses pengambilan keputusan. Jadi pada masalah normal dari sensasi dan transisi mudah untuk mempengaruhinya, tapi masalah tidak normal dari komplek dan penyakit sangat sulit mempengaruhi perubahan sikap dan perilaku karena faktor kepentingan pribadi dan kelom-pok terancam sehingga sulit berubah dengan cepat.
MODEL DAN DESKRIPSI DAUR HIDUP ORGANISASI
Manifestasi dari faktor-faktor kunci akan ditentukan pula pada setiap posisi oleh dua karekteristik yang disebut dengan satu sisi menyangkut fleksibilitas dan sisi lainnya disebut dengan mudah dikontrol.
Daur hidup organisasi perusahaan dibagi dengan mengikuti jalan pemikiran tentang kehidupan manusia yang meliputi :
• Posisi Persiapan sebagai cetusan ide / gagasan (bayi dalam kandungan)
• Posisi Permulaan setelah berdiri ( bayi dalam pertumbuhan)
• Posisi Perluasan (masa muda)
• Posisi Pertumbuhan (masa remaja)
• Posisi Prima (masa dewasa)
• Posisi Stabil ( masa permulaan tua)
• Posisi Awal-Birokrasi (masa tua)
• Posisi Birokrasi (masa ketuaan)

Pemilik dan pengelola akan berusaha untuk mewujudkan pada posisi daur hidup yang PRIMA, pada posisi tersebut bertemu pada satu titik dimana fleksibilitas dan mudah dikontrol bertemu berarti seluruh faktor mendapat-kan perhatian yang terus menerus dalam bersikap proaktif memandang masa depan.

48. MENGEMBANGKAN ORGANISASI BERBASIS
PENGETAHUAN
Pertama yang perlu kita ingat bahwa dalam merumuskan suatu difinisi tentang organisasi, maka perlu kita tegaskan bahwa rumusan disini terkait dengan difinisi riil bukan difinisi nominal, oleh karena itu dalam merumuskan difinisi riil “ apa organisasi itu ? “ diperlukan suatu pengertian dapat bersifat essensil dan atau eksidentil.
Bertitik tolak atas pemahaman atas difinisi riil yang essensil, maka untuk menjawab pertanyaan diatas, kita dapat memulainya dari sisi diagnosa organisasi dengan membuat pertanyaan berupa : why, when, what, who.

Jadi karena sifat riil, maka terdapat dua unsur yang menen-tukan yaitu jenis dan sifat pemisah dalam membuat rumusan sebagai suatu difinisi tentang oranisasi.
Why, mengapa keberadaan organisasi itu lahir ?
When, bilamana seharusnya dilahirkan ?
What, apa yang dikerjakannya ?
Who, siapa seharusnya melaksanakannya ?
Dari keempat pertanyaan itu bagi seseorang dan atau beberapa orang, hendak mengadakan perjalanan yang akan dituju, maka diperlukan satu sarana mengadakan perjalanan yang kita sebut dengan organisasi sebagai alat untuk menempuh perjalanan.
Sejalan dengan pemikiran diatas, maka kita sampai kepada difinisi tengtang ORGANISASI adalah wadah sebagai alat untuk melaksanakan aktivitas-aktivitas yang direncanakan.
ORGANISASI BERBASIS PENGETAHUAN adalah wadah sebagai alat perilaku yang saling berinteraksi dalam menghadapi lingkungan dengan proses pembagian kerja sesuai dengan peran yang dibebankan kepadanya berdasarkan sistem berbasiskan pengetahuan.
Dengan difinisi tersebut kita dapatkan hakikat dari difinisi essensial yang ditunjukkan kedalam : 1) perilaku

berinteraksi artinya terciptanya hubungan antar individu, kelompok dan oraginasasi ; 2) proses pembagian kerja artinya pengelompokan kerja kedalam fungsinya ; 3) peran artinya sekumpulan kewajiban yang dihasilkan oleh beberapa orang yang berarti dan orang yang memegang satu jabatan ; 4) sistem berbasiskan pengetahuan artinya organisasi sebagai sumber pengetahuan.

KERANGKA KERJA SISTEM DALAM KOTAK
Asumsi yang mendasari pendekatan sistem bahwa organisasi terdiri dari sub-sub bagian yang saling berhubungan, jika salah satu bagian mempunyai performansi yang buruk, maka akan timbul dampak negatif terhadap performasi keseluruhan sistem.
Dengan dasar pemikiran itu, sebuah organisasi harus dinilai berdasarkan kemampuannya untuk memperoleh masukan, memproses masukan tersebut, menyalurkan keluarannya dan mempertahankan stabilitas dan keseimbangan.
Pandangan sistem melihat kepada faktor-faktor seperti hubungan dengan lingkungan untuk memastikan adanya penerimaan yang terus menerus dari masukan-masukan serta penerimaan yang menguntung-kan dari keluaran-keluaran, fleksibilitas respons terhadap perubahan lingkungan, efesiensi yang digunakan organisasi untuk

mengubah masukan menjadi keluaran, kejelasan komunikasi intern, tingkat konflik diantara kelompok-kelompok dan tingkat tingkat kepuasan kerja para pegawai.
Sistem memfokuskan dari pada cara-cara yang diperlukan untuk memastikan kelangsungan hidup organisasi yang terus menerus.
Kerangka kerja tersebut dapat digambarkan sebagai berikut :
BERBASIS PENGETAHUAN
KESIAPAN MENGHADAPI LINGKUNGAN :
PEMASOK – PELANGGAN – MASYARAKAT
PEMERINTAH – TEKNOLOGI – EKONOMI
Untuk membangun suatu struktur oraganisasi yang fleksibel dan mu-dah dikontrol terdapat tiga dimensi yang perlu mendapat perhatian :
Pertama apa yang disebut dengan KOMPLEKSITAS, merujuk kepada tingkat diferensiasi yang dapat bersifat
1) horizontal menunjukkan tingkat sejauh mana pekerjaan tersebar secara geografis yang diukur berdasarkan pemisahan horizontal di antara unit-unit dan jumlah spesialisasi pekerjaan ;
2) vertical menunjukkan kedalamnya yang diu-kur berdasarkan jumlah tingkat hierarki ;
3) spasial menunjukkan tingkat sejauh mana pekerjaan itu tersebar secara geografis yang diu-kur jumlah lokasi terpisah, jarak rata-rata dengan pusat dan jumlah pegawai pada unit-unit. Dengan demikian makin komplek organisasi-nya makin besar pula kesukaran komunikasi, koordinasi dan kontrol.
Kedua apa yang disebut FORMALISASI, merujuk pada tingkat sejauh mana pekerjaan dalam organisasi distandarisasi. Makin tinggi formali-sasi berarti makin tinggi perilaku pegawainya diatur melalui peraturan dan prosedur untuk mengatur apa yang dilakukan oleh pekerja dengan teknik proses seleksi, pensyaratan peran, peraturan, prosedur dan kebijakan, pelatihan.

Ketiga apa yang disebut SENTRALISASI, merunjuk pada tingkat sejauh mana kekuasaan formal dapat membuat kebijaksanaan dikonsen-trasikan pada individu dan unit yang ada.
Ukurannya terkait dengan proses pengambilan keputusan. Kontrolnya dapat dilakukan melalui proses
1) mengumpulkan iformasi yang diteruskan,
2) memproses dan menginterprestasikan,
3) membuat pilihan,
4) memberikan wewenang,
5) melaksanakannya.
Bila setiap tingkat dapat dikendalikan dalam proses pengambilan keputusan, maka dapat ditempuh dengan menetapkan dengan DISENTRALISASI.
Penerapan Organisasi berbasis Pengetahuan dengan prinsip yang kita sebut FLEKSIBEL DAN MUDAH DIKONTROL, maka struktur organisasi dibangun yang disebut dengan struktur MATRIKS adalah suatu desain structural yang menugaskan para spesialis dari departeman fungsional tertentu untuk bekerja pada satu atau lebih tim yang dipimpin oleh seorang pemimpin proyek.
Proyek atau produk pada suatu matriks dapat mengalami perubahan terus menerus atau dapat bertahan cukup lama.
Yang pertama mendirikan matriks sementara ; yang kedua mewakili matriks permanen Lebih lanjut LIHAT LAMPIRAN STRUKTUR MATRIKS.
BAB IX. KEMAMPUAN DALAM KOMPETENSI TEKNIK
49. TEKNOLOGI PRODUK BARU
Dengan penguasaan pengetahuan dalam kompetensi teknik berarti mendorong kepampuan dalam usaha merebut peluang dengan menghadapi tantangan dunia tanpa batas dan sekaligus mampu mengelola teknologi dengan memperhatikan sumber daya manusia yang memiliki keunggulan dalam menjalankan prinsip-prinsip apa yang disebut dengan :
Pertama, organisasi dengan CEO yang memiliki Kepemimpinan dengan penguasaan Pengetahuan dan Ilmu yang terkait dengan teknologi dan bisnis.
Kedua, organisasi yang ditopang berbasiskan pengetahuan yang dibangun atas dasar fleksibel dan mudah diawasi dengan struktur matriks menjamin peran-peran para spesialis yang mampu mengelola pasar produk dan fungsi bisnis yang terintergrasi.
Ketiaga, dengan iklim organisasi yang sehat mendorong setiap pemain peran akan memiliki keterampilan yang tinggi dalam hal-hal yang terkait dengan pemahaman teknologi dan bisnis.
Keempat, menempatkan pemain peran pada setiap bidang yang memiliki keunggulan dalam penguasaan teknologi dan bisnis sehingga mendorong mereka bekerja dalam satu tim.
Dengan menjalankan keempat prinsip diatas memberikan daya dorong setiap pemain peran mampu menjalankan kebutuhan organisasi yang mampu menyesuaikan dengan perubahan yang dibutuhkan.

50. TEKNOLOGI PROSES
Sejalan dengan pemikiran yang diatas, maka usaha untuk mempertahankan pelanggan diperlukan kemampuan yang secara teratur menguasai teknologi proses, sehingga selalu siap menghadapi tantangan dari pesaing dengan poduk barunya.
Oleh arena itu, kemampuan dalam teknologi proses menjadi satu kebutuhan yang harus dikelola oleh sekelompok orang yang kreatif dalam individu maupun kelompok sehingga mereka secara berkelanjutan mampu menangkap kebutuhan pelanggan.
Dengan demikian maka struktur matrik menjamin tersedianya pemain peran yang memiliki keterampilan khusus yang bekerja kedalam tim-tim yang mampu bekerja untuk menterjemahan kebutuhan pelanggan yang ditopang

para spesialis fungsional untuk menjawab mengapa ibutuhkan riset pemasaran yang berkaitan dengan langkah-langkah spesiikasi, pengumpulan, analisis dan interprestasi informasi yang menhubungkan suatu organisasi dengan lingkungan pasarnya, identifikasi masalah dan peluang pemasaran serta penysunan dan evaliasi serangkaian tindakan pemasaran
Dengan penguasaan teknologi proses maka satu tim bekerja sesuai dengan peran pesialis fungsional dalam menjawab produk baru yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

51. TEKNOLOGI PENDUKUNG OPERASI
Sejalan dengan mewujudkan pelanggan seumur hidup, maka diperlukan adanya teknologi pendukung operasi yang didukung oleh kemampuan membangun organisasi yang terus belajar, sehingga dibutuhkan setiap pemain peran dalam organisasi formal dan kelompok kerja tim yang didukung oleh kompetensi teknis sehingga memajemeni tim dengan perangkat kelompok.
Dengan tersedianya teknologi pendukung proses akan dapat memberikan ruang gerak dari setiap pemain peran dalam hal-hal yang berkaitan dengan :
1) Adanya motivasi yang mendorong perbaikan atas kemauan sendiri ;
2) Umpan balik dari setiap keadaan ;
3) Adanya kemauan dari seluruh pemain peran dalam berbagi pengalaman secara berkelanjutan.
Sejalan dengan pemikiran diatas, maka dengan tersedianya fasilitas tersebut memungkinkan pula setiap pemain peran yang mendukung tim kerja spesialis fungsional dalam organisasi yang terus belajar berarti dengan menerapkan prinsip-prinsip apa yang disebut dengan :
1) Belajar dari pengalaman dari proyek dan dan produk di masa lalu dan masa sekarang ;
2) Mewujudkan secara teratur munculnya umpan balik dan perbaikan dengan memakai metrik (mutu, produk, proses) dan melaksanakan bencmarking kuantitatif ;
3) Pusatkan perhatian atas pandangan Pelanggan sebagai bagian dari produk dan sebagai data untuk perbaikan ;
4) Wujudkan secara berkesinambungan hubungan-hungan dan kegiatan-kegiatan saling berbagi antara kelompok produk.

52. TEKNIK DAN SISTEM PENDUKUNG S. D. M.
Peta jalan menuju keberhasilan ditentukan oleh iklim organisasi yang sehat dimana teknik dan system pendukung Sumber Daya Manusia memberikan ruang gerak yang mampu memotivasi individu dan kelompok menjalankan peran yang dibebankan kepadanya.
Oleh karena itu, peran kepemimpinan dengan pola berpikir global, dan bertindak global artinya ia mampu mendorong kebiasaan manusia yang sangat efektif yaitu yang menjangkut apa yang disebut dengan :
1) Kebiasaan berpikir proaktif artinya bukan menitik beratkan memecahkan masalah melainkan menghindari masalah, maka disitu kemampuan anda merumuskan apa yang disebut prinsip visi pribadi ;

2) Kebiasaan berpikir mulai dengan akhir dalam pikiran, disinilah letak kemampuan untuk menjalankan prinsip kepemimpinan pribadi ;

3) Kebiasaan berpikir dahulukan yang harus didahulukan artinya sedapat mungkin menjalankan prinsip manajemen pribadi ;
4) Kebiasaan berpikir untuk mencapai kemenangan artinya meletakkan landasan yang kuat dengan prinsip kepemimpinan antarpribadi ;

5) Kebiasaan berpikir untuk mengerti lebih dahulu artinya menjalankan prinsip apa yang disebut dengan empatik ;

6) Kebiasaan berpikir untuk mewujudkan kerjasama artinya menjalankan prinsip apa yang disebut dengan kekuatan kerjasama kreatif.
X. KEMAMPUAN DALAM KOMPETENSI INFORMASI

Dengan informasi dapat membantu organisasi memasuki persaingan secara efektif di dalam pasar-pasar produknya yang disebut dengan kemampuan informasional.
Dengan memiliki kemampuan yang berhubungan dengan informasi luar mengenai lingkungan perusahaan, pasar dan pesaingnya, akan memberikan keuntungan lebih dari yang lainnya sehingga bagi organisasi yang memiliki kemampuan informasional tersebut mudah memasuki ekonomi dunia tanpa batas dan mampu menciptakan peluang dari ketidak pastian.
Kemampuan informasional termasuk sistem imformasi manajemen untuk mendukung komunikasi antar unit kerja menjadi efektif dan efesien karena dapat mengurangi kesalahan dan dapat tanggap atas perubahan lingkungan, didukung oleh kekuatan menerapkan kemampuan mambangun suatu system INTELIJNS KOMPETITIF.

53. MENGELOLA INFORMASI LINGKUNGAN INTERN
Dengan tersedianya informasi lingkungan intern akan memudahkan membuat analisa dan diagnosis yang berkaitan dengan gambaran KEKUATAN dan KELEMAHAN

dalam rangka untuk merumuskan strategi dalam menempatkan posisi perusahaan kedepan.
Faktor – faktor yang menentukan kekuatan dan kelemahan tersebut di analisis dan diagnosis berdasarkan informasi yang diperoleh dari faktor :
1) Keuangan dan akuntansi
2) Pemasaran dan distribusi
3) Produksi dan operasi
4) Manusia dan hubungan perburuhan
5) Sumber-sumber corporate
Dengan teredianya data dan informasi yang akurat dan dapat dipercaya sehingga memudahkan mengidentifikasi kekuatan relative dengan sudut pandang yang disebut dengan 1) Pandangan terhadap industry ; 2) Penentuan posisi perusahaan.

54. MENGELOLA INFORMASI LINGKUNGAN EKSTERN
Dengan kemampuan mengelola informasi lingkungan ekstern diharapkan mampu membuat analisis dan diagnosis yang berkaitan untuk merumuskan hal-hal yang berkaitan dengan menafsirkan berbagai PELUANG dan ANCAMAN dari faktor yang disebut dengan :
1) Ekonomi ;
2) Pemerintah dan hukum ;
3) Pasar dan persaingan
4) Pemasok dan teknologi
5) Geographi
6) Sosial
Dengan kemampuan peran sumber daya manusia yang setiap saat mampu melakukan kesiapan perubahan, maka system Intelejens Kompetitif dapat merumuskan hal-hal yang berkaitan dengan informasi ekstern tentang berbagai PELUANG dan ANCAMAN yang sejalan dengan strategi yang akan dirumuskan.

55. MENGELOLA INFORMASI MEMASUKI DUNIA
TANPA BATAS
Bertitik tolak dari analisis dan diagnosis yang juga disebut dengan SWOT (Internal Strengts dan Weaknesses) dan (Eksternal Opportunities dan Threats) agar kita dapat menempatkan posisi perusahaan.
Sejalan dengan pemikiran diatas, perlu kita ketahui bahwa bisnis dalam dunia tanpa batas ditandai oleh apa yang disebut 5C yaitu
1) Customer (pelanggan) : kekuatan mereka yang mulai muncul ;
2) Competition (persaingan) : penyebaran teknologi ;
3) Company (perusahaan) : pentingnya biaya tetap ;
4) Currency (mata uang) ;
5) Country (negara)
Oleh Karena itu, memasuki dunia tanpa batas berarti harus mampu menempatkan posisi perusahan yang mampu merebut berbagai peluang dengan kekuatan internal sehingga kekuatan dan strategi menerapkan competitive intelligence didalam ekonomi yang saling mengait mampu mewujudkan hal-hal yang kita harapkan berupa :
1) Meningkatkan kesejahteraan individu dan lembaga ;
2) Berdiri terbuka terhadap semua yang ingin berpartisipasi ;
3) Tidak menjadi pemenang absulut, karena mekanisme pasar menyesuaikan diri dengan daya saing;
4) Diperlukan peranan pemerintah yang mendukung;
5) Diperlukan kerja sama dengan negara2 maju.

56. MENGELOLA KOMUNIKASI ANTAR UNIT KERJA
Kebutuhan keberhasilan dari struktur matrik juga sangat ditentukan oleh adanya keberhasilan membangun dalam komunikasi antar unit kerja.
Komunikasi dengan orang lain bukan merupakan suatu ilmu. Ia tidak mempunyai sejumlah prosedur yang tepat
Dan sulit yang diatur. Terdapa prinsip-prinsip dan tema-tema tertentu dan masuk akal namun ada beribu-ribu variasi terhadap tema-tema iu. Jadi ia merupakan suatu seni untuk menggunakan keterampilan dan kemampuan anda sebaik-baiknya.
Oleh karena itu, kebutuhan akan Komnikasi yang dapat meyakinkan dimana yang paling kritis adalah jika kita ingin meyakinkan orang lain. Kita Komuniksikan ide-ide kita, pada waktu yang bersamaan, kita juga menjual ide-ide kita, atau produk kita. Jadi seni berkomunikasi menekakan kepada dikembangkannya keterampilan antara pribadi selama komunikasi yang meyakinkan. Misalkan Seorang penyelia (supervisor) harus mampu mengkomunikasikan dengan jelas tujuan-tujuan organisasi kepada para pekerja.
Mengapa menggunakan Seni Berkomunikasi. Sementara orang seolah-olah dilahirkan dengan kegiatan dan kepercayaan yang alamiah.

Tetapi buat kita semua, sifat-siat yang paling sering didapati pada mereka yang memimpin dan dan berhasil, dapat dipelajari dan diperkuat. Yang diperlukan hanyalah suatu usaha secara sadar untuk memelajari an menrapkan keterampilan komunikasi pribadi atas suatu dasar yang konskuen dengan bantuan umpan balik yang jujur.
Di mana menggunakan keterampilan komunikasi antar perorang adalah
1) Di dalam suatu organisasi ;
2) Kepada pelanggan atau masyarakat ramai ;
3) Dalam kehidpan pribadi.
Sadarilah bahwa apa yang benar-benar berarti, biasanya tidak diajarkan, sehingga apa yang diungkapkan disini menjadi pusat perhatian yaitu yang mencakup :
1) Unsur utama bagi komunikasi yang efektif adalah dapatnya dipercayai artinya perlu kita memahami bahwa diperlukan keterampilan yang terkait dengan unsur VERBAL adalah pesan itu sendiri ; unsure VOKAL adalah suara anda (intonasi, penonjolan, resonansi) ; unsur VISUAL adalah apa yang dilihat orang.
2) Sembilan keterampilan Perilaku sebagai unsure-unsur penting komunikasi antar perorangan yang mencakup apa yang disebut dengan a) Komunikasi dengan mata ; b) Sikap / gerak gerik ; c) Gerak isyarat / ekspresi muka ; d) Pakaian / penampilan ; e) Suara / variasi vocal ; f) Bahasa / bukan kata-kata ; g) Keterlibatan pendengar ; h) Humor ; i) Diri sendiri yang alamiah.

XI. KEKUATAN FOKUS DALAM MANAJEMEN
Dalam bab ini mengungkapkan hal-hal yang terkait dengan suatu pemikiran untuk membangun focus multilangkah dalam arti kekuatan globalisasi mendorong bagaimana caranya meraih keputusan strategic yang diputuskan (Visi, Misi, Tujuan, Sasaran) yang sejalan dengan kebiasaan untuk menyesuaikan dengan perubahan sesuai dengan tuntutan dalam dunia tanpa batas dalam kerja global.
57. MEMBANGUN FOKUS MULTILANGKAH
Mewujudkan rencana jangka panjang, maka semua kegiatan sangat ditentukan oleh kemampuan untuk menjalankan koordinasi dan mengawasi dari kantor pusat ke unit-unit kerja dalam struktur organisasi formal.
Sejalan dengan pemikiran tersebut, maka jika perusahaan tidak terfokus, anda tidak mungkin mendapatkan hasil yang maksimal dengan pendekatan operaional. Mungkin hasilnya hanya sedikit lebih baik. Sama saja dengan hasil fhoto yang tak terfokus.
Oleh karena itu, cepat atau lambat perusahaan akan mengalami masalah dalam siatuasi tantangan yang terbuka sehingga untuk memecahkan masalah yang timbul diperlukan langkah yang kita sebut dengan
1) Bertindak lebih dahulu artinya perusahaan yang terlalu ingin keluar dan bersaing dengan pelanggannya, namun ragu-ragu kalau bersaing dengan dirinya sendiri ; 2) Mengembangkan suatu produk yang sama sekali baru artinya dengan terfokus maka kreatifitas individu dan kelompok menjadi inovasi perusahaan ; 3) Bertolak dari inovasi perusahaan akan melahirkan sebuah nama baru untuk produk baru ; 4) Bergerak dengan berani artinya tanpa ragu-ragu untuk melakukan perubahan.

58. STRATEGI FOKUS LANGKAH 1 DAN 2.
Strategi focus langkah pertama adalah membangun pikiran dengan kebiasaan-kebiasaan yang ditopang oleh kekuatan Pengetahuan (apa yang harus dilakukan, mengapa) ; Keterampilan (bagaimana melakukan) ; Keinginan (mau melakukan atas dasar niat). Dengan kebiasaan tersebut berarti pikiran digerakkan untuk menentukan masa depan.
Kebiasaan tersebut menjadi perilaku yang efektif karena terus berulang anda lakukan sehingga mewujudkan kualitas kehidupan anda dalam arti kalau anda terus saja melakukan apa yang selama ini anda perbuat.

Stretgi focus langkah kedua adalah dengan perjalanan waktu, maka kebiasaan-kebiasaan anda menjadi pendorong bukan sekedar bersilat lidah, melainkan focus dimana tidak mungkin saya berhasil tanpa kebiasaan tepat waktu, teratur dan rajin dengan tekad untuk berkonstrasi pada topic tertentu satu per satu.
Dengan pikiran diatas, menuntun anda memfokuskan sebahagian besar waktu and dan enerji anda mengerjakan apa yang paling cemerlang anda kerjakan ujung-ujungnya anda menuai imbalan besar.
Fokuslah kepada talentan-talenta alami anda dengan latihan-latihan maka terbukalah usaha anda menemukan kecemerlangan anda, sehinga tingkat kecemerlangan anda akan menentukan besarnya peluang anda dalam kehidupan.
Jadi ingatlah selalu bahwa keberhasilan bukanlah sulap atau kepandaian bersilat lidah melainkan pada menumbuh kembangkan belajar focus menjadi pusat perhatian anda.

59. STRATEGI FOCUS LANGKAH 3 DAN 4
Strategi focus langkah ketiga adalah apa yang disebut dengan dimana anda bertolak dari gambaran besarnya artinya gerakkan pikiran untuk mengungkit daya ingat
Kedalam apa yang disbut kehidupan yang tidak diteliti itu maka tiak layak dijalani, oleh karena itu belajarlah dari kenyataan bahwa memang sangat sulit mengembangkan kejelasan yang tidak biasa-biasanya.
Oleh karena itu dengan membuat keputusan strategic (visi, misi, tujuan, sasaran) menuntun anda berpikir jangka panjang. Jadi SASARAN adalah upaya berkesinambungan untuk mencapai tujuan yang layak hingga tercapai. Harus diingat pula jabarannya tidak cukup kualitatif tapi juga kuantitatif.
Sejalan dengan apa yang kita ungkapkan diatas, maka dengan kekuatan kebiasaan yang produktif, kita dapat mengngkapkan kedalam sepuluh besar sasaran yang berisikan hal-hal yang terkait yaitu:
1) Gariskan sasaran terpenting anda harus anda punya ;
2) Sasaran-sasran anda harus berarti ;
3) Sasaran-sasaran anda harus spesifik dan terukur ;
4) Sasaran-sasaran anda harus fleksibel ;
5) Sasaran-sasaran anda harus menantang dan mengasyikkan ;
6) Sasaran-sasaran anda harus selaras dengan nilai2 anda;
7) Sasaran-sasaran anda harus eimbang ;
8) Sasaran-sasaran anda harus realistic ;
9) Sasaran-sasaran anda harus mencakup konstribusi.
10) Sasaran-sasaran anda perlu didukung.
Dengan memperhatikan pemikiran diatas, maka ungkitah daya ingat untuk menuntun kekuatan pikiran dari pokok-pokok pikiran apa yang kita kemukakan dibawah ini :
1) Gunakan daftar sasaran 10 besar sebagai kerangka kerja ;
2) Rancanglah rencana utama untuk memprioritaskan sasaran-sasaran anda ;
3) Ciptakan buku gambar sasaran ;
4) Gunakan buku ide ;
5) Visualisasikan, renungkan, refleksikan dan evalusikan ;
6) Kemabangkan mentor yang unik serta aliansi
7) Gunakan sistim focus para peraih prestasi untuk mengukur kemajuan mingguan.

Stategi focus langkah keempat, adalahMendorong dalam menciptakan keseimbangan optimum artinya ketika sedang bekerja, bekerjalah dan ketika sedang bermain, bermainlah janganlah mencampur adukkan keduanya.
Sejalan dengan apa-apa yang kita pikirkan diatas, maka renungkan pemikiran seperti yang terungkap dalam suatu system yang kita sebut dengan
Sistem untuk menciptakan keseimbangan optimum yang menyangkut pemikiran-pemikiran yang kita sebut :
1) Cetak biru artinya rencana strategis saya hari ini. Prioritas, yang berjumpa, proyek. Devaluasi malam sebelum menjelang pagi ;
2) Tindakan artinya berkonsentrasilah pada kegiatan-kegiatan terpenting yang akan memajukan anda menuju tercapainya sasaran-sasaran triwulan nda ;
3) Pembelajaran artinya kembangkan kebiasaan yang produktif ( pengetahuan, keterampilan, keinginan) lewat membaca,kaset, video, mentor, kursus ;
4) Olahraga artinya perbaharuilah enerji selama 30 menit
5) Relaksasi artinya hilangkan stress harian. Tidur siang, meditasi, mendengarkan music, waktu keluarga.

60. STRATEGI FOCUS LANGKAH 5 DAN 6
Strategi focus langkah kelima,
Melahirkan satu kekuatan kedalam membangun hubungan-hubungan baik, artinya pahamila hidup ini bahwa ada orang yang memsuki kehidupan kita dan pergi hampir seketika. Ada juga yang menetap. Dan membentuk kesan yang sedemikian rupa dalam hai dan jiwa kita, sehingga kita diubah selamanya.

Oleh karenanya, renungkan bahwa meniapkan strategi ampuh untuk memastikan anda menikmati hubungan-hubungan yang sangat baik dalam kehidupan pribadi maupun professional anda. Jadi membangun hubungan-hubungan baik itu suatu kebiasaan dan menghasilkan imbalan yang mengagumkan.
Renungkan dan ungkit daya ingat anda bahwa ada baiknya anda memandang kehidupan anda ibarat spiral, terkadang anda berada di Spiral menaik, ketika itulah segala sesuatu berjalan lancer, keyakinan tinggi dan kehidupan terasa menyenangkan dimana hubungan-hubungan terpenting anda sehat dan berkembang.
Lawannya adalah spiral menurun. Ketika itulah segalanya berantakan tidak ada komunikasi, stress meningkat dan kehidupan terus menjadi pergumulan. Hubungan-hubungan menjadi renggang selama spiral menurun
Sejalan dengan apa yang kita utarakan diatas dalamilah makna Spiral menaik dan menurun sebagai seuatu cambuk untuk kita terus belajar sepanjang hayat, maka disitulah anda akan mendapatkan hikmah dari kekuatan berpikir karena hidup anda dibentuk oleh pikiran anda sendiri.
Dengan demikian keberhasilan dalam kehidupan ni diambil dari siapa yang anda kenal bukan apa yang anda ketahui,
sehingga renungkan keputusann hari ini juga untuk membangun benteng di sekeliling anda. Pilihlah hanya orang terbaik, anda banyak pilihan. Ingatlah kehidupan adalah soal membangun dan menikmati hubungan-hubungan baik. Anda pantas mnikmati bagian anda . Dibutuhkan keyakinan untuk menyatakandiri secara assertif dan memilih orang-orang yang sangat baik.

Strategi focus langkah keenam, adalah Menjadi satu kekuatan kedalam faktor keyakinan, artinya pengalaman memberitahukan apa yang harus diperbuat, Keyakinan memungkinkan anda melakukannya.

Ungkitlah daya ingat anda bahwa ketika anda menyangka diri tidak mampu disatu sisi dan disisi lain ingat-ingatlah kembali kemenangan anda sebelumnya. Jadi kebiasaan berupa keyakinan adalah komponen penting dalam upaya anda sehari-hari untuk menikmati keberhasilan yang berkelanjutan.

Keyakinan itulah perekat yang menyatukan segalanya. Kebiasaan yang terbentuk dari banyak sumber. Sekarang anda mempunyai banyak cara untuk meningkatkan kepercayaan diri anda. Terimalah tantangannya.
61.STRATEGI FOKUS LANGKAH 7 DAN 8

Strategi focus langkah ketujuh, adalah Sejalan dengan apa yang anda inginkan, artinya kalau ada untungnya dan tidak ada ruginya, ya mintalah. Sudah lama sekali karunia yang namanya meminta ini. Sesungguhnya salah satu kebenaran paling mendasar dalam kehidupan ini menyatakan “Mintalah maka engkau akan mendapat”

Ada yang mengatakan bahwa pengetahuan itu kuasa. Keliru! Penggunaan pengetahuan itulah kuasa. Ingatlah selalu pikiran tersebut. Ketika anda meminta , anda bisa mendapatkan berbagai macam informasi, ide, strategi, nama orang berpengaruh dan benar bahkan uang pun.

Lalu mengapakah orang tersandung ketika mendapatkan peluang untuk meminta ? Alasanya adalah 1) mereka mempunyai system kepercayaan yang mengatakan meminta itu tidak benar ; 2) Mereka kurang yakin ; 3) Mereka takut ditolak.

Dengan memperhatikan pokok pikiran diatas, maka ada banyak cara untuk meminta, perhatikan hal-hal yang kita sebut dengan 1) Mintalah dengan jelas ; 2) Mintalah dengan yakin ; 3) Mintalah secara konsisten ; 4) Mintalah dengan kreatif ; 5) Mintalah dengan tulus.
Dengan pemikiran diatas renungkanlah langkah-langkah tindakan yang terkait dengan Meminta yang anda ingkinkan dengan memperhatikan hal-hal ebagai berikut :
1) Mintalah informasi, perbaikan tunggal apakah yang bisa anda adakan, dalam cara anda meminta informasi
2) Mintalah bisnis, apakah pertanyaan penutup anda untukbisnis itu membawa anda ke tingkatan sukses yang anda inginkan ? ;
3) Mintalah rekomendasi tertulis, tulislah nama orang yang bisa membuat rekomendasi ;
4) Mintalah refereni berkualitas tinggi, rancanglah system yang spesifik untuk secara kontinu membawakan orang-orang baru ke dalam bisnis anda. ;
5) Mintalah bisns lebih banyak, sebutkanlah lima klien yang akan anda dekati untuk bisnis lebih banyak ;
6) Mintalah untuk menegosiasikan ulang, sebutkanlah suatu situasi yang angin negosiasikan ulang di bulan mendatang ;
7) Mintalah umpan balik, sebutkan dua cara anda bisa meningkatkan umpan balik dari para pelanggan.

Stategi focus langkah kedelapan,
Yang ditopang oleh keuletan yang konsisten, artinya kuasa ajaib yang mninggikan sementara orang itu terdapat dalam
sikap giat mereka. Penerapan dan ketekunan mereka, menurut bisikan roh berani yang yang bertekat kuat.
Sejalan dengan pikiran diatas, maka renungkan konsistensi, pertanggungan jawab dan intergritas pribadi menjadi landasan kebiasaan yang membantu anda hidup integritas tertinggi, maka pikirkan menggunakannya setiap hari yang mencakup :
1) Ketika anda selalu mengatakan yang sebenarnya, orang mempercayai anda ;
2) Ketika anda memenuhi janji anda, orang menghormati anda ;
3) Ketika anda membuat orang lain merasa istimewa, orang menyukai anda.
Dengan demikian maka ingatlah langkah tindakan, untuk itu jawablah pertanyaan dibawah ini :
1) Dalam bidang apa sajakah dalam kehidupan saya, saya tidak konsisten memelihara kesepakatan ?
2) Apakah resikonya bagi saya kalau saya tidak berubah ? Renungkanlah ganjaran-ganjaran jangka panjangnya ;
3) Apakah persisnya yang perlu saya ubah untuk menikmati gaya hidup berintergritas ? ;
4) Imbalan dan manfaat apa sajakah yang bisa aya peroleh dengan mengadakan penyesuaian-penyeuaian ini ?
Strategi focus langkah kesembilan, adalah Menjadi satu kekuatan pikiran kedalam mengambil tindakan yang menentukan, artinya agar egalanya berubah anda harus berubah. Kalau tidak, tidak akan banyak yang berubah.

Renungkan mengapa orang menunda-nunda, dalam hal ini ada alasan yang mencakup apa yang disebut :
1) Anda bosan ;
2) Anda kewalahan dengan pekerjaan anda ;
3) Keyakinan anda menurun ;
4) Harga diri anda rendah ;
5) Anda menerjakan pekerjaan pekerjaan yang tiak benar-benar anda nikmati ;
6) Anda mudah terganggu , atau pokoknya memang malas.
Sebelum mengambil keputuan besar apa pun maka renungkan kebiasaan untuk mengungkit daya ingat kedalam apa-apa yang diungkap menjadi kata penntun apa yang kita sebut dengan : 1) Berpikirlah (think) ; 2) Bertanyalah (ask) ; 3) Putuskanlah (decide) ; 4) Betindaklah (act)
Langkah-langkah tindakan dalam strategi ini sangat ditentukan segala usaha anda dalam bertindak dengan memperhatikan kata-kata yang diungkapkan diatas, ebagai penuntun anda untuk melangkah.
Strategi focus langkah kesepuluh, adalah Maka disitulah letak hidup dengan maksud yang jelas artinya inilah sukacita sejati, dipakai untuk maksud yang diakui kehebatannya.

Tiga pokok utama berikut akan membantu anda dalam mengaktivasikan maksud anda, apa yang disebut dengan :
1) Selaraskanlah makud anda dengan kemampuan alami anda ;
2) Bertekadlah ;
3) Peliharalah sikap rendah hati.
Sejalan dengan pemikiran diatas, maka kehidupan ini singkat, fokuslah mulai hari ini. Jadi untuk menghasilkan perbedaan maka renungkan langkah-langkah tindakan yang menyingkapkan dan mengamalkan maksud anda dengan pernyataan “Ya, Tidak tahu / tidak pasti atau Tidak, renungkan pertanyaan dibawah ini dan jawab :
1) Sadarkah anda dalam idang apakah anda pandai dan apa yang membuat anda bersemangat ?
2) Apakah anda sepenuhnya memanfaatkan keterampilan yang paling anda senangi ?
3) Apakah pekerjaan anda memajukan kepentingan atau persoalan yang sangat anda pedulikan ?
4) Apakah lewat pekerjaan anda, anda memandang diri menghasilkan perbedaan di dunia ini ?
5) Apakah anda memandang sebahagian besar hari anda itu dengan penuh semangat ?

6) Sudahkan anda kembangkan filosofi kehidupan serta sukses anda sendiri ?
7) Apakah anda mengambil resiko yang diperlukan untuk mengamalkan filosofi anda itu ?
8) Apakah anda merasakan makna dan maksud yang jelas bagi kehidupan anda ?
9) Apakah tahun ini mempunyai sasaran-sasaran aktif yang berhubungan dengan maksud anda ?
10) Apakah sekarang ini anda menjalani kehidupan anda
Sepenuhnya ketimbang mengharapkan segalanya akan
Beres suatu hari kelak ?

Dari jawaban anda, evaluasikan skor anda sebagai berikut:
1) Untuk setiap jawaban ya, berilah diri sendiri nilai 0
2) Tidak tahu atau tidak pasti bernilai 1.
3) Jawaban tidak bernilai 2.
Kalau skor anda antara 0-7, kehidupan anda lumayan terfokus, anda mempunyai arah yang jelas dan anda berniat menghasilkan perbedaan.
Kalau skor anda antara 8-15 anda mempunyai maksud yang jelas tapi perlu mengklarifikasikan komitmen anda. Apakah anda benar2 mengamalkan nilai-nilai anda dan bukan ngomong saja etiap harinya ?

Kalau skor anda antara 16-20 anda beresiko tidak menggunakan potensi anda dan hanya menyia-nyiakan kehidupan anda.
Catatlah bahwa skor yang tinggi bisa juga berarti anda sedang berada di tengah-tengah krisis atau transisi besar.
Sekarang anda sudah berpeluang merenungkan apa makna maksud itu bagi anda, buatlah uatu pernyataan singkat yang memuat inti dari maksud kehidupan anda menurut anda sekarang ini.
BAB XII. STRATEGI MANAJEMEN PENGETAHUAN DALAM
KREATIVITAS DAN INOVASI

Dalam bab ini mengungkapkan pikiran bahwa suksesnya organisasi dimasa depan sangat ditentukan oleh kemampuan kepemimpinan dalam memaksimumkan peluang-peluang yang sangat terbuka pada masa-masa yang tidak menentu, maka disitulah terletak profesionalisme kepemimpinan yang mampu mendorong bawahannya untuk berpikir kedepan dengan menumbuh kembangkan kreativitas dan inovasi.
Bila dilihat dari sudut kemampuan menggali tambang emas yang ada pada setiap individu sebagai potensi (bakat) pikiran, maka kreativitas merupakan kemampuan individu dalam mengintergrasikan otak dan hati menjadi kemampuan berpikir menggerakkan wawasan dan imajinasi sehingga terbentuklah seluruh kisaran proses mental yang sadar.
Selanjutnya bila dilihat sebagai daya dorong gagasan / ide individu dikembangkan kedalam kelompok maka terbentuklah kreativitas kelompok. Kreativitas individu dan kelompok barulah bermakna bila dilihat dari sudut proses dan produk yang kita sebut inovasi dari perilaku organisasi.

Jadi dapat kita ibaratkan mata uang yang bernilai dimana disatu sisi sebagai kreativitas individu dan kelompok serta disisi lain sebagai inovasi organisasi.
Dengan pemikiran diatas maka kepemimpinan abad 21, haruslah memiliki kemampuan menjadi penggerak untuk menciptakan keseimbangan kepentingan dalam perilaku individu, kelompok dan organisasi dalam memandang perspektif masa depan.

63. PENDEKATAN

Pendekatan dilakukan dengan kerangka kerja tiga dimensi, dalam hal ini menempatkan pusat perhatian kedalam situasi yang saling berkaitan untuk merumuskan kreativitas dan inovasi dalam kepemimpinan abad 21 sebagai suatu kebutuhan dalam usaha untuk menumbuh kembangkan atas kepentingannya sebagai berikut :

IKLIM ORGANISASI (D.1) merupakan suatu sifat lingkungan kerja, yang menjadi daya dorong bagi setiap orang atau kelompok yang berkeinginan untuk berimajinasi dalam mengungkapkan gagasan / ide baru yang dapat berubah menjadi inovasi, oleh karena itu iklim
menjadi syarat yang sangat menentukan dan dipengaruhi oleh peran kemimpinan dalam mempengaruhi keseimbangan pelilaku individu, kelompok dan organisasi. Jadi perubahan-perubahan yang akan dilakukan menjadi produktif sepanjang iklim organisasi ikut mendukung dalam pengembangan organisasi yang sejalan dengan tuntutan perubahan itu sendiri.
INFORMASI TERBUKA (D.2) merupakan suatu kebutuhan bagi individu dan kelompok untuk mengembangkan daya cipta dalam berimajinasi dan dalam iklim oraginasi yang sehat mudah mendapatkan informasi secara vertical, horizontal dan diagonal.
Kita menyadari bahwa setiap fase dalam berkriativitas yang bermula dari keinginan untuk mencipta, diikuti penyelidikan, pencetusan saat alam bawah sadar dan akhirnya mengembangkan menjadi bukti gagasan yang telah diciptakan, kesemua fase kegiatan tersebut membu-tuhkan informasi kedalam pemanfaatan otak kanan yang berfungsi pencetus dan penerangan serta otak kiri berfungsi persiapan dan pembuktian, akhirnya keputusan ada dalam otak dibawah sadar yang disebut akal.

Perilaku individu, kelompok dan organisasi dapat memanfaatkan kemajuan-kemajuan dari perkembangan teknologi imformasi kedalam suatu organisasi virtual.

Kemajuan teknologi web dan aplikasi internet telah membentuk pemanfaatan kecerdasan dalam menggerakkan otak kiri.
TEKNOLOGI INFORMASI (D.3) merupakan daya dorong untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi, dimana lusi yang merubah cara kita hidup, berkomunikasi dan berpikir.
Kepemimpinan abad 21 memainkan peran untuk menggerakkan otak sebagai raksasa yang tidur menjadi kreatif dan inovasi dengan memperhatikan iklim organisasi, informasi terbuka dan teknologi informasi sebagai daya dorongnya.

WUJUD KREATIVITAS DAN INOVASI DALAM ENTREPRNEUR
KEPEMIMPINAN ABAD 21
Dengan memperhatikan hal-hal yang kita kemukakan diatas, maka wujud kreativitas dan inovasi merupakan langkah strategis yang secara terus menerus ditumbuh kembangkan dalam meraih peluang sebagai tantangan utama disatu sisi dan disisi lain meningkatkan kemampuan menghadapi persaingan. Bentuk wujud dimaksudkan sebagai berikut :
MENGEMBANGKAN BAKAT TERSEMBUNYI (D.1) artinya pemimpin mendorong atau mempe-ngaruhi individu sebagai bawahannya untuk memanfaat otak yang tidur agar yang bersangkutan dapat menggerakkan wawasan dan imajinasi untuk ikut serta berkontribusi dalam menghadapi tantangan masa depan.
Jadi individu sebagai anggota organisasi ditantang untuk memahami kekuatan pemikiran dalam mewujudkan kebiasaan ber-kreativitas di tempat kerjanya.

MENGEMBANGKAN TIM YANG EFEKTIF (D.2) artinya untuk merealisasikan suatu gagasan akan menjadi lebih baik bila di proses kedalam satu tim. Dengan menyadari mekanisme kerja sama, maka kreativitas dilihat dari perilaku kelompok memberikan hasil yang lebih baik dalam mewujudkan tujuan yang ditetapkan bersama dalam menghadapi tantang-an masa depan yang penuh ketidak pastian.

MEWUJUDKAN PRODUK YANG PRODUKTIF (D.3) artinya perilaku organisasi dapat digerakkan untuk memanfaatkan sumber daya yang tersedia dalam merealisasi satu kreativitas menjadi inovasi kedalam produk yang memiliki

keunggulan dari sisi efesiensi, efektitivitas dan mutu, sehingga dapat memenuhi kepuas-an pelanggan.
Ketiga bentuk wujud dari kreativitas dan inovasi tersebut haruslah dapat dilola oleh pimpinan masa kini dan masa depan sebagai suatu tindakan strategis.
Kunci keberhasilan organisasi salah satunya adalah sangat ditentukan kejelasan menggariskan strategi kreativitas dan inovasi. Pelaksanaan strategi tersebut akan ditentukan oleh kemampuan kepemimpinan untuk menggerakan sumber daya manusia melalui pemanfaatan sistem informasi yang dapat membentuk organisasi menjadi fleksibel dan mudah dikontrol.
Dengan mewujudkan adanya iklim organisasi yang sehat, informasi terbuka dan mampu memanfaatkan kemajuan teknologi informasi, maka diharapkan menjadi pemIcu bagi perilaku individu dan kelompok yang dapat memberikan konstribusi kedalam inovasi yang beroreintasi kepada kepentingan stakeholders.
Sejalan dengan pikiran tersebut diatas, maka pertumbuh-an organisasi dalam daur hidup dari satu tahap ke tahap yang berikutnya dan mampu mempertahankan pada posisi
daur hidup yang prima terletak pada kemampuan melaksanakan pemberdayaan otak manusia.
Dengan otak manusia, tersembunyi potensi bakat yang harus digali dan ditumbuh kembangkan dalam bentuk berpikir ke masa depan, maka disitulah terletak peran kepemimnan untuk menggerakkan pikiran manusia kedalam imageenering secara berkelanjutan.
Tersedianya sumber daya manusia yang berkualitas akan mampu mewujudkan kreativitas dan inovasi sebagai suatu strategi dalam mengadaptasi setiap perubahan yang bakal terjadi. Apapun bentuk gelombang ketidak pastian dapat dirubah kedalam perspektif menjadi pasti. Jadi kreativitas dan inovasi dalam kepemimpinan abad 21 merupakan kunci untuk memprediksi dari yang tidak tahu menjadi tahu.

64. BATASAN DAN PENGERTIAN
Dari buku-buku bacaan seperti Seni berpikir kreatif oleh Robert W.Olson ; Mengembangkan Kreativitas oleh David Campbell ; Mengembangkan Inovasi & kreativitas berpikir oleh M.Ahmad Abdul Jawwad ; Kritivitas sepanjang masa oleh Prof. DR. S.C. Utami Munandar, DLL.
Namun diantara mereka tidak ada kesepakatan dalam mendifinisikannya dan masing-masing memiliki gayanya sendiri dalam mengungkapkan pikiran mereka. Bahkan tidak jarang kita menemukan mengungkapkan kata kreativitas saling berganti dengan kata Inovasi dan atau Imajinasi.
Oleh karena itu, dalam tulisan ini kami mencoba merumuskan dari sisi penguraian huruf dalam kata kreativitas menjadi untaian kalimat yang bermakna sbb.:
Kreativitas terdiri dari 11 huruf menjadi kata bermakna yang mencakup :
K menjadi KESADARAN
R menjadi RASIONAL
E menjadi EMOSI dalam kecerdasan
A menjadi AKAL
T menjadi TANTANGAN
I menjadi IDE
P menjadi PENDEKATAN 4 P
I menjadi INTELEKTUAL

T menjadi TASAMUH
A menjadi ANTISIPASI
S menjadi SENSITIVITAS
Dari huruf menjadi kata bermakna, bila disatukan kedalam untaian kalimat, maka kita dapat merumuskan bahwa
KREATIVITAS adalah wujud kepribadian individu kedalam pemanfaatan KESADARAN secara RASIONAL untuk mendorong EMOSI dan AKAL terhadap TANTANGAN untuk merumuskan suatu IDE dengan PENDEKATAN 4 P (pribadi, proses, pendorong, produk) dengan kemampuan INTELEKTUAL dan TASAMUH kedalam berpikir ANTISIPASI melalui SENSITIVITAS.
Sebaliknya kami mengungkapkan untuk mendalami makna INOVASI organisasi sebagai suatu perwujutan dari konsentrasi dalam kreativitas kelompok menjadi inovasi yang terorganisir dlihat dari unsur huruf yang membentuk kata dapat menjadi daya dorong dalam proses berpikir sebagai berikut : INOVASI terdiri dari unsur kata “
I menjadi INISIATIF
N menjadi NALAR
O menjadi OPTIMAL
V menjadi VISUALISASI
A menjadi AKTIVITAS
S menjadi SARANA
I menjadi ILMU PETAHUAN
Dengan mengungkapkan makna huruf dalam kata inovasi tersebut diatas, maka bila ita rangkaikan dari huruf menjadi kata bermakna kedalam untaian kalimat menjadi satu rumusan bahwa;
INOVASI adalah peran CEO menggerakkan INISIATIF kedalam proses mental kedalam NALAR individu dan atau kelompok secara OPTIMAL kedalam VISUALISASI menjadi pengembangan AKTIVITAS dan SARANA dengan memanfaatkan ILMU PENGETAHUAN
Dengan memahami pemahaman diatas diharapkan setiap anggota tim dalam kelompok kerja dapat memahami WAWASAN dan IMAJINASI menjadi daya dorong kedalam KREATIVITAS dalam mewujudkan INOVASI yang didukung oleh manajemen puncak.
Melaksanakan INOVASI dengan tingkat resiko yang rendah haruslah disusun berdasarkan suatu perencanaan secara sistimatis dan dilaksanakan sesuai dengan tahapannya.
65. KREATIVITAS DALAM ORGANISASI
Bertolak dari pengertian yang kita rumuskan mengenai KREATIVITAS, maka dengan pengertian itulah kita membangun satu konsep dalam pemahaman kreativitas yang diaktualisasikan dalam sikap dan perilaku yang melekat pada setiap manusia sebagai individu dan atau individu dalam kelompok.
Renungkan dan ungkit daya ingat anda, maka saat ini dan hari depan berpikir dinamis untuk menggunakan kemampuan dalam kreativitas maka setiap orang dapat merubah nasib yang harus diperjuangkan, soal hasil kita pasrahkan diri kepada sang pencipta, diitulah terletak aktualisasi hidup mencapai kesuksesan.
Oleh karena itu, coba renungkan kembali bahwa kreativitas adalah sumber penggerak dalam mewujudkan kemampuan keuangan dalam perjalanan hidup ini. Jangan timbulkan pikiran dengan menyerahkan nasib, tapi adanya perjuangan yang terus menerus dan berkelanjutan untuk mengubah nasib ini.
Jadi dengan disiplin kita wujudkan keindahan dan bersatu dengan orang-orang di sekitar kita, maka disitu pula anda dapat menggerakkan kemampuan berpikir secara intuitif
dan selalu membka mata hati agar tetap terbuka terhadap kritik dan saran dari setiap orang yang berada disekeliling kita sehingga mampu melihat tantangan dalam hidup ini agar kita mampu menggunakan energy secara produktif.

KREATIVITAS INDIVIDU
Bila anda menyadari bahwa tambang emas yang ada dalam diri anda dalam bentuk kekuatan berpikir yang dapat digali, itu berarti ada kesempatan untuk mengungkapkan bakat yang tersembunyi sepanjang anda menginginkan.
Ada orang yang memiliki kemampuan endiri untuk menggalinya, tapi ada juga dorongan dari luar. Bertolak dari suatu anggapan bahwa hidup yang kita jalani ini dapat kita hayati dari masa lampau, tapi masa depan harus kita jalani esuai tuntutan perubahan lingkungan yang etrjadi.
Sejalan dengan pemikiran diatas, mampukah anda untuk memanfaatkan otak atas (kiri dan kanan) dan otak bawah sadar dalam menggerakkan kemampuan berpikir untuk mewujudkan kreativitas individu. Oleh karena itu, langkah awal adalah menghilangkan keragu-raguan yang dapat mempengaruhi proses berpikir itu sendiri.
Yang menjadi persoalan anda adalah bagaimana caranya anda memulai untuk menggali tambang emas yang ada dalam diri anda ? Cobalah anda renungkan makna kreativitas dalam usaha anda untuk membangkitkan kebiasaan dalam mental yang positip.
Terasa sulit untuk memulai sesuatu, tapi bila anda memulai dengan mendalami fungsi otak atas sebelah kiri (matematika, angka2, logika, linier, urutan, penilaian, bahasa) dan kanan (imajinasi, lamunan, warna dimensi, ritme) yang memainkan peranan sebagai otak analisis.
Kita dapat membayangkan kata-kata dalam lagu merupakan di otak kiri tapi aspek irama music Nerada di otak kanan. Otak atas yang kita bicarakan ini hanya memainkan peranan bagian kecil dari kekuatan pikiran. Tapi sebaliknya bagian terbesar kekuatan pikiran ada di otak bawah sadar. Simaklah kekuatan pikiran anda untuk membangkitkan kemampuan berpikir kreativitas anda.
Dengan memahami kata dari unsure huruf tersebut kita mencoba meletakkan landasan atas kepercayaan diri artinya meyakini kemampuan kita dalam melakukan hal-hal tertentu. Jadi percaya diri akan timbul bila anda memiliki kemampuan untuk melakukan kegiatan yang bisa anda lakukan itu sehingga mampu menyalurkan segala yang anda ketahui dan segala yang anda kerjakan.

Saat anda merenung makna kata yang kita utarakan diatas, gerakkan kepercayaan diri bahwa anda mampu menggali tambang emas yang ada di dalam diri anda yaitu pikiran anda melalui kesadaran, kecerdasan dan akal sebagi alat berpikir dengan mengungkapkan pertanyaan atas what to do, why to do, , where to do, , when to, dan how to do sehingga membentuk peta-peta pikiran yang dapat anda kembangkan sesuai dengan niat yang telah anda tetapkan.

KREATIVITAS KELOMPOK
Kreativitas individu bila dipindahkan kedalam kreativitas kelompok sudah tentu akan menjadi lebih baik dari cetusan wawasan dan imajinasi sebagai individu karena kita akan mendapatkan sumber pemikiran yang diciptakan oleh kekuatan pikiran dari kelompok.
Dalam praktek kerja kelompok harus kita bedakan dengan kerja tim karena kerja kelompok adalah kumpulan beberapa individu yang berkumpul berdasarkan persamaan cita-cita atau kepentingan yang didorong kemampuan individu yang dapat bekerjasama untuk mendorong mental individu, melahirkan ide / gagasan lebih banyak serta individu lebih dekat dalam berkomunikasi.
Sedangkan kerja tim adalah jenis khas kelompok kerja tim harus diorganisasikan dan dikelola secara berbeda dengan jenis kelompok kerja lainnya.
Dengan adanya kebersamaan kepentingan, kita dapat melihat kerja sama yang baik seperti musik yang digemari, dimana ada yang mengarang lagu dan ada yang lainnya menciptakan nada.
Jadi kelompok bila terdapat pasangan yang cocok akan melahirkan ide / gagasan yang lebih baik.
Untuk mendapatkan kelompok yang sejalan dengan kreativitas individu, maka kerja sama dapat terwujud bilamana adanya kesamaan dalam :
1) Menentukan waktu dan tempat untuk berpikir ;
2) Harus ada daya dorongnya untuk melahirkan gagasan baru ;
3) Mengadakan pertemuan tatap muka dan berpikir bersama-sama ;
4) Berpikir sendiri setelah pertemuan agar dapat mencetuskan gagasan baru ;
5) Memilih alternatip dari gagasan yang ada atas pertemuan berikutnya ;
6) Adanya kemauan bersama untuk menahan diri dari perdebatan yang dapat merusak suasana komunikasi.
Dengan demikian kita mengajak dalam kelompok untuk berpikir secara sadar dan tidak sadar kedalam tindakan :
PERSIAPAN artinya tingkatan berpikir pertama dimana anggota kelompok didorong sebagai langkah awal berpikir kreatip dalam kelompok untuk untuk mengumpulkan fakta atau situasi mengenai suatu persoalan khusus dan menentukannya secara teliti ;
USAHA artinya tingkatan berpikir kedua dimana mendorong anggota untuk meningkatkan berpikir dari vertical atau disebut juga konvergen mengandung makna menuju kearah satu jawaban menjadi berpikir divergen atau disebut juga berpikir li suatu peningkatanateral mengandung makna berpikir kesamping dalam mencari jawaban sebanyak mungkin ;
INKUBASI artinya tingkatan berpikir ketika dimana anggota kelompok akan didorong untuk menekan persoalan ke bawah kesadaran ;
PENGERTIAN artinya tingkatan berpikir keempat dimana anggota kelompok untuk mendorong menemukan cahaya hati sebagai fajar yang menginsyafkan orang akan akan ditemukan jawaban ;

EVALUASI artinya tingkatan berpikir kelima dimana anggota kelompok untuk mendorong agar menilai dengan kritis ide / gagasan yang telah diperoleh. Pola dan proses inilah yang akan dilakukan agar kreativitas kelompok menjadi efektif.
Pola dan proses berpikir kedalam kreativitas kelompok haruslah dipandang sebagai suatu peningkatan berpikir biasa artinya dibentuk dari pengalaman individu dengan perantaraan indera (apa yang mereka lihat, dengar, sentuh, cium dan dicicipi) yang membentuk pengalaman2 dan diikuti kemampuan mereka untuk pengamatan, tanggapan dan penyadaran dari yang dilaporkan pancaindera dari dunia luar menghasilkan pengetahuan.
Tapi itu tidak berarti setiap individu tidak mengenal dalam bentuk berpikir lainnya yang disebut dengan berpikir logis, ilimiah, filsafat dan theologies.
Jadi berpikir kedalam kreativitas kelompok mendorong terwujudnya berpikir logis artinya suatu tahapan berpikir manuasia untuk mencapai kebenaran yang sesuai dengan kaidah-kaidah logika. Untuk mencapai kebenaran dalam berpikir itu maka cara manusia berpikir haruslah tepat dan benar atas dasar logika.

Kreativitas kelompok untuk mengungkapkan kebenaran atas gagaan / ide yang telah dirumuskan melalui proses berpikir sumbang saran. Oleh karena itu sumbang saran sudah selayaknya dikembangkan sebagai alat manajemen dan pimpinan.

SUMBANG SARAN (BRAINSTRORMING)
Langkag berpikir dengan memanfaatkan pelaksanaan SUMBANG SARAN adalah metode memunculkan, ide, tujuan dan strategi yang memabantu mengidentifikasikan dan mengkonseptualisasikan situasi problematis.
Sebagai alat untuk meningkatkan krearitivitas, sumbang saran dapat digunakan untuk memunculkan sejumlah banyak saran mengenai kemungkinan pemecahan masalah dengan harapan dapat diwujudkan satu kebenaran maka langkah-langkah berpikir itu harus ditempuh dengan tahapan yang disebut dengan tahapan menyusun konsep, membentuk pendapat dan menarik kesimpulan.
Sumbang Saran neliputi beberapa prosedur sederhana :
1) Kelompok sumbang saran harus disusun menurut situasi problemis yang diketemukan. Ini biasanya berarti seleksi orang yang menguasai situasi yang dipersoalankan dalam hal ini para ahli ;

2) Proses pemunculan ide daevaluasi ide harus dibuat dengan keras, karena diskusi kelompok yang intensif dapat dihambat oleh kritik atau debat yang gegabah ;
3) Iklim aktivitas sumbang saran harus dijaga agar tetap terbuka, seleluasa mungkin pada tahap pemunculan ide ;
4) Tahap evaluasi ide harus dimulai hanya setelah pemunculan semua ide di tahap pertama dilakukan secara tuntas ;
5) Pada akhir evaluasi ide, kelompok harus memprioritaskan ide dan masalahnya kedalam usulan yang berisi konseptualisasi masalah dan kemungkinan pemecahannya.

PEMICU KEBERADAAN KREATIVITAS
Dibawah ini terdapat beberapa faktor pendorong sebagai pemicunya seperti tersebut dibawah ini :
1) Perkmbangan dan kemajuan yang terus berlangsung atas system teknologi informasi, yang menyangkut teknologi dan aplikasi atas telekomunikasi, computer, web, internet, voip. Kesemua kemajuan itu mendorong orang untuk memaksimumkan pemanfaatan otak dalam berpikir ;
2) Kemajuan ekonomi dalam dunia terbatas dapat memberikan peluang yang lebih besar dan meluasnya kerja global yang berarti mendorong kreativitas untuk meningkatkan pertumbuhan usaha terus menerus ;
3) Pada organisasi berbasiskan pengetahuan, dimana orang yang memiliki bakat lebih leluaa untuk mengakses informasi sehingga dengan kemampuannya dimana etiap orang merasa memiliki untuk melaksanakan pekerjaan-pekerjaan yang lebih kreatip.
4) Meningkatkan kemampuan untuk merancang produk, proses dan yang lebih luas lagi menyangkut organisasi kedalam satu yang menyeluruh yang kesemuanya dari peningkatan kreativitas ;
5) Hanya dengan kreativitas yang dapat memberikan jawaban setiap adanya tantangan iuntuk memenuhi kepuasan dari para pembeli sebagai raja ;
6) Dalam ekonomi tanpa batas tuntutan strategi kedalam kreativitas global menjadi kebutuhan untuk mendorong dalam memaksimumkan bakat dan ide global ;
7) Adanya kecenderungan bahwa organisasi masa kini mulai merasakan kepentingan atas keberadaan modal intelektual yang begitu penting, oleh karena itu terjadi perubahan pandangan kelompok manajemen

tentang kreativitas yang harus ditumbuh kembangkan kedalam setiap individu.

MENGUBAH HAMBATAN MENJADI PELUANG
Masih banyak tidak menyadari arti penting keberadaan kreativitas dalam memasuki masyarakat pengetahuan, oleh karena itu dibawah ini dingkapkan hambatan yang dihadapi dan bagaimana kita menyesiatinya menjadi peluang dibawah ini :
1) CEO dengan berpikiran sepit versus berpandangan luas melihat masa depan dengan pemikiran jangka panjang tanpa mengabaikan berpikir jangka pendek, oleh karena itu ia berusaha untuk membangun kebiasaan yang produktif yang dirancang kedalam pembaharan yang berkesinambungan ;
2) Organisasi masa lampau tidak berbasis pengetahuan dan oleh karena itu cenderung di organisir dengan system yang tetap dan kaku dengan sikap dan perilaku yang tidak antisipatif menjadi organisasi yang tidak fleksibel dan sulit dikontrol.
3) Organisasi tidak mampu menata perubahan secara berencana sehingga ia tidak berkeyakinan atas kemampuannya sendiri ;

4) Ketidak kepercayaan atasan dan atau teman sejawat, maka kurang memperhatikan bagi orang yang kreatif tapi mereka tidak menonjol sehingga tidak mendapatkan perhatian ;
5) Organisasi yang sangat menekankan kepada pola kerja yang bersifat formal tidak ada perhatian bagi orang-orang hanya coba-coba ;
6) Organisasi dengan begitu banyak masalah, adakala-nya tidak mampu untuk mendorong mereka dalam memecahkan masalah karena ketidakmampuan mereka dalam mengidentifikasi tingkat kepentingan pemecahan masalah ;
7) Tidak jarang pula kita ketemukan pada umumnya dalam suatu organisasi yang kurang memberikan perhatian yang focus dalam menghadapi kesulitan yang terkait dengan kegiatan mental yang tearah dalam mendukung untuk memotivasi diri seseorang agar membentuk kepribadian dalam kreativitas.

MENYEBERANGI KESENJANGAN
Seorang CEO harus mampu menyeberangi suatu kesenjangan antara pemikiran dari mempertahankan abad informasi ke abad pengetahuan dengan demikian ia menyadari sepenuhnya bahwa mengenali tantangan tapi di balik itu terselip peluang dan masalah yang dihadapi.

Pengalaman, sikap, kepentingan dan kekuatan masa lalu sangat menentukan dalam menggugah kekuatan berpikir dengan memanfaatkan unsur jiwa sebagai alat pikir, oleh karena itukita mask dengan langkah berpikir tidak banyak masalah yang kita ketahui yang ada disekeliling kita.
Dengan pemikiran diatas akan menjadi efektif , karena kita dapat mengenal lebih banyak masalah dan memilki kemampuan untuk memecahkan yang ada dissekeliling kita, itu berarti pula kita memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah pribadi.
Jadi dengan seringnya menghadapi masalah berarti kita banyak belajar dari pengalaman itu bagaimana sebaiknya kita mencapai cara pemecahan yang terbaik, disitulah letak usaha-usaha kita untuk menuju tujuan hidup kedalam berpikir, bekerja dan belajar secara berkesinambungan agar terbentuk perubahan sikap dan perilaku dalam kpribadian yang kreatif.
BAGAIMANA CARA MENYEMBATANINYA
Pendekatan system merupakan cara untuk menjemba-taninya dalam kerangka membangun kepribadian kreatif yang diorganisir oleh kemampuan sendiri dan atau oleh organisasi.
Pendekatan system yang kita maksudkan disini adalah memanfaatkan alat pikir utama dalam menggerakkan kemampuan berpikir dalam satu kesatuan sebagi berikut :
INPUT :
Menggerakkan kesadaran dalam berpikir untuk mencari jawaban what to do melalui mengidentifikasi situasi dan merumuskan masalah dengan :
1) Memusatkan pikiran, untuk merumuskan masalah dan diklompokkan kedalam masalah kritis, pokok dan insisdentil.
2) Menguasai pikiran, mengungkapkan kembali lingkaran ituasi yang dihadapi baik yang menyangkut persoalan diri maupun persoalan diluar lingkungan sendiri, sehingga dapat menjadi masalah ;
3) Merentangkan pikiran, memperjelas tujuan, sasaran dan kreteria terhadap pemecahan masalah yang diharapkan.
PROSES :
Menggerakkan kecerdasan dalam berpikir untuk mencari jawaban atas why to do it, melalui pemberitahuan untuk mengingatkan keadaan situasi dan hubungannya serta pentingnya resko yang ditimbulkan olehnya dengan mengembangkan gagasan pemecahannya :

1) Mendorong pikiran, untuk melahirkan pemikiran pemecahan dari orang lain untuk mendorong pemikiran kita sendiri ;
2) Mengejutkan pikiran, menyadarkan dari kesadaran bagaimana kita sebaiknya menghindakan bahaya melalui kecerdasan yang dibangkitkan oleh pikiran ;
3) Membebaskan pikiran, mengingatkan melalui keerdasan untuk mengubah menjadi pemikiran mencari jalan keluar bagaimana sebaiknya pemecahan dengan mengungkapkan karesterik-kareteristik apa yang dapat kita pergunakan sebagai penggugah berpikir ;
4) Mempersatukan pikiran dengan menggugah banyak pikiran melahirkan beberapa gagasan dalam pemecahan , maka dengan kecerdasa pula kita menyatukan pikiran dan mungkin melahirkan gagasan pemecahan baru.

OUTPUT :
Kesadran menjadi bermakna dengan kecerdasan, maka dengan Akal akan menjawab How to do it, sebagai harapan untk menunjukkan keputusan apa yag diambil sejalan dengan pikiran yang terungkap dimana Akal mempersoalankan, dimana letaknya bahaya ,
apakah macam bahaya itu, apa akan segera datang atau berlangsung tetap bagaimana ia dapat dihindarkan, kemudian mennjukkan jalan bagaimana cara-cara utuk menyelesaikannya dengan menggugah pikiran sbb.:
1) Menyatukan pikiran, memilih gagasan pemecahan yang terbaik sebagai pilihan tujuan, sasaran dan kreteria yang ditetapkan dalam penyatuan pikiran ;
2) Memperkuat pikiran, mencari penguatan pikiran dengan pilihan yang diambil dengan menunjukkan dari sisi positip dan negatip sesuai dengan kreteria yang dibuat ;
3) Mendororong setelah kepuusan yang diambil harus melahirkan daya dorong dalam keputusan itu, apapun resiko yang telah diambil harus menjadi kebulatan hati dan ingatkan dalam pikiran untuk meminimumkan dampak pelaksanaan dan memaksimumkan kedalam dampak yang baik adanya.

66. INOVASI DALAM ORGANISASI
Inovasi organisasi merupakan tantangan kepemiminan untuk menterjemahkan keinginan berinovasi kedalam lingkungan organisasi.
Jadi inovasi oganisasi yang sukses haruslah didukung dan igerakkan oleh kepemimpinan puncak, yang memili tujuan tertentu dan dihasilkan dari analisa, system dan kerja kera tim kerja kelompok sebagai satu proes dua langkah artinya pertama inovasi itu sendiri dan kedua suatu usaha yang berisiko tinggi untuk mengubah penemuan menjadi suatu produk atau proses yang berpotensi komersil.
Dengan demikian inovasi haruslah menjadi tulang punggung organisasi ang dalam menghadapi tantangan abad 21, agar organisasi dapat tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan dengan daur hidup yang prima kedalam suatu organisasi yang fleksibel dan mudah di kontrol. Oleh karena itu peran tim dalam kerja kelompok haruslah dapat memanfaatkan sinergi dari peran.
Peran-peran yang kita maksudkan disini kita sebut dengan penamaan peran sebagai berikut :
DRIVER adalah orang yang mampu membuat keputusan secara intuitif.
PLANNER adalah mereka yang mengutamakan berpikir logis.
ENABLER adalah engan kepribadiannya ia mampu menyatukan kepuusan-keputusan.
EXES adalah orang yang realistis karena didasarkan pengamatan.
CONTROLLER adalah mereka yang berpikir analitis kedalam aktivitas yang terintergrasi agar sumber daya yang terbatas dapat dioptimalkan esuai dengan tujuan dan sasaran yang ditetapkan kedalam suatu system yang terpadu.

MENGORGANISIR INOVASI
Dalam mengelola inovasi, maka pelaksanaannya harus mengikuti apa yang disebut dengan Prinsip Keharusan yang mencakup hal-hal :
1) Memiliki tujuan yang digerakkan secara sistimatis, dimulai dengan membuat analisa untuk memaksimumkan peluang yang ada ;
2) Inovator yang terlibat meyakini memiliki kemampuan untuk memanfaatkan otak atas (kiri dan kanan) serta mengintergrasikan dengan otak bawah sadar dalam mengungkapkan secara konseptual dan perceptual ;
3) Inovasi digerakkan dengan kerja yang jelas, sederhana dan terfokuskan agar emua sumber daya yang digerakkan menjadi efesien dan efektif ;
4) Keativitas kelompok menjadi inovasi organisasi sebaiknya memulai sesuatu dengan pemanfaatan sumber daya yang terbatas agar fleksibel dan mudah dikontrol pada saat perubahan harus dilakkan ;
5) Agar terjadi kesinambungan aktivitas inovasi yang berhasil, maka hasil akhir lebih menekankan ke orientasi kepemimpinan bukan menciptakan laba yang besar.
Dengan mengikuti PRINSIP KEHARUSAN yang dikemukan diatas maka sukses nya aktivitas inovasi organisasi juga ditentukan sekelompok orang yang duduk dalam tim, sehingga tim sebagai pelaku dalam kelompok kerja haruslah mampu mewujudkan komunikasi yang efektif sesuai dengan peran-peran yang dilakukan untuk setiap individu, apakah ia berperan sebagai Driver, Planner, Enabler, Exec, Controller.
Dengan memperhatikan pola berpikir diatas, maka peran CEO mampu memainkan peran dalam menegakkan Aturan inovasi sebagai emas.
Dengan aturan itu maka CEO menyadari sepenuhnya bahwa inovasi adalah sesuatu yang kompleks dan begitu beragamnya interaksi sumber daya atau pasar, sehingga tidak ada hanya satu jalan untuk mencapai sukses,
sehingga pelaksanaannya pada semua organisasi perusahaan pada semua waktu dan dalam semua pasar.
Jadi dengan demikian itu, perlu diidentifikasi isu-isu kunci yang strategis kedalam :
1) Bentuk-bentuk kebijakan inovasi yang terbaik bagi perusahaan dan posisi pasar ;
2) Implikasinya terhadap infrastruktur perusahaan ;
3) Implikasinya kedalam pensyaratan manajemen informasi ;
4) Kebutuhan umumnya untuk memusatkan atas perumuan secara akurat kreteria kinerja dari produk pada awal sedini mungkin ;
5) Implikasinya dalam pensyaratan pemilihan yang terkait prosedur testing untuk memenuhi permintaan dari produk.
Dengan memperhatikan isu-isu tersebut, maka CEO menyadari sepenuhnya untuk diingat bahwa suatu produk adalah kumpulan dari manfaat bagi konsumen, secara teknis, non teknis dan sikap adalah ibarat menjadi keberhasilan inivator.
Jadi dengan “aturan inovasi sebagai emas” dapat menuntun dari analisis secara terperinci dari seluruh faktor dan memisahkan keberhasilan dari ketidak
keberhasilan, melalui kemampuan CEO dalam menyatukan hal yang terkait dengan :
1) Pikiran strategic
2) Pikiran yang berbeda
3) Pikiran manfaat bagi pelanggan
4) Pikiran secara terperinci
5) Pikiran yang menyangkut kedalam
6) Pikiran yang menyangkut pengetahuan
7) Pikiran yang menyangkut manusia
8) Pikiran yang menyangkut proaktif bukan reaktif.

KERANGKA KERJA
Kerangka kerja dalam usaha untuk dapat merumuskan teknik-teknik yang sesuai dengan kebutuhan dalam membangun dan mengembangkan kreativitas individu mencakup langkah-langkah sebagai berikut :

Langkah pertama adalah menetapkan topik pembahasan dan posisi pendekatan : Pada langkah ini mengungkapkan pilihan atas pembahasan dari pendekatan yang dipilih diantara P4 :
1) Pribadi yang kreatip ;
2) Faktor pendorong kreatipitas ;
3) Proses kreatip ;
4) Produk kreativitas.
Langkah kedua adalah kenyataan dengan menguraikan sumber dan latar belakang masalah :
1) Deskripsi situasi permasalahan ;
2) Hasil kegiatan sebelumnya untuk menyelesaikan masalah ;
3) Proyeksi harapan yang diharapkan dari keputuan yang telah diambil sebelumnya ;
4) Gambaran dari pentingnya situasi yang dihadapi.
Langkah Ketika adalah menemukan masalah :
1) Membuat pernyataan secara singkat masalah yang dihadapi kedalam tiga kelompok yang kita sebut masalah kritis / strategis ; masalah pokok ; masalah insidentil ;

2) Pendekatan analisa terhadap masalah yang dihadapi
3) Tujuan dan sasaran dari menemukan masalah
4) Merumuskan pengukuran efektifitas
5) Merumukan potensi pemecahan.
Langkah keempat adalah merumuskan alternatip pemecahan :
1) Deskripsi alternatip
2) Perbandingan alternatip
3) Dampak dan faktor di luar cakupan
4) Pembatas dalam pemecahan
5) Dukungan dalam pelaksanaan
Langkah kelima adalah merumuskan rekomendasi:
1) Rumusan kreteria dalam rekomendasi alternatip
2) Deskripsi alternatip yang drekomendasikan
3) Kerangka strategi dalam melaksanakan
4) Ketentuan memonitor dan evaluasi
5) Keterbatasan dan akibat yang tak terkendali
Ringkasan,
Referensi,
Lampiran sebagai pendukung

 

 

34. MEMBANGUN SUATU MODEL KEPEMIMPINAN
ABAD 21
Membangun suatu model Kepemimimpian abad 21, dimaksudkan mencari suatu pola yang dapat dipergunakan sebagai acuan bahwa kepemimpinan yang bagaimana dapat memenuhi harapan dalam mengelola masa kini dengan keterampilan menciptakan masa depan dalam menghadapi gelombang ketidakpastian.
Bila dipergunakan suatu pendekatan yang dinamakan “Berpikir”, maka pola kepemimpinan menunjukkan perbedaaan sebelum tahun 1970, memasuki tahun 1980, setelah tahun 1990 dan memasuki tahun 2001 (abad 21). Berpikir pada periodesasi tersebut menunjukkan perbedaan, perbedaan tersebut ditandai oleh adanya :
1) apabila kita menghadapi persoalan diluar kebiasaan;
2) persoalan diluar kebiasaan kita namakan “daya dorong kritis”;
3) daya dorong kritis menjadi penting bila kita kaitkan dengan “waktu”.
Dengan memperhatikan tingkatan dan kualitas permasalahan yang dihadapi membuat perbedaan dalam pola kepemimpinan pada daur hidup suatu organisasi.
Pada dasarnya bahwa permasalahan yang menuntut seorang pemimpin harus berpikir untuk memecahkannya dan dikaitkan periode waktu, maka model kepemimpinan kita kelompokkan menjadi:
1) Model Kepemimpinan Sebelum memasuki tahun 1970:
Masalah normal dengan sifat sering dihadapi dan segera dapat diidentifikasi penyebabnya, yang kita sebut dengan masalah normal biasa, artinya pemecahan dapat dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya internal yang tersedia.
Kepemimpinan dalam masa ini menekankan hal-hal yang berkaitan dengan :
a. Berusaha dalam merasionalisasikan dan mengilimiahkan bagaimana cara kerja yang dilakukan dan bagaimana dari tenaga kerja manusia dimanfaatkan untuk dapat meningkatkan hasil, mutu dan pelayanan;
b. Dengan membaiknya kondisi kehidupan, maka melahirkan apa yang disebut relasi manusia, sehingga perlu menekankan, bagaimana memenuhi kebutuhan sosial manusia dan bagaimana meningkatkan motivasi dan produktivitas organisasi;
c. dengan menekankan untuk mengembangkan sistem informasi yang efektif untuk mendukung usaha mengenai bagaimana mengembangkan rasa tanggung jawab manusia ketingkat yang lebih tinggi; desentralisasi pengambilan

keputusan dan pertumbuhan pemanfaatan komputer serta perluasan daerah geografis.
2) Model Kepemimpinan Memasuki Tahun 1980:
Masalah normal tidak biasa, yang ditunjukkan dengan tidak sering dihadapi dalam daur hidub organisasi dan tidak mudah begitu saja dapat mengidentifikasi situasi menjadi masalah yang egera dapat dipecahkan, walaupun penyelesaian dapat diselesaikan oleh kemampuan internal organisasi.
Oleh karena itu masalah yang dihadapi kepemimpinan lebih menekankan atas:
a.bagaimana kita dapat menggerakkan sumber daya dan energi manusia secara optimal ;
b. dan dalam waktu bersamaan suatu organisasi manusia yang bermutu dan terus tumbuh dapat dipertahankan ;
c. dan dimana kebutuhan pribadi seperti harga diri tumbuh dan berkembang;
d. dan kepuasan batin secara maksimal mungkin dapat dipenuhi.

3) Model Kepemimpinan Setelah Tahun 1990:
Sebelum tahun 1990, masalah yang dihadapi Kepemimpinan yang kita sebut dengan masalah normal (biasa dan tidak biasa), setelah tahun 1990 dimana Pemimpin dihadapi dengan gelombang perubahan yang jauh sebelumnya telah diingatkan oleh para Futurist seperti Alven Toffler, John Naisbitt, Frank Feather dan para ahli Manajemen seperti Peter F. Drucker, Michael E. Porter, Kenichi Ohmae dll, telah menunjukkan adanya masalah tidak normal.
Pemimpin yang menghadapi masalah tidak normal dan sering ditemukan dalam daur hidup organisasi yang kita sebut dengan masalah kompleksitas dengan tingkatan keruwetannya, maka pemecahannya tidak saja berdasarkan kemampuan sumdar internal tetapi juga diperlukan intervensi dari external, maka kepemimpinan mulai meningkatkan arti penting mengenai pencairan alur yang sejalan dengan budaya perusahaan dan penyelarasan untuk mendukung kolaborasi di tempat kerja.
4) Model Kepemimpinan Memasuki Tahun 2001:
Memasuki milenium ketiga, Kepemimpinan akan menghadapi masalah tidak normal pada tingkatan kompleksitas/keruwetan menjadi suatu apa yang disebut dengan “penyakit” yang tidak sering ditemukan dalam daur hidup organisasi, bila tidak menghindarinya (dalam arti tidak terjadi) dalam tindakan akan berubah menjadi tindakan mencegahnya (dalam arti telah terjadi).
Untuk menghindarinya, maka Kepemimpinan perlu menekankan tidak hanya mengenai “wawasan” dan “penyelarasan” tetapi juga “pemberdayaan orang.” Dengan menumbuhkan dan meningkan pemberdayaan diharapkan terjadi perubahan sikap dan perilaku dari keterampilan manajerial “pemecahan masalah” menjadi “menghindari masalah.” atau dengan kata lain Kepemimpinan Abad 21, yang memiliki pengetahuan, keterampilan dan sikap dengan penguasaan kompetensi “mengelola masa kini sekaligus menciptakan masa depan.”
Memiliki kompetensi menciptakan masa depan, diperlukan suatu acuan sebagai model Kepemimpinan Abad 21 untuk meletakkan landasar yang kuat dalam perannya untuk mengorganisir kedalam bentuk suatu organisasi yang bergerak cepat, fleksibel dan melakukan perubahan-perubahan secara sistimatis dan berkelanjutan sesuai dengan tuntutan perubahan lingkungan. Untuk kepentingan itu dipergunakan pendekatan tiga demensi peranan kepemimpinan masa depan sbb.
TANTANGAN KEPEMIMPINAN ABAD 21
DALAM MENGIDENTIFIKASI, MERUMUSKAN DAN MEMECAHKAN PENYELESAIAN ATAS

MASALAH NORMAL MASALAH TIDAK NORMAL
MASALAH BIASA MASALAH KOMPLEKSITAS
MASALAH LUAR BIASA MASALAH PENYAKIT

WAWASAN
Wawasan merupakan langkah awal dalam peran pemimpin masa depan dalam menyeimbangkan perencanaan strategik (visi, misi, tujuan, sasaran dan strategi) dengan pelaksanaan yang sejalan dengan budaya perusahaan (norma, nilai, wewenang dan ganjar), bila diperlukan diadakan penyesuaian dengan tuntutan perubahan lingkungan, yang kesemuanya untuk memenuhi kepentingan kedalam dan kepentingan keluar khususnya para pelanggan.
PENYELARASAN
Penyelarasan merupakan langkah kedua dalam peran pimpinan masa depan dengan mewujudkan kebersamaan dalam tindakan melalui keterikatan dalam sistem (seperangkat unsur yang secara teratur saling berkaitan sehingga membentuk suatu totalitas), struktur (cara bagaimana sesuatu disusun atau dibangun) dan proses (rangkaian tindakan, pembuatan atau pengolahan yang menghasilkan produk).
Penyelarasan dalam sistem, struktur dan proses merupakan tonggak untuk membangun komitmen yang diberikan pegawai atas pengorbanan diri sendiri untuk melaksanakan Kepemimpinan Kolaborasi di tempat kerja baru, yang memiliki sifat dinamis dan mudah dikontrol untuk mendukung perubahan-perubahan yang dilakukan secara sistimatis dan berkesinambungan.
PEMBERDAYAAN
Pemberdayaan merupakan langkah ketiga yang sangat penting dan strategis dalam peran pemimpin untuk mempersatukan wujud kepentingan yang seimbang antara kepentingan individu, kelompok dan organisasi sebagai daya dorong untuk memotivasi perubahan sikap melalui pemberdayaan bakat yang tersembunyi, peningkatan kecerdikan emosional dan membangkitkitkan pikiran kreativitas.
Dengan melaksanakan pemberdayaan tersebut diharapkan lahirnya komitmen dari setiap individu yang tidak dipaksakan dari luar melainkan atas dasar pengorbanan dari diri yang bersangkutan untuk berperilaku dalam memenuhi kebutuhan bagi kepentingan stakeholeders, khususnya para pelanggan.
Kemajuan teknologi informasi, memberikan kemudahan-kemudahaan untuk mengumpulkan data, mengelola, menganalisa dan menyimpulkan informasi-informasi yang diutuhkan untuk menilai tingkat keberhasil atau penyimpangan yang terjadi agar perubahan-perubahan dapat dilakukan untuk menyesuaikan dengan tuntutan-tuntutan dari lingkungan yang berubah.
Dengan memperhatikan hl-hal yang kit ungkapkan diatas dapat dapat kita simpulkan sebagai berikut :
Menghadapi situasi ketidakpastian masa depan dalam memasuki milenium ketiga diperlukan pemimpin masa depan yang mampu mengelola masa kini sekaligus menciptakan masa depan. Langkah strategis dalam mewujudkan peluang-peluang masa depan diperlukan suatu strategi yang menempatkan pengintergrasian bisnis dan pengembangan manajemen.
Dalam melaksanakan pengembangan manajemen maka hal yang menyangkut materi, organisasi dan waktu akan menentukan rencana pembaharuan yang berencana untuk
dapat menanggapi atas kecepatan perubahan lingkungan yang dihadapi.
Pengembangan manajemen ditujukan untuk meningkatkan kapabilitas pemimpin strukural dan fungsional yang berwawasan kepemimpinan kolaborasi dengan sifat-sifat kepemimpinan yang mampu mendukung keterampilan untuk melaksanakan kemampuan mengelola berdasarkan budaya perusahaan yang sejalan dengan mengelola berdasarkan mempengaruhi.
Penekanan peran kepemimpinan dari masa lampau, masakini dan masa depan setelah tahun 2000, menunjukkan perbedaan yang sejalan dengan masalah-masalah yang dihadapi oleh pemimpin, oleh karena itu model kepemimpinan abad 21 harus mampu menjalankan peran dan kemampuan yang meliputi wawasan, penyelarasan dan pemberdayaan.
Peningkatan peran pemberdayaan ini, sangat strategis dan mendapatkan prioritas dalam pengembangan manajemen yang berkelanjutan agar tersedianya kepemimpinan dalam usaha memenuhi kebutuhan yang sejalan dengan pengembangan bisnis.

35. DEMENSI TANTANGAN BISNIS
Tantangan bisnis akan hadir dihadapan pemimpin bisnis selaku pelaku ekonomi yang ditandai dengan adanya situasi-situasi ketidakpastian dalam memasuki tahun 2000 menjelang milenium ketiga. Gelombang ketidakpastian itu memperlihatkan CEO dan COO kedalam tiga kelompok yaitu:
kelompok pertama dimana pemimpin tidak memiliki keterampilan untuk mengarahkan kehidupan perusahaan kemasa depan, pandangannya hanya berorientasi hasil yang dapat dicapai jangka pendek;
kelompok kedua dimana pemimpin berorientasi melipatgandakan hasil masa lalu dalam rencana jangka panjangnya, tetapi ia akan berbenturan ketidak siapannya dalam menghadapi lingkungan yang berubah;
kelompok ketiga dimana pemimpin memiliki keterampilan mengelola masa kini dan sekaligus menciptakan masa depan.
Kelompok ketiga, disebut dengan Kepemimpinan Masa Depan yang memenuhi suatu model Kepemimpinan Abad 21, artinya Pemimpinan yang memiliki Kepemimpinan dengan kepercayaan diri yang bertitik tolak dari sesuatu yang harus dikuasai untuk mampu menyalurkan segala kita ketahui dan segala kita kerjakan sebagai kepemimpinan kolaborasi untuk menanggapi ketidakpastian menjadi ketidakpastian berhasil.
Jadi dengan ketidakpastian masa depan menjadi daya dorong untuk memotivasi setiap orang yang berada disekelilingnya, apakah ia individu, kelompok atu tim formal untuk bersikap disetiap ada tantangan yang besar disitu peluang-peluang yang mungkin dapat diraih bukan kompetisi yang dihadapi. Perubahan sikap itu didukung oleh budaya perusahaan yang kuat karena mereka memiliki kepercayaan diri yang menyakini bahwa :
1) sukses dimasa depan terletak pada keberhasilan melaksanakan pemberdayaan manusia;

2) keberhasilan dalam pemberdayaan terletak pelaksanaan kepemimpinan kolaborasi dimana semua pihak dilibatkan sebagai mitra adanya;

3) kemitraan akan tumbuh, didukung oleh suatu keyakinan atas “orang mendukung apa yang mereka bantu ciptakan, jadi libatkanlah mereka dalam perubahan perencanaan.”

MENGIDENTIFIKASI LINGKUNGAN ORGANISASI
LINGKUNGAN KRITIS
Dimensi lingkungan yang kritis yang dikemukakan dibawah ini, memainkan peranan penting untuk melangkah dalam mewujudkan ketidakpastian menjadi terwujud:
1) LINGKUNGAN PELANGGAN
Pengaruh perubahan penduduk mempengaruhi pelanggan anda dimanapun ia berada ditambah dengan munculnya apa yang disebut dengan prouk “global” dan berdampak

munculnya pasar global, sehingga keinginan, kebutuhan, kebiasaan, perilaku dari para pelanggan menjadi rumit keberadaannya. Bagi anda pelanggan bermakna segala-galanya.
Keberadaan anda karena adanya pelanggan, bila anda berkeinginan untuk tetap sukses masa kini dan masa depan, maka diperlukan organisasi yang selalu peduli atas kedudukan pelanggan.
Sejalan dengan itu, anda harus berusaha untuk menempatkan diri sebagai pelanggan dan berusaha untuk mengamati bagaimana mereka bereaksi terhadap perubahan di dalam dunia mereka. dengan memanfaatkan teknologi informasi, anda akan memahami dan bertindak proaktif dalam menanggapi kepentingan pelanggan. Langkah ini akan mendorong kemampuan perusahaan untuk menciptakan nilai baru bagi pelanggan sebagai strategi produk, bukan melangkah untuk membangun penghalang bagi kompetitor anda.
Kemunculan pasar-pasar kelas menengah baru dikawana negara-negara industri (Amerika utara, Eropa dan Asia-Pasifik) dan Negara-negara yang baru berkembang (Asia, Amereka latin, Eropa timur) merupakan peluang-peluang
yang sangat besar dalam konsumen global, untuk itu perlu ditumbuhkan kebiasaan untuk memahami kebutuhan pelanggan.
Bagaimana memulainya.? Dengan melaksanakan identifikasi seluruh situasi yang dihadapi anda dan mampu merumuskan masalahnya, organisasi bertekad untuk melaksanakan pemecahannya, ini berarti anda harus membuat komitmen yang berkaitan dengan peningkatan kualitas dan kepuasan pelanggan. Komitmen ini haruslah sejalan dengan pemahaman yang besar dan obyektif tentang pelanggan, karyawan dan proses sebagai kunci awal untuk sukses.
2) LINGKUNGAN TEKNOLOGI

Teknologi terus berkembang, pada saatnya teknologi yang sudah usang akan ditinggalkan dan teknologi baru dimanfaatkan, sejalan dengan itu anda akan dihadapkan pertanyaan sehubungan dengan perubahan lingkungan teknologi tersebut dan bagaimana menanggapinya, seperti:
• Bagaimana teknologi tersebut mempengaruhi para pelanggan anda?
• Apakah teknologi tersebut menjadi ancaman bagi organisasi anda?
• Bagaimana anda menentukan teknologi yang cepat usang?
• Kapan teknologi baru akan muncul dan dapat dimanfaatkan?
• Apakah anda ikut terlibat dalam mengendalikan teknologi?
• Bila anda terlibat, berapa lama ia selesai dalam pengembanganya dan anda dapat melangkah apa benar dapat bermanfaat dalam operasi bisnis anda? dan seterusnya.
Dengan pertanyaan tersebut, mampukah organisasi anda dapat menanggapi atas perubahan lingkungan teknologi tersebut untuk menentukan sikap kemana arah dan tujuan dari investasi sumber daya yang akan dilakukan dengan memberikan fokus kualitas pada pelanggan.
3) LINGKUNGAN MANAJEMEN
Rahasia terbesar dari keberhasilan bisnis masa kini dan menciptakan masa depan terletak pada pemilikan sumber daya manusia yang profesional, kreativitas individu yang menunjang inovasi organisasi dan memiliki kemampuan menterjemahkan ketidakpastuan menjadi keberhasilan.
Meraih peluang masa depan merupakan masalah utama bukan menghadapi persaingan, disinilah letak kelakaan kepemipinan abad 21 yang akan dihadapi memasuki milenium ketiga. Lingkungan manajemen juga berubah dengan meningkatnya apa yang disebut dengan “global work.” Jadi persaingan terjadi hanyalah yang terkait dengan memperebutkan opportunity share ketimbang market share. Oleh karena itu kompentensi yang bagaimana yang tersedia dan akan dibangun, disinilah letak tantangan baru lingkungan manajemen dalam merebut apa yang ada untuk mengisi kebutuhan serta melaksanakan pemberdayaannya.
LINGKUNGAN POKOK
Demensi lingkungan pokok dimaksudkan bahwa pemecahan dari dampak yang terjadi, hanya dapat dipecahkan bila dimensi kritis dapat diselesaikan terlebih dahulu, bila tidak anda akan terikat kepada pemecahan masalah yang terus terjadi, tapi anda tidak mampu menghindari masalah.
4) LINGKUNGAN EKONOMI
Kondisi ekonomi nasional dan internasional, moneter, harga, biaya, sumber dana, dinamika pasar global dll, yang kesemuanya merupakan unsur yang dapat mempengaruhi operasi bisnis anda, perilaku pelanggan dan kompetitor, dapatkah anda menilai dampak yang akan terjadi dan seberapa jauh kesiapan anda keluar dari masalah yang dihadapi.
Bila lingkungan kritis dapat ditata dalam lingkungan bisnis yang secara berkelanjutan dapat diantisipasi, maka riak-riak dari lingkungan ekonomi tetap ada, namun organisasi anda selalu siap untuk menghadapinya dan dapat menyelesaikannya dalam sistem yang terorganisir, kecuali dalam keadaan sebaliknya, maka bila terjadi riak-riak dan dapat berubah menjadi gelombang yang besar, disinilah anda akan bangkit dari satu masalah tapi dapat menimbulkan masalah baru lainnya. Jadi jalan keluar hanya dapat dicapai setelah anda dapat lebih dahulu menyelesaikan lingkungan kritis lebih dahulu.
5) LINGKUNGAN HUKUM DAN POLITIK
Negara dengan sistem pemerintahan memainkan peranan untuk mewakili kepentingan rakyatnya baik regional mapun nasional, dimana-mana menunjukkan sedang berubah atau harus berubah, sehingga tidak mengherankan bahwa kekuasaan pemerintah mempengaruhi aturan-aturan berbisnis.
Suatu negara dengan sistem kekuasaan pemerintahan yang kuat dapat saja menimbulkan stabilitas dan ketidakstabilan dimana praktek-praktek korupsi, kolusi dan nepotisme akan berdampak dalam pengelolaan bisnis pada masa-masa yang tidak menentu.
Perbedaan hukum dari suatu pemerintah regional dengan pemerintah regional lainnya, akan menjadi suatu kenyataan yang dapat memudahkan, tapi dapat juga menjadi hambatan dalam melaksanakan bisnis. Demikian pula dampak tekanan politik baik dari unsur formal maupun tidak formal, yang memiliki komitmen-komitmen tertentu.
6) LINGKUNGAN SOSIAL BUDAYA

Sosial budaya sangat mempengaruhi sikap, perilaku masyarakat pada negara yang bersangkutan, sehingga tidak heran akan menunjukkan perbedaan dalam gaya hidup mereka. Bila terjadi perubahan sosial budaya akan berdampak dalam tingkah laku mereka berkonsumsi, sehingga baik langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi pelanggan anda.
Sosial budaya juga mempengaruhi rasa tanggung jawab sosial bagi para pelaku ekonomi dalam menanggapi kepentingan sosial budaya dimanapun kedudukan organisasi anda berada. Bila perubahan lingkungan ini terjadi, maka rasa tanggung jawab pun berubah untuk menyesuaikan dengan perubahan tersebut.
LINGKUNGAN INSIDENTIL
Lingkungn insidentil seperti halnya dengan lingkungan pokok, dimana perubahan pada lingkungan insidentil dapat diselesaikan bila terjadi masalah setelah masalah pokok terlebih dahulu dipecahkan, sehingga masalah yang dihadapi dapat dihindari kecuali bila keadaan sebaliknya.

7) LINGKUNGAN PHISIK
Pemilihan suatu lokasi tempat kerja, adakalanya mempertimbangkan tersedianya bahan baku, transportasi, dekat dengan tersedianya tenaga kerja, ekosistem dan sumberdaya alan, dekat dengan kemungkinan bila terjadi bencana alam, yang kesemua faktor tersebut dapat mempengaruhi sukses bisnis, termasuk didalamnya jarak jangkauan ke pelanggan.
8) LINGKUNGAN PESAING
Yang perlu mendapatkan perhatian bukan terletak pada penguasaan atas sumber daya dari pelanggan anda, melainkan bagaimana caranya mereka selaku pesaing mengadakan pendekatan dengan pelanggan yang kemungkinan akan terjadi dengan kegiatan bisnis yang dirancang bersama.
Bagaimana anda dapat menilai dan mengelompokkan para pesaing dan ukuran-ukuran apa yang dipakai bahwa pesaing tersebut dapat mengancam operasi bisnis yang sedang dijalankan dan dimasa depan.

9) LINGKUNGAN PERUSAHAAN
Perusahaan yang terlibat dalam bisnis global akan mendapatkan tekanan yang besar atas beban biaya tetap. Bila beban biaya tetap terus meningkat akan berdampak mengganggu kemampuan mereka untuk berkompetisi. Untuk beroperasi dalam bisis global akan selalu diperlukan mitra usaha, disinilah timbulnya biaya tetap yang besar karena ingin tetap membangun dan mempertahankan merek sendiri yang tidak mungkin melepaskan biaya promosi atas produk yang bersangkutan.
Walaupun tersedianya kemungkinan pemanfaatan teknologi informasi dengan memanfaatkan time sharing untuk menekankan biaya tetap menjadi variabel tidak akan mendukung sesuai dengan sistem yang ada inginkan. Usaha lain seperti menekan biaya tetap melalui mendapatkan kontribusi melalui penekanan biaya variabel dari unsur harga pokok tidak dengan sendiri secara proposional dapat meningkatkan laba, begitu pula halnya dengan meningkatkan penjualan akan berdampak adanya usaha-usaha kearah kegiatan global.
Bagaimanapun fokus terhadap biaya tetap dengan merubah menjadi biaya variabel akan tetap berdampak kelemahan perusahaan dalam bersaing.

Secara singkat telah diuraikan dampak lingkungan organisasi yang telah dikelompokkan kedalam lingkungan kritis, pokok dan insidentil sebagai langkah untuk meletakkan pusat perhatian yang berjenjang agar analisis dan diagnosis menjadi fokus oleh tim cross functional.
Dengan kemampuan mengidentifikasi situasi dan merumuskan masalah kritis, pokok dan insidentil maka peran eksekutif, manajer dan supervisi untuk mengaplikasikan wawasan penyelarasan dan pemberdayaan dalam merumuskan pemecahan masalah-masalah yang dihadapi masa kini dan masa depan.

36. STRUKTUR DALAM TANTANGAN BISNIS
STRUKTUR
Cara bagaimana sesuatu disusun atau dibangun ; susunan
MUTU
Sangat sulit untuk merumuskan difinisi tentang mutu, namun untuk landasan berpikir, dibawah ini diungkapkan dari J.M. Juran dalam bukunya Kepemimpinan Mutu (seri manajemen 163) mengemukakan bahwa Mutu adalah kecocokan untuk digunakan. Makna kecocokan digunakan dalam dua arah yang agak berbeda:
Keistimewaan produk yang memenuhi kebutuhan konsumen: Bebas dari defisiensi :

Mutu yang lebih tinggi memungkinkan perusahaan untuk: Mutu yang lebih tinggi memungkinkan
perusahaan untuk :
• Meningkatkan kepuasan konsumen
• Menjadikan produk terjual
• Menghadapi persaingan
• Meningkatkan pangsa pasar
• Memperoleh pendapatan penjualan
• Menjamin harga premi

• Mengurangi tingkat kesalahan
• Mengurangi kerja ulang,
• pemborosan
• Mengurangi kegagalan hasil
• Menjadi harga jaminan
• Mengurangi ketidakpuasan pelanggan
• Mengurangi pemeriksaan, tes
• Memperpendek waktu penempatan produk baru di pasar
• Meningkatkan hasil, kapasitas
• Memperbaiki prestasi penyerahan
Dampak utama pada penjualan Biasanya, semakin tinggi mutu
semakin mahal

Bertolak dari pengertian diatas, diperlukan suatu landasan yang kuat untuk memberikan makna implementasi mutu yang berfokus pada pelanggan, disinilah merupakan tantangan bagi semua pihak dalam organisasi bagaimana sebaiknya bertindak dan berperilaku.
Bertindak dan berperilaku untuk memenangkan dan memelihara pelanggan masa kini dan masa depan dengan menciptakan suatu organisasi yang sadar akan mutu menjadi tantangan bisnis untuk meraih peluang-peluang masa depan dalam situasi dengan ketidakpastian.
Tantangan bisnis masa depan, seberapa jauh semua anggota organisasi berpikir dalam kebiasaan untuk meningkatkan mutu secara terus menerus sebagai upaya memenangkan, melayani dan memlihara pelanggan, sejalan dengan itu diperlukan prinsip-prinsip dalam tindakan yang meliputi:
1) Pengorbanan dari setiap individu yang datang dari dalam dirinya yang dimotori oleh CEO dan COO untuk bertindak dalam suatu sistem mutu berfokus kepada pelanggan (KOMITMEN)
2) Mengkomunikasikan visi dan misi dengan keseimbangan kepentingan individu, kelompok dan organisasi agar dapat dicapai dengan bertanggung jawab (VISI-MISI- KEPENTINGAN)
3) Mengevaluasi sistem kualitas secara terus menerus berdasarkan umpan balik dari pelanggan, karyawan dan melaksanakan benchmarking (EVALUASI SISTEM)
4) Melaksanakan pemberdayaan manusia terus menerus atas sistem kualitas (PEMBERDAYAAN MANUSIA)
5) Melaksanakan sistem mutu yang berlandaskan kejelasan dalam peningkatan, perencanaan dan pengendalian mutu. (P3-MUTU)
6) Melaksanakan sistem mutu yang berlandaskan kejelasan wewenang dan ganjar yang diterapkan secara konsisten dan berkesinambungan. (GANJAR)
7) Melaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan atas Manajemen Mutu terpadu (TQM)
8) Menciptakan kemampuan melaksanakan benchmarking internal, kompetitif, fungsional, umum
(BENCHMARKING)

Acuan untuk meraih peluang-peluang masa depan dan mempertahan serta meningkatkan posisi masa kini terletak secara sungguh-sungguh melaksanakan prinsip-prinsip dalam bertindak dan berperilaku atas fokus mutu pada pelanggan.
Struktur mutu dalam tantangan bisnis, tidak ada satupun pesaing yang tidak peduli akan pelaksanaan strategi bersaing dalam industri yang terpragmentasi, yang baru muncul, daur yang memasuki kedewasaan, yang sedang menurun dan global.
Oleh karena itu, tantangan bisnis dalam roda strategi bersaing, akan menempatkan fokus mutu pada pelanggan dalam memandang hal-hal yang berkaitan dengan penjualan, distribusi, pabrikasi, tenaga kerja, pembelian, penelitian dan pengembangan, keuangan dan pengendalian, lini produk, pasar target dan pemasaran.
Analisis dan diagnosisi dengan kaca mata fokus mutu pada pelanggan merupakan strategi untuk memenangkan kemampuan untuk mengelola masa kini sekaligus menciptakan masa depan yang sukses dalam meraih peluang-peluang dalam suasana bersaing yang sangat kompetitif.
PASAR
Pasar dalam bahasa kamus berarti waktu dan tempat umum guna membeli dan menjual barang dan jasa; suatu tempat atau rangkaian keadaan-keadaan yang mengumpulkan para pembeli dan penjual, baik berhadapan muka satu sama lain, ataupun melalui suatu alat perhubungan; baik secara langsung maupun dengan perantara agen, pedagang perantara dst, untuk melaksanakan pembelian, penjualan, atau pertukaran barang dan jasa.
Atau pasar dalam percakapan mengandung makna orang yang memiliki kesanggupan dan keinginan untuk membeli barang atau jasa. Dalam arti ini kita mengenal apa yang
disebut dengan pasar kualitatif berarti prospek dan profil para pelangganan potensial dan pasar kuantitatif berarti ukuran pasar potensial, pangsa pasar dan poisisi kompetitif sekarang.
Struktur pasar dalam tantangan bisnis akan menyangkut strategi produk atau jasa yang dihadapkan pada pasar. Jadi cara bagaimana sesuatu disusun atau dibangun tentang pasar, maka disinilah kita berhadapan dengan makna pemasaran. Kegiatan pemasaran dapat kita lakukan dilokasi lokal atau global. Dalam memasuki pasar lokal atau global terhadap produk atau jasa yang dihasilkan saat ini atau hasil pengembangan akan sangat ditentukan oleh :
1) “kegiatan pemasaran” yang meliputi keputusan produksi, kepeutusan penentuan harga, keputusan menentukan tempat, keputusan promosi dan riset ;
2) “proses manajemen pemasaran” proses memfokuskan sumber dan tujuan suatu organisasi pada peluang dalam lingkungan;
3) “prinsip-prinsip pemasaran” yang meliputi menciptakan nilai bagi pelanggan, mendapatkan keunggulan kompetitif atau diferensial dan memfokuskan dan memusatkan tujuan, sumber dan dana.
Pemasaran yang mengandung makna dari seluruh pelaksanaan yang perlu untuk memindahkan suatu produk kedalam tangan konsumen, maka terdapat faktor-faktor struktural yang menentukan pengoperasian pada pemasaran kedalam empat tingkatan struktural yang disebut dengan tingkat pertama adalah kegiatan-kegiatan pemasaran ; tingkat kedua adalah apa yang disebut dengan program pemasaran yang terdiri dari subprogram yang terintergrasi ; tingkat ketiga adalah apa yang disebut dengan sistem pemasaran ; tingkat keempat adalah apa yang disebut dengan kebijaksanaan pemasaran.
Dengan keahlian manajerial, maka ia dapat berperan untuk memotong pintas keempat tingkat struktural pada empat proses implementasi yang kita sebut dengan ALOKASI, PENGAWASAN, INTERAKSI dan PENGORGANISASIAN. Struktur pasar dalam tantangan bisnis akan mencakup empat proses implementasi yang disebut diatas dan penataannya dipengaruhi oleh KEGIATAN PEMASARAN itu sendiri ; PROSES MANAJEMEN PEMASARAN yang digariskan dan PRINSIP-PRINSIP PEMASARAN yang menjadi pedoman arahan.
Dalam menanggapi tantangan bisnis masa depan, kiranya perlu diketengahkan pendapat John Naisbitt dalam bukunya Global Paradox, dibawah ini beberapa cuplikan yang dikemukakannya sebagai berikut :
“Akhir abad kedua puluh mungkin diingat didalam sejarah ilmu pengetahuan ebagai waktu ketika fisika. studi tentang struktur terkecil dalam alam, bergabung kekuatan kekuatan dengan kosmologi, studi tentang alam semesta sebagai suatu keseluruhan.
Fenomena yang serupa terjadi didalam dunia politik dan ekonomi, yaitu paradoks Global. Studi tentang pemain ekonomi terkecil, wirausaha, akan bergabung dengan studi tentang bagaimana ledakan besar ekonomi global bekerja.
Wirausaha juga merupakan pemain paling penting dalam pembangunan ekonomi global. Begitu penting sehingga perusahaan-perusahaan besar mendesentralisasi dan menyusun kembali diri mereka sebagai jaringan wirausaha.
Prinsip dari paradoks global semakin besar ekonomi dunia, semakin kuat para pemain terkecilnya berlaku khususnya dalam bisnis. Perusahaan-perusahaan besar seperti IBM, Philips dan GM harus memecah diri menjadi konfederasi perusahaan-perusahaan kewirausahaan yang kecil dan otonom jika mereka ingin bertahan. “ (cuplikan dari bagian 1)
“Telekomunikasi adalah kekuatan penggerak yang ecara serentak menciptakan ekonomi global yang besar sekali dan menjadikan bagian-bagiannya lebih kecil dan kuat.
Dalam prosesnya, industri telekomunikasi yang mencakup telepon, televisi, komputer dan elektronik konsumen telah berpindah kedalam suatu periode kekacauan yang kreatif.
Pada dasarnya, empat ide besar tengah berjuang untuk terwujud: 1. Pembaharuan teknologi 2. Aliansi strategi 3. Pembentukan jaringan global 4. Telekomputer pribadi untuk semua orang
Di dalam jaringan ekonomi global abad 21, teknologi informasi akan mendorong perubahan sama pastinya seperti manufaktur mendorong perubahan di dalam era industri. (cuplikan dari bagian 2)
“ Sebagai penyumbang bagi ekonomi global, turisme tidak ada tandingannya. Pertimbangankan yang berikut ini :
• Turisme memperkerjakan 204 juta orang diseluruh dunia atau satu dari tiap sembilan pekerja, 10,6 persen dari angkatan kerja global.
• Turisme adalah penyumbang ekonomi terkemuka di dunia, menghasilkan 10,2 persen produk nasional bruto dunia.
• Turisme adalah produsen terkemuka untuk pendapatan pajak $655 miliar.
• Turisme adalah industri terbesar di dunia dalam hal keluar bruto, mendekati $3,4 triwulan.
• Turisme merupakan 10,9 persen dari semua belanja konsumen, 10,7 persen dari semua investasi modal, dan 6,9 persen dari semua belanja pemerintah.”
(cuplikan bagian 3)
“Peraturan baru Tata laku universal untuk abad 21.
Tata laku yang sedang berkembang ini juga sedang dirangkul oleh para politikus sementara politik global menjadi semain digerakkan oleh ekonomi dan bukan kedaulatan.
Ketika tanggung jawab terletak pada individu, maka individu akan mencapai keputusan berdasarkan standar etika yang sama dengan yang mereka gunakan dalam hidup mereka.“ (cuplikan dari bagian 4)
“Untuk keseimbangan dasawarsa ini, profil ekonomi dunia akan tambapk lebih kurang seperti ini :
• Eropa mengalami resesi untuk waktu yang lama.
• Pertumbuhan yang datar hingga sedang di Jepang.
• Pertumbuhan yang sedang hingga kuat di Amerika Serikat.
• Asia mengalami booming, dipimpin oleh cina.
• Pertumbuhan yang mengalami booming di Amerika Latin.“ (cuplikan bagian 6)

Dari cuplikan yang diutarakan diatas, terdapat pasar yang memberikan peluang dimasa depan, hanya persoalannya bagaimana merebut peluang-peluang tersebut.
Cara terbaik untuk dapat memperoleh peluang ialah dengan tidak membiarkan kerutinan dalam manajemen mulai menguasai dirinya. Kerutinan merupakan suatu kebiasaan yang akan mengarahkan kita untuk mencapai hasil yang sudah dibayangkan saja, kerutinan merupakan kebalikan dari cara berpikir para usahawan.
PELANGGAN
Satu pertanyaan yang sederhana seperti “Apakah yang sebenarnya yang dibeli oleh pelanggan, ketika mereka melakukan bisnis dengan kita?” Setiap para pelaku ekonomi harus mampu menangkap makna dibalik pertanyaan tersebut. Sebenarnya mereka membeli apa yang bisa diperbuat oleh barang atau jasa itu terhadap diri mereka. Sebagai gambaran, dibawah ini dilukiskan beberapa harapan pelanggan seperti :
• Jangan jual kepada saya komputer. Juallah kepada saya kenikmatan dan keuntungan dari keajaiban teknologi modern.
• Jangan jual kepada saya tiket pesawat terbang. Juallah kepada saya sesuatu yang membuat saya cepat, selamat dan tepat waktu tiba di tujuan.
• Jangan jual kepada saya ban. Juallah kepada saya rasa bebas dari kecemasan dan biaya per mil yang lebih rendah dalam berkenderaan.

• Jangan jual kepada saya barang. Juallah kepada saya harapan, perasaan, rasa bangga dan kebahagian.
Dapat kita simpulkan bahwa ada jutaan barang atau jasa yang ditawarkan di pasar, tapi yang perlu kita ingat dimana pelanggan hanya mau menukar uang yang diperolehnya dengan bersusah payah, karena dua hal yaitu pertama yang menyangkut rasa senang dan puas dan kedua pemecahan atas masalah.
Jadi dalam menilai pelanggan, kita dihadapkan kepada kemampuan manajerial untuk menanggapi bahwa yang membuat pelanggan membeli dan kembali untuk membeli bukanlah kwalitas pelayanan yang diberikan, tapi kualitas pelayanan yang dipersepsikan oleh pelanggan. Bagi pelanggan apa yang ada dalam persepsinya itulah kenyataan, jadi persepsi pelanggan adalah segala-galanya, oleh karena itu persepsi pelanggan terhadap kualitas pelayanan adalah perbedaan antara apa yang mereka peroleh dan apa yang mereka harapkan.
Dengan demikian bahwa struktur pelanggan dalam demensi tantangan bisnis, dapat terungkap melalui atas pertanyaan-pertanyaan dibawah ini sebagai suatu pendekatan seperti :
• Seberapa baiknya kami dalam memenuhi apa yang dijanjikan?
• Seberapa cepatnya kami dalam menanggapi permohonan atas pelayanan?
• Seberapa jauh anda bisa memahami kami?
• Seberapa jauh kami mendengar anda?
• Seberapa jauh kepercayaan anda terhadap produk atau jasa kami?
• Seberapa kerapnya kami melakukan hal-hal yang tepat pada waktunya?
• Seberapa jauh pemahaman kami terhadap anda dan upaya memenuhi kebutuhan khusus atau permintaan anda?
• Secara keseluruhan bagaimana penilaian anda terhadap penampilan fasilitas, produk, komunikasi dan orang-orang kami?
• dan seterusnya dapat diajukan pertanyaan-pertanyaan yang mendasar.

Dengan membuat sekumpulan pertanyaan sesuai dengan arah yang hendak ditujukan serta mengadakan tanya-jawab dengan pelanggan serta hasilnya untuk didikusikan, diharapan untuk mendapatkan umpan balik dari para pelanggan, dalam usaha untuk menanggapi persepsi pelanggan, yang harus diikuti dengan langkah-langkah bukan sekedar menarik menjadi pelanggan awal, tetapi yang lebih penting mencari

pemecahan-pemecahan yang berkaitan dengan, bagaimana memenangkan dan memelihara selama-lamanya.
Apa yang diuraikan diatas, maka jelaslah bahwa tantangan bisnis yang dihadapi masa depan bagi setiap kompetitor agar berusaha untuk mewujudkan setiap pelanggan menjadi mitra seumur hidup, melalui kebersamaan dan komitmen semua pihak dalam melayani kepentingan dari pelanggan.
37. SISTEM DALAM TANTANGAN BISNIS

SISTEM
Seperangkat unsur yang secara teratur saling berkaitan sehingga membentuk suatu totalitas; susunan yang teratur dari pandangan, teori, asas dsb.

TEKNOLOGI
Penerapan sistimatis dari pengetahuan-pengetahuan ilimiah atau pengetahuan yang teratur untuk tugas-tugas yang praktis ; kemampuan teknik yang berlandaskan pengetahuan ilmu eksakta yang bersandarkan proses teknis.
Kemajuan teknologi terus berkembang sehingga perubahan teknologi dapat mendorong kearah persaingan, perubahan struktur dan juga dapat menjadi faktor penyimbang diantara penguasaan teknologi. Teknologi sebagai suatu unsur dari sistem dalam demensi tantangan bisnis dalam memasuki abad 21, sudah dapat diramalakan adanya suatu peningkatan terhadap evolusi teknologi yang berkesinambungan untuk merebut peluang-peluang masa depan.
Evolusi teknologi berkesinambungan telah mendorong pelaksanaan manajmen dalam masyarakat jaringan perlu secara dini diantisipasi dengan perubahan yang cepat atas teknologi informasi. ISTA (internasional society of technology assessment) merumuskan bahwa teknologi informasi adalah pengetahuan dan keterampilan menyeluruh di bidang pengumpulan, pengolahan dan penyebaran informasi dengan tujuan yang telah ditentukan yakni merubah lingkungan manusia (dan secara tak langsung manusianya sendiri).
Seperangkat teknologi-teknologi dimasukkan dalam teknologi informasi dan mencakup: elektronika, telekomunikasi, ilmu organisasi, reprografi, pembuatan programma dsb.
Perusahaan-perusahaan umumnya yang beroperasi dalam bisnis global dan khususnya industri jasa baik yang memanfaatkan perkembangan teknologi itu maupun industri pembuat teknologi itu sendiri dalam menerapkan strategi teknologi dalam demensi tantangan bisnis, harus memiliki kompetensi untuk memilih, mengeksploitasi dan menciptakan antarhubungan teknologi di antara unit-unit usahanya. Dalam usaha pemanfaatan bersama akan dapat menimbulkan beban biaya, yang sifatnya menjadi tetap. Beban ini dapat ditimbulkan karena kebutuhan koordinasi, dapat pula ditimbulkan karena terpaksa untuk berkompromi dan dapat pula ditimbulkan karena kekakuan organisasinya.
INOVATIF
Tantangan bisnis lahir dari hambatan pada inovasi organisasi, yang tidak memberikan iklim organisasi yang dapat menunjang untuk berpikir kreatif dalam berbisnis sebagai langkah awal untuk meniupkan angin perubahan yang membuat bisnis anda mampu meraih peluang-peluang yang ada yang menjadi masalah bukan menghadapi persaingan. Tidak heran ada ungkapan seperti “inovasi tumbuh karena pengorbanan semangat, namun akan mati dengan rutinitas,

peraturan dan birokrasi“, sejalan dengan itu diperlukan “sang inovator membuat semua yang makmur di bawah tatanan lama menjadi musuh dan mendapat sedikit dukungan dari mereka yang akan makmur di bawah yang baru”, inilah suatu kenyataan yang dihadapi pada sistem inovasi dalam demensi tantangan bisnis.
Dengan demikian, bagi suatu organisasi untk menjadi inovatif dan mendapatkan yang terbaik dari pegawainya, perlu mengenali hambatannya dan menghilangkan atau paling tidak meminimumkan pengaruhnya. Pemahaman atas hambatan, perlu mendapatkan perhatian bagi sang inovasi organisasi yaitu:
• Berpikir kreatif dalam berbisnis :
Kreatifitas dan bisnis merupakan aktivitas yang sangat sulit dipertemukan dalam sikap dan perilaku. Kreatifitas dipandang sebagai daya yang tak terkendali, yang secara tak terduga memberikan ilham kepada segelintir orang dan cenderung untuk dilupakan, sedangkan bisnis dijalankan semata-mata dengan mengulangi keberhasilan yang pernah dicapai, karenanya tidak perlu dihalangi.

Oleh karena itu, organisasi perlu menanyakan pengertian mereka tentang kreativitas dan proses kreatif, dan kalau perlu membuat difinisi ulang sehingga mereka dapat menemukan cara untuk menyelesaikannya dengan pekerjaan sehari-hari.

• Standarisasi :
Standarisasi dapat menjadi penghalang utama dari kreativitas dan inovasi, makanya perlu dikendalikan melalui kebijakan yang pasti untuk melaksanakan standarisasi pada bidang yang benar-benar vital sekali. Standarisasi harus dihindari sebagai suatu model gaya hidup dan diterapkan pada bidang yang tidak penting. Standarisasi mungkin saja vital keberadaannya bila dikaitkan dengan hasil akhir, keenam steak golf driver, sama setiap saat, tetapi tidak perlu diterapkan pada keseluruhan proses penyelesaiannya setiap saat. Perlu dipikirkan untuk menyeimbangkan standarisasi dengan inovasi, pastikan bahwa yang anda lakukan saat ini benar tetapi harus selalu mencari cara yang lebih baik untuk melakukannya.

• Spesialisasi :
Perusahaan-perusahaan terpaku pada teknologi tertentu dan sulit mencari jalan keluar sebagai terobosan untuk menghasilkan sesuatu yang berbeda, maka inovasi teknologi tidak ada tempat dan sering gagal karena sempitnya fokus mereka. Organisasi menghargai dan mempromosikan spesialis yaitu orang-orang yang tahu banyak tentang disiplin ilmu tertentu dan caranya berpikir. Jadi spesialisasi membuat pengetahuan tentang suatu bidang tertentu semakin dalam dan bukannya semakin luas.

Inovasi memerlukan pengetahuan yang luas. Untuk memperolehnya anda perlu berbicara dengan orang lain dari disiplin ilmu yang berbeda, melakukan rotasi pekerjaan, mengelompokkan orang dalam suatu sistem yang baik, dan memotivasi orang terjadinya penyatuan anggota dan pandangan. Hal ini dapat membantu menghindari hambatan dalam spesialisasi. Mengajari mereka dengan proses kreatif dan teknik berpikir kreatif akan membantu membebaskan mereka dan membantu mereka melihat sesuatu secara berbeda dalam menghadapi rintangan yang disebabkan oleh spesialisasi.

• Organisasi :
Organisasi merupakan rintangan yang terberat, siapa pun yang telah bekerja di dalam suatu organisasi akan menempuh jalan buntu untuk menerapkan sesuatu yang baru dalam oranisasi. Organisasi diibaratkan berperan seperti supertanker. Mereka bergerak perlahan-lahan dan ditentukan arah kemana perginya. Memiliki daya gerak yang sangat besar, lambat dan sukar dihentikan. Dimanapun mereka berada, perubahan bagi supertanker tidak akan terjadi tanpa perjuangan, begitu pula halnya dengan organisasi, tidak akan ada perubahan tanpa adanya perjuangan

Bagaimana melompati rintangan dalam mewujudkan inovatif, akan terletak dari peran CEO dan COO YANG TERGERAK

DENGAN ADANYA GELOMBANG REVOLUSI PERUBAHAN untuk bertindak sebagai sang inovator untuk memberikan daya dorong untuk berpikir kreatif dalam bisnis melalui motivasi-motivasi yang terarah agar diperoleh kesepakatan untuk berubah dalam membangun inovasi organisasi dengan membentuk budaya perusahaan yang kuat yang berlandaskan bahwa kreativitas meniupkan angin perubahan yang membuat bisnis dari mengelola masa kini sekaligus menciptakan masa depan.

BELAJAR
Untuk mempertahankan daur hidup perusahaan seperti yang dikatakan oleh Ichak Adizes dalam bukuny Corporate Lifecycles, pada posisi “PRIMA” artinya suatu organisasi yang memiliki fleksibilitas dan mudah dikontrol, maka diperlukan Kepemimpinan yang dapat memahami arti peran dalam era pemberdayaan.
Sistem belajar dalam demensi tantangan bisnis, telah diingatkan oleh Peter Drucker dengan ucapannya “Pemimpin masa lalu adalah seorang yang tahu cara berbicara, sedangkan pemimpin masa depan adalah seorang yang tahu cara bertanya”

Menempatkan daur hidup pada posisi yang PRIMA mengandung makna organisasi memiliki kompetensi untuk meremajakan terus menerus untuk tidak terjebak kearah PENUAAN artinya memiliki kompetensi yang menurun dalam menghadapi masalah. Oleh karena itu dalam menanggapi perubahan lingkungan yang terus berubah dan perubahan itu sendiri mengandung ketidakpastian yang harus dihadapi, maka organisasi yang belajar yang dipimpin oleh orang-orang yang memiliki kapabalitas untuk mengelola masa kini sekaligus menciptakan masa depan, berusaha terus menerus menaruh pusat perhatinnya terhadap aspek-aspek KARYAWAN – ORGANISASI – MODAL – MANAJEMEN – PELANGGAN.
Sejalan dengan itu, Peter M. Senge dalam bukunya The Fifth Discipline – The Art And Practice of The Learning Organization (1990), selanjutnya pemikirannya itu dikembangkan dalam satu kelompok yang terdiri dari Peter M. Senge-Art Kleiner- Charlotte Roberts- Richard B. Ross- Bryan J. Smith, dalam bukunya The Fifth Discipline Fieldbook – Strategies and Tools for Building a Learning Organization (1994), mereka mengungkapkan terdapat lima bagian yang berkaitan dengan suatu organisasi yang belajar berkelanjutan yaitu :

Pertama, SYSTEMS THINKING
Berpikir dengan suatu pendekatan sistem merupakan tingkat yang sangat luas dimana didalamnya akan mencakup metoda, alat-alat dan prinsip-prinsip, yang kesemuanya berorientasi memandang kekuatan-kekuatan yang saling bergantung, dan disebut sebagai bagian dari proses umumnya.

Kedua, PERSONAL MASTERY
Makna “mastery” disini menekankan tidak hanya yang berkaitan dengan kapasitas (kompetensi dan keahlian) untuk menghasilkan yang diinginkan tetapi juga menjadi pedoman sebagai prinsip-prinsip untuk menghasilkannya.
Dalam konsep ini, yang menjadi kunci adalah penekanan pada tiga tingkatan proses yang disebutnya dengan KREATIVITAS, ARTIKULASI VISI INDIVIDU dan MEMILIH UNTUK MEMBUAT KOMITMEN.
Ketiga, MENTAL MODELS
Konsep ini menekankan bahwa organisasi sikap terbentuk dari pengalaman mereka melalui apa yang disebut dengan KOGNITIF (kepercayaan). Mengapa orang percaya atau meyakini karena dari pengalaman yang ia lihat atau yang ia ketahui, akan dapat mempengarui sikap dari keyakinan yang

setiap hari dialaminya akan mempengaruhi keyakinan atau kepercayaan yang sangat mendalam atas sikapnya jangka panjang.
Tentu saja kepercayaan atau keyakinan sebagai komponen kognitif tidak selalu akurat, kadang-kadang kepercayaan atau keyakinan terbentuk justru dikarenakan tidak adanya informasi yang tepat mengenai obyek yang dihadapi, oleh karena itu dalam konsep ini lebih menekankan pada pola pikir tingkat organisasional.
Keempat, SHARED VISION
Kebersamaan dalam pandangan ini mencakup visi, nilai, misi, tujuan. Meskipun membangun “Kebersamaan Visi” sebagai suatu pernyataan cap yang memberikan gambaran yang menyenangkan dan menyejukkan, namu ia merupakan komponen dalam oganisasi yang dapat menjadi pedoman inspirasi terhadap nilai, misi dan tujuan, maka mereka mengungkap sebagai berikut :
VISION : an image of our desired future.
VALUES : how we expect to travel to where we want to go.
MISSION : what the organization is here to do.
GOALS : milestones we expect to reach before too long.
Kelima, TEAM LEARNING
Perlu untuk diingat mereka mengungkapkan bahwa “Team Learning is Not “Team Building” and Souldn’t Be Taken on Lightly. But you can focus immediately on your Organization’s Chief Concerns and Issues.”
Tim pembelajaran merupakan suatu disiplin yang sangat menantang karena ia menginginkan perubahan-perubahan yang mendasar melalui organisasi mengenai intlektulitas, emosional, sosial dan spritual. Dalam pelaksanaannya akan mencakup dua praktek yang disebut dengan dialog dan diskusi.
Dalam praktek kedua kata tersebut disamakan dalam mengimplemntasikannya, sedangkan kedua kata tersebut mengandung konsep yang berbeda. Dialog dicirikan oleh sifat alamiahnya dalam bentuk pemusatan perhatian dan mendengarkan bukan sebagai teknik peningkatan organisasi, merpertinggi komunikasi, membangun konsensus atau pemecahan masalah. Sedangkan diskusi memberikan arti dalam proses yang sebaliknya untuk menekankan mencari alternatip yang terbaik dalam mencari penyelesaian masalah.
Untuk dapat menempatkan posisi organisasi pada daur hidup yang selalu PRIMA maka organisasi terus diremajakan agar tidak memasuki karah daur ketuaan, sehingga diperlukan langkah untuk belajar yang berkesinambungan.

38. PROSES DALAM DEMENSI TANTANGAN BISNIS
PROSES
Proses dalam demensi tantangan bisnis dimaksudkan adalah langkah-langkah kegiatan yang harus dilakukan secara konseptual dan sistimatis dalam merealisir visi dan misi yang ditetapkan.
PERUBAHAN
Proses melaksanakan perubahan tidak terlepas dari demensi struktur dan sistem dalam tantangan bisnis yang memberikan arah dalam peningkatan kompetensi organisasi. Dengan peningkatan kompetensi organisasi, diharapkan mampu mengadaptasi perubahan-perubahan lingkungan yang terjadi.
Jadi dalam melaksanakan perubahan karena dampak yang ditimbulkan oleh keinginan untuk penyesuaian dengan perubahan lingkungan, tetapi juga terjadi dari dampak
tekanan yang ditimbulkan dari aspek internal organisasi itu sendiri.
Perubahan yang dilakukan secara berencana dan berkesinambungan karena kita meyakini adanya suatu nilai sebagai postulat seperti “Tak ada yang permanen kecuali perubahan itu sendiri (nothing is permanent except change) “, makanya dalam melaksanakan perubahan, kita melangkah dengan prinsip “Tak ada yang salah dengan perubahan jika itu mengarah pada yang benar (there is nothing wrong with change if it’s in the right direction).”
Lamgkah-langkah dalam proses melaksanakan perubahan mencakup :

Langkah pertama, MENGIDENTIFIKASI SITUASI
Dalam langkah ini, kegiatan analisis dan diagnosis ditujukan untuk memilah-milah situasi, sehingga sampai pada pengungkapan pentingnya situasi permasalahan untuk merumuskan dalam menyadari perlunya perubahan melalui suatu proses
• identifikasi dan membuat suatu daftar pentingnya situasi
• memilah-milah pentingnya situasi
• menetapkan prioritas
• memilih keterampilan berpikir.
Langkah kedua, MERUMUSKAN MASALAH
Dalam langkah ini untuk menentukan apakah masalah yang dihadapi merupakan masalah normal atau masalah abnormal yang diikuti dengan suatu proses yang meliputi
• merumuskan masalah (kritis, pokok dan insidentil)
• analisa penyebabnya ( What – Where – When – Magnitude)
• identifikasi terhadap kunci yang menentukan yang terkait dengan perbedaan dan perubahan
• mengklarifikasikan atas rumusan yang dibuat.

Langkah ketiga, MEMBUAT KEPUTUSAN
Pada langkah ini merupakan proses untuk membuat keputusan-keputusan yang terkait dengan
• menetapkan potensi pemecahan
• menetapkan maksud tujuan keputusan
• menetapkan kreteria pemilihan rekomendasi
• menetapkan alternatif dalam pemecahan
• menetapkan dampak dan faktor diluar cakupan

Langkah keempat, STRATEGI IMPLEMENTASI
Untuk melaksankan keputusan yang telah ditetapkan, maka strategi implementasi melalui proses yang mencakup
• menilai ulang apakah pemilihan alternatip cukup jelas
• menetapkan sasaran rencana
• menetapkan monitor dan evaluasi
• mengembangkan pencegahan atau tindakan mengamankan bila terjadi penyimpangan yang tidak diketahui sebelumnya

Langkah kelima, MENGEMBANGKAN GAGASAN BARU
Langkah ini merupakan mencari pemecahan yang lebih baik lagi yang belum terungkap sehingga diperlukan kreativitas dalam mewujudkan suatu inovasi melalui proses
• rumuskan sasaran inovasi
• mengembangkan kreteria yang terkait dengan pembatas-pembatas yang dihadapi
• mengembangkan gagasan baru mengembangkan solusi potensial.
KEANEKAAN
Proses keanekaan dalam dimensi tantangan bisnis mengandung makna untuk mengelola masa kini sekaligus menciptakan masa depan, organisasi dihadapkan kemampuan peran pemimpin untuk menangkap situasi tentang iklim kerja karena anda akan merasakan seberapa jauh dapat menghayati dan memaksimumkan manfaat dari keanekaan keberadaan individu dan kelompok dalam organisasi.
Keanekaan individu dan kelompok dalam memberikan kontribusi kreatif dalam mewujudkan inovasi organisasi akan dipengaruhi oleh adanya iklim kerja yang menyejukkan dan harmonis diantara para anggota. Kenyataan kepemimpinan akan dihadapkan fakta terpenting dalam iklim kerja yaitu :
1) Keberadaan iklim kerja atau lingkungan akan selalu ada dalam organisasi, karena bentuknya abstrak, sering orang lupa menyadari keberadaannya, sedangkan eksistensinya tidak pernah berkurang atau sedetikpin.
2) Keberadaan iklim kerja atau lingkungan senantiasa mempengari setiap individu dan kelompok dalam sikap dan perilakunya, hanya saja tingkatan pengaruh yang dihadapi akan berbeda-beda, tapi jelas akan memiliki dampak atas pengaruhnya

3) Setiap pemimpin dalam menjalankan perannya, secara sadar ataupun tak sadar akan selalu mempengaruhi iklim kerja, walaupun bawahan anda akan terlibat untuk
mempengaruhinya namun pengaruh pemimpinan memainkan pengaruh yang sangat dominan.

Ketiga fakta tersebut tidak dapat dilenyapkan dalam ingatan bagi kepemimpinan yang effektif karena ia menyadari bahwa dengan keanekaan yang dilahirkan oleh sikap dan perilaku dapat setiap saat menimbulkan konflik.

Konflik sebagai suatu proses yang mulai bila satu pihak merasakan bahwa pihak lain telah berbuat untuk mempengaruhi secara negatif dan bila setiap kegiatan yang terus berlangsung maka intraksi berpindah menjadi suatu konflik antar pihak.

Konflik-konflik dapat terjadi, apa yang disebut dengan:
1) Konflik-konflik instrumental, yang dipermasalahkan adalah tujuan-tujuan dan cara-cara di samping penentuan struktur dan prosedur-prosedursupaya dapat memenuhi tujuan-tujuan yang ditetapkan. Pada dasarnya konflik tidak bersifat pribadi dan mengarah kepada beban tugas yang harus dilaksanakan seperti tingkat prioritas yang tidak jelas, salah dalam mnafsirkan, kurang komunikasi dsb. Jadi dalam konflik ini

dimana strategi ditempuh melalui proses analisis, perilaku dalam berunding dan mengambil keputusan, dengan penyelesaian hasilnya dengan pemecahan yang terbaik.

2) Konflik-konflik sosial-emosional, muncul jika identitas sendiri menjadi masalah karena kandungan emosi yang kuat yang sangat terkait dengan citra diri yang dimiliki orang, atau dapat pula terjadi yang bertalian dengan cara bagaimana orang-orang menyelesaikan hubungan-hubungan pribadi. Jadi dalam konflik ini, dimana strategi ditempuh melalui proses saling menghayati, komunikasi terbuka, dengan penyelesaian hasilnya dengan pengertian.

3) Konflik-konflik kepentingan, muncul bertalian dengan penyelamatan atau kekuatan posisi sendiri dengan menuntut bagian yang wajar dari kepentingan yang diperebutkan seperti uang, peralatan, ruang, wewenang. Jadi dalam konflik ini, dimana strtegi ditempuh melalui proses berunding, dengan penyelesaian hasilnya dengan kompromi.

Dari uraian yang dikemukakan diatas, bahawa bagi kepemimpinan yang dapat menghayati makna keanekaan dalam iklim kerja atau lingkungan berarti ia memiliki benih “kearifan”, sebelum ia membuat keputusan untuk menarik
dan memaksimumkan dari keanekaan dengan mencari jawaban kearah kejujuran melalui 1) apakah ini benar ; 2) apakah ini yang menurut saya harus saya lakukan 3) apakah yang saya katakan konsisten dengan apa yang saya lakukan
BERPIKIR
Proses berpikir dalam demensi tantangan bisnis mengandung makna bahwa berpikir yang metodis merupakan kerja dari dua unsur organ didalam diri kita yaitu unsur otak dan unsur hati. Otak alat pikir dan hati alat menghayati.
Jadi berpikir adalah seluruh kisaran proses mental yang sadar. Dalam berkir kita mengenal BERPIKIR BIASA, merujuk kepada membentuk pengetahuan (data) ;
BERPIKIR LOGIS, merujuk kepada kesimpulan yang korek ; BERPIKIR ILIMIAH, merujuk kepada mencapai kebenaran ; BERPIKIR FILSAFATI, merujujuk kepada hakekat kebenaran yang integral dan universal ; BERPIKIR THEOLOGIS, merujuk kepada keesaan tuhan.
Dengan memperhatikan pola berpikir diatas, maka proses berpikir dalam demensi tantangan binis merujuk kepada BERPIKIR SECARA AKURAT, merupakan pekerjaan yang paling berat karenanya sedikit orang menyukainya. Berpikir secara akurat dapat digambarkan sebagai langkah penilaian dan penerapan proses intlektual. Ide-ide dipikirkan dalam imajinasi visi kreatif yang merupakan produk otak bagian kanan, lalu dikaji dan dikembangkan melalui perhatian yang terkendali serta dievaluasi dan diterapkan melalui berpikir secara akurat yang terletak pada otak di bagian kiri. Berpikir secara akurat yaitu berasal dari daya dorong yang ada dalam diri kita masing-masing. Dalam bisnis, kekuatan hiduplah yang membuat anda bekerja, berpikir dan hidup. Jadi visi kreatif mendorong anda membuka diri terhadap kekuatan hidup, disitulah letak imajinasi melahirkan ide-ide yang perlu dirasionalisasikannya, meringkasnya dan mencari formulanya.
Jadi dalam berpikir akurat tidak hanya mampu mengenali yang benar dan mana yang salah, tetapi yang lebih penting lagi ialah mampu mengidentifikasi mana yang relevan, sehingga orang-orang yang kreatif mampu meramalakan dan menghindari kondisi yang dapat menimbulkan masalah.
Akhirnya perlu kita ingat bahwa berpikir mengandung resiko. setiap keputusan mengandung kesempatan untuk berbuat kesalahan, tetapi tidak berbuat apa-apa hampir selalu lebih
Dengan memperhatikan hal-hal yang diungkapkan diatas, maka dapat diimpulkan bahwa :
Tantangan bisnis masa depan terletak dari pemilikan kompetensi organisasi dalam meraih peluang-peluang yang sangat besar dan mengagumkan pada abad 21 baik dalam berpikir lokal maupun global untuk memenuhi kebutuhan produk, jasa dan pengetahuan. Sedangkan masa kini kita dihadapkan pada tantangan yang terkait pada memposisikan daur hidup pada posisi yang PRIMA serta mengidentifikasi kecenderungan arah dari para kompitor.
Mengantispasi isu-isu yang terkait dalam mengelola masa kini sekaligus berusaha menciptakan masa depan, maka tantangan bisnis dihadapan kita dapat dipelajari, dipahami dan diyakini untuk mencari solusi-solusi dalam penyelesaian masalah melalui demensi struktur, sistem dan proses.

Dengan analisis dan diagnosis terhadap lingkungan organisasi, maka dampaknya kita kelompokkan kedalam tiga lingkungan yang disebut lingkungan organisasi yang kritis meliputi PELANGGAN – TEKNOLOGI – MANAJMEN ; lingkungan yang pokok meliputi EKONOMI – SOSIAL & BUDAYA – HUKUM & POLITIK ; lingkungan yang insidentil meliputi PHISIK – PEASING – PERUSAHAAN.
Disatu sisi, berdasarkan analisis dan diagnosisi pada lingkungan organisasi yang dihadapi kita dapat menentukan arah karena PELUANG (opportunities) dan ANCAMAN (threats) sebagai tantangan bisnis yang dihadapi. Disisi lain kita dihadapkan pada internal organisasi yang perlu dianalisis dan diagnosis untuk mengetahui posisi yang berkaitan dengan KEKUATAN (strenghts) dan KELEMAHAN (weaknesses) dari aspek karyawan, modal, organisasi, manajemen dan pelanggan dalam menempatkan pada daur hidup “PRIMA” dalam usaha secara berkesinambungan untuk meremajakan organisasi agar tidak masuk ke posisi awal ketuaan.
Dengan demikian untuk menyingkapi kesiapan memasuki tantangan bisnis masa depan diperlukan sikap antisipasi dari pada reaktif sehingga dalam pengambilan keputusan lebih menekankan untuk menghindari masalah dari pada pemecahan masalah dengan analisis dan diagnosis terhadap demensi STRUKTUR yang mencakup MUTU – PASAR – PELANGGAN.

VII. KOMPETENSI MANAJERIAL DALAM
GAYA KEPEMIMPINAN
Dalam bab ini akan menguraikan lebih lanjut dari pengantar yang diungkap dalam Bab II sebagai suatu pengantar, sehingga diperlukan uraian lebih lanjut kedalam Komptensi Manajerial Dalam Gaya Kepemimpinan seperti yang terungkap dibawah ini.
28. TUJUAN PENULISAN
Membangun bangsa dan negara dimasa depan dalam mewujudkan cita-cita yang telah digariskan dalam UUD 1945, hanyalah satu impian kembali setelah kita memasuki reformasi kehidupan bernegara dan berbangsa, dimana realita menunjukkan kehadapan kita menjadi jauh dari satu harapan.
Mengapa ? Tidak lain, karena belum siapnya kita mene-rima demokrasi, sebagai alat untuk melaksanakan refor-masi dari seluruh aspek kehidupan bernegara. Sebabnya ? Tidak lain dalam masa orde baru demokrasi bernafas hanya suatu retorika belaka, sehingga lembaga pendidi-kan tidak mampu untuk menjadi daya dorongn sebagai basis kehidupan demokrasi dan sudah menjadi budaya bahwa setiap pemimpin mementingkan individu dan kelompoknya.
Bagaimana ? Reformasi kehidupan berbangsa dan bernegara dimulai dengan kesamaan visi dalam mengaktualisasikan GAYA KEPEMIMPINAN yang mengutamakan kepentingan bangsa dan negara.
Sejalan dengan uraian diatas, maka tujuan penulisan ini dapat dirumuskan sebagai berikut :
a. Wacana untuk mengembangkan pemikiran tentang pentingnya kesamaan visi dalam mencari gaya kepemimpinan.
b. Merumuskan kepemimpinan yang sesuai dengan tun-tutan reformasi dalam berbangsa dan bernegara
c. Merumuskan kreteria-kreteria yang dapat diterima semua pihak sebagai pedoman dalam proses keputus-an pemilihan pemimpin.
d. Mengungkapkan kepemimpinan berdasarkan ajaran islam sebagai postulat.
e. Mengungkapkan pengelolaan otak untuk mengembang kan gaya kepemimpinan.
f. Mengembangkan kebersamaan dalam komitmen untuk mewujudkan kepentingan yang tidak terkotak-kotak.
g. Mengembangkan kebersamaan pemikiran untuk me-ngembangkan orang dalam budaya yang beragam.

29 . BATASAN DAN PENGERTIAN
Dalam tulisan ini, akan sering dipergunakan beberapa istilah istilah, sehingga perlu digariskan maknanya sebagai berikut :
a. Gaya adalah kesanggupan berbuat yang ditunjukkan oleh sikap dan perilaku dalam perbuatan seseorang.
b. Sikap adalah cara anda mengkomunikasikan suasana hati (mood) anda kepada orang lain. (Oleh Elwood N.Chapman dalam”Sikap”) ;
c. Attitude (Sikap, Pendirian) adalah kecen-derungan untuk memberi respons, baik positif maupun ne-gatif,
d. terhadap orang-orang, benda-benda atau situasi-situa-si tertentu. (Oleh DR. Kartini Kartono & Dali Gulo dalam “Kamus Psikologi) ;
e. Sikap adalah suatu isyarat yang anda pancarkan kepada orang, berarti juga cara anda melihat suattu cara mental dari dalam dengan demikian memusatkan perhatian pada factor-faktor positif dari lingkungan, maka akan mudah untuk tetap bersikap positif. Seba-liknya ada gonjangan pada diri anda akan berdampak sikap anda menjadi negatif, dalam situasi demikian tantangannya adalah penyesuaian sikap untuk me-ngembalikan kepada yang positif.

f. Perilaku adalah tanggapan atau reaksi individu yang ter-wujud dalam gerakan (sikap, tidak saja badan atau ucapan (Oleh Kamus Besar Bahasa Indonesia) ;

g. Behavior (Perilaku, tingkah laku) : Tingkah laku ; setiap tindakan manusia atau hewan yang dapat dilihat. ( Oleh DR. Kartini Kartono & Dali Gulo dalam “Kamus Psikologi)
h. Perilaku Nonasertif bersifat pasif dan tidak langsung. Perilaku ini mengkomunikasikan suatu pesan inferio-ritas. Dengan menjadi nonasertif, kita membiarkan keinginan, ke-butuhan, dan hak orang lain menjadi lebih penting ketimbang milik kita. Perilaku nonasertif membantu menciptakan situasi “menang kalah”. Orang yang berperilaku nonasertif akan kalah
i. sementara membiarkan orang lain menang (atau paling banter tidak dipedulikan). Mengikuti jalan ini membuat anda menjadi korban, bukan pemenang ;
j. Perilaku Agresif lebih kompleks. Perilaku ini dapat aktif atau pasif. Agresi dapat langsung atau tidak langsung, jujur atau tidak jujur – tetapi selalu mengkomunikasikan suatu kesan supe-rioritas dan tidak adanya aspek. Dengan bersikap agresif kita menempatkan keinginan, kebutuhan, dan hak kita di atas milik orang lain. Kita berusaha menuruti kemauan kita dengan tidak memberikan pilihan kepada orang lain. Perilaku agresif biasanya tidak pantas karena melanggar hak orang lain.

Orang yang berperilaku agresif mungkin “menang” dengan memastikan bahwa orang lain “kalah” – tetapi dengan bertindak begitu mereka akan mendapatkan pembalasan.

k. Tak seorang pun menyukai seorang tukang gertak. ; Perilaku asertif bersifat aktif, langsung dan jujur. Perilaku ini mengkomunikasikan kesan respek kepada diri sendiri dan kepada orang lain. Dengan bersikap asertif, kita memandang keinginan, kebutuhan, dan hak kita sama dengan keinginan, kebutuhan dan hak orang lain. Kita bekerja ke arah hasil “sama-sama menang”. Orang yang asertif menang dengan mempengaruhi, mendengarkan, dan bernegosiasi sehingga orang lain memilih untuk bekerja sama dengan rela. Erilaku ini menghasilkan keberhasilan tanpa pembalasan dan mendorong hubungan yang jujurr dan terbuka. (Oleh Sam R. Lioyd dalam “Mengembangkan Pe-rilaku Asertif Yang Positif”)
l. Perilaku adalah segala tindakan yang dilakukan oleh suatu organisme, baik dapat diamati maupun yang tidak dapat dia-mati (seperti pikiran dan perasaan), dengan kata lain perilaku adalah “Gaya”. Jadi setiap manusia akan mengaktualisasikan diri kedalam tiga gaya perilaku yang disebut dengan asertif, nonasertif dan agresif.
m. Kepemimpinan (leadership) adalah kegiatan untuk mempengaruhi orang, agar orang-orang itu mau beru-saha mencapai tujuan atau sasaran tertentu. (Oleh Prof.Komaruddin dalam “Ensiklopedia Manajemen”)
n. Kepemimpinan berarti berada di barisan paling depan; menggunakan badan, gerakan maju dan keterampilan komunikasi Anda untuk memberi arahan kepada yang lain jalan mana yang harus ditempuh. (Oleh A.Dale Timpe dalam “Leadership”)
o. Islam (agama islam) : Sekarang saya telah menyerah kepada-Nya. Menyerah dengan sebulat hati. Artinya segala perintah dan hukumnya aku taati; suruh-Nya aku kerjakan, laranganNya aku hentikan, dengan segenap kerelaan. Inilah Islam ! …………Perpaduan yang tidak terpisah di antara kepercayaan dan penyerahan, di antara ‘Aqidah dan Ibadah, di antara penga-kuan hati dan perbuatan, itulah agama yang sewajarnya. (Oleh Prof.DR. Hamka dalam “Iman dan Amal Shaleh”)

30. PENDEKATAN DALAM PENULISAN
Pendekatan dalam penulisan ini adalah metoda deduktif arti-nya untuk menarik kesimpulan umum berupa pengetahuan yang didasarkan suatu kaidah yang diajarkan dalam agama islam bagaimana peran yang harus dilakukan menurut ajaran dalam menyerahkan diri dengan segenap kerelaannya untuk ditaati dan meninggalkan seluruh larangan-Nya dengan melakukan perbuatan berpikir secara metodis dan non-metodis melalui suatu pola dan langkah dalam amalan lahir dan batin baik selaku pemimpin maupun pengikut.
Secara tidak langsung mengungkapkan pendekatan metoda induktif artinya disini hanya menekankan dari pengamatan atas kaidah khusus untuk menentukan kaidah yang umum.

31. MEMBANGUN KOMITMEN DALAM
GAYA KEPEMIMPINAN

Komitmen merupakan salah satu unsur dimensi dalam proaktivitas, ia lahir dari akal dengan berpikir yang disadari. Kesadaran bukan di otak, tetapi berpusat dihati. Hati adalah alat untuk menghayati, makanya komitmen marupakan hasil kerja hati dengan penghayatan. Jadi bila dilihat dari sudut batiniah, komitmen merupakan pengorbanan bisa merupakan kata-kata ataupun perilaku yang memperlihatkan yang abstrak tapi konkrit, konkrit tapi abstrak. Dengan demikian secara vokus dapat kita mengatakan bahwa komitmen hanya merupakan omong kosong yang tidak dilandaskan atas suatu keyakinan yang dapat dibuktikan antara kata dengan perbuatan.

Dengan teknik 5W dan 1H, maka komitmen ditentukan oleh WHO, WHAT, WHERE, WHEN, WHY dan HOW. Jelas seperti pragmatisme daur hidup ini, senantiasa diemban status positip dan negatip di segala jenis atau unsur fragmen-fragmen kehidupan. Ada komitmen yang pamrih dan ada pula komitmen yang tidak pamrih.

Jelas pula bahwa di organisasi manapun para superior tentunya selalu ingin mengemban subordinate-subordinate yang mengemban rasa komitmen sangat tinggi, sangat positip. Mengapa begitu ? Sebab dari sumber daya manusia baik selaku pemimpin maupun karyawan yang berkomitmen begitu dapat dilahirkan produktivitas yang tinggi akan berdampak untuk menunjang maksimalitas proses pemanfaatan yang didapat.

Dengan demikian, maka “a sense of execellent commitment” adalah begitu esensil bagi keberhasilan individu, kelompok dan organisasi. Oleh karena itu pula, tanpa eksistensinya komitmen sulit dibayangkan untuk mempersiapkan masa depan yang cerah. Komitmen menjadi lawan kata perilaku egoisme.

Dari batas – sumber apa – mana saja sebenarnya komitmen berasal.? Sebelum menjawab pertanyaan diatas, sebaiknya kita menyadari kembali bahwa KOMITMEN adalah suatu perilaku bathiniah yang sangat bernilai tinggi, luhur budinya, mulia ahklaknya, khususnya bilamana komitmen yang bersangkutan diperuntukkan kepada kepentingan orang banyak dan kedua orang tua kita dan sudah tentu bermula kepada Tuhan yang maha esa. Sejalan dengan itu dapat kita kemukakan bahwa sumber komitmen dapat kita lihat dari sisi, pertama secara transendentil seperti motivasi, sense of belonging, sense of responsibility, religion’s sake, dsb. dan kedua secara terestial seperti safety, promotion, reputation, dsb.

Sebagai ilustrasi pada transendentil seperti Komitmen-nya ke dua orang tua kita, yang tidak pamrih tapi jujur, tulus iklas demi Allah, demi kemanusiaan. Pada terestial misalkan suatu perusahaan menetapkan sistem Longlife Service, maka rasa komitmen mereka terhadap perusahaan begitu tinggi karena hidupnya lebih terjamin, dengan demikian timbullah rasa dedikasi, loyalitas, ketekunan, keulatan, disiplin, harga diri dsb.

Dengan memperhatikan uraian yang kita kemukakan diatas, maka bagi kepemimpinan yang sukses, ia memulai melang-kah dalam pikirannya dengan niat sebagai komitmen.

Anda seorang pemimpin, dan tidak jarang dari pengalaman anda bahwa penunjukan seseorang untuk menjalankan suatu aktivitas menunjukkan ketidak jelasan peran yang harus dipertanggung jawabkannya. Keadaan itu mendorong orang menjadi tidak terampil sehingga tidak jarang akan kita jum-pai seperti seseorang datang pada anda menceritakan masa-lah yang dihadapinya, tapi tidak seorangpun mempunyai komitmen untuk mencari penyelesaian sebagai solusinya.

Disisi lain andapun menyadari adanya ungkapan seperti “Komitmen tidak menjamin sukses, tetapi kurangnya komit-men menjamin kegagalan”, maka ditahun 1970-an, orang mementingkan diri pribadi, tahun 1980-an merupakan deka-de materialistik, tapi tahun 1990-an , nilai-nilai mengalami perubahan, sehingga orang mengatakan “Era yang menjun-jung tinggi nilai-nilai akan tiba”. Yang dimaksud dengan nilai disini adalah nilai-nilai abadi seperti kepercayaan, harapan, cinta, keadilan, pengampunan, kejujuran, pelayan-an, pengorbanan, kerendahan hati dan kesukarelaan.

Dengan memperhatikan uraian diatas, marilah kita mencoba untuk memahami dua orang pemimpin dengan pendekatan yang berbeda sebagai suatu ilustrasi dibawah ini :
Talib selaku pemimpin pertama mengambil suatu pendekat-an, apa yang disebut dengan “Task-Oriented”. Dia mulai duduk dan menyusun diatas kertas pekerjaan dan tugas yang harus dilakukan setiap bawahannya. Dan kemudian dia mengumpulkan kelompok bawahannya itu, membentangkan tujuan yang akan dicapai dan menerangkan cara umum untuk mengerjakan dan mencapainya. Dia melakukan dan terlihat dalam sejumlah diskusi yang layak dalam kelompok itu, tapi dia tetap menjaga batas-batas yang jelas. Seorang bawahan bisa saja memilih sejumlah pilihan atau kemungkinan yang tersedia untuknya dalam melaksanakan bagiannya untuk mengerjakan pekerjaan itu, tapi bawahan itu harus tahu bahwa dia harus melangkah melalui jejak dan garis yang sudah ditentukan oleh pimpinan. Dan begitu kelompok tadi sampai tahap pelaksanaan, Talib mengawasi dengan teliti. Dia selalu hadir di tempat kerja untuk mengawasai pekerjaan tadi. Dia memberikan petunjuk dan mendengarkan saran-saran. Kadang-kadang dia menerima saran, yang brlingkup kecil. Pada tahap akhir, Talib menangani semuanya secara ketat, sampai proyek itu selesai.Rachman menggunakan suatu pendekatan yang berbeda, apa yang disebut dengan “People – Oriented”.

Tindakannya yang pertama ialah memanggil dan mengumpulkan semua bawahan yang memegang kedudukan kunci. Dalam pertemuan itu, dalam suasana keterbukaan Rachman berkata : Inilah yang akan kita kerjakan. Saya ingin mendengar dari kalian semua, ide-ide anda tentang bagaimana kita melaksanakan hal itu. Rachman sangat sabar. Dia menggunakan banyak waktu untuk memperbincangkan setiap usul dan saran. Akhirnya suatu rencana terbentuk. Para bawahan diberikan kebebasan yang maksimum dalam hal mereka akan melak-sanakan bagian tugasnya dalam seluruh pekerjaan itu. Rachman sendiri selalu siap untuk melakukan tugas-tugas yang lebih bersifat pendobrak kesulitan dan kemacetatan, dari pada sebagai seorang kepala dan atasan. Sebagaimana sering dikatakan Rachman sendiri “para pekerja adalah orang-orang yang kuat dan baik motivasinya, saya tidak terlalu mengawasi atau seperti memata-matai”

Dari kedua kasus tersebut timbul pertanyaan, manakah pemimpin yang paling berhasil dalam mengembangkan komitmen bagi semua pihak dalam mencapai sasaran pekerjaan yang telah ditetapkan ?.

Dalam hal ini Rachman lebih berhasil dari Talib, mengapa
Rachman lebih menekankan kepada orientasi manusia, ia berharap setiap orang pada dasarnya memiliki kemampuan, asalkan diberikan kesempatan untuk berbuat dan belajar, sehingga ia memiliki kepercayaan diri, sebaliknya Talib lebih menekankan kepada tugas, kurang mendidik untuk percaya diri.

Dengan memperhatikan uraian-raian yang kita kemukakan diatas, kiranya dapat kita simpulkan suatu difinisi Komitmen dalam gaya kpemimpinan islam sebagai berikut :

Untuk dapat memahami jalan pikiran tersebut, kita dapat membaca dari setiap huruf yang bermakna dari kata komitmen sebagai pondasi untuk mewujudkan komitmen itu sendiri.

Komitmen, terdiri dari 8 huruf, yang memiliki makna tersendiri yaitu :
Huruf K – Kebersamaan dalam komitmen
Huruf O – Orang dalam komitmen
Huruf M – Memahami dalam komitmen
Huruf I – Intelegensi dalam komitmen
Huruf T – Tasamuh dalam komitmen
Huruf M – Mental dalam komitmen
Huruf E – Eklektis dalam komitmen
Huruf N – Nalar dalam komitmen

Kedelapan huruf tersebut merupakan landasan yang kuat untuk penopang dari suatu keberhasilan, yang selanjutnya dapat diuraikan sebagai berikut :

Komitmen adalah wujud KEBERSAMAAN dalam mengko-munikasikan suara hati kepada ORANG lain dalam MEMA-HAMI yang berdasarkan INTELEGENSI secara TASA-MUH dengan sikap MENTAL positip untuk bertindak secara EKLEKTIS yang bersandarkan kemampuan NALAR yang tinggi dalam menanggapi perubahan.

Bagi seorang pemimpin yang penting untuk mengetahui dalam pikirannya bahwa disatu sisi apakah ada komitmen yang diberikan oleh bawahannya dan disisi lain apakah bermakna komitmen tersebut baginya.

Kedelapan huruf tersebut merupakan landasan yang kuat untuk penopang dari suatu keberhasilan, yang selanjutnya dapat diuraikan sebagai berikut :

(K) EBERSAMAAN DALAM KOMITMEN
Mampukah anda berpikir untuk memanfaatkan otak atas (kanan dan kiri) dan otak bawah sadar menjadi satu kesatuan dalam bersikap dan berperilaku. Bila ini terjadi dan sering terjadi diharapkan menjadi wujud dari kebiasaan anda untuk berpikir. Kebiasaan berpikir secara positip hanya dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, bila anda mampu mengendalikan kesadaran yang ada dalam hati bukan di otak. Dengan demikian, bila kita mampu mengintergrasikan berpikir dengan otak dan berpikir dengan intuisi, maka anda mampu mewujudkan KEBERSAMAAN dalam komitmen.

Kebersamaan harus dapat dilihat menjadi kebiasaan dalam hidup ini dalam memandang wujud sikap yang disebut dengan PERSPEKTIF disatu sisi dan disisi lain disebut dengan RELATIVITAS. Dengan demikian dapat kita katakan bahwa membangun komitmen, bermula dari kemampuan untuk menyatukan kebersamaan dalam tindakan

Perspektif mengandung arti kapasitas memandang sesuatu dalam kaitannya dengan tingkat kepentingan relatif. Ketidakmampuan manusia dalam memandang masalah-masalah dalam hidup ini dari sisi relatif, merupakan titik kelemahan yang utama, sehingga perwujutan kebersamaan yang bersifat abstrak itu, sangat sulit untuk dihayati karena perbedaan kita dalam memandang arti kesuksesan dan kegagalan.

Dengan demikian, maka membangun kebersamaan merupa-kan titik awal untuk melahirkan komitmen yang diberikan oleh seseorang berdasarkan pengorbanan dari dirinya, melalui suatu proses berpikir dalam kebiasaan yang perspektif dengan memperhatikan tingkat relativitas dalam tujuannya.

Caranya dengan belajar menempatkan segala hal dalam perspektif yang tepat, maka disitulah akan terletak kebiasaan anda bisa melihat masalah sehari-hari, khususnya masalah tidak adil yang terjadi pada diri anda, dalam sisi yang lebih relatif.

(O) RANG DALAM KOMITMEN
Seseorang yang memasuki suatu sistem sosial berarti orang yang tersebut siap memberikan suatu komitmen dalam menjalankan pekerjaan yang harus dilakukannya. Komitmen merupakan sikap yang diperlihatkan orang itu bilamana ada kejelasan yang berkaitan dengan peranan dan kedudukan orang dalam satu sistem sosial.

Peranan dan kedudukan merupakan dua sisi mata uang yang saling bergantung satu sama lain dengan dua konsepsi yang berbeda satu sama lain, dimana kedudukan atau sering diungkapkan dengan jabatan, berarti gambaran konsepsi relasional dan berkaitan dengan kekuasaan, sedangkan peranan merupakan konsepsi kewajiban.

Dengan kejelasan peranan dan kedudukan, bilamana seseorang berada dalam struktur organisasi formal, maka orang tersebut akan menunjukkan sikap komitmen positif artinya akan melaksanakan tugas yang dibebankan kepadanya dalam suasana jiwa yang lebih mengutamakan kreatifitas. Orang dengan komitmen yang tinggi berarti memiliki prinsip-prinsip dalam usaha menjalankan peran dan kedudukannya. Prinsip-prinsip tersebut berkaitan dengan sikap. intlektual dan persaudaraan.

Prinsip yang berkaitan dengan sikap, meliputi 1) sikap mental positip ; 2) sikap pengambil inisiatif ; 3) sikap disiplin diri. Prinsip yang berkaitan dengan intlektual, meliputi 4) visi yang kreatif ; 5) perhatian yang terkendali ; 6) berpikir secara akurat. Prinsip yang berkaitan dengan persaudaraan meliputi 7) kerja tim ; 8) penyatuan potensi ; 9) kepastian tujuan dan sasaran.

1) MENTAL POSITIP DALAM PRINSIP SIKAP
Prinsip ini kita letakkan sebagai landasan utama karena ia merupakan penentu dalam menentukan tindakan, apakah anda akan memilih tindakan prestasi dan atau tindakan dalih. Suara hati yang anda komunikasikan kepada orang lain, maka orang lain hanya dapat mempengaruhi atau menyarankan, tetapi jalan pikiran anda, hanyalah anda sendiri yang dapat mengendalikan pikiran anda untuk dapat menerima atau menolak.

2) PENGAMBIL INISIATIF DALAM PRINSIP SIKAP
Prinsip ini kita letakkan sebagai landasan kedua karena ia merupakan proses penggerak cepat untuk menjabarkan banyak hal. Apa kesalahan yang tersebar dalam hidup anda yaitu setiap kali anda seharusnya melakukan sesuatu dan tidak melakukannya, semua kesalahan yang anda sesali rupanya berpusat pada kesempatan yang meleset, yang seharusnya anda ambil tetapi tidak anda ambil, karena anda terlambat memutuskan untuk mengambilnya.
Inisiatif sebagai suatu proses, maka perlu kita hayati hal-hal yang disebutkan dibawah baik ia merupakan unsur pembawaan maupun sebagai unsur yang dapat dikem-bangkan yaitu :

Inisiatif berarti anda berkeinginan untuk memotivasi tin-dakan menanamkan keinginan untuk meraih keunggulan pada diri anggota lainnya sertamelepaskan inisiatif di-samping memiliki sendiri.

3) DISIPLIN DIRI DALAM PRINSIP SIKAP
Sikap ketiga apa yang kita sebut dengan disiplin diri karena setiap orang sebagai mahkluk yang sempurna mempunyai akal, ketenangan dan kesimbangan untuk mengendalikan diri kita sendiri dan untuk melakukan apa yang kita inginkan.
Sejalan dengan apa yang diungkapkan diatas, maka anda memahami bahwa tanggung jawab nomor satu mereka adalah untuk disiplin. Kalau mereka tak dapat memimpin diri sendiri, mereka tidak bisa memimpin orang lain. Dengan disiplin diri berarti kemampuan mengendalikan pikiran, kebiasaan dan emosi anda.

4) VISI YANG KREATIF DALAM PRINSIP INTLEKTUAL
Pandangan jauh kedepan menunjukkan kemampuan imajinasi anda, merupakan prinsip keempat karena imajinasi adalah kerja pikiran, tempat gagasan dan fakta yang mampu dipadukan dalam satu kombinasi dan dimanfaatkan secara baru.
Oleh karena itu prinsip ini merupakan titik pusat terhadap prinsip yang sudah dibicarakan maupun yang akan dibicarakan karena prinsip yang lain menimbulkan imajinasi dan menggunakannya.
Seandainya bahwa imajinasi anda menggambarkan cer-min dari jiwa anda, sudah selayaknya anda mempunyai hak untuk berdiri didepan cermin dan melihat diri anda, apa yang diinginkan oleh anda maka distu terletak visi yang kreatif anda.

5) PERHATIAN YANG TERKENDALI DLM PRINSIP INTLEKTUAL
Prinsip kelima apa yang disebut dengan perhatian yang terkendali sebagai kemampuan untuk mengarahkan piker-an pada masalah kritis dapat dikuasai serta dipecahkan, setelah itu baru masalah pokok dan insidentil dapat dipe-cahkan. Dengan kemampuan untuk berpikir seperti yang anda inginkan itu, maka anda mengarahkannya ke suatu tujuan yang pasti, ini berarti pula kemampuan anda untuk mengorganisasikan pengetahuan anda kedalam suatu rencana pelaksanaan yang diperkirakan dapat dijalankan.
Selanjutnya dengan keinginan yang besar dan perhatian yang terkendali, maka melalui imajinasi yang diciptakan-nya dirubah menjadi suatu kenyataan. Gunakanlah keinginan itu untuk mengendalikan perhatian anda dan anda percaya bahwa dapat melakukkannya.

6) BERPIKIR SECARA AKURAT DALAM PRINSIP INTLEKTUAL
Dalam analisis kontemporer mengenai fungsi otak bagian kiri dan kanan, maka prinsip keenam yang disebut berpikir secara akurat terletak bagian kiri sedangkan produk otak bagian kanan yang bersifat imajinatif. Jadi berpikir secara akurat akan membantu secara logis pemecahan masalah yang telah diidentifikasi oleh visi kreatif yang bersifat intuitif.
Dengan demikian, berpikir secara akurat adalah berpikir logis. Ia merupakan proses penalaran ketika satu penilaian lainnya dan kesimpulan yang tepat ditarik dari bukti yang ada karenanya ia memahami benar yang berkaitan dengan daur pembuatan keputusan.
7) KERJA TIM DALAM PRINSIP PERSAUDARAAN
Prinsip ketujuh kita sebut dengan kerja tim. Yang bagai-mana kerja tim dianggap sukses, disini kita akan melihat tiga jenis tim yaitu ada tim yang disebut dengan menciptakan kejadian, ada yang disebut yang menonton kejadian, dan terakhir apa yang disebut dengan menga-gumi kejadian.
Dari ketiga jenis tim tersebut, maka kerja tim yang sukses adalah tim yang menciptakan kejadian, sehingga anggota tim yang positip.
8) PENYATUAN POTENSI DALAM PRINSIP
PERSAUDARAAN
Penyatuan informasi, pengetahuan, keterampilan dan sikap sebagai jaringan merupakan prinsip kedelapan yang akan menunjukkan semangat persaudaraan yang harmonis. Dengan demikian, bila bila dua atau lebih terjadi penyatuan potensi maka semangat persaudaraan yang harmonis itu akan menghasilkan kekuatan gabung-an yang jauh lebih besar tanpa penggabungan jaringan.
Melalui penggabungan jaringan itu, maka pemikiran masing-masing salaing mengembangkan yang pada akhirnya anda akan memperoleh pemikiran yang paling baik dalam mengidentifikasi situasi, merumuskan masalah dan pemecahannya.
Kunci keberhasilannya akan sangat ditentukan semangat keharmonisan dalam membentuk hubungan-hubungan yang harus diperlihara dan didorong untuk berkembang, walaupun hal itu sangat sulit untuk dilaksanakan, tetapi bila masing-masing bisa menyadari dan menginginkan ada seribu cara untuk mencapainya, tapi bila tidak ada keinginan ada seribusatu cara untuk mempersulit penggabungan jaringan tersebut.
9) KEPASTIAN TUJUAN DALAM PRINSIP PERSAUDARAAN
Prinsip ini diletakkan pada bagian akhir dalam prinsip persaudaraan sebagai kunci untuk menunjukkan peta jalan kearah mana anda kan bergerak. Peta jalan tersebut merupakan pedoman dan sekaligus mengandung harapan-harapan dimana disatu sisi kepastian tujuan merupakan langkah tertentu dan penjabaran tujuan kedalam sasaran-sasaran merupakan tolok semua keberhasilan anda.
Setiap langkah dalam perjalanan hidup anda dengan adanya kepastian tujuan itu memberikan efek sinergitik pada kemampuan anda dalam komitmen yang anda berikan.
Dengan demikian anda akan bekerja dengan lebih baik agar harapan anda dapat diwujudkan seperti apa yang diharapkan.
Dalam mengembangkan kepastian tujuan yang dicapai pada umumnya akan kita jumpai beberapa prinsip dasar yang sering diungkapkan oleh banyak pendapat sebagai berikut :
Langkah kesatu, yang paling jelas tulislah secara jelas kepastian tujuan yang hendak dicapai secara kualitatif ;
Langkah kedua, jabarkanlah tujuan tadi kedalam sasaran yang bersifat kwantitatip ;
Langkah ketiga, susunlah rencana kerja secara menyeluruh, termasuk target waktu untuk pencapaiannya
Langkah keempat, lihatlah selalu rencana yang telah ada, buat untuk memberikan dorongan agar memaksimumkan sumber daya secara efesien dan efektif.
(M) EMAHAMI DALAM KOMITMEN
Memahami dalam komitmen mengandung makna bahwa setiap individu dengan kadar yang berbeda memiliki suatu potensi yang ada pada dirinya untuk melahirkan dan mengembangkan gagasan-gagasan baru. Apa artinya itu bagi Anda ?. Tidak lain bahwa kemajuan masa depan anda terletak memahami dalam komitmen pada diri anda sendiri, anda yang mengetahui, apakah anda menjadi seorang yang sukses ataukah anda seorang yang gagal. Dengan demikian sukses, bukanlah tempat untuk dituju, melainkan suatu jalan yang harus ditempuh.

Bagaimana kita harus menempuh jalan itu?. Disinilah letak kematangan anda untuk mewujudkan memahami dalam komitmen pada diri anda.

Caranya adalah tidak lain dengan membentuk suatu sikap yang dinamis, yang menjadi daya dorong agar daya kekuatan yang ada pada diri anda melihat adanya kesempatan.

Kesempatan, berada dimana-mana setiap saat, oleh karena itu carilah kesempatan itu walaupun bagaimna posisi keadaan diri anda saat ini.Yang penting anda memahami dalam komitmen diri anda bahwa dalam benak anda terletak kuncinya. Kunci itu bernama “Kemauan untuk bertindak”.

Kunci ini pula yang menggerakkan daya kekuatan pribadi anda untuk berpikir dinamis dan mengikuti tindak lanjut pemikiran tersebut. Jadi pemikiran dalam memahami adalah potensi rohaniah yang memiliki fungsi kemampuan yang terletak diakal.

Akal itu sendiri berpusat atau bersumber dari kesanggupan jiwa yang disebut dengan intelegensi (sifat kecerdasan jiwa). Memahami merupakan hasil dari pemikiran metodis artinya berpikir yang disadari. Tapi kesadaran bukan diotak, tetapi berpusat di hati. Hasil kerja hati dengan penghayatan itu disebut intuisi. Jadi memahami adalah hasil dari berpikir intuisi.

Dengan demikian perlu kita sadari bahwa wujud sikap yang kita tunjukkan dengan memahami adalah unsur yang akan melahirkan komitmen dari pengorbanan diri dengan landasan berpikir intuisi dengan memanfaatkan Otak bawah yang berperan melakukan pengawasan terhadap hati, paru-paru, jantung dan bagian tubuh lainnya.

(I) NTELEGENSI DALAM KOMITMEN
Yang diungkapkan disini mengenai intelegensi yang berpusat di otak atas yang terdiri dari otak kiri dan kanan, merupakan benda putih yang lunak di dalam rongga tengkorak yang menjadi pusat syaraf dan merupakan alat berpikir, bukan alat menghayati. Untuk jelasnya penggunaan otak kiri dan kanan dapat dikemukakan sebagai berikut :

Otak kiri untuk : Otak kanan untuk :
Logika Gambar
Angka Warna
Analisis Ritme
Linear Seni dan bentuk
Sains Imajinasi
Matematika Kreativitas

Dengan memanfaatkan kedua sisi otak dengan bersamaan yang saling memberikan sinergi, akan mampu meningkatkan bakat dan keterampilan samapai pada tingkat tertentu. Untuk menggerakkan itu diperlukan adanya gagasan yang dilahirkan dari hasil pikiran otak sebagai alat pikir. Konsep ini mencetuskan dorongan kedalam komitmen diri yang akan menimbulkan keinginan.

Jadi gagasan adalah penggerak kekuatan sebagai perangsang dan pembentuk sebagai wujud dari komitmen itu sendiri. Yang sering dipertanyakan mengapa sulit untuk melahirkan gagasan itu. Dikatakan sulit memunculkan gagasan, pada umumnya ada anggapan bahwa anda dapat memunculkan suatu gagasan karena bakat pembawaan sejak lahir bukan karena belajar.

Disinilah letak keberanian anda untuk menghilangkan anggapan itu sehingga pintu hati anda terbuka, dan karena itu diperlukan keinginan anda untuk membentuk komitmen diri anda.

Bilamana anda ada keinginan untuk meletakkan landasan komitmen diri, maka anda menyadari seperti kata peribahasa “Tambang emas dalam diri anda adalah pikiran anda. Anda dapat menggali sepuas anda inginkan”. Jadi yang diperlukan adalah pemahaman dasar, sedikit pengelaman terhadap proses tersebut, maka penghalang yang diinggapi pada diri anda akan lenyap. Akhirnya bagaimana sebaiknya kita mengelola gagasan, seandainya ia muncul, untuk itu sebaiknya kita berpikir dinamis yaitu :

Hindarilah keyakinan atas daya ingatan, agar anda tidak selalu bergantung atasnya, sehingga jangan lupa mencatat setiap ada pemikiran mengenai gagasan.
Buatlah analisa atas gagasan-gagasan yang anda timbulkan dan kembangkan gagasan tersebut seluas mungkin.
Hubungkan gagasan baru tersebut dengan yang senada dan selanjutnya anda berpikir apakah gagasan tersebut dapat diterapkan pada kondisi sekarang ini.
Bila gagasan itu bisa diterapkan, maka susunlah rencana apa yang harus dilakukan.
Anda harus mempertimbangkan “kapan dan dimana” dapat dikemukakan gagasan itu agar memperoleh hasil yang efektif.

(T) ASAMUH DALAM KOMITMEN

Tasamuh berarti kelapangan dada atau kesabaran. Komitmen merupakan pengorbanan diri, maka diperlukan suatu tonggak yang kokoh yang kita sebut dengan tasamuh karena kita menyadari sepenuhnya bahwa pikiran, tindakan, emosi merupakan kehidupan diri kita.

Jadi kedalam komitmen seseorang diantara kita akan berbeda karena akan sangat tergantung kepada apa yang didapat seseorang dari kedewasaan rohaniah, sosial, emosi dan intelektual yang dimilikinya. Dengan demikian seseorang yang memiliki tingkat tasamuh yang tinggi akan memiliki suatu kemampuan untuk berpikir yang metodis (yang disadari) merupakan kerja dari dua unsur organ di dalam diri kita yaitu unsur otak dan unsur hati.

Dengan tasamuh yang tinggi, anda akan mampu menempat-kan dalam berpikir biasa, berpikir logis, berpikir ilimiah, berpikir filsafat dan berpikir theologis sehingga mampu meletakkan arti komitmen dalam diri anda.

(M) ENTAL DALAM KOMITMEN

Makna mental disini, hal yang menyangkut batin dan watak manusia, bukan yang berkaitan sifat badan atau tenaga. Jadi yang dimaksudkan mental adalah yang berkaitan dengan karekter artinya bentuk organisasi individual daripada kehidupan perasaan-perasaan dan hasrat-hasrat. Dengan demikian mental disini lebih menekankan karekter dalam arti sempit. Karekter dalam arti luas mengandung makna kepribadian, oleh karena itu karekter hanyalah merupakan satu aspek dari kepribadian. Sedangkan kepribadian mencakup unsur vitaliteit, temperamen, karekter (dalam arti sempit) dan bakat-kemampuan.

Sejalan dengan uraian yang dikemukakan diatas, maka mental merupakan tonggak yang kokoh untuk mewujudkan komitmen. Mental pribadi yang ditunjukkan karekter yang sesungguhnya, terdiri dari arah individual dari-pada kehidupan perasaan dan asrat. Wujudnya yang dapat kita lihat scara langsung ialah tindak-kelakuan didalam situasi konkrit. Misalnya seorang pegawai menjalankan dengan teliti semua ketentuan-ketentuan peraturan.

Hal ini belumlah menandakan bahwa pegawai yang bersangkutan memiliki karekter setia kewajiban, karena mungkin saja ia berbuat itu untuk menimbulkan kesan baik.

Jadi tindak-kelakuan dimainkan oleh peran dari kecen-derungan-kecenderungan manusiawi, situasi dan kemerdeka-an.

Oleh karena itu tindak-kelakuan yang ditunjukkan dengan sikap mental po-sitip menunjukkan perasaan dan asrat sebagai pengorbanan diri adalah sejalan dengan kepentingan kelompok dan orgnisasi. Dengan demikian tindak-kelakuan itu akan menunjukkan wujud dari komitmen yang sesung-guhnya dalam menjalankan sesuai dengan peran dan jabatan yang diminta.

(E) KLEKTIS DALAM KOMITMEN

Eklektis bermakna bersifat memilih dari yang terbaik dari berbagai sumber (tentang orang, gaya, metode). Memilih merupakan wujud dari tindakan ki-ta dalam berpikir dengan mempergunakan otak sebagai alat untuk dapat memahami dan menghayati atas pilihan-pilihan yang kita putuskan.
Untuk melaksanakan tindakan itu, kita dituntut unuk memanfaatkan potensi yang ada pada diri kita. Jadi disini kita akan mengaktualisasikan diri dalam bentuk percaya diri agar potensi kemampuan kita terbuka untuk berpikir dengan kesadaran, kecerdasan dan akal melalui proses yang disadari agar putusan yang diambil dari alternatip informasi yang diberikan oleh kedua sisi dari otak atas (otak kiri dan kanan).
Dengan demikian haruslah memiliki kemampuan kedewasaan intelektual, emosional, sosial dan rohaniah.
Pada tingkat awal kita berpikir dengan kesadaran, melalui kesadaranlah kita meyakini bahwa untuk mencapai itu kita perlukan seperangkat keterampilan yang diperlukan dalam kemampuan kita untuk memprosesnya. Dengan kesadaran itu pula kita dapat berorientasi meninjau dan merasakan tentang kemampuan diri sendiri, tetapi bersamaan dengan itu juga menaruhkan per-hatian yang berada diluar diri kita.

Perlu diketahui bahwa kesadaran saja tidak punya arti atau tidak berdaya, bilamana tidak dibantu oleh kecerdasan karena kesadaran menyadarkan apa-apa namun kecerdasan melaporkan kepada kita keadaan perkara dan hubungan-hubungannya.

Bertindak berdasarkan eklektis dalam komitmen tidak cukup hanya berpi-kir dengan otak atas dalam bentuk kesadaran dan kecerdasan, tetapi juga dengan akal artinya kita berpikir dengan otak atas (sisi kiri dan kanan) teta-pi juga otak bawah sadar artinya kita berpikir metodis dengan memanfaat-kan unsur otak atas sebagai alat pikir dan unsur otak bawah sebagai alat menghayati.

(N)ALAR DALAM KOMITMEN
Makna nalar dalam berpikir disini artinya jangkauan berpikir yang sangat dalam untuk menempatkan komitmen merupa-kan pondasi dasar sebagai prinsip.

Nalar tanpa prinsip tidak mungkin terwujud dan terbangun seperti apa yang diharapkan oleh komitmen itu sendiri.

Oleh karena itu berpikir dengan nalar berprinsip akan mengaktualisasikan diri dengan mempergunakan otak dalam berpikir dengan mengikuti suatu proses berpikir secara bertahap yaitu yang disebut dengan tahapan-tahapan berpikir biasa, berpikir logis, berpikir ilimiah, berpikir filsafat, dan berpikir theologis.

Berpikir biasa yaitu bergaul dengan pengalaman-pengalaman inderawiah, untuk membentuk ketahuan-ketahuan kita. Berpikir logis yaitu suatu teknik penalaran untuk dapat kesimpulan yang korek. Berpikir ilimiah yaitu berpi-kir secara sistematis, metodis dan objektif, dalam rangka mencapai kebenaran dalam ilmu pengetahuan. Berpikir filsafat yaitu berpikir dialektis yang terarah untuk mendapatkan kebenaran yang hakiki, intergral dan universal. Berpikir theologis yaitu mencapai kepastian (keyakinan) tentang keesaan Tuhan.

Tambang emas yang ada pada diri anda adalah pikiran, bila anda ingin memanfaatkan potensi yang ada dalam diri anda, maka anda harus mampu menggerakkan kemampuan berpi-kir.

Berpikir dengan disadari diperlukan adanya dorongan dari dalam diri anda. Daya dorong itu yang kita sebut dengan KOMITMEN yang harus kita kembangkan dalam diri peribadi dan diaktualisasikan dalam kehidupan kita sehari-hari dalam hidup, bekerja dan belajar.

Komitmen sebagai podasi harus memiliki pilar-pilar untuk menopang keinginan yang hendak dicapai dalam bentuk (K)ebersamaan – (O)rang – (M)emahami – (I)ntelegensi – (T)asamuh – (M)ental -(E)klektis – (N)alar. Pilar-pilar tersebut harus diasah secara teratur agar ia dapat menjadi penggarak untuk mencapai sukses dalam berpikir yang percaya diri.

Keberhasilan itu dapat dicapai dengan kita memahami baik sebagai pelaku penggerak (pemimpin) maupun sebagai pelaku penerima (bawahan) atas peran.

BP MP VI

BAB VI. MENAJEMEN PEMBERDAYAAN PIKIRAN

Dalam bab ini akan menekankan uraian-uraian yang terkait dengan kemampuan pemberdayaan pikiran dalam arti seberapa jauh kita dapat mendalami kekuatan berpikir agar dapat secara berkesinambungan mampu memanfaatkan Otak, Hati dan Keberanian menjadi suatu kebiasaan dalam berpikir secara produktif, sehingga berpikir dimaksudkan untuk mengetahui sesuatu yang belum diketahui.
Oleh karena itu, Manajemen Pemberdayaan Pikiran itu melalui suatu proses dalam pelaksanaannya yang mencakup

23. PERENCANAAN PEMBERDAYAAN
Membangun dan memelihara suatu kepribadian yang utuh berarti adanya suatu kepercayaan diri sebagai sumber sukses dan kemandirian melalui peningkatan kedewasaan rohaniah, sosial, emosial dan intelektual.

Sejalan dengan apa yang kita utarakan diatas, maka sukses dan kemandirian tidak mungkin kita raih, bila kita tak berkeinginan untuk mendorong kemajuan berpikir. Tak satupun ummat didunia tidak meyakininya bahwa kemajuan suatu ummat akan terletak pada cara berpikirnya.

Oleh karena itu hasil pemikiran dan ilmu pengetahuan sangat menentukan kemajuan ummat dalam bidang agama dan bidang dunia adalah manusia harus menggali tambang emas yang ada pada dirinya yaitu pikiran untuk kehidupan baik di dunia kini maupu di akhirat nanti.

Betapa sempurnanya ajaran Islam mengajarkan agar setiap orang mau memikirkan berbagai kejadian langit dan mengamati alam semesta, menghayati dan mentafakkuri setiap persoalan dan peristiwa yang terdapat dalam alam semesta ini, supaya meyakini terhadap kebesaran, kekuasaan dan kesempurnaan Allah swt, yang menjadikan dan mengatur semuanya, sehingga makin sadarlah akan segala kelemahan dirinya masing-masing dihadapan Allah SWT.

Akhirnya, marilah kita mengingat kata-kata mutiara yang diucapkan Muhammad S.A.W berupa “Bekerjalah bagi kehidupanmu, seakan-akan kamu akan hidup selamanya, dan beribadahlah kepada Tuhanmu seakan-akan kamu akan mati besok”, oleh karena itu berdayakanlah otak untuk berpikir, bekerja dan belajar dengan suatu rencana sebelum bertindak.
24. MENGORGANISIR PEMBERDAYAAN

Keberhasilan anda untuk merealisir seluruh perencanaan strategik yang telah ditetapkan, maka langkah kedua adalah mengorganisir seluruh sumber daya yang ada dalam diri anda secara produktif. Penulis berkesimpulan sumber daya yang terkandung dalam memori, naluri dan emosi adalah menjadi penggerak kita berpikir, oleh karena itu maka melaksanakan pemberdayaan otak (atas dan bawah) perlu diasah terus menerus.

Sejalan dengan pikiran diatas hanya dapat kita lakukan, bila kita meyadari sepenuhnya bahwa potensi otak kita baru dimanfaatkan sebesar 10% saja, banyak peluang untuk kita menggalinya sepuas hati kita, maka disitulah letak keyakinan kita untuk meletakkan landasan percaya diri sebagai sumber sukses dan kemandirian dalam membentuk perubahan sikap dan perilaku pada tingkat kedewasaan yang memiliki makna dalam hidup ini.

Jadi faktor keyakinan menjadi pendobrak untuk anda memulai, karena disitulah letak keimanan anda terhadap kemampuan anda untuk mempergunakan alat berpikir berupa kesadaran, kecerdasan dan akal dalam unsur untuk melaksanakan koordinasi terhadap sumber daya yang potensial belum dimanfaatkan secara produktif.

Keberhasilan anda untuk merealisir seluruh perencanaan strategik yang telah ditetapkan, maka langkah kedua adalah mengorganisir seluruh sumber daya yang ada dalam diri anda secara produktif. Penulis berkesimpulan sumber daya yang terkandung dalam memori, naluri dan emosi adalah menjadi penggerak kita berpikir, oleh karena itu maka melaksanakan pemberdayaan otak (atas dan bawah) perlu diasah terus menerus.

Sejalan dengan pikiran diatas hanya dapat kita lakukan, bila kita meyadari sepenuhnya bahwa potensi otak kita baru dimanfaatkan sebesar 10% saja, banyak peluang untuk kita menggalinya sepuas hati kita, maka disitulah letak keyakinan kita untuk meletakkan landasan percaya diri sebagai sumber sukses dan kemandirian dalam membentuk perubahan sikap dan perilaku pada tingkat kedewasaan yang memiliki makna dalam hidup ini.

Jadi faktor keyakinan menjadi pendobrak untuk anda memulai, karena disitulah letak keimanan anda terhadap kemampuan anda untuk mempergunakan alat berpikir berupa kesadaran, kecerdasan dan akal dalam usaha anda untuk melaksanakan koordinasi terhadap sumber daya yang potensial belum dimanfaatkan secara produktif.

25. MENGGERAKKAN PERBERDAYAAN
Menggerakkan pemberdayaan otak untuk mewujudkan perubahan dalam bersikap dan perilaku, emosi dan keyakinan diri hanya dapat diwujudkan bila anda menyadari sepenuhnya bahwa perubahan itu diperlukan. Untuk dapat menemukan kelemahan tentang diri, salah satu cara apa yang disebutkan dengan EQ MAP.
Tetapi yang paling penting adalah dalam kehidupan anda ditengah sosial, anda dapat merasakan pikiran-pikiran yang timbul tentang diri anda. Sikap dan perilaku orang lain memandang anda bila anda sedikit saja memperhatikan reaksi yang ditimbulkan dari komunikasi anda akan dirasaka sesuatu yang perlu anda bangkitkan dalam berpikir, maka anda melihat gejala-gejala yang dapat menimbulkan konflik pribadi.
Konflik pribadi hanya dapat diatasi sepanjang anda menyadari sepenuhnya ingin berubah dalam suasana dapat diterima oleh lingkungan dan oleh karena itu perlu diasah secara teratur kehidupan anda untuk melaksanakan perubahan yang diinginkan. Perubahan akan terlaksana bila anda mau berpikir ke arah perubahan itu sendiri.

Menggerakkan pikiran-pikiran yang dapat mempengaruhi dalam berpikir, bila pikiran lahir dan batin dapat diaktualisasikan dengan prinsip saling mengisi dan tidak berdiri sendiri.

26. KONTROL PEMBERDAYAAN
Sukses anda dalam berpikir untuk mengembangkan kontrol dalam pemberdayaan otak sebagai langkah akhir dari keterampilan manajemen pemberdayaan otak, tidak lain dalam usaha anda untuk melakukan perubahan diri secara berencana.
Pikiran itu timbul, sudah tentu terkait dengan kebutuhan anda untuk ingin berubah sejalan dengan perubahan lingkungan anda, tapi bagaimanapun dibalik itu sudah merupakan kebutuhan anda dimana dalam masa tua anda ingin tetap dapat memanfaatkan otak secara terus menerus sebagai langkah untuk tidak menjadi pikun kecuali alasan-alasan medis.
Sejalan dengan yang kita utarakan diatas, maka kontrol dalam pemberdayaan otak perlu anda tingkatkan dalam berpikir, tanpa aktivitas itu sangat sulitlah anda akan keluar dari kebuntuan berpikir.

Bila kebuntuan berpikir itu datang pada diri anda, maka anda dengan cepat melangkah untuk bertindak dengan menyatakan pada diri anda bahwa hanya sampai disinilah kemampuan saya berpikir, itu artinya apa bagi anda, tidak lain anda telah dihinggapi suatu penyakit “kalah sebelum berperang” sebagai akibat anda tidak mampu membendung bujukan setan dalam diri anda sendiri yang mempengaruhi pikiran anda.
Jauhkanlah pikiran “kalah sebelum berperang” dari potensi otak anda, bangkitlah anda dengan kontrol dalam pemberdayaan daya ingat, masa depan, tanggung jawab sosial dan kriativitas untuk menimbulkan perasaan dan motivasi dalam pikiran anda. Jadi bila pikiran anda digerakkan dan kontrol dapat melakukannya, maka sukses ada ditangan anda sendiri.
Jadi sukses anda untuk melaksanakan kontrol dalam pemberdayaan daya ingat dalam usaha untuk mewujudkan kenyataan masa depan akan sangat dimotivasi oleh tanggung jawab sosial dan kreativitas anda.

27. APLIKASI MANAJEMEN PEMBERDAYAAN

1) MERENUNG DIRI
Pada saat anda seorang diri, cobalah anda layangkan pikiran anda dengan membuat sebuah pertanyaan seperti “untuk apa saya hidup di dunia ini “? Jawabnya ada dibalik pertanyaan itu yaitu berpikir, bekerja dan belajar. Bila tiga kata itu muncul di otak anda, itu berarti anda akan menggerakkan alat berpikir anda berupa kesadaran, kecerdasan dan akal untuk memulai untuk memahami tentang diri anda melalui proses merenung diri.

Dalam proses merenung diri itu, layangkan lah pikiran anda be-rikutnya dalam pertanyaan “mengapa anda berpikir, bekerja dan belajar dalam menjalani hidup ini “? Jawabnya ada dibalik pertanyaan itu yaitu wajib melaksanakan amalan lahir dan batin serentak dalam satu masa di semua waktu dan keadaan.
Renungan berikutnya, layangkanlah pikiran anda dalam perta-nyaan “ bagaimana anda melaksanakan amalan lahir dan batin berjalan paralel dan berkelanjutan”?
Jawaban ada dibalik perta-nyaan itu yaitu berpikirlah selalu bahwa hidup dan mati berada ditangan Allah SWT, dengan itu lahirlah suatu keyakinan anda dengan firman Allah “Hari kiamat ialah hari dimana harta dan anak-anak tidak dapat memberi manfaat kecuali mereka yang membawa hati yang selamat sejahtera” (AsySyuaraa:88-89).
Akhirnya sampailah anda kepada renungan untuk melayangkan pikiran anda dalam pertanyaan “bilamana saat yang tepat anda mengaktualisasikan renungan diri anda menjadi kenyataan”? Jawaban ada dibalik pertanyaan itu yaitu bila ada keinginan anda untuk melakukan perubahan sikap dan perilaku dalam ke-hidupan sesuai dengan tuntutan perubahan faktor internal dan eksternal ,maka disitu ada 1000 cara untuk mewujudkan tapi bila tidak ada keinginan disitu terletak 1001 cara untuk meng-hambat keinginan ada.
Dengan merenung diri sebelum ada membuat keputusan untuk memperdayakan otak (memori, emosi dan naluri) yang ada da-lam pikiran anda adalah tambang emas yang ada pada diri an-da, dimana anda dapat menggali sepuas hati anda, maka makna pertanyaan yang kita kemukakan diatas yaitu :
What to do …… berkaitan dengan kesadaran
Why to do it ….. berkaitan dengan kecerdasan
How to do it ….. berkaitan dengan akal
When to do it …. berkaitan dengan niat dan hasrat
Dengan demikian, bilamana anda memulai dari renungan diri seperti yang kita kemukakan diatas, berarti anda memulai suatu perjalanan untuk mewujudkan visi hidup anda menjadi satu kenyataan dari impian atau cita-cita yang ada gariska

Menyingkapi tantangan hidup dengan penuh harapan dan meraih peluang masa depan dalam abad 21, aktualisasi pikiran dari wujud kesadaran anda, maka melangkah untuk mempersi-apkan diri dalam memasuki milenium ketiga sebagai prasarat dalam usaha untuk merubah pola pikir yang mampu menganti-sipasi masa depan yang penuh tantangan.
Sejalan dengan itu, untuk memberikan dorongan, marilah kita menyimak yang berkaitan dengan mutiara kepribadian seperti dibawah ini :
“* Tambang emas dalam diri anda adalah pikiran anda. Anda dapat menggali sepuas anda inginkan
* Kalau anda ingin maju maka lihatlah tiap-tiap perkembangan perubahan situasi. Di sana ada kesempatan untuk karirmu.
* Jangan dibunuh sainganmu agar engkau sendiri tidak kehilangan semangat bersaing “ (Abdullah Masrur. M.H.)
* Berilah kegembiraan hati barang sesaat, karena hati itu kalau terlalu penat menjadi buta.
* Bekerjalah bagi kehidupanmu, seakan-akan kamu akan hidup selamanya, dan beribadahlah kepada tuhanmu seakan-akan kamu akan mati besok.
* Musuhmu yang paling besar ialah dirimu sendiri yang ada dalam badanmu.
* Kamu akan dipandang sebagai orang hidup, jika hidup itu kamu isi dengan kesungguhan kerja, dan kamu tidak mau diseret oleh kemalasan.
* Sesungguhnya Allah menjadikan rejekiku, dibawah bayang-bayang usahaku.
* Tidaklah sempurna iman seseorang apabila ia belum bisa mencintai sesamanya seperti mencintai dirinya sendiri.
* Barangsiapa yang tidak mempunyai rasa kasih sayang, tidaklah pula akan dikasihi orang.
* Berbuatlah baik kepada orang yang tidak baik. Andaikata anda berbuat baik kepada orang baik, anda telah melaksanakan sesuatu yang tepat. Tetapi jika anda
berbuat baik kepada orang yang tidak baik maka anda tetap orang baik.

* Sekiranya kamu tidak akan dapat memberikan kelonggaran kepada orang baik dengan hartamy, berilah mereka kelonggaran dengan wajahmu yang berseri-seri disertai akhlaq yang baik.
* Yang amat dikasihi kamuoleh Allah, ialah mereka yang menjinakkan hati orang lain dan yang dijinakkan hatinya oleh orang lain dan yang amat dimarahi kamu oleh Allah ialah orang-orang yang menyiar-nyiarkan kabar fitnah, yang mencerai-berikan diantara sesama saudara.
* Agama itu akal, dan tidak ada agama bagi siapa yang tidak berakal.
* Surga itu berada di bawah telapak kaki ibu.”( Muhammad SAW)
Bertitik tolak dari mutiara kepribadian diatas, maka pikiran anda diarah untuk mengaktualisasikan kesadaran dalam wujud membentuk “percaya diri” yang dapat kita rumuskan sbb. :
Percaya diri dalam arti berusaha untuk meningkatkan kualitas kedewasaan intelektual, emosional, sosial, rohaniah sebagai sumber sukses dan kemandirian dengan prinsip :
(1) Siapa membunuh seseorang……….. Hendaklah dianggap seolah-olah ia membunuh seluruh ummat manusia, tetapi siapa menyelapkan hidup seseorang, hendaknya ia dianggap seolah-olah telah menyelamatkan hidup seluruh ummat manusia (Hidup).
(2) Bekerja untuk duniamu, seolah-olah engkau akan hidup selama-lamanya dan bekerjalah untuk akhiratmu seolah-olah engkau akan mati esok pagi (Bekerja).
(3) Tiap hari adalah hari perbaikan buat hidup manusia, oleh sebab itu belajarlah dari kesalahan (Belajar)

Dengan berpegang teguh atas prinsip HIDUP, BEKERJA DAN BELAJAR, maka diharapkan menjadi seorang pribadi yang disukai dan sekali gus memiliki sikap kepemimpinan yang mampu merumuskan hal-hal yang berkaitan dengan wawasan, penyelarasan dan pemberdayaan untuk menghadapi gelombang perubahan.
Kepemimpinan yang mampu membangun rasa percaya diri yang diyakininya seba- gai sumber sukses dan kemandirian, maka dengan kompetensinya, ia harus mampu menangkap gelombang perubahan yang jauh berbeda dari abad 20 yang telah mulai bergerak awal tahun 1990 sebagai masyarakat informasi menjadi masyarakat pengetahuan dan berkembang dalam abad 21. Memasuki milenium ketiga dan dimulai 1Januari 2001 yang banyak ditandai dengan adanya gelombang ketidakpastian dalam seluruh aspek kehidupan yang bercirikan dunia tanpa batas.
Gelombang ketidakpastian telah membuat kesenjangan yang meluas dari masa kini ke masa depan, sehingga diperlukan
AKTUALISASI KESADARAN untuk dapat menyeberangi kesenjangan yang terjadi dari gaya lama ke gaya baru untuk menyelesaikan masalah-masalah normal dan tidak normal, akibat dari perubahan-prubahan dalam gelombang yang serba rumit dan komplek adanya.
Aktualisasi kesadaran, haruslah menyadari bahwa diperlukan perubahan sikap dalam berpkir artinya ada keinginan untuk berubah atas desakan atau panggilan hati nurani. Bila tidak ibarat “Orang yang berasrat tetai tidak bertindak sama saja seperti membiakkan wabah sampar”.
Dengan demikian, perubahan dalam berpikir menuntut adanya keinginan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas kedewasaan intelektual, emosional, sosial dan rohaniah.
Akhirnya KESADARAN DALAM WHAT TO DO untuk menggerakkan pikiran anda dengan memanfaatkan otak atas sebelah kanan agar kesadaran untuk menyiapkan diri dengan belajar secara terus menerus baik mengikuti program pelatihan maupun kemampuan membaca sendiri dan mendiskusikan kmbali dalam kelompok atau organisasi untuk menjadi pionir dalam pembaharuan mengenal tentan diri sendiri dan orang lain.
Apa yang kita utarakan diatas, kita sebut dengan menjalankan kaidah pertama sebagai pemanfaatan pontensialitas murni dai kesadaran dalam what to do artinya anda menerapkan langkah-langkah sebagai berikut
(1) Berusahalah untuk menyediakan waktu sejenak, apakah setiap hari atau tiga kali seminggu untuk menyelami atau mengenal tentang diri melalui proses membuka hubungan dengan membuat pertanyaan untuk menyadarkan apa arti kesadaran dalam what to do.
(2) Dalam suasana menyendiri atau suasana yang penuh keheningan dimana mata anda memandang kejauhan, anda mencoba mengkomunikasikan suasana hati anda dengan lingkungan disekitar anda untuk menjawab kebangkitan dari ksadaran dalam what to do
(3) Anda akan selalu mengingat dalam kehidupan ini bahwa menggali kesadaran dalam what to do berarti anda menyadari bahwa setiap anda berpikir berarti anda menghadapi masalah apapun bentuknya, maka disitu pula anda mencari jawabannya.

3). KECERDASAN DALAM WHY TO DO IT
Bilamana kesadaran tlah dapat diaktualisasikan dalam menjawab what to do, itu berarti anda akan melangkah dalam pikiran anda untuk memanfaatkan kecerdasan dalam erikir artinya anda melaksanakan pikiran anda untuk mencari jawaban atas hukum karma atau sebab akibat, mengapa anda melakukan semua itu, jawabannya terletak pada pilihan anda dalam berbuat.
Pada saat anda akan berbuat, konskwensinya telah ada dalam pikiran anda ibarat kata mutiara seerti “apa yang kau semaikan, itulah yang kau petik”. Jadi dengan memanfaatkan kecerdasan anda berusaha melakukan pilihan-pilihan dalam mewujudkan perubahan tentang diri anda yang sejalan dengan perubahan yang diinginkan, hanya saja dalam kenyataan hidup ini banyak pilihan dilakukan tidak berdasarkan kecerdasan yang disadari, dalam kondisi demikian itu berarti naluri anda yang mendorong emosi anda untuk melakukan pilihan itu seperti ada dua pilihan bila anda menghadapi hinaan dan pujian dari seseorang. Anda melakukan pilihan untuk merasa senang atau marah, tapi bila proses kecerdasan bergerak dengan disadari, maka jawaban pilihan anda akan berbeda karena anda dapat membuat uatu analisa dengan memanfaatkan kecerdasan yang ada dalam otak atas sebelah kiri dengan kemampuan mempredeksi perilaku dari lawan anda.
Ilustrasi lain dapat juga kita ungkapkan seperti dapatkah kecerdasan mengendalikan naluri ? Anda dapat menjawab dalam dua makna yaitu disatu sisi anda dapat menjawab dengan mengatakan dapat dan di pihak lain juga tidak dapat, sebagai contoh misalkan naluri seseorang yang condong atas paham materialis.
Anda dapat bayangkan bagi seorang bagi seorang yang sudah dihinggapi penyakit “tamak terhadap suatu kekayaan”. Penyakit inilah menyebabkan Bangsa Indonesia menjadi terpuruk dalam seluruh aspek kehidupan karena karena ia merupakan budaya yang sudah merambah pada semua lapisan masyarakat bahkan dicontohkan oleh pmimpin, bahkan tidak jarang agamapun dijadikan alat baginya
Dengan demikian anda dapat memaklumi bahwa berpikir denan kecerdasan anda dihadapkan kepada pilihan-pilihan dalam memanfaatkan otak atas sebelah kiri dalam bersikap dan berperilaku yang dipengaruhi oleh memori, emosi dan naluri yang terpendam dalam diri anda, maka isitulah letak jawaban atas why to do it untuk membentengi perkara-perkara yang dapat menghacurkan diri anda dan prbuatan anda kepada orang lain.Dari uraian yang kita utaraka diatas mengenai kecerdasan dalam why to do it, tidak lain dari usaha kita menerapkan kaidah kedua yang kita sebut dengan kaidah sebab dan akibat dengan langkah-langkah sebagai berikut :
(1) Anda harus meyakini benar, bahwa keputusan apapun yang diambil setiap saat adalah menetapkan pilihan-pilihan dalam bertindak yang kesemuanya merupakan pikiran bahwa hari ni lebih baik dari haris kemarin dan hari depan harus lebih baik dari hari ini, ini menunjukkan kecerdasan anda memberikan tempat kedalam kesadaran.
(2) Setiap kali anda membuat keputusan plihan, berarti anda telah menyiapkan diri untuk amala lahir dan bathin yang selaras dan seimbang dalam kehidupan ini, kalaupin bathin dalam amalannya lebih ,menonjol dari lahir masih dapat diterima kecuali sebaliknya karena amalan bathin merupakan hakikat dalam bentk akhlak dengan Allah dan akhlak dengan manusia.
(3) Kecerdasan yang ditopang oleh kesadaran, diharapkan bahwa memungkinkan anda melakukan pilihan yang tepat dan benar yang kesemuanya merupakan hasil bimbingan dalam berpikir yang disadari bentuknya, dan mencoba melepaskan jalan pikiran yang tidak disadari agar berdampak baik bagi diri sendiri dan sekelilingnya.
4). AKAL DALAM HOW TO DO IT
Apa yang telah kita bicarakan bahwa kesadaran dalam what to do, mengungkapkan sesuau orientasi, meninjau serta mrasakan kedalam diri disatu sisi, dan disisi lain memahami situasi yang berada di luar diri anda, dengan cara begitu anda dapat mempertajam pusat perhaian anda.
Sebaliknya dengan kecerdasan dalam why to do it, mengungkapkan untuk memberitahukan kepada anda keadaan perkara dan hubungan-hubungannya, apakah gerangan ada bahaya bagi anda. Tetapi yang menjadi masalah anda bagaimana anda dapat membentengi, menghindarkan, menghalau dari hal-hal yang merusak diri anda atau perbuatan anda yang merugikan orang lain. Disinilah letak arti akal mencari jawabannya.
Jadi kesadaran dan kecerdasan baru menjadi bermakna bila akal dalam how to do it tampil kedepan untuk mengungkapkan dimana letaknya bahaya, apakah macam bahaya itu, bagaimana sifat bahaya itu berlangsung terus atau sementara, bagaimana bahaya itu dihindari atau ditumpasi, akhinya akallah yang berfungsi untuk menunjukkan jalan dan cara-caranya untuk mencapai tujuan yang dapat diterima. Oleh karena itu tidak heran ada ungkapan seperti apakah barang sesuatu masuk diakal atau tidak. Jadi akal dalam how to do it juga berperan dalam proses pengambilan keputusan untuk memberikan pertimbangan-pertimbangannya, maka itulah akal yang memanfaatkan otak bawah atau sering juga disebut dengan otak bawah sadar dan adakalanya disebut dengan hati.
Dengan demikian maka berpikir berarti ketika unsur (kesadaran, kecerdasan dan akal) jiwa itu memainkan peran dalam pikiran anda untuk menggerakkan pemberdayaan otak secara serentak dan saling isi mengisi satu samalainnya.
Oleh karena itu maka akal dalam how to do it, seyogyanya dibimbing dengan suatu kebiasaan yang membentuk pikiran anda dalam berpikir menjadi produktif dalam proses pengambilan keputusan yang sejalan dengan arus gerakan kesadaran dan kecerdasan.
Kebiasaan yang perlu diumbuh kembangan adalah melawan hawa nafsu yang digerakkan oleh naluri tanpa anda sadari ia berusaha untuk menghancurkan pikiran anda, maka disitulah letak akal yang harus dibimbing untuk menuju ksejahteraan hati / jiwa yang selalu bertaqwa terhadap iman, yakin, sabar, syukur, tawakal, takut da lain-lain rasa hati dengan Allah Swt.
Dari uraian diatas mengenai akal dalam how to do it mengungkapkan kepada anda bahwa sebenarnya menerapkan kaidah ketiga, yang kita sebut upaya keputusan produktif dengan langkah-langkah sebagai berikut :
(1) Memberikan keyakinan diri bahwa dengan embentuk dan mengembangkan kebiasaan-kebiasaan yang kita utarakan diatas, maka setiap pilihan yang anda ambil dengan melangkah berdasarkan pikiran yang bijaksana, dengan hati yang bersih, memandang segala sesuatu dari sisi positip dan sebagainya, yang kesemua itu membentuk sikap positip dan perilaku asertip akan mendukung proses keputusan produktif.
(2) Keputusan pilihan yang diambil menjadi tanggung jawab dalam status peran anda, hindari pengaruh naluri yang mendorong emosi anda untuk lari dari tanggung jawab atas pemecahan masalah.
(3) Semua konskwensi yang ditimbulkan dari keputusan yang diambil anda harus meyakininya, bahwa semua langkah adalah bagian dari amalan lahir dan bathin yang dilaksanakan secara parallel adanya.
5). NIAT DAN HASRAT DALAM WHEN TO DO IT
Pada saat anda berpikir untuk menggerakkan proses berpikir melalui kesadaran dalam what to do, kecerdasan dalam why to do it dan akal dalam how to do it, pikiran itu merupakan hal-hal yang abstrak yang ada dalam otak anda artinya belum dilaksanakan, bila anda ingin semua apa yang dipikirkan untuk dilaksanakan, maka dimulailah dengan pertanyaan “when to do it”, maka pada saat itu bilamana anda berpikir dalam kerangka yang disadari, terlintaslah dalam pikiran anda untuk mencetuskan suatu niat dan hasrat dalam when to do it.
Manusia sebagai makhluk yang istimewa diciptakan Allah Swt, yang memiliki sistm syaraf dengan kemampuan menjadi sadar akan adanya muatan energi dan informasi dari medan dengan demensi tertentu yang membentuk sosok jasmani kita.
Kita secara subjektif mengalami medan ini sebagai pikran, memori, emosi dan naluri disatu sisi dan disisi lain sebagai medan yang sama, secara objektif dialami sebagai sosok jasmaniah, sebagai tubuh fisik. Oleh karena itu anda memiliki kemampuan untuk secara sadar mengubah muatan energi dan informasi kedalam otak anda dengan niat dalam arti bermaksud sesuatu beriringan dengan mengerjakannya.
Jadi anda dengan melalui niat yang tidak terkunci dalam suatu jaringan inergi dan informasi yang kaku, dapat “memerintahkan” kaidah-kaidah alam agar mengabulkan impian serta hasrat anda.
Dengan demikian, bila niat anda dikaitkan dengan masa depan sedangkan titik perhatian anda, ada pada saat ini, itu berarti msa depan dapat terlaksana sebab masa depan diciptakan pada saat sekarang ini. Jadi masa lalu, masa sekarang dan masa depan dapat kita katakana sifat-sifat dalam berpikir, maka masa lalu adalah ingatan dalam kenangan, masa sekarang adalah keadaan dimana anda tahu, masa depan adalah antisipasi. Apa arti itu semua, tidak lain menunjukkan kepada anda bahwa waktu merupakan gerakan pikiran.
Dengan memperhatiakn uraian diatas, maka niat dan hasrat dalam when to do it, merupakan daya dorong untuk mengaktifkan kapan saja yang hendak anda lakukan dari niat menjadi hasrat untuk mewujudkan apa saja dalam pikiran anda. Oleh karena itu agar anda dapat menerapkan kaidah niat dan hasrat menjadi keinginan anda untuk berjanji pada diri anda dengan langkah-langkah sebagai berikut :
(1) Untuk mempertajam daya ingat anda sehingga anda dapat memanfaatkan memori dengan baik, sekilas dalam pikiran anda apakah anda perlu merenung dalam suasana yang hening , tergantung anda sendiri tapi yang jlas ada daya dorong pada diri anda untuk membuat suatu catatan mengenai niat dan hasrat anda dalam when to do it, yang setiap waktu dapat anda hayati.
(2) Anda akan mengamati ralisasi dari catatan yang dibuat oleh anda sendiri, bila dalam kenyataan tidak berjalan sesuai dengan niat dan hasrat anda, itu berarti anda harus memanfaatkan pikiran anda untuk mencari tahu secara sadar, apa yang terjadi dari kaidah-kaidah yang sudah terlaksana sebelumnya.

(3) Apapun yang terjadi dalam pikiran anda dalam enghadapi satu situasi yang mungkin tidak menyenangkan diri anda, maka pikiran anda dapat mengingat diri anda untuk selalummberikan pusat perhatian anda terhadap situasi saat ini.
Itu berarti dalam pikiran anda, berusaha untuk mencegah segala bentuk rintangan yang menghambat jalan pikiran anda saat ini, sehingga perhatian anda anda saat ini tetap ada seperti apa adanya. Dengan demikan anda tetap berpegang teguh untuk mengaktualisasikan niat dan hasrat yang sudah andatetapkan secara mendalam.
6). KESIMPULAN
Menggerakkan kemampuan dalam pemberdayaan otak anda berpikir dalam usaha mencari kebenaran. Kebenaran itu akan ada, sangat tergantung kepada aktualisasi dari kesadaran, kecerdasan dan akal anda, dilaksanakan berdasarkan kaidah-kaidah sebagai langkah-langkah tindakan yang harus dianut oleh pikiran anda, tanpa kaidah itu berarti anda berpikir dalam suasana yang tidak disadari. Dalam hal ini kita mencoba merumuskan adanya empat kaidah sebagai berikut :
(1) Kaidah kesatu yang kita sebut dengan potensialitas murni kesadaran untuk memulai anda berpikir dalam suasana hning dalam usaha mencari jawaban atas masalah dalam pikiran anda.
(2) Kaidah kedua yang kita sebut dengan sebab dan akibat untuk membangkitkan kecerdasan dalam pikiran anda dala mencari jawaban atas pilihan bertindak yang sejalan dengan lahir dan bathin.
(3) Kaidah ketiga yang kita sebut dengan daya produktif untuk membangkitkan akal dalam pikiran anda dalam proses pengambilan keputusan sesuai dengan kebiasaan-kebiasaan yang baik atas diri anda dan diluar diri anda.
(4) Kaidah keempat yang kita sebut dengan niat dan hasrat merupakan keinginan anda untuk mempertajam daya ingat melalui catatan-catatan yang dibuat anda untuk selalu dingat dan direnungkan realisasinya.
Dengan memperhatikan kaidah-kaidah sebelum elangkah, itu berarti anda berpikir kedalam arus pikiran yang disadari sehingga menunjukkan secara produktif anda dapat memanfaatkan energi dan informasi yang tidak terbatas dalam diri anda.
Untuk menggerakkannya pikiran anda, maka anda akan memulai dengan mmbangun pertanyaan :
(1) What to do
(2) Why to do it
(3) How to do it
(4) When to do it
Dengan membangun pertanyaan itu, maka harus pikiran anda akan mampu menggerakkan energi dan informasi yang ada dalam diri anda dalam bentuk anda berpikir kedalam usaha untuk mengelola pemberdayaan otak yang hendak anda gali karena disitulah terletak potensi otak yang belum dimanfaatkan dalam kemandirian anda untuk mewujudkan visi, misi, tujuan, sasaran, strategi, kebijaksanaan dan program yang anda rencanakan bahwa tindakan hari ini lebih baik dari hari kemarin dan hari esok lebih baik dari hari ini.
27. PRINSIP PEMEBREDAYAAN TERPOLA
Membangun sikap dan perilaku terpola ditentukan kebiasaan untuk menggerakkan krinsip yang disebut 1) Kemampuan membina diri sendiri ; 2) Menjalankan secara berkelanjutan ; 3) Berpikir dengan landasan masa depan ; 4) Kesiapan dalam usaha berubah ; 5) Kemampuan dalam internalisasi dan individuasi ; 6) Kemampuan sosialisasi ; 7) Konsisten dan koherensi ; 8) Memahami sebab dan akibat ; 9) Intergrasi ; 10) Lingkungan yang kondusif ; 11) Komprehensip ; 12) Objektivitas ; 13 ) Interpens.
Dengan menjalankan kekuatan kebiasaan prinsip-prinsip diatas maka disitu terletak suatu keinginan yang kuat yang ditopang oleh niat dalam mewujudkan pemberdayaan yang terpola, sehingga siap mengikuti setiap perubahan.

BP MP IV DAN V

BAB IV. MEMBANGUN STRATEGI KEDALAM
KEBIASAAN YANG PRODUKTIF
Dalam bab ini akan menjelaskan betapa pentingnya untuk dapat melangkah dari setiap kegiatan diperlukan kejelasan dalam strategi agar setiap apa yang hendak dikerjakan agar sikap dan perilaku menjadi terpola dengan merumuskan seperangkat kebijakan berdasarkan adanya satu kekuatan strategi.
Oleh karena itu, dibawah ini diuraikan seperangkat strategi dalam kerangka rencana membangun kebiasaan yang produktif dalam usaha agar apa yang yang dipikirkan dalam menerapkan Manajemen Pengetahuan menjadi terarah.
17. PENGHAYATAN STRATEGI SEBAGAI KONSEP
Untuk mewujudkan tujuan dan sasaran yang telah diputuskan diperlukan suatu strategi sebagai alat untuk mencapainya. Dengan demikian strategi juga merupakan suatu konsep, sehingga setiap kali kita hayati akan menjadi petunjuk atau penuntun dalam bertindak.

Strategi sebagai konsep juga menunjukkan kepada kita arah kemana hendak kita tuju, sejalan dengan itu ia merupakan peta perjalanan sebagai pedoman agar kita memiliki suatu kekuatan yang dapat me-nuntun bagi setiap orang yang memiliki suatu peran dalam organisasi.
Strategi sebagai konsep juga menunjukkan kepada kita sebagai langkah untuk memberikan suatu respon terhadap situasi yang sudah menjadi masalah yang harus dihadapi disatu sisi dan disisi lain dapat pula menyiapkan diri dalam kerangka menghindari masalah.
Strategi sebagai konsep juga menunjukkan kepada kita sebagai suatu kekuatan untuk memberi daya dorong dalam bersikap dan berperilaku agar kita mampu dalam batas-batas yang telah ditentukan.
Strategi sebagai konsep juga menunjukkan kepada kita sebagai kerangka berpikir secara intuitif menjadi gambaran kedalam pemikiran jangka panjang, menengah dan pendek.
Strategi sebagai konsep juga menunjukkan kepada kita adanya keinginan disatu sisi organisasi memiliki keunggulan-keunggulan tertentu dan disisi lain sebagai kebutuhan akan penguasaan atas kompetensi yang diperlukan.
Strategi sebagai konsep juga menunjukkan kepada kita sebagai suatu gambaran pendekatan untuk merumuskannya dari satu aneka ragam persfektif kedalam bentuk / tipe stretgi yang hendak dilaksanakan agar dapat menghindarkan diri kita dari usaha untuk memecahkan seluruh masalah dengan suatu pendekatan yang sama.

Dengan demikian, apa yang telah kita utarakan diatas bahwa strategi sebagai konsep hanya menjadi bermakna untuk dapat dilaksanakan tergantung seberapa jauh kita dapat menjadikannya bermakna, bila kita mampu merumuskan agar menjadi landasan dalam merumuskan seperangkat kebijaksanaan-kebijaksanaan untuk melaksanakan strategi tersebut.

18. KEPUTUSAN STRATEGIK DALAM MEMBANGUN
KEBIASAAN YANG PRODUKTIF
Untuk melaksanakan pemahaman strategi dalam kosep, maka dibawah ini apa rumusan keputusan strategik dalam membangun kebiasaan yang produktif. Keputusan tersebut dinyatakan dalam bentuk pernyataan-pernyataan singkat sebagai berikut :
Pertama-tama ada baiknya dibawah ini digambarkan pemakaian istilah-istilah sebagai pemahaman konsep seperti dibawah ini :
VISI adalah suatu perjalanan yang ingin dilakukan atau kita bercita-cita jadi apa Pernyataan tersebut merupakan artikulasi terhadap citra, budaya, arah dan tujuan.
MISI adalah sarana untuk mengadakan perjalanan atau bagaimana kita seharusnya melakukannya, merupakanartikulasi terhadap pelanggan dan asumsi kebutuhan, asumsi nilai penyerahan dan sarana untuk melakukan.
TUJUAN adalah penjabaran visi dan misi secara kualitatip yang hendak dicapai dalam kurun waktu tertentu.
SASARAN adalah penjabaran tujuan yang difokuskan dan biasanya dinyatakan secara kuantitatip.
SIKAP adalah cara anda mengkomunikasi suasana hati anda kepada orang lain.
PERILAKU adalah segala tindakan yang dilakukan oleh organisme.
BUDAYA adalah artikulasi dari nilai, norma, wewenang dan ganjar.
Berdasarkan pemahaman konsep diatas, maka dirumuskan keputusan strategik dalam membangun kebiasaan yang produktif sebagai berikut :
VISI DINYATAKAN SEBAGAI BERIKUT :
“membangun citra kredibilitas berlandaskan budaya kolaborasi kedalam dan keluar dengan arah siap selalu meningkatkan kompetensi yang sejalan dengan pe-ran keorganisasian untuk tujuan berpartisipasi dalam kesiapan memasuki setiap terjadi perubahan yang berencana, sistimatik dan berkesinambungan”.

MISI DINYATAKAN SEBAGAI BERIKUT :
“ melaksanakan pemberdayaan diri yang berkelanjutan atas perubahan sikap dan perilaku kedalam kesiapan partisipasi dalam memasuki perubahan masa kini dan masa depan terhadap tantangan abad 21”.

TUJUAN DINYATAKAN SEBAGAI BERIKUT :
• Meningkatkan motivasi individu kedalam berpikir, belajar dan bekerja.
• Meningkatkan kompetensi individu dalam menujang karir mereka.
• Membangun fasilitas dalam melaksanakan pemberdayaan diri.
• Menyediakan informasi secara terbuka yang dapat di akses selalu.

• Membangun struktur formal yang bertanggung jawab dalam pelaksanaannya dan menunjuk tim ahli dari dalam dan atau luar organisasi.
• Merumuskan kreteria dalam menilai keberhasilan atas pelaksa-naannya.
• Mermuskan hal-hal yang terkait dengan iklim organisasi yang sehat.
• Merumuskan hal-hal yang terkait dengan pelaksanaan
budaya.

• Merumuskan hal-hal yang terkait dengan komitmen pimpinan puncak.
• Merumuskan hal-hal yang terkait dengan keseimbangan kepentingan.

SASARAN DINYTAKAN SEBAGAI BERIKUT :
Menjabarkan untuk tiap tujuan yang dikaitkan dengan waktu dan target-target yang hendak dicapai tidak saja secara kualitatip melainkan juga menggambarkan secara kuantitatip.
VISI DALAM SIKAP DINYATAKAN SEBAGAI BERIKUT :
“menyatukan kesamaan berpikir untuk mengaktualisasikan sikap positip dalam bentuk kepemimpinan kolaborasi menjadi kekuatan komitmen membangun kebiasaan yang produktif”
MISI DALAM PERILAKU DINYATAKAN SBB.
“ memperhatikan dalam kehangatan, membimbing dalam kejujuran, analitis dalam fakta dan gagasan, ekspresif dalam intuitif, kreatif, spontan dan bersemangat untuk mengaktualisasikan gaya yang asertif dan menolak yang bersifat agresif dan non-asertif”.
Untuk melaksanakan keseluruhan keputusan strategik tersebut dari suatu gambaran perencanaan menjadi kenyataan diperlukan suatu strategi untuk melaksanakannya.

19. MEMAHAMI STRATEGI DARI HURUF MENJADI
KATA BERMAKNA
Menghayati strategi dari sudut konsep telah kita ungkapkan diatas, marilah kita mencoba dari sudut pandang memahami dari huruf menjadi kata bermakna sebagai suatu usaha untuk merumuskan menjadi aplikatif.

Dari sudut huruf kata strategi dapat kita uraikan menjadi :

S menjadi kata (S) istem
T menjadi kata (T) ransformasi
R menjadi kata (R) asional
A menjadi kata (A) ktivitas
T menjadi kata (T) eknologi
E menjadi kata (E) dukasi
G menjadi kata (G) aya
I menjadi kata ( I) ndividual

Bila huruf itu kita rangkaikan menjadi kata bermakna, maka kita dapat merumuskan STRATEGI disini adalah suatu SISTEM untuk melaksanakan TRANSFORMASI secara RASIONAL (berpikir logis) untuk mengerjakan AKTIVITAS dalam peran-peran keorganisasian dengan memanfaatkan TEKNOLOGI kedalam EDUKASI dalam membangun GAYA INDIVIDUAL menjadi kebiasaan yang produktif.

Bertitik tolak dari pemahaman strategi diatas, maka kita dapat merumuskan suatu strategi sebagai pendekatan dalam sistem menghadapi tantangan abad 21.
Strategi tersebut akan berfokus kepada PEMBERDAYAAN DIRI, MEMBANGUN KOMITMEN, MEMBANGUN KOLABORASI, MEMBANGUN IKLIM ORGANISASI, sebagai pondasi yang kuat untuk meletakkan pilar-pilar yang mempunyai kekuatan sebagai penyanggak bangunan yang akan selalu ditempati dalam perjalanan menghadapi tantangan abad 21.
Tanpa pilar tersebut sangat sulitlah ia bangkit untuk menyesuaikan diri dalam keyakinan dirinya bila ia menghadapi terpaan gelombang yang maha dahsyat yang akan menimpa dirinya.
Dengan demikian kita dapat memusatkan pikiran kedalam kekuatan dari fokus sebagai suatu strategi yang kita sebut dengan strategi fokus sebagai sistem yang didalamnya terdapat sub-sistem strategi yang masing-masing memiliki kekuatan yang mengikat dan memiliki sifat sifat ketergantungan satu samalainnya. Keseluruhan sistem tersebut kita tuang kedalam model strategi seperti yang terungkap pada bagian-bagian berikutnya.Jadi yang dipakai sebagai strategi induknya, diungkapkan dalam model seperti gambar dibawah ini

TANTANGAN ABAD 21
Dalam melaksanakan STRATEGI FOKUS INI terdapat unsur yang secara teratur saling berkaitan sehingga membentuk suatu totalitas, sehingga didalamnya terdapat sub-sub sistem strategi pemberdayaan diri, komitmen, kolaborasi dan iklim organisasi untuk melaksanakan persfektif manajemen.
Dalam sub-sistem strategi pemberdayaan diri mencari jalan keluar agar setiap individu memerlukan peningkatan kemampuan berpikir metodis dan non metodis untuk mewujudkan kebersamaan dalam bersikap dan berperilaku. Dalam sub-sistem strategi komitmen mencari jalan keluar keluar agar setiap individu mendapatkan daya dorong dlam membangun kepercayaan diri.
Dalam sub-sistem strategi kolaborasi mencari jalan keluar untuk memotivasi menjadi suatu keyakinan diri atas keberadaannya dalam memenuhi kepen-tingan pribadi, organisasi dan masyarakat lingkungannya.
Dalam sub-sistem strategi iklim organisasi mencari jalan keluar untuk meng-impormasikan yang terkait dengan kondisi dan posisi dari permasalahan ling-kungan kerja yang berdampak kepada karyawan itu sendiri.
Wujud fokus sebagai kekuatan merupakan langkah-langkah yang berkaitan untuk membangun kebersamaan dalam menumbuhkan kepercayaan dan keyakinan diri sebagai sikap dan perilaku yang membentuk kepribadian yang beretika dalam membangun kebiasaan yang produktif.
Membangun kebiasaan yang produktif bukanlah suatu impian melainkan suatu kebutuhan yang tidak bisa dihindari, karena saat ini kita hidup dalam dunia baru abad 21, yangditandai oleh era baru dengan ketidak pastian yangakan berakhir.
Ingatlah ungkapan seperti “nothing is permanent except change”, oleh karena itu galilah tambang emas yang ada dalam diri kita yang kita sebut “pikiran” .
Dengan memanfaatkan otak berarti kita sedang berlari mewujudkan impian yang kita sebut “kebiasaan yang efektif”, sehingga di tengah-tengah kebingungan dan kekacauan, timbullah suatu ide menangkap ketidakpastian menjadi bermanfaat.
Jadi untuk mencapai dari yang tidak mungkin menjadi mungkin, maka kita harus memiliki kemampuan untuk mengelola yang tidak mungkin.
Untuk menjadikannya mungkin , maka kita harus mengimpikan lebih untuk mencapai impian kedalam FERSFEKTIF MANAJEMEN dengan mejangkau kepada sesa-ma dalam menjembatani kesenjangan yang timbul dari gaya lama ke gaya baru dalam menhadapi tantangan abad 21

MODEL STRATEGI PEMBERDAYAAN DIRI
TANTANGAN ABAD 21

Strategi PEMBERDAYAAN diri didekati dengan sistem sebagai seperangkat unsur yang secara teratur saling berkaitan sehingga membentuk suatu totalitas, sehingga didalamnya terdapat sub-sub sistem strategi berpikir, belajar, bekerja dalam mewujudkan keputusan strategik.

Dalam sub-sistem strategi pemberdayaan berpikir mencari jalan keluar agar setiap individu memerlukan peningkatan kemampuan berpikir metodis dan non metodis dengan melibatkan semua pihak agar mereka memiliki keinginan menjangkau dalam berpikir intuitif yang mengarah kepada persfektif, berpikir rencana jangka panjang yang mengarah pemahaman posisi dan berpikir rencana jangka pendek yang mengarah kepada performansi.
Dalam sub-sistem strategi pemberdayaan belajar mencari jalan keluar keluar agar setiap individu mendapatkan daya dorong belajar kemauan sendiri, kemauan organisasi dan masyarakat.
Dalam sub-sistem strategi pemberdayaan bekerja mencari jalan keluar untuk memotivasi keberadaannya dalam memenuhi kepentingan pribadi, organisasi dan masyarakat lingkungannya.
Wujud pemberdayaan diri merupakan langkah-langkah yang berkaitan untuk meningkatkan kedewasaan rohaniah sebagai tonggak membentuk kepribadian yang memiliki etika .
Dengan etika itu dapat menjadi pendorong ia bersikap dan berperilaku yang diinginkan kedalam kehidupan sosialnya, yang ditopang oleh kematangan emosional dan intelektual yang dimiliki.
Yang perlu diingat bahwa peningkatan kedewasaan tersebut tidak dikaitkan dengan umur seseorang artinya ada saja kemungkinan kedewasaan bisa terjadi pada manusia dewasa, tua dan ketuan. yang mempengaruhi kehidupannya dalam usaha-usaha yang bersangkutan untuk mewujudkan kebiasaan yang produktif.
Jadi, dengan melaksanakan strategi pemberdayaan diri, merupakan langkah awal untuk mengkomunikasikan kekuasan sebagai kemampuan dalam peran, keahlian dan sumber daya agar wewenang sebagai hak dalam kewibawaan sesuai apa yang dinginkan dalam perubahan karena adanya kesenjangan.
Untuk menjembatani adanya kesenjangan.dari pikiran lama ke pikiran baru untuk melaksanakan perubahan kedalam pikiran, belajar dan bekerja melalui berbagi informasi yang tersedia yang dapat diakses tepat waktu, akurat, benar, sehingga dapat mendorong menciptakan otonomi dalam watas wewenang kerja dengan mengganti pemikiran hirarkis lama dengan tim mandiri.

Dengan membangun kebiasaan-kebiasaan yang teratur, sistimatik dan terarah dengan landasan yang kuat dan konsisten akan menjadi kekuatan-kekuatan baru kedalam pemberdayaan diri untuk menghadapi tantangan masa depan.

MODEL STRATEGI MEMBANGUN KOMITMEN
Tantangan abad 21
Strategi membangun KOMITMEN didekati dengan sistem sebagai seperangkat unsur yang secara teratur saling berkaitan sehingga membentuk suatu totalitas, sehingga didalamnya terdapat sub-sub sistem strategi bawahan, pemimpin dan organisasi dalam mewujudkan keputusan strategiDalam sub-sistem strategi membangun komitmen bawahan mencari jalan keluar bagaimana dapat memberikan motivasi kepada setiap individu dalam mengkomunikasikan apa arti keberadaannya dalam organisasi dan apa yang dapat dibe-rikannya dalam berkarya sehingga timbul komitmen dari lubuk hatinya sendiri, bukan timbul yang dipaksakan.

Dalam sub-sistem strategi membangun komitmen pimpinan mencari jalan keluar dalam bentuk keteladanannya dalam komitmen, sehingga dengan kemampuan ia dapat menunjukkan komitmen dalam mencari kesempatan kedalam tantangan proses, mengerakkan kreativitas individu dan kelompok menjadi inovasi organisasi, mendorong bawahan bertindak, menjadi penunjuk jalan dan memberikan motivasi sebagai daya dorong bagi bawahannya.

Dalam sub-sistem strategi membangun komitmen pimpinan mencari jalan keluar dalam bentuk keteladanannya dalam komitmen, sehingga dengan kemampuan ia dapat menunjukkan komitmen dalam mencari kesempatan kedalam tantangan proses, mengerakkan kreativitas individu dan kelompok menjadi inovasi organisasi, mendorong bawahan bertindak, menjadi penunjuk jalan dan memberikan motivasi sebagai daya dorong bagi bawahannya.

Dalam sub-sistem strategi membangun komitmen oraginsasi walaupun kedudukan bersifat abstrak, namun organisasi sebagai alat yang digerakkan oleh orang-orang yang berada didalamnya harus mencari jalan keluar agar organisasi yang dibangun memiliki komitmen dalam bentuk yang fleksibel dan mudah dikontrol.

Wujud membangun komitmen mengkomunikasikan langkah-langkah untuk memberikan segala sesuatu yang dapat memahami sebagai daya dorong dalam kejelasan, kompetensi, pengaruh dan apresiasi / penghargaan, dengan penjelasan sebagai berikut :

KEJELASAN, artinya komitmen mampu mengkomunikasikan hal-hal yang terkait dengan keputusan strategik. Yang mengungkapkan organisasi hendak kemana di masa depan dan apa yang sebaiknya dilakukan di masa kini sehingga setiap orang tahu konstribusi yang harus diberikan olehnya melalui kejelasan pendayagunaan peran-peran dalam keorganisasian.
KOMPETENSI, artinya komitmen akan lahir sejalan dengan setiap orang merasa memiliki kompetensi, oleh karena itu disatu sisi mereka yakin atas pengeta-huan, keterampilan dan keinginan dan disisi lain mereka memiliki keyakinan diri untuk melaksanakan tugasnya.
PENGARUH, artinya komitmen dapat memberikan pengaruh kepada mereka dalam berpikir, bekerja dan belajar akan memperoleh hasil-hasil perbuatannya yang dapat bersifat kebosanan, keingkaran yang pasip atau bahkan sabotase, oleh karena itu diperlukan suatu pendekatan misalkan membuat model kesempatan untuk memperluas pengaruh pegawai :

1. INOVASI 2.PERENCANAAN 3.MELAKSANAKAN
*membuat input *membuat input *membuat input
*membuat-keputusan*membuat-keputusan*membkepust
*penerapan *penerapan *penerapan

APRESIASI / PENGHARGAAN, artinya komitmen dapat ditimbulkan karena tidak selalu formil melainkan informil dilakukannya, membuat ia diketahui orang dengan
prestasinya, dilakukan secara kreatif, jadikan sesuatu bersifat umum.

Jadi dengan melaksanakan strategi membangun komitmen merupakan langkah kedua untuk meletakkan kekuatan kepercayaan agar keputusan strategik dapat dilaksanakan melalui komitmen yang dibangun, sehingga setiap orang tahu apa, mengapa, bagaimana, bilamana, siapa atas keberadaannya, sehingga dengan komitmen itu, ia dapat memberikan konstribusinya.

Dengan menumbuh kembangkan adanya kekuataan kepercayaan, maka setiap orang akan merasa terikat dalam organisasi bukan diikat oleh organisasi dalam arti yang dipaksakan sehingga menutup adanya keinginan orang untuk berbuat sesuatu dalam berkarya.

Membangun komitmen dapat menjembatani kesenjangan yang timbul dari pelaksanaan gaya pikiran lama untuk membangun kepercayaan kedalam pelaksanaan gaya pikiran baru.

Dengan membangun kebiasaan-kebiasaan yang teratur, sistimatik dan terarah dengan landasan yang kuat dan konsisten akan menjadi kekuatan-kekuatan baru kedalam komitmen untuk menghadapi tantangan masa depan.

MODEL STRATEGI MEMBANGUN KOLABORASI

TANTANGAN ABAD 21

Strategi membangun KOLABORASI didekati dengan sistem sebagai seperangkat unsur yang secara teratur saling berkaitan sehingga membentuk suatu totalitas, sehingga didalamnya terdapat sub-sub sistem strategi budaya, proses dan struktur dalam mewujudkan keputusan strategik

Dalam sub-sistem strategi membangun budaya mencari jalan keluar dalam membentuk kesamaan berpikir kedalam norma, nilai, wewenang dan ganjar yang dijadikan landasan bersikap dan berperilaku sebagai budaya kolaboratif

Dalam sub-sistem strategi membangun proses mencari jalan keluar kedalam proses kerja tim sebagai jenis khas kelompok kerja dimana tim harus diorganisasikan dan dikelola secara berbeda dengan jenis kelompok kerja lainnya oleh tim profesional sebagai tim kerja koloboratif

Dalam sub-sistem strategi membangun struktur mencari jalan keluar kedalam struktur yang fleksibel dan mudah dikontrol dalam mengelola sumberdaya yang tersedia sebagai struktur kolaboratif.

Wujud membangun kolaborasi (kerja-sama) mengkomunikasikan langkah-langkah untuk memberikan
segala sesuatu yang dapat memahami sebagai daya dorong dalam membuka diri.

Jadi dengan melaksanakan strategi membangun kolaborasi merupakan langkah ketiga untuk membuka diri dalam kesejajaran dan ber-tanggung jawab penuh atas keberhasilan dan terbuka kesempatan mempelajari keterampilan baru yang bisa membuatnya berdiri sendiri.

Membangun kolaborasi (kerja-sama) dapat menjembatani kesenjangan yang timbul dari pelaksanaan gaya pikiran lama untuk membangun kesiapan untuk membuka diri kedalam pelaksanaan gaya pikiran baru.

Oleh karena itu, perlu kita sadari pula bahwa dengan membuka diri sebenarnya ia merupakan kunci untuk memulai membangun kebiasaan-kebiasaan yang ditopang atas pemahaman pemberdayaan diri dan komitmen. Memang hal ini mudah diucapkan tetapi sangat sulit untuk dilaksanakan kecuali bagi orang-orang yang memahami arti perubahan.

Dengan membangun kebiasaan-kebiasaan yang teratur, sistimatik dan terarah dengan landasan yang kuat dan konsisten akan menjadi kekuatan-kekuatan baru kedalam kolaborasi untuk menghadapi tantangan masa depan.

MODEL STRATEGI MEMBANGUN IKLIM ORGANISASI
TANTANGAN ABAD 21
Strategi membangun IKLIM ORGANISASI didekati dengan sistem sebagai seperangkat unsur yang secara teratur saling berkaitan sehingga membentuk suatu totalitas, sehingga didalamnya terdapat sub-sub sistem strategi mengelola input, mengelola proses dan mengelola output budaya, dalam mewujudkan keputusan strategik.

Dalam sub-sistem strategi membangun dalam mengelola input mencari jalan keluar bagaimana menata faktor-faktor apa saja dapat mempengaruhi di lingkungan tempat kerja baru yang terkait dengan arah, pekerjaan, remunerasi, karir dan kinerja.

Dalam sub-sistem strategi membangun dalam mengelola proses, mencari jalan keluar agar dapat memberikan jawaban bagaimana sebaiknya input itu dilola agar faktor-faktor yang mempengaruhi itu tidak memberi dampak sama sekali atau seminimal mungkin kedalam sistem manajemennya.

Dalam sub-sistem strategi membangun dalam mengelola output, mencari jalan keluar agar diharapkan terciptanya suatu iklim yang memberikan hasil perilaku organisasi yang sangat dirasakan oleh para pegawai utamanya.

Wujud membangun iklim orgnisasi mengkomunikasikan langkah-langkah untuk memberikan segala sesuatu yang
dapat memahami sebagai daya dorong dalam lingkungn yang harmonis, memiliki sifat fleksibilitas dan mudah di kontrol.

Jadi dengan melaksanakan strategi membangun iklim oraganisasi merupakan langkah keempat untuk menentukan posisi melalui keyakinan atas hubungan antara pikiran dan perbuatan atau antara ide dan penyelenggaraannya.

Untuk menentukan posisi tersebut dapat ditempuh melalui apa yang kita sebut dengan : 1) reaktif artinya oranisasi menunggu perubahan baru kemudian bereaksi ;2) mengubah lingkungan intern artinya mengantisipi atas perubahan ;3) mengubah lingkungan luar artinya organisasi yang mengantisipasikan perubahan untuk bertindak atas lingkungan itu sendiri sehingga perubahan cocok dengan kebutuh-annya ; 4) menetapkan hubungan baru antara lingkungan ekstern dan intern.

Oleh karena itu iklim organisasi adalah serangkaian sifat lingkungan kerja yang dapat dipahami secara langsung dan tak langsung pegawai yang bekerja di lingkungan itu.
Dan dianggap sebagai kekuatan yang besar pengaruhnya pada perilaku pegawai terhadap pekerjaannya, sehingga pengaruh yang menentukan reaksi pekerja terhadap pekerjaannya.

Jadi pegawai dipengaruhi oleh jenis iklim tertentu yang ada dalam lingkungan kerjanya.

Dengan membangun kebiasaan-kebiasaan yang teratur, sistimatik dan terarah dengan landasan yang kuat dan konsisten akan menjadi kekuatan-kekuatan baru kedalam iklim organisasi untuk menghadapi tantangan masa depan.

BAB II. MEMPERDAYAKAN DAYA KEMAUAN
KEDALAM MANAJEMEN PENGETAHUAN

Dalam bab ini akan menekankan segala usaha dengan memperdayakan kemauan yang kuat untuk menumbuh kembangkan kompetensi-kompetesi yang terkait dengan kekuatan mengembangkan pola pikir sebagai kekayaan terbesar itu berarti anda memulai untuk memanfaatkan kekuatan OTAK, HATI dan KEBERANIAN yang harus dikembangkan secara berkesinambungan yang menyangkut
6. KEMAMPUAN DALAM KOMPETENSI
MANAJERIAL

Pada tingkat eksekutip akan ditunjukkan kemampuan manajerial yang kuat dan terbangun dari kebiasaan yang efektif yang tumbuh dari pengalaman dan pengembangan bakat yang tersembunyi.

Dengan kemampuannya para eksekutip mengarahkan organisasi melalui kondisi lingkungan yang dinamik. Para eksekutip pembuat keputusan tingkat atas dengan melaksanakan penelitian strategis akan

menghasilkan antisipasi dengan baik pula dari kemampuan mengidentifikasi situasi, merumuskan masalah (strategik, pokok dan insidentil), menyeleksi serta membuat solusi penyelesaian secara tepat dan benar yang ditunjukkan dalam membuat pilihan-pilihan strategi yang sempurna di dalam berbagai kondisi diatas lingkungan yang beragam dan kompleknya.

Sedangkan pada peringkat manajemen menengah dimana kemampuan akan manejerialnya lebih terfokuskan kedalam kegiatan untuk menterjemahkan keputusan strategik agar dapat dilaksanakan.
Sebaliknya pada kemampuan manajerial operasional dapat membantu mengaktualisasikan seluruh strategi organisasi di dalam jangka pendek.

7. KEMAMPUAN DALAM KOMPETENSI TEKNIK
Kemampuan teknik dapat memperkuat dan atau memperlemah pencapaian keputusan strategik dalam lingkungan tugasnya yang terletak di dalam area-area teknologi produk baru, teknologi proses, teknologi pendukung operasi serta manajemen sumber daya manusia.

Operasi yang mendukung teknologi adalah teknik-teknik, prosedur-prosedur dan sistem-sistem yang dimiliki oleh organisasi yang secara langsung dapat menyokong teknologi produk dan proses yang mampu meningkatkan kemampuan untuk bersaing.
Dengan berbagai teknik-tenik dan sistem-sistem mampu mentranformasikan informasi dengan kecepatan tinggi keluar. Begitu pula teknologi dukungan seperti teknik pengolahan pesanan, sistem logistik dan sebagainya.

8. KEMAMPUAN DALAM KOMPETENSI INFORMASI

Dengan informasi dapat membantu organisasi memasuki persaingan secara efektif di dalam pasar-pasar produknya yang disebut dengan kemampuan informasional.
Dengan memiliki kemampuan yang berhubungan dengan informasi luar mengenai lingkungan perusahaan, pasar dan pesaingnya, akan memberikan keuntungan lebih dari yang lainnya sehingga bagi organisasi yang memiliki kemampuan informasional tersebut mudah memasuki ekonomi dunia tanpa
batas dan mampu menciptakan peluang dari ketidak pastian.
Kemampuan informasional termasuk sistem imformasi manajemen untuk mendukung komunikasi antar unit kerja menjadi efektif dan efesien karena dapat mengurangi kesalahan dan dapat tanggap atas perubahan lingkungan.

9. KEMAMPUAN DALAM KOMPETENSI ORGANISASI

Kemampuan dalam mendayagunakan peran-peran keorganisasian dalam merumuskan kerja, jabatan atau kedudukan, peran, pekerjaan, fungsi dan tugas akan mendukung terciptanya suatu pengorganisasian yang fleksibel dan mudah dikontrol.
Dengan kemampuan itu pula dapat memberikan daya dorong untuk supaya mudah memotivasi dan efektivitas peran dalam mengoptimalkan potensi karyawan.
Sejalan dengan itu memungkinkan untuk membangun hubungan horizontal, vertical dan diagonal dalam mewujudkan keharmonisan dan koordinasi dalam pekerjaan.

Memiliki kemampuan untuk menggerakkan dan menumbuhkan partisipasi dan komitmen dalam organisasi untuk setiap perubahan karena adanya iklim organisasi yang sehat.

10. MODEL KEBIASAAN YANG PRODUKTIF
Untuk mendukung pemahaman persfektif manajemen agar dapat diaplikasikan kedalam suatu organisasi yang efektif dan mudah dikontrol dibutuhkan kesungguhan untuk membangun kebiasaan yang produktif artinya diperlukan peningkatan yang berkelanjutan atas pengetahuan yang diperoleh dari informasi, keterampilan yang diperoleh dari pengalaman dan keinginan yang sejalan dengan sikap dan perilaku untuk menyesuaikan dengan tuntutan perubahan.
Maka seperangkat kebiasaan yang produktif menjadikan pondasi yang selalu ditumbuh kembangkan sebagai usaha-usaha pengembangan sumber daya manusia agar ia selalu siap beradaptasi terhadap gelombang perubahan yang terus bergerak tanpa berakhir.
Sejalan dengan pemikiran itu maka diperlukan pilar-pilar sebagai tonggak untuk menahan setiap

perubahan artinya selalu siap menghindari masalah, sehingga ia mampu berpikir, bekerja dan belajar sebagai tonggak perjalanan hidupnya.
Pemikiran tersebut dituangkan kedalam satu model kebiasaan yang produktif seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini
MODEL KEBIASAAN YANG PRODUKTIF DALAM
MELAKSANAKAN PERSFEKTIF MANAJEMEN

BAB III. TANTANGAN DALAM PERUBAHAN POLA

PIKIR

BUKU PEDOMAN TENTANG MANAJEMEN PENGETAHUAN

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
BAB I. PENDAHULUAN
1. Pemahaman konsep
2. Persfektif dari sisi huruf menjadi kata bermakna
3. Manajemen dari sisi huruf menjadi kata bermakna
4. Persfektif manajemen
5. Pengetahuan
BAB II. MEMPERDAYAKAN DAYA KEMAAN KEDALAM MP
6. Kemampuan dalam kompetensi manajerial
7. Kemampuan dalam kompetensi teknik
8. Kemampuan dalam kompetensi informasi
9. Kemampuan dalam kompetensi organisasi

BAB III. TANTANGAN DALAM PERUBAHAN POLA PIKIR

10. Identifikasi tantangan
11. Perubahan paradigm
12. Mengubah pola pikir dlm paradigm baru
13. Mengungkit paradigm kepermukaan
14. Kesiapan menghadapi tantantanga abad 21

15. Model kesiapan memasuki perubahan
BAB IV. MEMBANGUN STRATEGI KEDALAM
KEBIASAAN YANG PRODUKTIF
16. Penghayatan strategi sebagai konsep
17 Keputusan strategic dalam mengelola
kebiasaanYang produktif
18 Memahami strategi dari huruf menjadi kata
Bermakna

BAB V. OTAK, HATI, KEBERANIAN DALAM
MANAJEMEN PENGETAHUAN

19 Pemanfaatan otak dalam berpikir
20 Pemberdayaan otak dan kreativitas
21 Berpikir memperkuat daya kemauan

BAB VI. MANAJEMEN PEMBERDAYAAN PIKIRAN
22 Perencanaan pemberdayaan
23 Mengorganisir pemberdayaan
24 Menggerakkan pemberdayaan
25 Kontrol pemberdayaan

26 Aplikasi manajemen pemberdayaan
27 Prinsip pemberdayaan terpola
BAB VII. KEMAMPUAN MANAJERIAL DALAM GAYA
KEPEMIMPINAN
28 Tujuan penulisan
29 Batasan dan pengertian
30 Pendekatan dalam penulisan
31 Membangun komitmen dalam
gaya kepemimpinan
32 Kepemimpinan abad 21
33 Intergrasi bisnis dan pengembangan
manajemen Dalam membentuk model
kepemimpinan abad 21
34 Membangun suatu model kepemimpinan
abad 21
35 Dimensi tantangan bisnis
36 Struktur dalam tantangan bisnis
37 Sistem dalam tantangan bisnis
38 Proses dalam dimensi tantangan bisnis
39 Dimensi pemimpin
40 Dimensi efektifitas pribadi

BAB VIII. KEMAMPUAN DALAM KOMPETENSI ORG.
41 Pengertian dan unsur organisasi
42 Macam, bentuk dan tipe organisasi
43 Struktur, bagan dan buku pedoman org.
44 Prinsip-prinsip organisasi
45 Perilaku organisasi
46 Perubahan dan pengembangan organisasi
47 Mendalami makna daur hidup organisasi
48 Mengembangkan org. berbasis pengetahuan
BAB IX. KEMAMPUAN DALAM KOMPETENSI TEKNIK
49 Teknologi produk baru
50 Teknologi proses
51 Teknologi pendukung operasi
52 Teknik dan system pendukung s.d.m.
BAB X. KEMAMPUAN DALAM KOMPETENSI INFORMASI
53 Mengelola informasi lingkungan intern
54 Mengelola informasi lingkungan ekstern
55 Mengelola informasi memasuki dunia
tanpa batas
56 Mengelola komunikasi antar unit kerja

BAB XI. KEKUATAN FOKUS DALAM MANAJEMEN
57 Membangun fous multilangkah
58 Strategi focus langkah 1 dan 2
59 Strategi focus langkah 3 dan 4
60 Strategi focus langkah 5 dan 6
61 Strategi focu langkah 7 dan 8
62 Strategi focus langkah 9 dan 10

BAB XII. STRATEGI MANAJEMEN PENGETAHUAN
DALAM KREATIVITAS DAN INOVASI
63 Pendekatan
64 Batasan dan pengertian
65 Kreativitas
66 Inovasi

KATA PENGANTAR
Tulisan ini dituangkan kedalam apa yang disebut dengan BUKU PEDOMAN TENTANG MANAJEMEN PNGETAHUAN merupakan rangkuman dari tulisan-tulisan yang pernah saya tulis menjadi bahan pelajaran untuk kursus dan bahan pelajaran pendidikan formal serta sebagai bahan dalam menjalankan peran KONSULTAN.
Sejalan dengan pemikiran diatas, dimaksudkan sebagai suatu pemikiran untuk mendorong bagi pembaca yang mempunyai keinginan untk membangun kebiasaan meningkatkan daya kemauan dalam segala usaha bagi yang bersangkutan untuk terus menambah kekuatan PENGETAHUAN dan ILMU secara berkelanjutan atas kemauan sendiri.
Kemajuan seeorang sangat ditentukan keinginan yang kuat agar setiap manusia dengan NIATNYA mampu memanfaatkan OTAK, HATI DAN KEBERANIAN dalam melangkah untuk terus menjalankan PEMBERDAYAAN DIRI agar setiap PERAN yang dibebankan kepadanya mampu secara berkelanjutan dalam usaha meningkatkan kompetensi yang dibutuhkan.

Mudah2an tulisan yang disajikan ini dapat member manfaat bagi pihak-pihak yang ingin melakukan perubahan pola pikir yang sejalan dengan tuntutan perubahan
Bandung, Drs. Abdul Talib Rachman Ak.(D-271), MBA.

BAB I PENDAHULUAN
Pada bab ini akan menguraikan pokok-pokok pikiran dalam usaha merumukan hal-hal yang perkaitan konsep dengan suatu pendekatan yaitu menguraikan kata dari unsur huruf dirumuskan menjadi satu untaian kalimat yang bermakna.

1. PEMAHAMAN KONSEP

Mendalami „Dunia Tanpa Batas“ memerlukan pengertian yang terkait dengan Persfektif Manajemen artinya ada sesuatu yang kita ungkapkan dimana disatu sisi manajemen membicarakan seperangkat pengetahuan (apa yang harus dilakukan dan mengapa), keterampilan (bagaimana melaksanakan) dan keinginan (mau melakukan) tentang usaha manusia mencapai tujuan dengan memaksimumkan sumber daya yang tersedia secara produktif (efisein, efektif dan kualitas), sedangkan disisi lain persfektif membicarakan kemampuan berpikir strategis untuk melihat segala sesuatu di masa depan.

Kemampuan berpikir strategis merupakan kebutuhan bagi setiap pemimpin masa depan, tanpa kemampuan itu sangat sulitlah ia menerapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk menggerakkan orang dalam usaha untuk mencapai tujuan yang diharapkan,

oleh karena itu banyak pemimpin menguasai informasi tapi ia tidak mampu memanfaat informasi menjadi berguna.

Sejalan dengan pemikiran diatas, maka kepemimpinan masa depan sangat ditentukan kemampuannya untuk menggerakkan kemampuan berpikir dalam kerangka persfektif artinya ia memiliki kemampuan mengungkapkan situasi dalam gelombang perubahan karena perubahan akan selalu ada dimana-mana sehingga pemahaman yang mendalam memanfaatkan otak dan hati dalam mewujudkan antisipasi.

Antisipasi adalah keterampilan baru untuk menggerakkan kemampuan yang terkait dalam pemikiran analisis strategis dimana ia mampu mengungkapkan segala sesuatu yang belum terjadi. Inilah keterampilan yang sangat perlu dan penting dalam membicarakan apa yang kita sebut dengan persfektif.
Dengan mengungkapkan persfektif dari hasil analisis strategis sebagai satu usaha untuk meramalkan sesuatu yang harus dihindari dimasa depan, maka dengan melaksanakan manajemen yang benar diharapkan kita mampu untuk menciptakan peluang-peluang dalam masa ketidak pastian.

2. PERSFEKTIF DARI SISI HURUF MENJADI
KATA BERMAKNA
Dari huruf dalam kata persfektif , bila kita uraikan maka setiap huruf akan menjadi satu kata yang bermakna yaitu :
P menjadi kata Perencanaan
E menjadi kata Esensi
R menjadi kata Relokasi
S menjadi kata Sumber daya
F menjadi kata Faktor
E menjadi kata Ekonomi
K menjadi kata Keterampilan
T menjadi kata Teknologi
I menjadi kata Informasi
F menjadi kata Fondasi
Dengan menguraikan huruf menjadi kata yang bermakna diatas, maka kita dapat pula merumuskan makna kata Persfektif sebagai berikut :
PERSFEKTIF adalah PERENCANAAN analisis strategi sebagai ESENSI merumuskan hal-hal yang berkaitan dengan RELOKASI terhadap SUMBER DAYA sebagai satu FAKTOR penentu EKONOMI keberhasilan dengan memanfaatkan KETERAMPILAN dalam TEKNOLOGI dan INFORMASI sebagai FONDASI dalam mewujudkan keputusan strategik.
Pemahaman kata persfektif yang dirumuskan diatas diharapkan akan menjadi alat pendorong sikap dan perilaku agar semua rumusan dalam kerangka berpikir ANTISIPATIF mampu meramalkan keputusan strategik.
Dengan pemanfaatan otak dan hati dalam kerangka kemampuan berpikir antisifatif maka menggerakkan kompetensi agar komponen memahami apa yang dapat mempengaruhi, cara berpikir yang dalam mencari jawaban lebih dari satu arah, lebih terfokuskan, mampu menggambarkan jalan yang akan ditempuh, maka keseluruhan proses berpikir itu disebut analisis strategis.
Jadi merumuskan persfektif akan memberikan hasil yang memuaskan bilamana kompetensi untuk membuat satu analisa strategis dipenuhi sehingga informasi yang tersedia dapat dimanfaatkan sebagai langkah untuk membuat antisipasi yang lebih terarah, terpadu dan kompeherensip.
3. MANAJEMEN DARI SISI HURUF MENJADI
KATA BERMAKNA
Kata manajemen terdiri dari beberapa huruf, bila kita uraikan dari huruf menjadi kata bermakna, akan memberikan petunjuk kedalam operasionalnya artinya bagaimana anda menerapkannya dalam pelaksanaan. Jadi huruf dalam kata manajemen dapat diuraikan sebagai berikut :

M menjadi kata Mengelola
A menjadi kata Aktiva
N menjadi kata Nilai tambah
A menjadi kata Akseptasi
J menjadi kata Jaminan
E menjadi kata Ekuitas
M menjadi kata Masa depan
E menjadi kata Emisi
N menjadi kata Naik N

Dengan menguraikan huruf menjadi kata bermakna diatas, maka kita dapat pula merumuskan manajemen dari sisi huruf menjadi kata bermakna sbb.:
MANAJEMEN adalah Kemampuan dalam MENGELOLA penggunaan sumber daya yang tercantum sebagai AKTIVA untuk mewujudkan NILAI TAMBAH ekonomis ( economic value added) menjadi AKSEPTASI untuk memberikan JAMINAN atas EKUITAS yang ditanam sebagai EMISI akan NAIK sejalan dengan pertumbuhan usaha.
Pemahaman manajemen yang dikemukakan diatas mendjadi satu kekuatan bagi pemimpin bertanggung jawab dalam menjamin pertumbuhan usaha yang berkelanjutan dan selalu siap memasuki gelombang ketidak pastian menjadi peluang.
Jadi manajemen haruslah dipandang bukan saja dalam arti abstrak tetapi juga dipandang dari konkrit artinya manajemen sebagai keterampilan membutuhkan kompetensi tertentu. Dengan keterampilan itu bagi pemimpin akan selalu mampu menggerakkan sumber daya manusia untuk dapat memaksimumkan sumber daya yang lain dalam mewujudkan tujuan yang hendak dicapai.
Keterampilan tertentu tersebut harus dikembangkan menjadi kompetensi dalam manajerial, organisasi, teknik dan informasi sehingga manajemen dapat dipahami dalam arti praktis yang dapat diaktualisasikan kedalam sikap dan perilaku yang bersifat yang proaktif
Sikap dan perilaku proaktif akan mampu mendorong kemampuan dalam kompetensi tertentu dengan memanfaatkan manajemen dari kebiasaan memecahkan masalah menjadi menghindari masalah.

4. PERSFEKTIF MANAJEMEN (P.M.)
Pada bagian terdahulu telah diutarakan pemahaman secara umum dan dari sisi huruf menjadi kata yang bermakna atas persfektif dan manajemen, maka bila kedua kata itu disatukan menjadi persfektif manajemen berarti kita melihat dari sisi bagaimana
seharusnya ia diaplikasikan menjadi kenyataan dalam praktek.

Dengan pemahaman itu, maka aplikasi Persfektif Manajemen disini kita maksudkan adalah penguasaan seperangkat pengetahuan dan keterampilan yang dapat memberi kekuatan kepemimpinan dalam mewujudkan keinginan agar dapat memberikan motivasi dalam menciptakan keseimbangan kepentingan individu, kelompok dan organisasi.
Pengetahuan, keterampilan dan keinginan tersebut harus ditumbuh kembangkan menjadi suatu kebiasaan yang produktif untuk mendukung kemampuan dalam pemikiran strategis, jangka panjang dan pendek dalam organisasi dan menjadi pendorong lahirnya kompetensi-kompetensi manajerial, teknik, informasi dan organisasi.
5. PENGETAHUAN
Pada bagian terdahulu telah kita ungkapkan kata MANAJEMEN dengan menguraikan dari unsur kata, selanjutnya dibawah ini kita uraikan makna PENGETAHUAN dari unsur kata :
P menjadi (P) engalaman
E menjadi (E) mosi
NG menjadi (NG) embangkan
T menjadi (T) antangan
A menjadi (A) kal
H menjadi (H)idup
U menjadi (U) saha
A menjadi (A) malan
N menjadi (N) ilai tambah
Bertolak dari unsur kata tersebut, bila dirumuskan menjadi untaian kalimat yang bermakna, maka
PENGETAHUAN adalah satu kebiasaan yang tumbuh dan berkembang yang diperoleh dari PENGALAMAN menjadi satu kekuatan kecerdasan EMOSI dalam usaha untuk me-NGEMBANKAN kemampuan menghadapi TANTANGAN dengan memanfaatkan kesadaran, kecerdasan dan AKAL untuk menjalani HIDUP sebagai USAHA dalam menjalankan AMALAN untuk meningkatkan NILAI TAMBAH.

Bertolak dari rumusan katan MANAJEMEN dan PENGETAHUAN, maka dalam tulisan sebagai buku pedoman yang dimaksudkan dengan MANAJMEN PENGETAHUAN adalah seperangkat pengetahuan yang ditumbuh kembangkan dari pengalaman untuk mengelola sumber daya yan terbatas dalam rangka mewujudkan nilai tambah yang berkesinambungan.
Dengan demikian maka MANAJEMEN PENGETAHUAN haruslah dipandang dari dua sisi yang kita sebut dengan PENGETAHUAN yang bersumber dari pengalaman sedangkan PENGETAHUAN yang didapat dengan jalan keterangan disebut ILMU.