<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Abdul Talib Rachman</title>
	<atom:link href="http://suaraatr2025.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://suaraatr2025.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sat, 28 Nov 2009 01:37:32 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='suaraatr2025.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/225e5af8b2d1e07ac8f3d251c4e4c540?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Abdul Talib Rachman</title>
		<link>http://suaraatr2025.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>SE. 47. ENTRERENEUR MENGHINDARI GEJALA KEGAGALAN TOTAL</title>
		<link>http://suaraatr2025.wordpress.com/2009/11/28/se-47-entrereneur-menghindari-gejala-kegagalan-total/</link>
		<comments>http://suaraatr2025.wordpress.com/2009/11/28/se-47-entrereneur-menghindari-gejala-kegagalan-total/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 01:37:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>suaraatr2025</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suaraatr2025.wordpress.com/?p=169</guid>
		<description><![CDATA[&#160;
 ENTRERENEUR MENGHINDARI GEJALA KEGAGALAN TOTAL
 
 
&#160;
PENDAHULUAN
 
Pada dasarnya proses pengambilan keputusan pada semua tingkatan pemimpin (tingkat puncak, menengah, bawah, supervisi) seharusnya bertolak sesuai dengan peran mereka dalam struktur formal yaitu peran melihat hal-hal yang berkaitan dengan 1) arah persfektif, 2) posisi masa depan , 3) kinerja, 4) operasional.
Sejalan dengan pemikiran diatas, maka dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suaraatr2025.wordpress.com&blog=1886949&post=169&subd=suaraatr2025&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>&nbsp;</p>
<p><strong> ENTRERENEUR MENGHINDARI GEJALA KEGAGALAN TOTAL</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>PENDAHULUAN</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Pada dasarnya proses pengambilan keputusan pada semua tingkatan pemimpin (tingkat puncak, menengah, bawah, supervisi) seharusnya bertolak sesuai dengan peran mereka dalam struktur formal yaitu peran melihat hal-hal yang berkaitan dengan 1) arah persfektif, 2) posisi masa depan , 3) kinerja, 4) operasional.</p>
<p>Sejalan dengan pemikiran diatas, maka dalam merumuskan masalah dalam usaha-usaha untuk menghindari gejala kegagalan total haruslah pula berdasarkan kemampuan setiap peran untuk mengidentifikasi situasi menjadi masalah yang bersifat 1) strategik ; 2) pokok ; 3) insidentil.</p>
<p>Dengan kejelasan apa yang kita utarakan diatas dapat dijadikan patokan dalam usaha untuk menhindari adanya kegagalan total sebagai akibat salah membuat keputusan dan oleh karena itu hal tersebut dapat terjadi sebagai akibat apa yang disebut dengan 1) paraktek dari kebiasaan kecenderungan gagal karena kegagalan seringkali ditempatkan di luar jangkauan kendali ; 2) mendapatkan komitmen yang dipaksakan sehinga banyak keputusan yang dibuat tanpa melakukan kebiasaan dari sikap dan perilaku yang terbuka ; 3) melangkah membuat keputusan yang terkait dengan investasi yang tidak bijaksana.</p>
<p>Oleh karena itu, dalam pelaksanaannya entrepreneur akan mnghadapi jeratan-jeratan yang sangat mempengaruhi sikap dan perilaku dalam membuat kesalahan yang tidak disadarai dan atau disadari yang mendorong pada kegagalan total karena adanya jebakan yang berkepanjangan dari tindakan apa yang kita sebut dengan 1) salah mempergunakan kekuasaan untuk bertindak ; 2) kecenderungan untuk lari dari tanggung jawab ; 3) tidak mampu merumuskan secara jelas dalam memberikan petunjuk ; 4) penyelesaian yang terbatas dari rumusan masalah ; 5) ketidak mampuan dalam merumuskan evaluasi yang benar dan jelas ; 6) tidak fokus kedalam sensitivitas atas etika ; 7) tidak adanya usaha untuk mendorong pembelajaran.</p>
<p>Jadi jerat-jerat yang kita sebutkan diatas mencakup yang kita sebut dengan „kekuasaan, tanggung jawab, petunjuk, keterbatasn, evaluasi, tidak fokus, pembelajaran“ kedalam proses pembuatan keputusan yang cenderung berhasil dan atau gagal.</p>
<p>Dengan demikian bahwa proses yang menggambar pembuat keputusan melakukan urutan tahapan aktivitas, sangat menentukan dan penting dalam pembuatan keputusan, sehingga tahapan „kekuasaan, tanggung jawab dan petanjuk kedalam proses temuan menunjukkan gambara keberhasilan, sebaliknya tahapan berikut yang membuat jerat kegagalan total.</p>
<p><strong>MENYINGKAP JERAT-JERAT YANG MEMBUAT KEGAGALAN TOTAL</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Bertolak dari gambaran yang kita utarakan diatas, seorang entrepreneur dengan sikap dan perilaku kepemimpian yang memiliki pemahaman atas efektivitas pribadi diharapkan mampu mempengaruhi semua pihak untuk bertindak sesuai dengan sikap dan perilaku yang sejalan dengan budaya organisasi formal untuk dapat menuntun tindakan agar dapat terlepas dari jeratan-jeratan yang dapat membuat kegagalan total atas keputusan yang telah dibuat, dengan penjelasan sebagai berikut :</p>
<p><strong>Pertama, gagal karena terjerat dari pelaksanaan kekuasaan :</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Langkah untuk menghindari dari „praktek“ membuat keputusan diluar jangkauan karena keseimbang kepentingan stakeholders yang tidak seimbang akan membawa dampak ketidakpuasan, maka diperlukan pandangan yang berbeda itu untuk mengetahui yang terkait dengan tingkat kepuasan sebagai informasi kedalam langkah pertimbangan untuk tindakan.</p>
<p>Dengan memperhatikan pikiran diatas, maka diperlukan suatu jalan keluar untuk dapat menilai ketidakpuasan tersebut menjadi sesuatu yang tidak menimbulkan perbedaan kepentingan sehingga mendorong adanya „komitmen“ bersama ahwa langkah tersebut dapat dilaksanakan.</p>
<p>Jadi dalam mencapai tingkat keseimbangan kepentingan maka „investasi“ haruslah dapat dicapai dengan kebijaksanaan yan bijaksana agar pelaksanaan kekuasaan menjadi terarah melalui diagnosis untuk menghindari terjadinya konflik kepentingan.</p>
<p><strong>Kedua, gagal karena terjerat dalam melepaskan diri atas tanggung jawab :</strong></p>
<p>Melepaskan diri atas tanggung jawab terkait dengan masalah kepentingan dan komitmen pribadi harus dapat diperlihatkan sebagai kepentingan organisasi untuk menggambarkan prosfek dari pada pelaksaan yang mampu memberikan motivasi untuk mendapatkan dukungan dari setiap orang  yang menyetujui dan sejalan dengan kebutuhan untuk bertindak dan melihat kepentingan secara realistik.</p>
<p>Dengan keterabatasan dimana orang merasa menuju perubahan yang memperlihatkan kemilikan pribadi akan mempengaruhi atas  keputusan, mendorong jumlah orang menjadi bertambah sehingga setiap orang yang dimintakan pandangan menjadi suatu imbauan untuk mendapatkan dukungan, sehingga keputusan yang diambil dapat diterima dan sejalan dengan itu jerat untuk melepaskan diri atas tanggung jawab terhindar karena telah banyak mendapatkan dukungan sehingga tidak perlu membuat intervensi.</p>
<p>Jadi hindari keinginan melepaskan diri dari tanggung jawab yang sejalan dengan adanya tekanan sosial dan politik yang tidak dapat dikendalikan dengan membangun  partisipasi dan intervensi membutuhkan keterlibatan yang lebih dari pembuat keputusan, oleh karena itu jauhkan menggunakan kekuasaan yang dapat mempengaruhi kepercayaan sosial hilang dan setiap keputusan menjadi tidak mendorong kreativitas individu dan kelompok.</p>
<p><strong>Ketiga, gagal karena terjerat dalam ketidak mampuan memberikan petunjuk :</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Pembuat keputusan yang berorientasi kekuasaan, manakala ditolak karena ketidak jelasan berarti akan sulit merumuskan petunjuk, oleh karena itu hindarilah pemikiran yang timbul dari suatu gagasan sebagai petunjuk, tapi sebaliknya mendorong orang untuk mendukung ata menolak dilihat dari sisi gagasan yang terpikirkan.</p>
<p>Bertolak dari pemikiran diatas, maka dalam melakukan diagnosis persolan yang penting adlah sasaran yang dituu, sehingga akan membuka proses keputusan terhadap apa yang disebut memikirkan kemungkinan untuk bergerak menjauhi tanggapan yang bersiaft stereotip dan cara bertindak tradiosional. Oleh karena itu, nyatakan sasaran dalam terminologi kinerja untuk memberikan gambaran target.</p>
<p>Jadi sasaran akan mencakup yang lebih sempit dan atau lebih luas dibandingkan sasaran pokok untuk mengembangkan jajak pandangan yang dapat menjelaskan beragam tindakan yang efektif. Gambaran tersebut harus mampu mencegah kesulitan tersembunyi yang tersamar dari perhatian dan memberikan hasil yang terbaik. Untuk itu berikan panduan yang jelas sehingga banyak orang dapat menerimanya sebagai suatu cara menembus kesulitan.</p>
<p><strong>Keempat, gagal karena terjerat penyelesaian terbatas dari rumusan masalah :</strong></p>
<p>Untuk mengatasi jeratan yang kita maksudkan disini diperlukan adanya pemikiran yang cukup tersedianya sumber daya dalam pencaharian pemecahan masalah dengan selalu memperhatikan  alternatif-alternatif sehingga mampu memberikan penyesuaian bila hal itu diperlukan.</p>
<p>Bertolak dari pikiran diatas, maka diperlukan pemikiran untuk mengembangkan lebih dari satu pilihan, sehingga dengan merumuskan pilihan ganda memungkinkan menjadi lebih bermanfaat dalam serangkaian tindakan yang lebih disukai, dengan demikian dapat memberikan kesempatan untuk mengkombinasikan alternatif sebagai karekteristik terbaik</p>
<p>Dengan memikirkan kemungkinan tersebut diatas, memberikan ruang gerak melahirkan gagasan baru yang di dukung oleh sarangkaian tindakan yang terintergrasi menciptakan solusi penggabungan dari praktek bisnis yang trbaik.</p>
<p><strong>Kelima, gagal karena terjerat dalam evaluasi yang benar dan jelas :</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Bertolak dari kemampuan mengidentifikasi situasi berarti dengan kemampuan analisis akan mampu merumuskan tindakan ke keputusan yang berhasil yang sejalan dengan hasil yang diharapkan, oleh karena itu suatu evaluasi yang bersifat subjektif harus dihindari.</p>
<p>Oleh karena itu, jangan lakukan suatu evaluasi yang didasarkan pada pikiran yang tidak disadri yaitu semata-mata memanfaatkan kekuatan intuisi yang memberikan gambaran kecurigaan terhadap motif seseorang yang berdampak akan tekanan pada keberhasilan, sebagai akibat adanya resiko dan ketidakpastian tentang kondisi masa depan.</p>
<p>Jadi memanfaatkan kekuatan berpikir dengan intuisi, membuat keputusan sering kali dari sesuatu yang dapat dipertanggung jawabkan sehingga banyak kegagalan total dapat dihindari jika dapat memperkirakan tentang resiko yang akan dihadpi.</p>
<p>Dengan demikian untuk menghindari bayangan  jerat dari ketida mampuan membuat evaluasi yang jelas dan benar dengan memanfaatkan apa yang disebut dengan analisis grafis membuat resiko dapat dimengerti, sehngga pilihan dengan resiko minimal dapat diidentifikasi.</p>
<p><strong>Keenam, gagal karena terjerat tidak fokus kedalam sentivitas atas etika :</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Untuk menghindari jerat kepekaan atas etika, maka sangat bergantung atas pemahaman yang mendalam terhadap hal-hal yang terkait dalam standar kejujuran dan keadilan yang ditopang oleh kekuatan amalan hati yang terkait dengan kemampuan untuk mengamalkan pula apa yang disebut dengan „ikhlas, tawakal, optimis, takut, bersykur, ridha, sabar, introspeksi diri dsb“</p>
<p>Jadi dengan salah menerapkan etika akan menciptakan lawan dan pertentangan seperti yang dipersiapkan dalam pikiran sebelumnya untuk mendukung pemikiran terhadap tuntutan dari kelompok yang terkecil yang berdampak pemanfaatan sumber daya yang tersedia tidak secara produktif (efesien, efektif, kualitas), yang didorong oleh kekuatan etika dengan pikiran mau menang sendiri.</p>
<p>Akan lebih terjerat lagi bila anda memikirkan hal-hal yang terkait dengan etika sebagai alat kepentingan anda sehingga mendorong ketidaksepahaman anda dengan stakeholders (pihak-pihak yang berkepentingan), hal ini hanya dapat dihindari bila dalam pikiran anda tumbuh dan berkembang sebagai kebiasan yang produktif dengan membuat rasionalitas etika berdiri sejajar dengan rasionalitas logika, ekoomi dan politis dalam pembuatan keputusan sebagai wujud dari keseimbangan kepentingan.</p>
<p>Perlu dipahami dengan sepenuhnya bahwa tidak ada keputusan yang tidak dilandasi dengan „etika“ tapi perlu juga dipahami bahwa tidak ada tindakan yang dapat sepenuhnya untuk membuat penilaian atasnya, oleh karena itu perlu di jelaskan secara menyeluruh agar semua pihak dapat memahaminya bahwa tindakan tersbut telah terpikirkan kebutuhan akan nlai-nilai yang sejalan dengan budaya organisasi formal yang ada.</p>
<p><strong>Ketujuh, tidak adanya usaha untuk mendorong pembelajaran :</strong></p>
<p>Suatu keputusan yang diambil dan dilaksanakan diperlukan pembelajaran terhadap konsekuensinya dengan adanya pelaksanaan tindakan, oleh karena itu bila terjadi dorongan yang buruk mendorong orang akan bersikap defensif yang berdampak penyajian informasi yang sengaja menjadi tidak terbuka.</p>
<p>Bertolak dari pemikiran diatas mendorong sikap dan perilaku anda untuk melepaskan diri dari jeratan yang tidak mendorong akan adanya pembelajaran yang mampu mengingat anda pentingnya data, fakta dan informasi yang benar dan jelas untuk menuntun suatu keputusan yang dapat dilaksanakan dengan pandangan yang realistik dengan usaha-usaha untuk meningkatkan kepentingan bersama dari pada kepentingan pribadi.</p>
<p>Dengan pemikiran diatas memberikan daya dorong akan pelaksanaan bahwa kegagalan prediksi harus dapat dipisahkan dari kekuatan pikiran yang melaksanakan pikiran yang buruk atas dasar keputusan yang buruk yang cenderung akan menjerat anda dengan kegagalan total yang akan dihadapi.</p>
<p>Oleh karena itu masa lampau haruslah menjadi suatu pembelajaran untuk hari ini dan hari esok dengan keyakinan dan kepercayaan bahwa hasil yang baik adalah kejelasan dan hasil buruk adalah sesuatu yang dapat dihindari, sehingga doronglah pikiran anda dengan suatu keputusan yang tidak pasti menjadi pasti.</p>
<p><strong>PENUTUP</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Renungkanlah kembali dalam pikiran anda bahwa proses keputusan untuk melaksanakan suatu rencana jangka menengah dan pendek diperlukan kemampuan untuk melakanakan kekuatan berpikir yang disadari bukan kekuatan intuisi.</p>
<p>Bertolak dari kemampuan berpikir yang disadari untuk membuat keputusan merupakan kebutuhan yang tidak dapat dihidari dalam usaha-usaha anda untuk tidak terjebak dalam pikiran anda yang mendorong jerat-jerat dari ketidak mampuan anda dalam membuat keputusan yang terarah dan dapat direalisasikan secara benar serta realistik untuk dapat terhindar dari gejala adanya kegagalan total.</p>
<p>Dengan demikian pelajari situasi dan rumuskan masalah mana-mana yang termasuk arah strategik, pokok dan insidentil, jangan berpkir bahwa berpusat pada persolan tunggal, sehingga melahirkan adanya pemikiran apa yang disebut dengan penelitian apresiatif untuk mendorong pelaksanaan pikiran tradisional yang bijaksana.</p>
<p>Hindari dalam membuat keputusan yang tergesa-gesa dalam membuat keputusan, maka disitu terletak hikmah yang dapat dipetik dari kekuatan berpikir yang disadari sebagai refleksi dari kemampuan berpikir anda dalam usaha menghndari kegagalan total hari esok.</p>
<p>Dengan ungkapan pikiran diatas, maka pembelajaran begitu penting bagi entrepreneur dengan kepemimpinan yang efektif untuk menghndari kesalahan besar dari kebiasan yang membuat jerat-jerat seperti yang kita ungkapkan diatas menjadi jebakan dalam membuat keputusan yang mengarah kepada kegagaan total.</p>
<p>Oleh karena itu, pikirkan dengan disadari hal-hal yang terkait dengan “pemanfaatan sumberdaya dengan bijak, laksanakan pengalaman menjadi panglima keterampilan yang berpengetahuan, gerakkan kemampuan merumuskan masalah dengan tindakan penyelesaian yang terarah dan benar, kuatkan pikiran yang disadari dalam mengendalikan tekanan yang menjebak tindakan, gerakkan pikira yang merumuskan petunjuk yang mampu mengarahkan tindakan keputusan, dorong adanya imajinasi  menjadi kreatif, lakukan rumusan evaluasi dari berbagai pilihan, dorong oang menemukan jati diri yang sejalan dengan pemahaman atas etika, bangkitkan semangat adanya keinginan belajar yang terkait dengan peluang yang tidak dapat diraih”</p>
<p>Dari pemikiran yang diungkapkan diatas, bangunlah “kebiasaan yang produktif” untuk mendukung kebiasaan-kebiasaan anda” kedalam pemikiran yang terkait dengan 1) kemampuan mengendalikan kemampuan membuat keputusan ; 2) lakukan secara terus menerus makna etika sebagai pertimbangan yang tidak pernah selesai ; 3) perjelas dan arahkan arena tindakan ; 4) tingkatkan keterampilan dalam kebiasaan anda dalam menghindari hambatan bertindak ; 5) rumuskan secara jelas petujuk dengan sasaran dan target yang hendak dicapai ; 6) kendalikan tekanan rasionalitas politis dan logis ; 7) bangkitkan semangat untuk merumuskan pilihan dan atau gabungan pilihan atas pemecahan masalah ; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /> doronglah semangat pembelajaran yang berkelanjutan.</p>
<p>Dengan kebiasaan yang produktif tersebut diharapkan anda mampu menghindari jerat-jerat dalam proses berpikir untuk siap menjalankan tindakan keputusan untuk tidak terjebak dengan kegagalan total sebagai entrepreneur dalam menggapai keberhasilan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/suaraatr2025.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/suaraatr2025.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/suaraatr2025.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/suaraatr2025.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/suaraatr2025.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/suaraatr2025.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/suaraatr2025.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/suaraatr2025.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/suaraatr2025.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/suaraatr2025.wordpress.com/169/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suaraatr2025.wordpress.com&blog=1886949&post=169&subd=suaraatr2025&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suaraatr2025.wordpress.com/2009/11/28/se-47-entrereneur-menghindari-gejala-kegagalan-total/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bda4b6bab9990f2047d1080d8e33296f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">suaraatr2025</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>se 46 MEMAHAMI LIMA PILAR SEBAGAI KEKUATAN ENTREPRENEUR</title>
		<link>http://suaraatr2025.wordpress.com/2009/11/23/se-46-memahami-lima-pilar-sebagai-kekuatan-entrepreneur/</link>
		<comments>http://suaraatr2025.wordpress.com/2009/11/23/se-46-memahami-lima-pilar-sebagai-kekuatan-entrepreneur/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 08:34:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>suaraatr2025</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suaraatr2025.wordpress.com/?p=167</guid>
		<description><![CDATA[ 
 
MEMAHAMI LIMA PILAR SEBAGAI KEKUATAN ENTREPRENEUR
 
 
 
&#160;
PENDAHULUAN
 
Memahami lima pilar sebagai suatu kekuatan entrepreneur dalam usaha untuk menumbuh kembangkan kebiasaan yang produktif untuk menghadapi tantangan globalosasi dalam dunia tanpa batas, menuntut sikap dan perilaku yang sejalan dengan tuntutan perubahan, sehingga diperlukan pola pikir yang dapat mendukung kepribadian yang unggul.
Kepribadian yang unggul [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suaraatr2025.wordpress.com&blog=1886949&post=167&subd=suaraatr2025&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>MEMAHAMI LIMA PILAR SEBAGAI KEKUATAN ENTREPRENEUR</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>PENDAHULUAN</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Memahami lima pilar sebagai suatu kekuatan entrepreneur dalam usaha untuk menumbuh kembangkan kebiasaan yang produktif untuk menghadapi tantangan globalosasi dalam dunia tanpa batas, menuntut sikap dan perilaku yang sejalan dengan tuntutan perubahan, sehingga diperlukan pola pikir yang dapat mendukung kepribadian yang unggul.</p>
<p>Kepribadian yang unggul haruslah ditopang dengan pemahaman yang mendalam apa yang kita sebut dengan sebuah bangunan yang kuat yang terdiri lima pilar, apa yang disebut dengan PONDASI, TIANG, DINDING, PINTU dan JENDELA, ATAP, dimana setiap pilar memiliki sifat saling ketergantungan satu sama lain.</p>
<p>Jadi dengan mendalami lima pilar tersebut, diharapkan semua pemain peran harus dapat menggerakkan kemampuan berpikir untuk mampu menuntun sikap dan perilaku sebagai manusia karena mereka akan mengamalkan makna manusia siapa, darimana dan kemana, sehingga manusia tanpa topeng kepalsuan menjadi kunci keberhasilan.</p>
<p>Bangunan yang kuat, haruslah dijaga dan dipelihara sedemikian rupa agar dampak dari globalisasi dalam dunia tanpa batas tidak mempengaruhi kehidupan dari daur hidup organisasi.</p>
<p>Oleh karena itu, kekuatan PONDASI menggambarkan kemampuan manusia dengan kekuatan pikirannya untuk memahami peran manusia dalam menyingkapi hal-hal yang terkait dengan “fitrah manusia”; TIANG menggambarkan kemampuan manusia memiliki alat pikir (kesadaran, kecerdasan dan akal) yang dapat dimanfaatkan dalam bersikap dan berperilaku ; DINDING menggambarkan kemampuan manusia dalam membaca, menterjemahkan, meneliti, mengkaji, menghayati, memahami dan mengamalkan dalam kehidupan yang penuh dengan tantangan ; PINTU &amp; JENDELA menggambarkan kemampuan manusia dalam usaha kesiapan untuk mengikuti adanya perubahan ; ATAP menggambarkan kemampuan manusia yang mampu mengelola kunci keberhasilan.</p>
<p>Untuk mempertahankan daur hidup organisasi yang mampu tumbuh dan berkembang, maka diperlukan usaha untuk menumbuh kembangkan kebiasaan yang produktif dalam mendalami makna yang terkandung ke lima pilar yang disebutkan diatas, menjadi suatu kekuatan yang mampu mendorong sebagai entrepreneur yang memiliki sikap dan perilaku yang siap menghadapi gelombang perubahan dengan ketidakpastian dalam seluruh aspek kehidupan yang sangat mempengaruhi kemampuan manusia untuk memanfaatkan alat pikir (kesadaran, kecerdasan dan akal) dan mampu merumuskan menjadi peta pikiran.</p>
<p><strong>MENDALAMI KEKUATAN PONDASI</strong></p>
<p>Memahami kekuatan pondasi, berarti ada kemauan untuk membangun kebiasaan mendalami daya dorong dari pemahaman “fitrah manusia” sehingga manusia menyadari sepenuhnya apa arti keberadaannya di dunia, sehingga ia mampu menjawab manusia siapa, darimana dan kemana.</p>
<p>Bertolak dari pemikiran diatas, manusia akan terbentuk dari kekuatan fitrah beragama, fitrah suci, fitrah berakhlak, fitrah kebenaran, fitrah estitika, fitrah kreasi dan penciptaan, sehingga uang dan harta boleh datang dan pergi dari kita asal saja harga diri dan kemanusiaan tidak meninggalkan kita.</p>
<p>Dengan mendalami kekuatan pondasi dalam memanfaatkan otak sebagai alat pikir untuk menjawab “what to do” melalui kesadran ; “why to do it” melalui kecerdasan ; “how to do it” melalui akal yang dituntun oleh pemahaman fitrah manusia.</p>
<p>Bertolak dari pemahaman jiwa adalah sesuatu di dalam diri kita yang mengalami pertumbuhan dan perkembangan kualitas seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan kedewasaan manusia, maka terdapat 4 tingkat kesadaran pada diri kita yang memberikan gambaran tentang kualitas jiwa yang disebut dengan “kesadran inderawi” (tingkat paling rendah) ; “kesadran rasional / ilimiah” (tingkat kedua) ; “kesadran spiritual” (tingkat ketiga) ;  “kesadaran tauhid” (tingkat tertinggi)</p>
<p>Jadi dengan manusia hidup memiliki kecenderungan negatif (mengingkari nikmat Allah, kikir, banyak membantah, tergesa-gesa) dan kecenderungan positif (memiliki kesadaran moral, dikaruniai pembawaan yang istimewa, mempunyai kapasitas intelengensia yang paling tinggi), maka manusia dengan tingkat kesadaran yang dimiliki manusia, oleh karena itu, ia harus dapat mengamalkan makna fitrah manusia yang sejalan dengan kemampuan untuk melaksanakan pemahaman atas “OTAK” (Orang, Tawakal, Amanah, Kerja) sebagai suatu pendekatandalam mengungkit kekuatan pikiran.</p>
<p>Bertolak dari kemampuan untuk menjalankan pemahaman makna “OTAK” sebagai suatu pendekatan untuk mengamalkan atas unsur kata tersebut diatas kedalam tindakan manusia agar mampu mempengaruhi sikap dan perilaku dalam menyeberangi dari kecenderungan negatif menjadi kecenderungan positif.</p>
<p>Dengan memperhatikan hal-hal yang diutarakan diatas, renungkan ungkapan nasehat dari orang bijak seperti „hidup dalam pelayaran yang jauh untuk menuju keakhirat, karena itu 1) perkuat sampan, tambal mana yang bolong ; 2) peringan beban ; 3) perbanyak perbekalan ; 4) segala pekerjaan dengan ikhlas.</p>
<p>Sejalan dengan pemikiran diatas diharapkan dapat memberikan daya dorong sebagai entrepreneur yang berbeda dengan yang lain bila anda menyadari bahwa hidup tiada berilmu sebagai sampan tidak berkemudi. Orang yang tidak menambah ilmunya berarti kalah dalam perjuangan hidup.</p>
<p>Jadi bangkitkan terus membangun kebiasaan yang produktif agar mampu sebagai manusia tanpa topeng kepalsuan dalam meretas jalan menemukan jati diri</p>
<p><strong>MENDALAMI KEKUATAN TIANG</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>TIANG menggambarkan kemampuan manusia memiliki alat pikir (kesadaran, kecerdasan dan akal) yang dapat dimanfaatkan dalam bersikap dan berperilaku, oleh karena itu menggerakkan kemampuan dalam pemberdayaan otak anda, itu berarti anda berpikir dalam usaha mencari kebenaran.</p>
<p>Dengan pemahaman landasan pondasi yang kuat akan mendukung kemampuan anda menguak bahwa kebenaran itu akan ada, dalam hal ini sangat bergantung kemampuan anda menggerakkan kekuatan berpikir yang disadari mapun yang tidak disadari yang dilaksanakan berdasarkan kaidahkaidah sebagai langkah-langkah tindakan yang harus dianut oleh pikiran anda, tanpa kaidh itu berarti anda berpikir dalam suasana yang tidak disadari (berpikir dengan intuisi). Dalam hal ini kita mencoba merumuskan adanya empat kaidah sebagai berikut :</p>
<p>Kaidah satu yang kita sebut dengan pntensilitas murni      kesadaran untuk memulai anda berpikir dalam suasana hening dalam usaha      mencari jawaban atas masalah dalam pikiran anda.</p>
<p>Kaidah dua yang kita sebut dengan sebab dan akibat      untuk membangkitkan keerdasan dalam pkiran anda dalam mencari jawaban atas      pilihan bertindak yang sejalan lahir dan batin.</p>
<p>Kaidah ketiga yang kita sebut dengan daya produktif      untuk embangkitkan akal dalam pikiran anda dalam proses pengambilan      keputusan sesuai dengan kebiasaan-kebiasaan yang baik atas diri anda dan      diluar diri anda.</p>
<p>Kaidah keempat yan kita sebut dengan niat dan hasrat      merupakan keinginan anda untuk mempertajam daya ingat melalui      catatan-catatan yang dibuat anda untuk selalu diingat dan direnungkan      realisasinya.</p>
<p>Dengan memperhatikan kadah-kaidah sebelum melangkah,itu berarti anda berpikir kedalam arus pikiran yang disadari sehingga menunjukkan secara produktif anda mampu memanfaatkan energi dan informasi yang tidak terbatas dalam diri anda.</p>
<p>Untuk menggrakkan pikiran anda, maka anda akan memulai dengan membangun pertanyaan berupa 1) what to do ; 2) why to do it ; 3) how to do it ; when to do it. Dengan membangun pertanyaan itu, maka arus pikiran anda akan mampu menggerakkan energi dan informasi yang ada dalam diri anda dalam bentuk anda berpikir kedalam usaha untuk mengelola pemberdayaan otak yang hendak anda gali karena disitulah terletak potensi otak yang belum dimanfaatkan dalam kemandirian anda untuk memuwujudkan visi, misi, tujuan, sasaran, budaya, strategi, kebijaksanaan dan program yang anda rencanakan bahwa tindakan hari ini lebih baik dari hari kemarin dan hari esok lebih baik dari hari ini.</p>
<p><strong>MENDALAMI KEKUATAN DINDING</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>DINDING menggambarkan kemampuan manusia dalam (M)embaca, (M)enterjemahkan, (M)eneliti, (M)engkaji, (M)enghayati, (M)emahami dan (M)engamalkan dalam kehidupan yang penuh dengan tantangan, tapi igatlah selalu dalam pikiran anda bahwa “Allah tidak merobah nasib sesuatu bangsa (diri) sebelum dia sendiri mengusahakannya” selanjutnya ingat pula bahwa “Akan ditimpakan kepada mereka keinaan di mana saja mereka berada kecuali kalau mereka menjaga tali hubungan dengan Allah dan tali hubungan dengan manusia”</p>
<p>Dengan kekuatan pondasi dan tiang memberikan daya dorong yang kuat dalam pikiran anda untuk melaksanakan 7M untuk mendalami kekuatan dinding untuk menggali tambang emas yang ada pada diri anda sebagai manusia ciptaan Allah Swt., maka disitu terletak kemampuan anda untuk menguak kekuatan dalam merencanakan, menggerakkan, memimpin dan  mengawasi terhadap unsur memori, emosi dan naluri yang ada dalam “OTAK” disatu sisi dan disisi lain bagaimana anda memberdayakan kekuatan anda berpikir yang disadari dan tidak disadari.</p>
<p>Dengan pendekatan 7M untuk menguak kekuatan berpikir ingin mendapatkan barokah yang bersumber dan merupakan karunia dari Rahman-Rahim-Nya semata berarti anda berpikir memanfaatkan “OTAK’ dapat digerakkan amalan lahir dan amalan batin wajib dilaksanakan serentak dalam satu masa di semua waktu dan keadaan.</p>
<p>Jadi dengan mendalami kekuatan dinding, berarti anda dapat berusaha untuk menembus untuk menjalankan 7M kedalam hikmah berpikir harus dapat diaktualisasikan untuk kebaikan dirinya dan orang lain, maka disitulah anda akan menemukan tentang diri anda dalam jiwa tanpa topeng kepalsuan, maka disitu ada kemampuan meretas jalan menjadi diri sendiri dengan mengkoordinasikan, mengintergrasikan dan mengsinkronisasikan dari proses pemberdayaan otak untuk melakukan perubahan dalam bersikap dan berperilaku untuk kepentingan di dunia dan di akhirat.</p>
<p><strong>MENDALAMI KEKUATAN PINTU DAN JENDELA</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>PINTU &amp; JENDELA menggambarkan kemampuan manusia dalam usaha kesiapan untuk mengikuti adanya perubahan, maka memerlukan keterampilan berpikir yang metodis dengan memanfaatkan otak dan hati dalam melaksanakan terobosan cara berpikir dalam menyesuaikan perubahan masyarakat informasi ke masyarakat pengetahuan.</p>
<p>Entrepreneur yang siap berarti memiliki sikap dan perilaku yang proaktif sehingga anda memiliki kemampuan untuk mengantisipasi perubahan dengan memahami permasalahan dalam era globalisasi dan perubahan lingkungan seperti gelombang politik, ekonomi dunia, timbulnya blok-blok eknomi, globalisasi pemasaran, lingkungan teknologi standard kehidupan, modal intelektual,sumber daya yang terbatas dan dampak factor internal.</p>
<p>Bertolak dari kemampuan entrepreneur yang memiliki keterampilan dalam manajemen berdasarkan informasi, mengelola teknologi, visi internasional, kelugasan organisasi memberikan ruang gerak untuk melaksanakan perubahan yang berencana dalam satu proses yang mencakup perubahan pada lapisan budaya, lapisan infrastruktur dan lapisan struktur teknis.</p>
<p>Dengan adanya kejelasan lapisan perubahan yang hendak dilaksanakan, maka proses perubahan yang berurut mencakup yaitu 1) proses merancang pembaharuan ; 2) proses transformasi ; 3) proses peningkatan berkelanjutan.</p>
<p>Selanjutnya diperlukan kesiapan yang menyangkut hal-hal yang terkait dengan 1) adanya ketetapan penunjukan pimpinan perubahan ; 2) sosialisasi untuk mendapatkan dukungan partisipasi ; 3) membangun kelompok kerja ; 4) struktur tim ; 5) memanfaatkan IT dan komunikasi.</p>
<p>Keberhasilan dari pelaksanaannya sangat bergantung pada 1) adanya kejelasan dari keputusan strategik atas pembaharuan ; 2) peran sponsor utama yang telah merumuskan pembaharuan ; 3) komitmen yang kuat dengan dukungan budaya organisasi yang kuat.</p>
<p><strong>MENDALAMI KEKUATAN ATAP</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>ATAP menggambarkan kemampuan manusia yang mampu mengelola kunci-kunci yang dapat menggambarkan keberhasilan dalam pengelolaan daur hidup perusahaan, dalam hal ini sangat bergantung dari peran seorang entrepreneur yang memiliki kepemimpinan dengan kepribadian yang ditopang dengan penguasaan pilar pondasai, tiang, dinding dan pintu &amp; jendela.</p>
<p>Kepemimpinan yang ditopang dengan penguasaan kekuatan pondasi, tiang, dinding, pintu dan jendela seperti yang telah kita ungkapkan diatas, memberikan sutau gambaran bahwa KEPEMIMPINAN adalah (K)apabilitas dari seorang (E)ntrepreneur untuk melaksanakan (P)emberdayaan (E)mosional sebagai daya dorong berpikir untuk (M)empengaruhi hubungan (I)nterpersonal  dalam usaha untuk (M)emotivasi gaya (P)erilaku  pada tingkat (I)ntensitas pada kemampuan (N)alar yang sejalan dengan (A)kal dan (N)aluri.</p>
<p>Bertitik tolak dengan makna kepemimpin diatas yang memiliki keterampilan, bakat, kekuatan dan kemampuan mengintergrasikan otak atas (intelektual) dan otak bawah (sikap, emosi, insting) berarti memiliki kemampuan untuk mengelola kunci keberhasilan dengan tantangan yang terkait dengan kompleksitas, perubahan dan globalisasi.</p>
<p>Oleh karena itu, kepemimpin yang memiliki percaya diri diharapkan mampu mengelola masa kini sekaligus menciptakan masa depan dalam menghadapi tantangan bermasalah normal (biasa dan tidak biasa) dan masalah abnormal (kerumitan dan penyakit) melalui benih-benih kebesaran dan percaya diri dengan aktualisasi kedalam sikap (konatif, kognitif, afektif) motivasi (keberhasilan, afiliasi, kekuasaan) dan komunikasi (antar, kelompok, organisasi).</p>
<p>Dengan memperhatikan pokok-pokok pikiran diatas, maka peran entrepreneur dengan kepemimpinannya mengelola daur hidup perusahaan pada posisi (permulaan / bayi, perluasan / masa muda, pertumbuhan / masa remaja, prima / masa dewasa, stabil / masa permulaan tua, awal birokrasi / masa tua, birokrasi / masa ketuaan) sangat dipengaruhi kemampuan mengelola kunci-kunci yang sangat menentukan keberhasilan. Kunci-kunci keberhasilan mencakup apa yang disebut dengan 1) Gaya kepemimpinan ; 2) Sumber daya manusia ; 3) Organisasi ; 4) Strategi ; 5) Sistem informasi dan teknologi ; 6) Konsumen.</p>
<p>Untuk mengelola kunci-kunci keberhasilan tersebut diperlukan penguasaan menjalankan peran memiliki efektivitas pribadi yang mampu memperlihatkan hal-hal yang terkait dengan 1) Kredibilitas (intensitas, kejelasan,kesatuan); 2) Kebiasaan (keinginan, ilmu, keterampilan) ; 3) Proaktivitas (inisiatif, tanggung jawab, komitmen)</p>
<p>Jadi untuk mempengaruhi dalam memperkuat daya kemauan yang kuat untuk berusaha mempertahankan daur hidup pada posisi prima, pada posisi tersebut bertemu pada satu titik dimana fleksibilitas dan mudah di kontrol bertemu berarti seluruh faktor sebagai kunci untuk mendapatkan fokus perhatian yang seimbang dengan intensitas kepentingan dan terus menerus dalam bersikap proaktif memandang masa depan.</p>
<p>Dengan demikian agar dapat mewujudkan daur hidup pada posisi prima, maka peran entrepreneur sangat menentukan untuk membangkitkan kekuatan pikiran agar mampu mengelola dengan prinsip apa yang disebut dengan 1) Kolaborasi ; 2) Komitmen ; 3) Komunikasi ; 4) Kreativitas individu ; 5) Kreativitas kelompok ; 6) Inovasi organisasi ; 7) Analisa masa depan ; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /> Merespon antsipatif ; 9) Proses keputusan.</p>
<p><strong>PENUTUP</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Bertitik tolak dari apa yang kita kemukakan mengenai “KEPEMIMPINAN” adalah (K)apabilitas dari seorang (E)ntrepreneur untuk melaksanakan (P)emberdayaan (E)mosional sebagai daya dorong berpikir untuk (M)empengaruhi hubungan (I)nterpersonal  dalam usaha untuk (M)emotivasi gaya (P)erilaku  pada tingkat (I)ntensitas pada kemampuan (N)alar yang sejalan dengan (A)kal dan (N)aluri”, maka diperlukan adanya usaha-usaha mmbangun kebiasaan yang produktif untuk mendukung kesiapan memperkuat daya kemauan untuk mempertahankan duar hidup perusahaan pada posisi yang prima.</p>
<p>Sejalan dengan pemikiran diatas, diperlukan untuk mengungkit kekuatan pikiran dalam mengantisipasi yang secara dramatis dan memiliki kekuatan untuk menghadapi masa depan yang terkait dengan hal-hal yang kita sebut 1) ekonomi global dalam globalisasi dunia tanpa batas ; 2) kemajuan teknologi web dan aplikasi internet ; 3) perkembangan lingkup kerja global ; 4) bertambahnya pengaruh dari pada pelanggan ; 5) kepentingan stakeholders ; 6) prkembangan aplikasi manajemen pengetahuan ; 7) keragaman dan mobilitas tempat kerja ; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /> meningkatnya persaingan dan secara agresif melawan terhadap peningkatan pangsa pasar dalam penciutan pasar ; 9) tersedianya pengetahuan dan permintaan pelangan  yang menginginkan terbaik untuk nilai uang mereka. Kepuasan pelanggan meningkat menjadi basis mempertahankan dan pertumbuhan ; 10) biaya-biaya meningkat dimana-mana dan tingkat bunga yang tinggi ; 11) system ekologi yang terus meningkatkan kerusakan secara tetap dalam kehidupan kita.</p>
<p>Jadi dengan adanya daya dorong untuk mengungkit daya kemauan diatas, diharapkan seorang entrepreneur memberikan perhatian yang terfokuskan dalam menghadapi visi global untuk menentukan pola pikir yang proaktif kedalam kesiapan memandang hal-hal yang terkait dengan 1) dimanakah area utama dari perubahan yang secara signifikan akan berdampak atas praktek pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia ; 2) bagaimana merespon seluruh perubahan masa lampau, masa kini dan masa depan dimana individu dan organisasi dapat menjawab tantangan perubahan tersebut ; 3) kemampuan mengidentifikasi pelatihan dan pengembangan angkatan kerja dalam abad 21 ini, dimana diperlukan asumsi-asumsi baru, gaya dan keterampilan dari praktisi dan profesionalismeJadi</p>
<p>Dengan mengungkapkan pokok-pokok pikiran diatas, maka kepemimpinan yang memiliki efektivitas pribadi yang unggul diharapkan dapat merumuskan hal-hal yang terkait dengan kesiapan memasuki perubahan pada setiap posisi daur hdup perusahaan sehingga ia mampu merumuskan rencana scenario kedalam kesiapan menghadapi tantangan abad 21 dengan mendayagunakan peran-peran keorganisasian yang bertitik tolak dengan komitmen kepemimpinan puncak dalam pemberdayaan diri yang sejalan dengan peran dalam komtensi manajerial, organisas, informasi dan teknik.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/suaraatr2025.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/suaraatr2025.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/suaraatr2025.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/suaraatr2025.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/suaraatr2025.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/suaraatr2025.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/suaraatr2025.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/suaraatr2025.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/suaraatr2025.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/suaraatr2025.wordpress.com/167/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suaraatr2025.wordpress.com&blog=1886949&post=167&subd=suaraatr2025&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suaraatr2025.wordpress.com/2009/11/23/se-46-memahami-lima-pilar-sebagai-kekuatan-entrepreneur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bda4b6bab9990f2047d1080d8e33296f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">suaraatr2025</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SE.43 ENTREPREUR DALAM MEMBANGUN KESEIMBANGAN HIDUP</title>
		<link>http://suaraatr2025.wordpress.com/2009/11/23/se-43-entrepreur-dalam-membangun-keseimbangan-hidup/</link>
		<comments>http://suaraatr2025.wordpress.com/2009/11/23/se-43-entrepreur-dalam-membangun-keseimbangan-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 07:20:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>suaraatr2025</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suaraatr2025.wordpress.com/?p=165</guid>
		<description><![CDATA[ 
 
 ENTREPREUR DALAM MEMBANGUN KESEIMBANGAN HIDUP
 
 
PENDAHULUAN
 
Keseimbangan hidup harus dibangun sebagai seorang entrepreneur yang ingin melihat masa depan yang terus maju, namun dalam hidup setiap manusia akan tetap mengalami kecemasan dalam hidup. Oleh karena itu haruslah dibangun suatu kebiasaan yang produktif untuk memandang bahwa setiap manusia akan menghadapi apa yang disebut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suaraatr2025.wordpress.com&blog=1886949&post=165&subd=suaraatr2025&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> ENTREPREUR DALAM MEMBANGUN KESEIMBANGAN HIDUP</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>PENDAHULUAN</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Keseimbangan hidup harus dibangun sebagai seorang entrepreneur yang ingin melihat masa depan yang terus maju, namun dalam hidup setiap manusia akan tetap mengalami kecemasan dalam hidup. Oleh karena itu haruslah dibangun suatu kebiasaan yang produktif untuk memandang bahwa setiap manusia akan menghadapi apa yang disebut dengan “stress”</p>
<p>Dalam membangun kesimbangan hidup, maka “stress” dapat menjadi pendorong yang dapat mengganggu pikiran dalam bentuk negatip dan positip. Dari sisi positip berarti makna stress harus dipandang sebagai alat menggugah kekuatan berpikir untuk mengingatkan sikap dan prilaku dalam tindakan dan ucapan. Sebaliknya dari sisi negatip dapat menimbulkan untuk mengganggu pikiran yang berdampak dimana seseorang menjadi cemas, frustrasi, kecewa dan merasakan dalam berpikir yang tak berdaya.</p>
<p>Bertolak dari pemikiran diatas diperlukan suatu keyakinan bahwa kepemimpinan entrepreneur memiliki kemampuan untuk mengelola “stress” dalam struktur organisasi formal dan non-formal dimana dengan kepemimpinannya, ia mampu mempengaruhi dalam bersikap dan berperilaku sehingga mampu menuntun untuk mengelola stress.</p>
<p>Langkah awal dalam mengelola stress adalah kemampuan untuk dapat secara produktif (efisien, efektif dan berkualitas) dalam mengkomunikasikan secara jelas makna “stress” bukan sesuatu reaksi yang berlebihan atas suatu situasi dalam pola pikir dalam mengungkit kekuatan ingatan dalam mengasah memori.</p>
<p>Sejalan dengan pikiran diatas, maka makna yang harus dipahami mengenai “stress haruslah dapat diuraikan dari unsur kata menjadi kata bermakna yaitu S menjadi (S)ikap, T menjadi (T)antangan, R menjadi (R)realistis, E menjadi (E)mosional, S menjadi (S)epositip, S menjadi (S)ukses.</p>
<p><strong>Dengan pemahaman diatas, maka bila unsur kata tersebut kita susun menjadi suatu pengertian bahwa STRESS adalah (S)ikap dalam menghadapi (T)antangan harus bertolak dari pemikiran yang (R)ealistik untuk menuntun (E)mosional yang bertanggung jawab mejadi wujud (S)epositip mungkin dalam bereaksi atas situasi dalam usaha meraih (S)ukses yang diharapkan.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Reaksi dan stress disebut stressor, yang dalam hal bila kita dapat memahami dan menjalankan pemahaman diharapkan dapat mengelola “stress” sehingga dalam hal ini kepemimpinan entrepreneur mampu mnjawab hal-hal yang berkaitan dengan “ apa yang diyakini oleh anda atas kemampuan untuk menghadapi tantangan kehidupan ini dan menghadapi stessor ?”</p>
<p>Jadi seberapa jauh ada kemampuan anda untuk menggerakkan kekuatan pikiran yang berkaitan masalah hidup dan mati, sehingga anda mampu mengungkit daya ingat dari kekuatan berpikir dalam mempengaruhi system kekebalan tubuh yang menentukan adanya dan berlangsungnya penyakit dalam tubuh, dengan kata lain dapat kita katakana bahwa pikiran anda banyak dapat membuat anda sakit atau sembuh.</p>
<p>Oleh karena itu, pesimisme, rasa tak berdaya, rasa putus asa, depresi, rasa kesepian, cemas , frustrasi dan sebagainya dapat membawa pada kondisi pikiran mempengaruhi tubuh secara negatif lewat kekebalan tubuh, obatnya adalah suatu keyakinan membangkitkan semangat jiwa yang sehat.</p>
<p>Bertolak dari pikiran diatas, renungkanlah ungkapan ini sebagai pendorong untuk menggugah pikiran anda bahwa “Jiwa yang hidup ialah jiwa yang bergerak” artinya jiwa yang murni memandang dunia ini baik, niat baik sangka baik, pandangan baik, perkataan baik, perbuatan baik dan semua baik sehingga jangan putus asa dari rahmat Tuhan. Seluruh yang merangkak dan melata rezekinya ditanggung Tuhan asal berusaha..</p>
<p>Dengan demikian apa yang kita ungkapkan diatas menjadi kekuatan dalam menggerakkan pikiran bahwa keberhasilan tidak pernah berakhir dalam usaha-usaha manusia  yang ingin membangun keseimbangan hidup.</p>
<p><strong>MEMBANGUN KESIMBANG HIDUP</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Dengan kemampuan anda mengelola „STRESS“ berarti anda memiliki kekuatan memperkuat daya kemauan yang bertolak dari kekuatan atas  keyakinan dalam kebiasaan yang produktif untuk mengungkit kekuata menemukan jati diri anda melalui apa yang disebut dengan  „PERCAYA dan MENYERAH“ sebagai kekuatan dua kata yang akan menuntun anda dalam bersikap dan berperilaku yang sejalan dengan pandangan anda mengenai „IMAN dan ISLAM“ yang  menuntun anda kedalam keseimbangan hidup</p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Membangkitkan semangat jiwa yang sehat, akan terletak adanya kemauan secara berkesinambungan untuk membangun dan meningkatkan dalam kebiasaan yang produktif (ilmu dari informasi, pengetahuan dari keterampilan, keinginan dari niat) dengan memanfaatkan otak dari sudut phisik (otak atas kiri dan kanan serta otak bawah sadar) dan otak dari sudut rohaniah (memahami dalam makna orang, tawakal, amanah, kerja).</p>
<p>Bertolak dari pemikiran diatas , tumbuhkan keyakinan dan kepercayaan pada diri anda dengan meningkatkan „iman dan amal shaleh“ maka disitu terletak suatu kekuatan yang dapat menuntun anda untuk merealisasikan keseimbang hidup dengan melupakan cemas menghadapi masa depan yang penuh tantangan hidup.</p>
<p>Dengan memahami makna „STRESS“ berarti anda memiliki kemampuan untuk mengungkit hal-hal yang menyebabkan cemas terhadap masa depan diantaranya 1) lemahnya keimanan dan kepercayaan anda terhadap Allah Swt. ; 2) kurangnya tawakal anda terhadap Allah Swt. ; 3) terlalu sering memikirkan kejayaan masa depannya dan apa yang akan terjadi kelak dengan pola pikir manusia dengan kecenderungan negatif bukan positif ; 4) terlalu percaya rezki atas kemampuan diri sehingga lupa menggantungkan hidupnya kepada Allah Swt ; 5) mudah terpengerauh dengan kekuatan kesadaran inderawi dalam hidup ; 6) meyakini rezki itu berada di tangan manusia sesamanya ; 7) pandangan mereka bahwa rezki dikaitkan dengan tingkat pendidikan dan ijazah ; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /> mengagungkan keyakinan bahwa kehidupan bergantung pada pekerjaan yang cocok.</p>
<p>Sejalan dengan kemampuan anda untuk menyesiati hal-hal yang disebutkan diatas  maka adakah usaha-usaha untuk „memperkuat daya kemauan“ untuk melakukan perbahan secara radikal dalam proses berpikir dengan berpegang teguh kepada „iman dan amal shaleh“ agar anda mampu menggerakkan kekuatan jiwa yang sejalan kebersihan hati. Tanpa ada kemauan yang keras untuk berubah, maka pintu mata hati anda akan selalu tertutup karena anda tidak berusaha belajar dari keteladanan Rasulullah Saw. dan para pengikutnya  serta nasehat orang-orng bijak di dunia yang menyangkut syukur sebagai kunci keselamatan.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Oleh karena itu, membangun keseimbangan hidup terletak seberapa jauh anda dapat memahami makna keberhasilan yang besar selalu membutuhkan kekuatan jiwa untuk pengorbanan yang besar, jadi lihatlah dengan mata hatimu yang terkait makna perjalanan di dunia dalam kesiapan menuju perjalanan hidup abadi, sejalan dengan itu ingatlah tentang empat perkara yaitu 1) tentang umurnya, untuk apa dihabiskan ; 2) tentang ilmunya, apa yang telah dia lakukan ; 3) tentang hartanya, dari mana diperoleh dan ke mana digunakan ; 4) Tentang jasadnya, dipergunakan untuk apa.</p>
<p>Dengan mengingat hal-hal yang diungkapkan diatas, diharapkan menjadi daya dorong untuk memanfaatkan kekuatan berpikir yang disadari dan tidak disadari untuk membangun kebiasaan dalam keseimbangan hidub dengan kemampuan mengelola „STRESS“ sebagai suatu mendekatan untuk melepaskan diri ketidak seimbangan jiwa dalam mengungkapkan „jangan cemas menghadpi masa depan“ yang penuh tantangan dan ketidakpastian yang mempengaruhi hidup manusia.</p>
<p><strong>PENUTUP</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Seorang entrpreneur yang tangguh akan berusaha memikirkan kemungkinan untuk membangun kesimbangan hidup sehingga ingatlah anda hidup terus. Anda mempunyai rencana dan anda mengejarnya sehingga impian anda akan menjadi nyata. Untuk itu saat anda berpikir anda telah menjalankan semua kemungkinan yang digerakkan oleh keinginan anda bahwa apapun yang anda inginkan keinginan itu juga menginginkan anda.</p>
<p>Sejalan dengan pikiran diatas, maka usaha-usaha memperkuat daya kemauan merupakan suatu langkah dalam menjalani hidup ini, bila banyak orang tidak berhasil dalam hidup ini, bukan disebabkan kerena anda kurang tenaga akan tetapi kurangnya  daya dorong yang digerakkan oleh daya kemauan untuk membangun keseimbangan hidup.</p>
<p>Jadi membangun keseimbangan hidup merupakan suatu tantangan yang harus anda lalui, maka belajarlah untuk hidup sedemikian rupa sehingga hasilnya membahagiakan anda dalam menuju perjalanan abadi.</p>
<p>Dengan semangat kesulitan pasti berakhir maka lahirlah kekuatan hati yang dikonsentrasikan  pada janji Tuhan, sejalan dengan itu cara menyempurnakan rahmat ialah kasih sayang Tuhan kpada anda dengan melalui ketaatan anda, maka terbukalah memikirkan kemungkinan keberhasilan anda dalam usaha membangun keseimbangan hidup.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/suaraatr2025.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/suaraatr2025.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/suaraatr2025.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/suaraatr2025.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/suaraatr2025.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/suaraatr2025.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/suaraatr2025.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/suaraatr2025.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/suaraatr2025.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/suaraatr2025.wordpress.com/165/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suaraatr2025.wordpress.com&blog=1886949&post=165&subd=suaraatr2025&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suaraatr2025.wordpress.com/2009/11/23/se-43-entrepreur-dalam-membangun-keseimbangan-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bda4b6bab9990f2047d1080d8e33296f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">suaraatr2025</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KEP 45 : ENTREPRENEUR DENGAN PETA JALAN MENUJU KEBERHASILAN</title>
		<link>http://suaraatr2025.wordpress.com/2009/11/19/kep-45-entrepreneur-dengan-peta-jalan-menuju-keberhasilan/</link>
		<comments>http://suaraatr2025.wordpress.com/2009/11/19/kep-45-entrepreneur-dengan-peta-jalan-menuju-keberhasilan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 07:08:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>suaraatr2025</dc:creator>
				<category><![CDATA[ENTERPRENEUR 45]]></category>
		<category><![CDATA[DENGAN]]></category>
		<category><![CDATA[ENTREPRENEUR]]></category>
		<category><![CDATA[JALAN]]></category>
		<category><![CDATA[KEBERHASILAN]]></category>
		<category><![CDATA[MENUJU]]></category>
		<category><![CDATA[PETA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suaraatr2025.wordpress.com/?p=156</guid>
		<description><![CDATA[ 
 
ENTREPRENEUR DENGAN PETA JALAN MENUJU KEBERHASILAN
 
 
PENDAHULUAN
 
Memilih sebagai entrepreneur sebagai suatu keputusan adalah pilihan empat jenis manusia mencari uang yang disebut sebagai 1) karyawan / pgawai ; 2) pekerja lepas ; 3) pebisnis ; 4) investor. Langkah dalam membuat keputusan dimulai dengan pemahaman yang mendalam tentang „peran anda dalam mewujudkan keberhasilan“, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suaraatr2025.wordpress.com&blog=1886949&post=156&subd=suaraatr2025&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>ENTREPRENEUR DENGAN PETA JALAN MENUJU KEBERHASILAN</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>PENDAHULUAN</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Memilih sebagai entrepreneur sebagai suatu keputusan adalah pilihan empat jenis manusia mencari uang yang disebut sebagai 1) karyawan / pgawai ; 2) pekerja lepas ; 3) pebisnis ; 4) investor. Langkah dalam membuat keputusan dimulai dengan pemahaman yang mendalam tentang „peran anda dalam mewujudkan keberhasilan“, oleh karena itu, maka keberhasilan adalah suatu perjalanan bukan tujuan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sejalan dengan pemikiran diatas, anda memilih menjadi entrepreneur bertolak sebagai tonggak pertama adalah keinginan yang dilandasi oleh niat bahwa mencari rizki dengan mendapatkan halal dan baik ditujukan dalam rangka bertaqwa kepada Allah Swt. Untuk mewujudkan keinginan tersebut perlu ditopang pula adanya penguasaan ilmu sebagai informasi dan pengetahuan sebagai keterampilan dari pengalaman sebagai tonggak kedua dan ketiga menjadi „peta jalan menuju keberhasilan“.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan kata lain bahwa „peta jalan menuju keberhasilan“ adalah kemampuan anda membangun dan mengembangkan „kebiasaan yang produktif“ yang dapat menuntun sikap da perilaku sebagai entrepreneur, dengan pikiran itu terdapat tiga unsur yang saling terkait, yang kita sebut keyakinan, konsentrasi dan konsistensi sebagai kunci untuk mewujudkan keberhasilan hidup masa depan.</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karna itu, pahamilah terlebih dahulu makna „KEBERHASILAN“ sebagai daya dorong  untuk mngungkit kekuatan pikiran yang terkait dengan pikiran entrepreneur bahwa „kemajuan adalah mengubah sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin“ dengan mengamalkan „IKHLAS“ dalam sikap dan perilaku artinya anda berpijak kepada keyakinan dan kepercayaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itu, agar kita dapat mengamalkan makna IKHLAS dalam mewujudkan „KEBERHASILAN“, maka kita haus membedakan pandangan dari pikiran pola lama dengan pikiran pola baru, agar peta jalan secara jelas mengambarkan perjalanan hidup ini agar anda sebagai entrpreneur benar-benar di jalan Allah Swt.</p>
<p style="text-align:justify;">Makna „keberhasilan“ menurut pandangan pola pikiran lama selalu dikaitkan dengan hal-hal kepntingan yang dilihat dari sudut kekayaan, memiliki perasaan istimewa, memiliki sesuatu yang layak dan spesifik, kekuasaan, prestasi. Begitulah gambaran yang selalu mengikat pola pikir lama yang sangat dipengaruhi oleh kekuatan ksadaran inderawi.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebaliknya, makna „kebrhasilan“ dari sudut pandang pikiran baru yang dipengaruhi oleh kesadaran logika yang rasional mendorong sikap dan perilaku untuk memahami arti keberadaan manusia di dunia, bertumbuh sejalan dengan kemampuan menggerakkan potensi manusia, dan menjalankan amalan sesuai keyakinan dan kepercayaan dianutnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi mengerakkan kekuatan pikiran dalam pola pikir baru diatas, akan menuntun manusia sebagai entrepreneur untuk mendapatkan rezki yang halal dan benar,yang sejalan dengan pemahamannya mengenai manusia siapa, darimana dan kemana dengan begitu akan tumbuh dalam pikiran untuk menarik gambaran yang terkait dengan „keberhasilan tidak datang melalui cara yang anda pikir, ia datang melalui cara anda berpkir“ sehingga dapat memberikan inspirasi dalam bersikap dan berperilaku untuk mempersiapkan diri dalam „menempuh perjalanan“<span id="more-156"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>LANGKAH MENMPUH PERJALANAN</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Bertitik tolak dengan pokok-pokok pikiran yang diungkapkan diatas, maka untuk menjawabnya diperlukan gambaran langkah-langkah menempuh perjalanan untuk mewujudkan makna „keberhasilan“ dengan kekuatan kesadaran yang rasional agar perjalanan yang ditempuh di ridhoi oleh kebesaran sang pencipta Allah Swt.</p>
<p style="text-align:justify;">Rumusan dari pokok-pokok pikiran diatas digambarkan kedalam langkah menempuh perjalan sepert yang diungkapkan dibawah ini :</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Pertama, merumuskan arah yang dituju :</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Bertolak dari kemampuan menggerakkan kekuatan pikiran dalam „berani bermimpi“ yang menjadi pendorong untuk menimbulkan gerakan pikiran sehingga menjadi suatu „inspirasi untuk merumuskan arah yan dituju“, maka diperlukan rumusan yang jelas hal-hal yang terkait dengan keinginan mewujudkan makna keberhasilan anda sebagai entrepreneur yang sukses yang berlandaskan kesadaran rasional dengan melepaskan dari kesadaran inderawi.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi makna sukses dipahami terhadap hal-hal yang terkait dengan pemahaman diatas memberikan arah persfektif yang dituju yaitu 1) menjalankan amanah yang sejalan dengan tujuan hidup anda ; 2) berkemampuan menggerakkan potensi pikiran ; 3) menjalankan untuk memenuhi kebutuhan berbagi kepentingan.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan kejelasan arah persfektif yang digambarkan diatas perlu dirumuskan keputusan strategik (visi, misi, tujuan, budaya, strategi, kebijakasaan) dan melangkah diperlukan komitmen yang kuat.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kedua, merumuskan seberapa jauh jarak yang ditempuh :</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Seberapa jauh kemampuan anda dalam usaha mewujudkan keputusan strategik akan sangat bergantung kepada sikap (mengkomunikasikan suara hati anda kepada orang lain) dan perilaku (gaya ddalam bertindak dengan asertif / aktif ; nonasertif / pasif ; agresif).</p>
<p style="text-align:justify;">Seberapa jauh jarak yang ditempuh akan sangat bergantung atas sikap dan erilaku anda sendiri, sehingga kekuatan pikiran yang dimanfaatkan haruslah dituntun oleh kekuatan pikiran, dengan demikian tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sejalan dengan pikiran trsebut, maka sikap adalah suatu isyarat yang anda pancarkan kepada orang lain, yang berarti juga  anda melihat sesuatu secara mental dari dalam, dengan demikian memusatkan perhatian pada faktor-faktor positif dari lingkungan, maka akan mudah untuk tetap bersikap positif. Sebaliknya bilamana ada gonjangan pada diri anda akan berdampak sikap anda menjadi negatif, dalam situasi demikian tantangannya adalah penyesuaian sikap untuk mengembalikan kepada yang positif.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan demikian sikap anda itulah yang menentukan ketinggian yang anda capai, oleh karena itu impian tanpa sikap yang positif hanya menjadi penghayal, sehingga sikap positif tanpa impian menghasilkan bagi manusia yang tidak akan maju, sebaliknya impian bersama sikap yang positif menghasilkan seseorang yang tidak terbatas kemungkinan dan potensinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itu, akan diperlihatkan gambaran sikap yang positif akan menunjukkan kepribadian 1) percaya kpada diri sendiri ; 2) kesedian memandang manusia positif ; 3) berkemampuan membaca adanya peluang ; 4) memfokuskan kepada pemecahan ; 5) keuletan ; 6) memiliki sensitivitas ; 7) tanggung jawab atas perannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebaliknya pilihan gaya dalam berkomunikasi, bergantung kepada tingkat kedewasaan berpikir dalam usaha bagaimana kita dapat menuju yang asertif secara konsisten dengan melepaskan diri dari situasi dan faktor pribadi.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Ketiga, merumuskan cara menempuhnya :</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dengan memperhatikan langkah sebelumnya (1 dan 2), maka langkah ketiga diperlukan kejelasan cara menempuh perjalanan, yang dalam hal ini ada beberapa cara yang dapat ditempuh dengan apa yang disebut yaitu 1) tidak membuat rencana dan tidak terfokuskan dengan pola pikir yang reaktif artinya menekankan masa lampau ; 2) ada rencana dalam memikirkan status quo dengan hanya memikirkan masa kini tanpa melihat masa depan ; 3) memikirkan masa lampau dan masa kini dengan menyiapkan rencana yang baik tapi tidak terpikirkan untuk merumuskan menjadi tindakan yang jelas ; 4) bertolak dari suatu rencana  terpadu.</p>
<p style="text-align:justify;">Berolak dari pemikiran diatas, maka pilihan cara keempat yang dikemukakan diatas adalah pilihan yang diputuskan untuk menjamin anda bisa sampai ke sana dari sini karena dengan jelas dapat menjadi penuntun karena perencanaan terpadu telah mengungkapkan rencana secara kualitatip dan kuantitatif dari jangka panjang ke menengah dan jangka pendek. Jadi rencana yang dirumuskan sudah mencakup program dan rincian tindakan</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Keempat, merumuskan kesiapan melaksanakannya :</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dengan kejelasan rencana terpadu termasuk didalamnya rumusan yang jelas kesiapan apa yang perlu disiapkan, agar anda dapat memulainya. Dengan kesiapan untuk menempuh perjalanan dalam merebut keberhasilan akan terletak dari kesiapan rencana apa yang disebut dengan rencana pertumbuhan pribadi.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi pertumbuhan pribadi menjadi pendorong yang sejalan dengan usaha – usaha dalam menginisiatifkan perubahan karena pertumbuhan adalah pilihan, dengan begitu memilih pertumbuhan berarti anda memiliki kemampuan untuk memanfaatkan potensi anda.</p>
<p style="text-align:justify;">Pilihan membuat pertumbuhan pribadi akan menunjukkan bahwa suatu pertumbuhan akan bergantung dari kemampuan anda untuk menggerakan potensi pribadi anda yang belum dimanfaatkan, tapi perlu diingat bahwa tidak secara otomatis menjadi kenyataan, walaupun disadari bahwa pertumbuhan hari ini memberikan hari esok yang lebih baik.</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itu, pertumbuhan pribadi menjadi tanggung jawab anda sendiri, sehingga ia menjadi inspirasi bagi orang lain untuk memanfaatkan kekuatan potensi mereka untuk bertumbuh.</p>
<p style="text-align:justify;">Sejalan dengan pikiran diatas, maka pusatkan kekuatan pikiran anda supaya tetap focus artinya anda memahami bahwa hari esok tidak perlu sama dengan seperti hari ini, melainkan kita bisa meningkatkan diri, tapi yang perlu diingat bahwa janganlah pernah berpuas diri dengan pencapaian yang sekarang, melainkan terus tinkatkan keinginan terus untuk berpikir, bekerja dan belajar..</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kelima, merumuskan kontrol (pengendalaian dan pengawasan)</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Langkah ini berkaitan dengan pelaksanaan dari kegiatan yang direncanakan, apakah langkah terdahulu telah berjalan seperti apa yang diharapkan anda. Dalam perjalanan ingatlah ungkapan seperti „jangan takut untuk mencapai kebenaran, karena tidak ada badai yang brumur seribu tahun. Kebenaran adalah peluang yang paling tajam. Kebenaran tidak dapat digoyang oleh gempa dan tidak dapat dilamun oleh banjir“</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi sejalan dengan kemampuan anda dalam menggerakkan potensi prbadi, maka kontrol memainkan peranan dalam membangun pertumbuhan pribadi, oleh karena itu jalan untuk meyakinkan orang lihatlah hal-hal yang disebut dengan 1) satu-satunya jalan untuk menang dalam perdebatan ialah menghindarkan perbantahan ; 2) kalau anda keliru pndapat, akuilah segera dengan jujur ; 3) berikhtiarlah dengan jujur supaya dapat memahami pendirian orang lain ; 4) tantanglah mereka seperti pendengar yang sedang keheranan mendengar.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan melaksanakan kontrol diharapkan tumbuh dan berkembang kemampuan untuk menghadapi tantangan jalan yang terbesar yang kita sebut dengan „ketakutan dan kegagalan“, oleh karena itu tingkatkan makna amalan hati seprti mengamalkan makna ikhlas, tawakkal, optimis, takut, ridha, sabar syukur, dan sebagainya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sejalan dengan kemampuan anda untuk mengamalkan „amalan hati“, maka anda dapat membayangkan hal-hal yang tekait dengan fakta tentang ketakutan, akibat buruknya, menghadapinya, menemukan landasan ketakutan, dengan demikian pikirkan bahwa anda mampu merubah kegagalan menjadi kebahagian dengan merenungkan „saat anda menghadapi krisis, hal pertama yang diingat adalah berhenti ! Jangan bertindak. Berpikir saja“</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itu, renungkan bahwa kesulitan tidak selalu kesulitan. Kesulitan seringkali merupakan jalan Tuhan untuk membuat kita berlutut, diam, berdoa, bekerja lebih keras atau mulai dari awal lagi. Ingatlah akan sikap positif menghasilkan persepsi positif dan mengubah situasi menjadi lebih baik.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan melaksanakan makna kontrol, menjadi pendorong untuk memikirkan strategi apa yang harus ditempuh dalam menghadapi tantangan „tekatukan“ dengan memikirkan hal – hal yang terkait dengan 1) bangkitkan semangat takutan menjadi kemajuan ; 2) tumbuhkan kesadran rasional anda untuk mendorong semangat untuk mencapai bahagia ; 3) pusatkan perhatian anda kepada hal-hal yang dapat dikendalikan ; 4) bangkitkan semangat ntuk meraih kemenangan ; 5) bangunkan jiwa yang damai dengan usaha-usaha memperbesar amalan hati.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi raihlah kemenangan, bangkitkan alat pikir anda (kesadaran, kecerdasan, dan akal) untuk merubah dari ketakutan menjadi kegagalan, tapi ingatlah ungkapan seperti „kegagalan bukanlah akhir dari pekerjaan, tetapi permulaan untuk mencapai sukses“, oleh karena itu, dengan jiwa yang damai maka akan terbukalah sinar yang dapat mengangkat kekuatan hati sebagai daya dorong untuk melakukan perubahan arah perjalanan yang ditempuh dengan mengungkit hal-hal yang kita sebutkan yaitu 1) hargailah makna arti kegagalan ; 2) kegagalan jangan mempengaruhi pikiran anda ; 3) renungkan dan bangkit kembali bahwa kegagalan itu menjadi pendorong pertumbuhan pribadi, 4) gerakkan kekuatan pikiran anda secara santai dan penuh humor ; 5) gerakkan kekuatan pikiran anda dalam menjawab what, why, when, who, how. ; 6) bangkitkan kesadaran dari kegagalan mejadi daya dorong untuk belajar dari pengalaman ; 7) hindaran dorongan dari kegagalan menjadi anda tidak memiliki kekuatan hati ; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /> jadikan kegagalan untuk melihat masa depan sebagai ukuran keberhasilan ; 9) bayangkan kegagalam menjadi suatu persfektif sebagai kekuatan pikiran ; 10) Jangan cepat menyalahkan ketakutan dan kegagala yang mendorong jiwa anda yang tidak damai.</p>
<p style="text-align:justify;">Bersikaplah bijaksana dan tundalah penilaian agar anda dapat mensiati dalam usaha untuk menghadapi tantangan yang menghambat jalan pikiran anda, tapi bila anda berpikir positif hal ini mngkin merupakan berkah yang tersembunyi yang mendorong untuk melaksanakan perubahan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Keenam, merumuskan dampak yang terkendali dan tidak terkendali :</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Renungkanlah bahwa kehidupan manusia adalah sebagai jalannya mata-hari, bangkitkan kekuatan pikiran anda dalam membayangkan hal-hal yang kita sebut dengan 1) terbit matahari sama dengan bayi lahir minta asuhan ; 2) matahari naik sama dengan zaman anak-anak penting pendidikan ; 3) tengah hari sama dengan zaman pemuda, hendaklah kuat belajar ; 4) matahari telah mulai turun sama dengan dewasa, sehatkan ekonomi ; 5) hampir terbenam matahari sama dengan zaman tua, menunggu maut.</p>
<p style="text-align:justify;">Bertolak dari pikiran yang kita ungkapkan diatas, maka dampak yang terkendali dari usaha-usaha menumbuh kembangkan kemampuan pertumbuhan pribadi secara jelas dan diketahui yang sejalan dengan daur hidup dari lahir, menjadi anak, menjadi pemuda, menjadi dewasa, menjadi tua, dimana semua tahapan tersebut akan dilalui dengan tanda-tanda yang dapat diinditifikasi terkait dengan beban kehidupan manusia secara material dan non-meterial.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang sulit untuk dipredeksi adalah hal-hal yang terkait dengan tidak  terkendali, dalam hal ini maka dampaknya menyangkut kemampuan pengendalian diri. Mampukah anda menjawab 1) seberapa tuluskah anda ingin mencapai potensi anda dan memenuhi maksud dalam kehidupan anda ? ; 2) apakah anda haus akan keberhasilan ? Jawaban harus mampu memberikan daya dorong untuk mengobarkan semangat untuk terus bertmbuh, bekerja, belajar dan berpikir dalam kerangka membangkitkan semangat kedalam usaha meningkatkan pertumbuhan pribadi.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>PENUTUP </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Seorang entrepreneur yang sejati mampu mengungkit kekuatan berpikir yang disadari  dan tidak disadari berarti kekuatan memikirkan kemungkinan akan tumbuh sejalan dengan berani bermimpi, maka disitu terletak inspirasi mewujudkan keberhasilan, dimana akan lahir satu kekuatan pikiran yang menggerakkan keberhasil tidak pernah berakhir.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi rebutlah pertumbuhan pribadi anda dengan merumuskan peta jalan yang akan dtempuh untuk menhadapi kesulitan pasti berakhir. Oleh karna itu bayangkan diri anda adalah makhluk pilihan dan kita memiliki kemampuan untuk memilih bagaimana kita akan bereaksi terhadap suatu keadaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itu, bayangkanlah bahwa dalam kehidupan ini akan selalu kita jumpai susah dan senang yang silih berganti. Lepas dari kesusahan datang kesulitan yang lain. Kesenangan itu terletak antara dua kesusahan dan kesusaan itu terletak dua kesenangan. Ada kenikmatan yang dibungkus dengan kesusahan dan ada pula ksengsaraan yang dibungkus dengan kesenangan. Di samping kesulitan ada kelapangan. Yang buruk itu ada paedahnya, yang baik itu ada pula celakanya. Kalau rahmat sudah dating, maka sekalian bahaya yang ada pada anda jadi bahagia.</p>
<p style="text-align:justify;">Bangunlah jiwa yang damai, maka disitu terletak kunci keberhasilan dalam mewujudkan pertumbuhan pribadi yang diidamkan dengan memberikan arah persfektif yang dituju yaitu 1) menjalankan amanah yang sejalan dengan tujuan hidup anda ; 2) berkemampuan menggerakkan potensi pikiran ; 3) menjalankan untuk memenuhi kebutuhan berbagi kepentingan.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi dengan peta jalan, maka gunakan bakat anda dengan setia, maka bakat itu akan bertambah, praktekkan apa yang anda ketahui, maka anda akan mendapat pengetahuan yang lebih tinggi, oleh karena itu tumbuhkan kebiasaan yang produktif dalam menata hidup ini, oleh karena itu ingatlah gelap ada lima yaitu 1) gelap karena hari malam ; 2) gelap mata karena buta ; 3) gelap otak karena tidak berpengetahuan ; 4) gelap hati karena tidak beragama ; 5) gelap penghidupan karena kandas ekonomi.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/suaraatr2025.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/suaraatr2025.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/suaraatr2025.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/suaraatr2025.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/suaraatr2025.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/suaraatr2025.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/suaraatr2025.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/suaraatr2025.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/suaraatr2025.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/suaraatr2025.wordpress.com/156/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suaraatr2025.wordpress.com&blog=1886949&post=156&subd=suaraatr2025&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suaraatr2025.wordpress.com/2009/11/19/kep-45-entrepreneur-dengan-peta-jalan-menuju-keberhasilan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bda4b6bab9990f2047d1080d8e33296f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">suaraatr2025</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MENGUNGKIT KEKUATAN BERPIKIR SEBAGAI ENTREPRENEUR</title>
		<link>http://suaraatr2025.wordpress.com/2009/11/16/mengungkit-kekuatan-berpikir-sebagai-entrepreneur/</link>
		<comments>http://suaraatr2025.wordpress.com/2009/11/16/mengungkit-kekuatan-berpikir-sebagai-entrepreneur/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 16:08:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>suaraatr2025</dc:creator>
				<category><![CDATA[ENTERPRENEUR 44]]></category>
		<category><![CDATA[BERPIKIR]]></category>
		<category><![CDATA[ENTREPRENEUR]]></category>
		<category><![CDATA[KEKUATAN]]></category>
		<category><![CDATA[MENGUNGKIT]]></category>
		<category><![CDATA[SEBAGAI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suaraatr2025.wordpress.com/?p=154</guid>
		<description><![CDATA[KEP 44  MENGUNGKIT KEKUATAN BERPIKIR SEBAGAI ENTREPRENEUR
 
 
 
PENDAHULUAN
 
Mengungkit kekuatan berpikir merupakan suatu usaha menggerakkan alat pikir yang disebut dengan unsur „kesadran, kecrdasan dan akal“ yang berada dalam „otak atas (kiri dan kanan) disatu sisi dan unsur lainnya yang disebut dengan „hati“ yang disebut juga otak bawah sadar. Jadi otak atas sebagai alat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suaraatr2025.wordpress.com&blog=1886949&post=154&subd=suaraatr2025&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><strong>KEP 44  MENGUNGKIT KEKUATAN BERPIKIR SEBAGAI ENTREPRENEUR</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>PENDAHULUAN</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Mengungkit kekuatan berpikir merupakan suatu usaha menggerakkan alat pikir yang disebut dengan unsur „kesadran, kecrdasan dan akal“ yang berada dalam „otak atas (kiri dan kanan) disatu sisi dan unsur lainnya yang disebut dengan „hati“ yang disebut juga otak bawah sadar. Jadi otak atas sebagai alat pikir dan otak bawah sadar sebagai alat menghayati.</p>
<p style="text-align:justify;">Bertolak dari ungkapan diatas, maka yang disebut dengan „mengungkit kekuatan berpikir“ adalah berpikir yang metodis artinya yang disadari merupakan seluruh kisaran proses mental yang sadar. Oleh karena itu, sebagai entrepreneur yang sukses menuntut kisaran proses mental yang kuat atas optimisme, keyakinan, ketenangan, penguasaan diri, keberanian, keceriaan, imajinasi, inisiatif, toleransi, kejujuran, kerendahan hati, kesabaran, antusiasme, sukacita, kasih dan iman.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan kemampuan untuk memahmi proses mental yang diungkapkan diatas menjadi tonggak sebagai pendorong dalam usaha untuk membangun dan menumbuh kembangkan kebiasaan yang produktif sebagai suatu arah untuk meningkatkan kemampuan berpikir sebagai entrepreneur.</p>
<p style="text-align:justify;">Sejalan denga pemikiran diatas, renungkan untuk mencari inspirasi atas keberhasilan dengan meningkatkan pengetahuan keterampilan dari pengalaman agar terdorong untuk mengungkit kekuatan berpikir yang berbeda dari biasanya. Dengan cara itu anda sebagai entrepreneur berusaha untuk meningkatkan suatu pandangan pada diri anda yang terkait dalam usaha membangun kebiasaan yang produktif untuk mewujudkan inspirasi kedalam keberhasilan tidak pernah berakhir.</p>
<p style="text-align:justify;">Kuncinya terletak pada keyakinan, konsentrasi dan konsisten sebagai pendorong dalam meningkatkan kemampuan berpikir anda sebagai entrepreneur yang berkeingin untuk 1) mendalami berpikir yang disadari dan tidak disadari ; 2) kembangkan kemampuan memikirkan kemungkinan dari dampak merubah cara berpikir ; 3) pupuklah kebiasaan yang produktif kedalan proses berpikir yang terfokuskan 4) menumbuh kembangkan keterampilan berpikir dalam penyesuaian perubahan abad.</p>
<p style="text-align:justify;">Memperhatikan keinginan yang kita sebutkan diatas, merupakan suatu pendekatan „berani bermimpi“ melakukan perubahan dalam proses pola pikir dari biasanya, sehingga memiliki kemampuan untuk mengungkit kekuatan berpikir dalam kesiapan diri menjadi entrepreneur yang selalu siap menyesuaikan diri dengan tuntutan perubahan yang sejalan dengan visi hidup anda ( berpikir, bekerja, belajar). Dengan kosnsep pemikiran yang kita ungkapkan ini diharapkan menjadi daya dorong untuk bersikap dan berperilaku menghadapi suatu tantangan bahwa, kesulitan pasti berakhir.“<span id="more-154"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>POLA MENGUNGKIT KEKUATAN BERPIKIR BARU</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Pernahkan anda sebagai entrepreneur memikirkan bagaimana menggerakkan kekuatan berpikir dalam „menyeberangi kesenjangan pola pikir lama ke pola pikir baru“ agar mampu merealisasikan „inspirasi bahwa hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini“.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk itu anda memulai dengan suatu pikiran „bernani bermimpi“ untuk mengungkapkan bahwa „keberhasilan dari perubahan adalah kondisi pikiran, jika anda ingin berhasil mulailah membayangkan diri anda sebagai entrepreneur yang berhasil“. Oleh karena itu pikirkan pula makna ungkapan seperti „masing-masing tubuh diberi satu alat oleh Tuhan. Jasmani alatnya nafsu, rohani alatnya akal. Antara  nafsu dan akal perang terus, nafsu lebih tua dari aka, karena itu nafsu lebih banyak pengalamannya, dengan mudah dapat mengalahkan akal kecuali bagi orang yang beriman dan berilmu pengetahuan“</p>
<p style="text-align:justify;">Bertolah dengan pemikiran diatas, maka dengan keyakinan, konsentrasi dan konsisten, maka anda mampu melaksanakan keinginan untuk menyeberangi kesenjangan dengan melaksanakan pola mengungkit kekuatan berpikir baru sebagai berikut : :</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>1. Mendalami berpikir yang disadari dan tidak disadari :</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kekuatan berpikir yang tidak disadari adalah kemampuan menggerakkan kekuatan apa yang dsebut dengan „intuisi“ artinya berpikir dengan menghayati, jadi berpikir disini merupakan hasil kerja hati. Mengungkit kekuatan berpikir disini merupan kemampuan memahami, menghayati dan mengamalkan penguasaan wawasan, imajinasi dan kreativitas melalui suatu pernyataan yang bersifat strategis artinya memiliki kemampuan berpikir mengarahkan pada persfektif jangka panjang.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebaliknya berpikir yang disadari bertolak dari kemampuan dalam menggerakkan kekuatan „otak dan hati“ secara sistimatis untuk menjabarkan pernyataan yang bersifat strategis dari hasil analisa data dan fakta melalui kemampuan mebuat analisis yang disebut dengan „SWOT“ yang mampu merumuakan perencanaan jangka menengah dengan mengarahkan pada posisi yang akan datang. Yang selanjutnya dituangkan kedalam perencanaan taktis dengan mengarahkan pada performa.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi dalam mendalami berpikir yang disadari dan tidak disadari, maka anda akan mampu merubah pola berpikir yang bersifat reaktif (pola lama) menjadi proaktif (pola baru),artinya  sehingga anda mampu mengembangkan kekuatan berpikir menghindari masalah dari pada memecahkan masalah.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>2. Mendalami dampak perubahan pola pikir :</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Bertolak dari keyakinan bahwa „kesulitan pasti berakhir“, maka kemampuan mengungkit kekuatan berpikir, bermula kemampuan anda untuk memahami hal-hal yang terkait dengan 1) perlu disadari tidak secara otomatis berkemampuan cara berpikir berubah ; 2) perlu membayangkan kesulitan menyeberangi kesenjangan dalam melaksanakan perubahan ; 3) perlu disadari bahwa berubah bertolak dari usaha membangun kebiasaan yang produktif artinya membayangkan makna berinvestasi ; 4) adanya keinginan  untuk berkonsitribusi dalam berbagi pengalaman pada orang lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Bertolak dari alasan-alasan dalam menyeberangi kesenjangan diatas, maka perlu dipikirkan, bagaimana sebaiknya proses perubahan menjadi kemampuan mengungkit kekuatan berpikir untuk menghasilkan perubahan menjadi baik dengan langkah-langkah pemikiran sebagai berikut : 1) kesiapan anda untuk merubah keyakinan dan kepercayaan atas perubahan dalam pola pikir ; 2) mengubah keyakinan dan kepercayaan pola pikir berarti mengubah harapan anda ; 3) mengubah harapan anda berarti kesiapan anda melakukan perubahan sikap anda ; 4) mengubah sikap anda berarti kesiapan untuk mengubah perilaku ; 5) mengubah perilaku anda berarti kesiapan mengubah performansi anda ;  6) mengubah performansi  anda berarti kesiapan mengubah kehidupan anda.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi dengan adanya kemampuan untuk menyeberangi ksenjangan dalam pola pikir lama ke pola pikir baru berarti adanya kesiapan untuk melaksanakan perubahan hidup dengan tingkatan pola pikir baru yang sejalan dengan tuntutan perubahan itu sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>3. Membangun kebiasaan yang produktif kedalam pola pikir yang terfokuskan :</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Merubah kebiasaan bukanlah sesuatu yang sulit untuk dilakukan, sangat bergantung dari kekuatan keinginan anda untuk berubah yang ditopang dengan pengusaan ilmu dan pengetahuan, maka terbukalah peluang anda untuk mengungkit kekuatan menempatkan diri di tempat yang tepat untuk berpikir yang terfokuskan.</p>
<p style="text-align:justify;">Menempatkan kekuatan berpikir yang terfokuskan berarti anda memiliki kemampuan untuk 1) mengungkit kesiapan anda untuk merenungkan pemikiran anda ; 2) mengungkit kesiapan anda untuk membentuk pemikiran anda ; 3) mengungkit kesiapan anda untuk mengembangkan pemikiran anda ; 4) mengungkit kesiapan anda untuk membentuk pemikiran anda ; 5) mengungkit kesiapan anda untuk melayangkan pemikiran anda.</p>
<p style="text-align:justify;">Bertolak dari pikiran-pikiran yang terfokuskan akan menumbuh kembangkan kebiasaan yang produktif secara berkelanjutan sebagai suatu cara bagaimana caranya mampu untuk mengungkit kekuatan berpikir dengan menyeberangi kesenjangan dalam pola pikir lama ke pola pikir baru melalui proses perubahan yang kita sebut dengan 1) memberikan daya dorong berdasarkan input yang benar dan dapat dipertanggung jawabkan ; 2) memberikan daya dorong menjadi pemikir dengan output yang baik ; 3) memberikan daya dorong kedalam perenungan atas pemikiran-pemikiran yang baik ; 4) memberikan daya dorong sebagai tindak lanjut atas pemikiran-pemikiran yang baik ; 5) memberikan daya dorong dengan kekuatan emosi untuk membangun pemikiran baik lainnya ; 6) memberikan daya dorong agar prosesnya berulang yang sejalan dengan kebutuhan.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan membangun kebiasaan yang produktif kedalam pola pikir yang terfokukan diharapkan mampu untuk menyeberangi kesenjangan pola pikir maka dengan proses yang berulang sebagai suatu kebiasaan akan mendorong pula  lahirnya ide-ide baru untuk memberikan inspirasi bahwa keberhasilan tidak pernah berakhir.   .</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itu, diperlukan   langkah strategi yang jelas untuk melaksanakan hal-hal yang kita sebutkan diatas kedalam strategi yang kita sebut dengan 1) kebiasaan menentukan masa depan ; 2) gerakkan kemampuan talenta anda yang terpendam, bukan sekedar bersilat lidah 3) gambarkan kerangka pikir yang terarah ; 4) buatlah kesimbangan yang optimum ; 5) meembangun hubungan vertical, horizontal dan diagonal ; 6) berikan daya dorong kedalam keyakinan dan kepercayaan ; 7) rebutlah apa yang dinginkan ; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /> bangunlah keuletan yang konsisten ; 9) melangkah dengan tindakan yang menentukan ; 10) rumuskan hidup yang jelas dan terfokuskan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>4. Menumbuh kembangkan keterampilan berpikir dalam penyesuaian perubahan :</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam mengembangkan kebiasaan yang produktif dibutuhkan salah satu unsur penting adalah mengembangkan pengetahuan dari keterampilan atas kemampuan pengalaman anda sendiri dalam apa yang kita dengan keterampilan 1) kemampuan merumuskan kerangka pikir secara menyeluruh ; 2) menjabarkan kerangka pikir kedalam kemampuan berpikir yang difokuskan ; 3) kemampuan untuk meningkat penguasaan wawasan dan imajinasi dalam rangka mendorong kemampuan berpikir kreatif individu dan kelompok ; 4) kemampuan untuk mengorganisir transformasi kreatif menjadi inovatif ; 5) kemampuan menuangkan dari pemikiran strategis kedalam pemikiran yang realistik 6) kembangkan kemampuan potensi kedalam berpikir kedalam penuh kemungkinan yang terkait dengan peningkatan aktualisasi sensitifitas ; 7) kembangkan kemamuan berpikir yang bersifat proaktif tanpa meninggalkan kemampuan reaktif ; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /> kembangkan kemampuan dalam menganlisa dampak berpikir yang tidak terkendali dilihat dari sisi kepentingan umum ; 9) kembangkan kemampuan untuk mendorong berpikir partisipatif ; 10) kembangkan kemampuan berpikir kedalam kepentingan individu, kelompok dan organisasi yang seimbang .</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan meningkatkan kemampuan keterampilan yang disebutkan diatas, diharapkan anda selalu siap untuk mengungkit kekuatan berpikir yang sejalan dengan tuntutan perubahan yang di fokuskan untuk mendorong perubahan sikap dan perilaku dalam wujud adanya komitmen bersama atas kekuatan pikiran bahwa keberhasilan tidak pernah berakhir yang ditopang oleh keyakinan, konsentrasi dan konsisten kedalam pola pikir.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>PENUTUP</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Belajar dari usaha-usaha untuk mengungkit kekuatan berpikir yang berbeda dari biasanya diiperlukan satu dorongan yang dibut „berani bermimpi“ untuk memandang keadaan saat ini dengan memperhatikan pengalaman masa lampau menjadi suatu kekuatan inspirasi dalam mencapai keberhasilan.</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itu kembangkan potensi berpikir anda baik berpikir yang disadari maupun yang tidak disadari karena dengan memiliki kemampuan itu berati anda mampu dalam melangkah perubahan sikap dan perilaku yang dapat mendorong menghadapi tantangan dalam menyeberangi kesenjangan dar pola pikir lama (reaktif) ke pola pikir baru (proaktif) dengan arah mampu merumuskan arah persfektif, posisi dankinerja.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/suaraatr2025.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/suaraatr2025.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/suaraatr2025.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/suaraatr2025.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/suaraatr2025.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/suaraatr2025.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/suaraatr2025.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/suaraatr2025.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/suaraatr2025.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/suaraatr2025.wordpress.com/154/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suaraatr2025.wordpress.com&blog=1886949&post=154&subd=suaraatr2025&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suaraatr2025.wordpress.com/2009/11/16/mengungkit-kekuatan-berpikir-sebagai-entrepreneur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bda4b6bab9990f2047d1080d8e33296f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">suaraatr2025</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BUDAYA DALAM KOMUNITAS BERBANGSA DN BERNEGARA</title>
		<link>http://suaraatr2025.wordpress.com/2009/06/17/budaya-dalam-komunitas-berbangsa-dn-bernegara/</link>
		<comments>http://suaraatr2025.wordpress.com/2009/06/17/budaya-dalam-komunitas-berbangsa-dn-bernegara/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2009 11:44:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>suaraatr2025</dc:creator>
				<category><![CDATA[BUDAYA]]></category>
		<category><![CDATA[BERBANGSA]]></category>
		<category><![CDATA[BERNEGARA]]></category>
		<category><![CDATA[DALAM]]></category>
		<category><![CDATA[KOMUNITAS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suaraatr2025.wordpress.com/?p=150</guid>
		<description><![CDATA[1. LATAR BELAKANG PEMIKIRAN
Kita menyadari sepenuhnya perang kemerdekaan dimulai dengan Proklamsi Kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945 dan berakhir dengan pengakuan kedaulatan pada tanggal 27 Desember 1949.
Namun demikian perlu kita sadari bahwa sejarah perjuangan kemerdekaan yang dimulai dari pergerakan nasional pada permulaan abad ke-20 dapat dipandang sebagai kelanjutan dari perjuangan yang sebelumnya dilaksanakan secara sedaerah-daerah, namun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suaraatr2025.wordpress.com&blog=1886949&post=150&subd=suaraatr2025&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>1. LATAR BELAKANG PEMIKIRAN</p>
<p style="text-align:justify;">Kita menyadari sepenuhnya perang kemerdekaan dimulai dengan Proklamsi Kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945 dan berakhir dengan pengakuan kedaulatan pada tanggal 27 Desember 1949.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun demikian perlu kita sadari bahwa sejarah perjuangan kemerdekaan yang dimulai dari pergerakan nasional pada permulaan abad ke-20 dapat dipandang sebagai kelanjutan dari perjuangan yang sebelumnya dilaksanakan secara sedaerah-daerah, namun terdapat pebedaan kualitatif dalam perjuangan dimana unsur modernisasi mempengaruhi pola berpikir.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi perlu untuk diingat bahwa penjajahan Belanda mempengaruhi proses perubahan dalam bersikap dan berperilaku dalam memasuki proses modernisasi. Proses itu tidak berakhir setelah kita mengakhii penjajahan Belanda, melainkan kita melanjutkan dan meningkatkan proses modernisasi itu dalam pembinaan bangsa.</p>
<p style="text-align:justify;">Disatu sisi kita menyadari satu sumber kekuatan selama perjuangan kenmerdekaan ialah kemampuan bangsa kita untuk memelihara dan terus meningkatkan perastuan dan kestuan nsional kita sambil menghormati secara wajar keanekaragaman dalam rangka persatuan dan keatuan nasional itu. Hal itu paling nyata  dilambangkan oleh PANCASILA tidak hanya dasar Negara secara formal saja, tetapi juga telah menempa identitas bangsa kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Disisi lain bahwa dalam perjuangan kemerdekaan kita yang telah disusul oleh pembinaa bangsa, revolusi dan pembangunan yang diiukuti perubahan dari orde lama ke orde baru ke orde reformasi tidak menunjukkan perhatian yang terfokuskan mengenai “pembangunan ekonomi sebagai masalah kebudayaan”. Dapat kita baca hal tersebut yang ditulis oleh para pemikir seperti Soejatmoko dalam bukunya “Dimensi manusia dalam pembangunan”, Prof Koentjaraningrat dalam bukunya “Kebudayaan, Mentalitet dan Pembangunan”, Mochtar Lubis dalam bukunya “ Manusia Indonesia”</p>
<p style="text-align:justify;">Apa yang terjadi, para pemikir tidak lepas dari perdebatan yang dikenal “Polemik Kebudayaan” kearah mana pengembangan dan perkembangan Kebudayaan Nasional Indonesia seharusnya berkiblat ? budaya barat atau arah budaya yang sudah mentradisi di dunia timur khususnya di bumi Nusantara ?</p>
<p style="text-align:justify;">Polemik yang berkepanjangan tidak jelasnya rumusan tentang “budaya berbangsa dan bernegara Indonesia” dalam menafsirkan seperti yang termuat dalam UUD ’45 yang tertuang dalam pasal 32 “Pemerintah memajukan kebudayaan nasional Indonesia” (sebelum dirubah) serta uraian dalam penjelasan yang berbunyi “ Kebudayaan bangsa ialah kebudayaan yang timbul sebagai buah usaha budi-daya Rakyat Indonesia seluruhnya.” “Kebudayaan lama dan asli yang terdapat sebagai puncak-puncak kebudayaan di daerah-daerah di seluruh Indonesia, terhitung sebagai kebudayaan bangsa. Usaha kebudayaan harus menuju kea rah kemajuan adab, budaya, dan persatuan, dengan tidak menolak bahan-bahan baru dari ebudayaan asing yang dapat memperkembangkan atau memperkaya kebudayaan</p>
<p style="text-align:justify;">Pasal tersebut terdapat perubahan keempat disahkan 10 Agustus 2002, yang berbunyi “(1) Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya”  “(2) Negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional”</p>
<p style="text-align:justify;">Dari rumusan atas perubahan yang diungkapkan diatas hanyalah mendorong adanya pemikiran polemik yang berkepanjangan dan hal itu yang diinginkan oleh pihak ketiga agar bangsa Indonesia tuntunan dalam kebrsamaan dalam bersikap dan berprilaku dalam mengaktualisasikan kesatuan dalam pemikiran yang tidak memiliki budaya berbangsa dan bernegara yang kuat karena tidak memiliki kredebilitas manusia Indonesia seutuhnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Bertitik tolak dari apa yang kita kemukakan diatas, maka dipandang perlu untuk merumuskan kembali apa yang diungkapkn dalam pasal 32 UUD ’45 seselum perubahan dengan mencantumkan ayat (2) Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal ini diatur dalam undang-undang. Pealsanaannya diatur lebih lanjut dalam peraturan pemrintah. Dalam penjelasan ditambahkan kedalam satu alenia baru yang berbunyi “ Diprlukan satu rumusan Budaya Berbangsa dan Bernegra Indonesia sebagai aturan dan tuntunan yang harus dianut dalam bersikap dan berperilaku sebagai Manusia Indonesia Seutuhnya dalam memberikan arah Kreabilitas Bangsa Indonesia.<span id="more-150"></span></p>
<p style="text-align:justify;">2. PENDEKATAN SEBAGAI RUMUSAN KONSEPSI</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk merumuskan suatu knsepsi sebagai pola berpikir dalam merumuskan satu gagasan atau idea yang dapat dipergunakan sebagai landasan, maka dieprlukan satu pendekatan.</p>
<p style="text-align:justify;">Pendekatan yang kita maksudkan disini “menguraikan huruf dari kata dan merumuskan menjadi kata bermakna kedalam sutua untaian kalimat yang dapat mendorong dalam bersikap dan berperilaku” dalam proses kemampuan berpikir.</p>
<p style="text-align:justify;">Kata-kata yang hendak dirumuskan disini adalah BUDAYA, BERBANGSA, BERNEGARA, INDONESIA, dngan uraian sebagai berikut ;</p>
<p style="text-align:justify;">Kata BUDAYA yang terdiri dari huruf menjadi kata bermakna :<br />
B menjadi kata bermakna (B)ERPIKIR<br />
U menjadi kata bermakna (U)SAHA-USAHA<br />
D menjadi kata bermakna (D)AYA CIPTA<br />
A menjadi kata bermakna (A)MANAH<br />
Y menjadi kata bermakna (Y)AKIN<br />
A menjadi kata bermakna (A)GAMA</p>
<p style="text-align:justify;">BUDAYA Bila kata-kata tersebut kita susun dalam untaian kalimat yang bermakna, maka kita merumuskan adalah kemampuan seseorang dalam BERPIKIR untuk dapat menggerakkkan USAHA-USAHA dalam memanfaatkan kesadaran, kecerdasan dan akal untuk menciptakan DAYA CIPTA dalam menjalankan AMANAH yang berlandaskan ke –YAKINAN dengan AGAMA yang dianutnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kata BERBANGSA yang terdiri dari huruf menjadi kata bermakna :<br />
B menjadi kata bermakna (B)ERJIWA<br />
E menjadi kata bermakna (E)TIKA<br />
R menjadi kata bermakna (R)UKUN<br />
B menjadi kata bermakna (B)BERBUDI<br />
A menjadi kata bermakna (A)QLAK<br />
N menjadi kata bermakna (N)URANI<br />
G menjadi kata bermakna  (G)ERAKAN<br />
S menjadi kata bermakna  (S)OSIAL<br />
A menjadi kata bermakna (A)DIL</p>
<p style="text-align:justify;">Bila kata-kata tersebut kita susun dalam untaian kalimat yang bermakna, maka kita merumuskan BERBANGSA adalak manusia yang BERJIWA dengan landasan ETIKA, ke-RUKUNAN, BERBUDI, ber-AQLAK mulia dalam menjalankan hati NURANI sebagai suatu GERAKAN  dalam mewujudkan makna SOSIAL dan ADIL.</p>
<p style="text-align:justify;">Kata BERNEGARA yang terdiri dari huruf-huruf menjadi kata bermakna :<br />
B menjadi kata bermakna (B)ERSATU<br />
E menjadi kata bermakna (E)MOSIONAL<br />
R menjdi kata bermakna (R)ASIONAL<br />
N menjadi kata bermakna (N)ASIONAL<br />
E menjadi kata bermakna (E)KLEKTIS<br />
G menjadi kata bermakna (G)ABUNGAN<br />
A menjadi kata bermakna (A)NTAR<br />
R menjadi kata bermakna (R)AS<br />
A menjadi kata bermakna (A)GAMA</p>
<p style="text-align:justify;">Bila kta-kata tersebut kita susun dalam untaian kalimat yang bermakna, maka kita merumuskan BERNEGARA adalah keinginan yang berlandaskan niat untuk BERSATU secara EMOSIONAL dan RASIONAL dalam membangun rasa NASIONALIEME secara EKLEKTIS kedalam sikap dan perilaku ANTAR yang berbeda RAS dan AGAMA..</p>
<p style="text-align:justify;">Kata INDONESIA yang terdiri dari huruf-huruf menjadi kata bermakna :<br />
I menjadi kata bermakna (I)NTERGERASI<br />
N menjadi kata bermakna (N)ASIONAL<br />
D menjadi kata bermakna (D)AERAH<br />
O menjadi kata bermakna (O)RGANISASI<br />
N menjadi kata bermakna (N)EGARA KESATUAN<br />
E menjadi kata bermakna (E)KONOMI<br />
S menjadi kata bermakna (S0EJAHTERA<br />
I  menjadi kata bermakna (I)MPIAN<br />
A menjadi kata bermakna (A)MANAH</p>
<p style="text-align:justify;">Bila kata-kata trsbut kita susun dalam untaian kalimay yang bermakna, maka ita merumuskan INDOESIA adalah wilayah kepulauwan yang ter-INTERGERASI secara NASIONAL dari DAERAH daratan dan lautan kedalam ORGANISASI berbentuk NEGARA KESATUAN untuk melaksanakan pembangunan EKONOMI dalam mewujudkan masyarakat SEJAHTERA sebagi realisasi IMPIAN yang di-AMANAHKAN oleh UUD ’45.</p>
<p style="text-align:justify;">Berdasarkan pendekatan yang kita utarakan diatas, diharapkan dapat dipergunakan untuk menyusun suatu konsepsi yang dapat dipergunakan untuk menyatukan sudut pandang dalam kita merumuskan, apa yang telah tertuang dalam pasa 32 UUD ’45 sebelum diadakan perubahan.</p>
<p style="text-align:justify;">Degan sudut pandang itu, kita harapkan kita dapat menyatukan pola berpikir dalam merumuskan visi, misi, tujuan, strategi  dalam mengaktualisasikan BUDAYA BERBANGSA BERNEGARA INDONESIA sebagai pedoman dalam kita bersikap dan berperilaku dalam menjalankan fungsi, pekerjaan, kerja, jabatan, peran dan tanggung jawab dalam berbangsan dan bernegara.</p>
<p style="text-align:justify;">3. RUMUSAN B3I (BUDAYA BEBANGSA BERNEGARA INDONESIA)</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan memperhatikan pendekatan tersebut diatas, maka kita dapat merumuskan konsepsi yang kita maksudkan dengan B3I sebagai berikut :</p>
<p style="text-align:justify;">B3I adalah wujud sikap dan perilaku sebagai Manusia Indonesia Seutuhnya dalam kemampuan memanfaatkan kesadaran, kecerdasan dan akal kedalam usaha mengaktualisasikan  makna Budaya Berbangsa Bernegara Indonesia sebagai pedoman yang harus dianut selaku warga Negara.</p>
<p style="text-align:justify;">Konsepsi tersebut mendorong kita untuk memahami apa arti me masuki abad 21, suatu abad yang telah ditandai oleh perubahan dari masyarakat industri ke masyarakat informasi ke masyarakat pengetahuan. Perubahan tersebut menunjukkan pula, perlunya satu usaha untuk melakukan pendekatan baru dalam mewujudkan daur hidup organisasi Negara yang selalu siap memasuki gelombang ketidak pastian yang selalu ada dimana-mana.</p>
<p style="text-align:justify;">Waktu berjalan terus, era globalisasi merupakan tantangan di abad ini, maka   dalam memasuki dunia tanpa batas diperlukan satu pendekatan yang kita sebut dengan mengelola organisasi negara berbasiskan budaya berbangsa dan bernegara Indonesia. B3I sebagai wajah baru haruslah mampu mengantisipasi dan mengaktualisasikan sikap dan perilaku yang selaras dengan keputusan strategik (visi, misi, tujuan, sasaran, strategi).</p>
<p style="text-align:justify;">Kepemimpinan nasional silih bergati dan   menerapkan gayanya sendiri , sehingga ada satu kesan B3I bukanlah penentu keberhasilan, sehingga pada saat ia mencanangkan suatu gagasan untuk dilaksanakan, ia beranggapan sama luasnya dengan fungsi perencanaan itu sendiri tapi mereka tidak arti dari sisi hal yang konkrit dan hal yang yang bersifat abstrak. Jadi yang menentukan keberhasilan terletak pada dimensi manusia itu sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itu adanya anggapan yang menganggap sama mudah menyebar seperti sistem gayanya kedalam pengikutnya, yang mendorong orang tidak pernah fokus untuk memikirkannya secara konsepsional arti penting keberadaan B3I. B3I tidak pernah dirumuskan sehingga organisasi negara sebagai satu pendekatan adalah sangat penting untuk diterapkan dan diperlukan seorang yang mampu berperan untuk mengkomunikasikan dengan baik dengan tanggung jawab bersama dengan satu pola pikir bahwa suatu organisasi NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA (NKRI) sebagai pondasi yang efektif adalah visi dan misi yang sejalan dengan B3I yang dianutnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan ungkapan itu seorang Kepemimpinan Nasional menyadari sepenuhnya selama berjalan waktu adanya bahwa organisasi Negara pada saat ini memahami sepenuhnya untuk apa ia berdiri dan atas prinsip apa yang dianut dalam beroperasinya. Oleh karena itu perilaku organisasi bernegara yang didasarkan kepada B3I yang kuat bukan saja pilihan filosofis melainkan sejalan dengan tuntutan daur hidup organisasi bernegara dalam kelangsungan hidupnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi berdasarkan pemikiran diatas, sudah saatnya suatu NKRI memiliki konsepsi B3I yang jelas, sehingga dapat diambil kebersamaan dalam bersikap dan berperilaku untuk menyelaraskan kedalam kepentingan seluruh masyarakat Indonesia dalam bertindak sesuai dengan tuntunan yang telah kita rumuskan dalam melaksanakan pembangunan ekonomi yang berdemensi manusia Indonesia seutuhnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk mengkomunikasikan B3I tersebut diperlukan langkah-langkah agar konsepsi B3I yang dituangkan secara formal diperlukan keterlibatan semua warga Negara Indonesia untuk memahami dan mempelajari sebagai landasan dalam bersikap dan berperilaku dalam kehidupan bernegara.</p>
<p style="text-align:justify;">4. PEMAHAMAN DAN PERAN B3I</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk dapat menyamakan konsep dalam berpikir diperlukan suatu paham yang sama mengenai B3I yang telah kita rumuskan pada bagian terdahulu melalui pendekatan dari makna kata yang diuraikan kedalam satu untaian kalimat yang bermakna. Untuk memperjelas konsepsi yang kita utarakan diperlukan pemahaman dari sudut pandang lain yaitu dengan  mengkombinasikan baik dari sudut pandang yang disebut dengan anthropologi maupun dari sudut sosiologi.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari sudut pandang anthropologi menekankan pada sistem gagasan atau idea, sedangkan dari sudut sosiologi menekankan pada sistem sosial (perilaku). Bertitik tolak dari sudut pandang tersebut maka dapat dirumuskan pengertian budaya itu sendiri sebagai berikut :</p>
<p style="text-align:justify;">•	Sistem nilai dan keyakinan bernegara yang mewarnai perilaku warga dan kegiatan bernegara<br />
•	Cara atau kebiasaan kerja yang telah membudaya (tertanam) dalam satu organisasi bernegara.<br />
•	Suatu pola terpadu dari tingkah laku masyarakat dalam bernegara antara lain pemikiran, tindakan, pembicaraan, ritual / upacara dan benda-benda.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan memperhatikan pengertian-pengertian yang dikemukakan diatas, maka dapat pula kita simpulkan peran B3I sebagai suatu pemahaman tersebut diharapkan pula menjadi daya dorong dalam mewujudkan keputusan strategik agar dapat memberikan motivasi dalam usaha membina Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki intergritas pribadi, memiliki wawasan mengenai keagamaan, bahasa, sejarah, kesenian, kesusteraan, ilmu pengetahuan</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk membangun, mewujudkan, membina dan  mengembangkan SDM yang memiliki karekteristik tersebut kedalam sikap dan perilaku diperlukan landasan B3I dalam suatu pemahaman yang mendalam.</p>
<p style="text-align:justify;">B3I diperlukan untuk berperan dalam menyatukan cara pandang serta cara bertindak dalam menyelaraskan kepentingan stakeholders ditengah lingkungan yang selalu berubah.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan B3I akan menuntun sikap dan perilaku secara terpola dalam mewujudkan prima dalam karsa dan sadar dalam karya artinya:</p>
<p style="text-align:justify;">Prima Dalam Karsa :</p>
<p style="text-align:justify;">•	Setiap manusia Indonesia memiliki komitmen dalam pelaksanaan pekerjaan.<br />
•	Komitmen menjadi daya dorong membangun kebanggaan dalam berbangsa dan bernegara Indonesia<br />
•	Berbangsa dan bernegara yang memiliki  komitmen tidak lagi menunggu komando untuk diawasi.<br />
•	Tidak diperlukan kontrol yang ketat dalam mewujudkan mutu kerja.<br />
•	Setiap warga bangsa yang memiliki komitmen juga proaktif dan produktif.<br />
•	Manajemen yang prima  dalam melaksanakan B3I berarti wujud karsa dalam berusaha meningkat produktivitas.</p>
<p style="text-align:justify;">Sadar Dalam Karya :</p>
<p style="text-align:justify;">•	Sikap sadar dalam karya melahirkan disiplin yang tidak semu.<br />
•	Dengan disiplin maka warga dalam berbangsan dan bernegara mengenal konstribusi dalam perannya.<br />
•	Mendorong da menumbuh kembangkan nilai-nilai kreativitas, inovatif, adaptif, proaktif, dan produktif.<br />
•	Melahirkan kemampuan berpikir dalam memanfaatkan kesadaran, kecerdesan dan akal untuk menghindari masalah.<br />
•	Setiap warga Negara Indonesia merasa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara akan selalu merasa memiliki keunggulan dalam keahliannya.</p>
<p style="text-align:justify;">5. UNSUR  DAN PENGARUH B3I</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan memperhatikan makna B3I, serta memperhatikan yang dinungkapkan oleh Koentjraningrat dalam bukunya “kebudayaan, Mentalitet dan Pembangunan, ia mengungkapkan bahwa kebudayaan itu mempunyai paling sedikit tiga wujud ialah :</p>
<p style="text-align:justify;">“1) Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks dari ide-idee, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan dan sebagainnya.<br />
2) Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas kelakuan berpola dari manusia dlam masyarakat,<br />
3) Wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia.”</p>
<p style="text-align:justify;">Selanjutnya ia mengatakan bahwa “ Wujud pertama adalah wujud idel dari kebudyaan. Kebudayaan ideel ini dapat kita sebut adapt tata-kelakuan atau secara singkat atau secara singkat adapt dalam arti khusus, atau adati-istiadat dalam bentuk jamaknya” Wujud kedua dari kebudayaan yang disebut sistem soisial.” “ Wujud ketiga dari kebudayaan disebut kebudayaan fisik”</p>
<p style="text-align:justify;">Dari apa-apa yang telah kita uraikan diatas, maka yang termasuk unsur-unsur kedalam budaya berbangsa dan bernegara Indonesia adalah :</p>
<p style="text-align:justify;">•	NILAI, dalam arti apa yang lebih penting atau kurang penting, apa yang lebih atau kurang baik dan apa yang lebih benar atau yang kurang benar. Nilai budaya dapat berbentuk : Disiplin murni (taat bekerja dengan penuh kesadaran) ; Kreatif individu / kelompok ; Inovasi organisasi ; Mengutamakan mutu dan produktivitas ; Kepuasan bersama ; Profesional (mengerti apa yang harus dikerjakan dan bagaimana mengerjakannya) ; Proaktif (tanggap dan tidak menunggu perintah) ; Jiwa pelayanan ikhlas, ramah tamah ; Kerjasama ; Adaptif ; Tabah (tinah kenal putus asa) ; Menghargai waktu ; dsb.</p>
<p style="text-align:justify;">•	NORMA, dalam arti aturan atau kaidah yang dipakai sebagai tolak ukur penilaian. Atau dapat juga dikatakan norma adalah aturan yang mengikat sebagai panduan, tatanan dan kendali tingkah laku individu dalam organisasi berbangsa dan bernegara Indonesa Seluruh peraturan yang diterbitkan harus dijiwai oleh nilai-nilai yang disepakati bersama sebagai tuntunan dalam bersikap dan berperilak.</p>
<p style="text-align:justify;">•	WEWENANG, dalam arti kemampuan untuk mengambil keputusan sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku. Wewenang adalah kekuasaan  yang syah untuk melaksanakan peranan sesuai dengan jabatan untuk mewujudkan harapan-harapan selaras dengan B3I.  Wewenang merupakan wahana untuk memasyarakatkan nilai-nilai dan norma-norma dalam B3I.</p>
<p style="text-align:justify;">•	GANJAR, dalam arti imbalan yang diberikan secara wajar dan adil baik bersifat finansial maupun non finansial. Atau dengan kata lain ganjar adalah imbalan dalam bentuk penghargaan atas prestasi positip atau hukuman atas prestasi negatif. Sistim pemberian ganjar mndorong terwujudnya B3I dan tercapainya sasaran organisasi dalam bernegara sebagai manusia yang seutuhnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sejalan dengan pemikiran yang kita utarakan diatas, mengingatkan kita kembali apa yang ditulis Soejatmoko dan Mochtar Lubis seperti halnya juga Koentjraningrat telah memberikan arah perfektif mengenai “Manusia Indonesia Seutuhnya” dalam demensi pembangunan.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi unsur-unsur tersebut bila dituangkan dalam konsepsi B3I yang dformalkan akan menjadi landasan bersikap dan berperilaku dalam kehidupan berbangsa dan bernegara mempengaruhi kedalam pola berpikir untuk mengembangkan wawasan dan imajinasi warga Negara Indonesia kedalam dimensi pembangunan.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi pengaruh B3I dalam proses berpikir  akan selalu mendorong manusia Indonesia merasakan arti keberadaannya sebagai warga Negara Indonesia untuk dapat memberikan konstribusi dalam pembangunan sesuai dengan perannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain daripada itu B3I memebrikan daya dorong bahwa setiap warga diberikan peluang untuk maju, sepanjang yang bersangkutan selalu memahami arti hidup berbangsa dan bernegara yang yang dapat memotivasinya secara sadar untuk memahmi masa lalu, masa kini dan masa depan. Pada saat ia memahmi masa kini, berarti ia dapat menangkap pengalaman masa lalu. Sejalan dengan itu ia mengharapkan masa depan yang lebih baik dari masa kini, oleh karena ia tidak dapat melepaskan arti berpikir, bekerja dan belajar berlandaskan pemahaman yang bersangkutan pada B3I.</p>
<p style="text-align:justify;">6. VISI DAN MISI B3I</p>
<p style="text-align:justify;">Bertitik tolak dari pemikiran intuitif, maka diperlukan satu pernyataan singkat agar dapat menuntun arah yang hendak kita tuju di masa depan yang kita sebut dengan :</p>
<p style="text-align:justify;">VISI B3I adalah kemampuan manusia Indonesia seutuhnya membangun CITRA sebagai manusia yang unggul berdasarkan pelaksanaan pemahaman yang mendalam atas B3I sebagai penuntun menuju ke ARAH kesiapan yang mampu memasuki setiap perubahan dengan TUJUAN membangun kebiasaan yang produktif.</p>
<p style="text-align:justify;">Unsur visi B3I dalam sikap mencakup : Citra, Budaya, Arah, Tujuan artinya:<br />
•	CITRA adalah mewujudkan sikap sebagai manusia yang unggul.<br />
•	B3I adalah mengkomunikasikan pola berpikir kedalam prinsip kepemimpinan kolaboratif.<br />
•	ARAH adalah sikap positip dalam memasuki setiap perubahan<br />
•	TUJUAN adalah menyatukan kesamaan berpikir dalam membangun kebiasaan yang produktif.</p>
<p style="text-align:justify;">Pernyataan VISI B3I menggambarkan arah perjalanan yang hendak dituju, sebaliknya pernyataan MISI B3I menyatakan bagaimana sarana itu disiapkan dalam menuju arah yang dituju, dengan pernyataan sebagai berikut :</p>
<p style="text-align:justify;">MISI B3I adalah kemampuan manusia Indonesia seutuhnya dalam usaha-usaha untuk MEMPERHATIKAN perilaku dalam mengkomunikasikan kehangatan serta MEMBIMBING dalam membangun kepercayaan dengan pemikiran ANALITIS STRATEGIS melihat masa depan yang bersifat antisipatif dari sudut pandang yang bersifat EKSPRESIF dengan penguasaan wawasan dan imajinasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Unsur MISI B3I dalam perilaku mencakup: Memperhatikan, Membimbing, Analitis, Ekspresif artinya :<br />
•	MEMPERHATIKAN adalah mengkomunikasikan kehangatan<br />
•	MEMBIMBING  adalah membangun kepercayaan<br />
•	ANALITIS STRATEGIS adalah mengkomunikasikan fakta, gagasan ke masa depan.<br />
•	EKSPRESIF adalah inisiatif, kreatif, spontan, bersemangat.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan demikian apa yang telah diuraikan bahwa B3I mempengaruhi Visi (perjalanan yang ingin dilakukan), sehingga dalam bersikap (cara anda mengkomunikasikan suasana hati anda kepada orang lain) selalu dalam pemikiran yang positip, sedangkan  Misi dalam Perilaku (segala tindakan yang dilakukan oleh suatu organisme) sebagai wahana transformasi dalam pola berpikir yang akan menuntun bagaimana organisasi bernegara menyeberangi kesenjangan B3I VS RENCANA PERSFEKTIF, POSISI DAN KINERJA dalam mewujudkan prima dalam karsa dan sadar dalam karya Jadi dengan adanya B3I  diharapkan menjadi penuntun dalam berskap dan berperilaku karena menyangkut hal-hal yang konkrit yang digerakkan oleh manusia yang memiliki budaya sebagai penggerak mewujudkan hal-hal yang bersifat abstrak</p>
<p style="text-align:justify;">6. TUJUAN MERUMUSKAN B3I YANG DIFORMALKAN</p>
<p style="text-align:justify;">Bertitik tolak dari Visi dan Misi B3I yang diutarakan diatas sebagai penuntun, maka diperlukan pula rumusan yang jelas tujuan-tujuan yang hendak dicapai dengan B3I diformalkan kedalam peraturan pelaksanaannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Seandainya anda seorang PRESIDEN RI yang baru diangkat untuk memimpin Negara Kesatuan Republik INdonesia yang sedang mengalami masalah yang normal dan tidak normal, maka sebelum anda melangkah mencari penyelesaiannya akan timbul satu pertanyaan, mengapa masalah itu timbul ? Karena organisasi NKRI tidak siap mengantisipasi perubahan yang serba komplek dan ketidak kepastian, ditambah lagi posisi daur hidup Negara berada dalam masalah abnormal yang dikelompokkan kedalam katagori “penyakit”</p>
<p style="text-align:justify;">Sejalan dengan pemikiran diatas, timbul pertanyaan “mengapa harus dimulai dari membanngun B3I ?” sedangkan kitapun menyadari bahwa  membutuhkan waktu dalam mentransformasikannya karena hal-hal yang tak dapat diraba dan tidak terlihat sehingga diperlukan pemahaman atas peran B3I  seperti yang telah kita utarakan sebelumnya, oleh karena itu bila kita mengakui perlunya perubahan yaitu menetapkan secara formal B3I maka mereka sebagai warga negara lebih cenderung untuk mendukungnya, sehingga diharapkan adanya satu pemahaman yang dapat mendorong perubahan dalam berikir yang menyangkut hal-hal sebagai berikut :</p>
<p style="text-align:justify;">•	Manusia dan intelektual adalah unsur sentral dalam keberhasilan.<br />
•	Konsepsi B3I menekankan peran utama manusia.<br />
•	Teknik manajemen dan strategi yang baik tidak ada artinya apabila dalam berbangsa dan bernegara tidak memiliki orang-orang yang punya komitmen yang kuat untuk merealisasikan keputusan yang ditetapkan.<br />
•	Pengalaman menunjukkan bahwa keunggulan yang diraih oleh negara-negara industri baru dan Jepang adalah konsekwensi dari budaya kerja yang diyakini oleh para pekerja.<br />
•	NKRI yang memperhatikan unsur manusia dan intelektual akan mengembangkan B3I yang kuat.<br />
•	Karena itu strategi NKRI yang baik adalah dilengkapi dengan dimensi B3I.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi dengan pemahaman kita mengenai hal-hal tersebut diatas serta wawasan kita mengenai agama, bahasa, seni, kesusteraan, sejarah, ilmu pengetahuan dan sebagainya mendorong berpikir intuitif untuk merumuskan apa yang menjadi tujuan-tujuan yang hendak dicapai dari konsepsi B3I yaitu :</p>
<p style="text-align:justify;">•	Menjadi pedoman sebagai aturan yang harus kita patuhi dan dijalankan sebagai komitmen yang datang dari diri sendiri dalam bersikap dan berperilaku.</p>
<p style="text-align:justify;">•	Dengan pedoman yang diformalkan dan dapat diterima oleh Warga Indonesia diharapkan dapat menuntun dalam menjalankan peran yang dibebankan kepadanya.</p>
<p style="text-align:justify;">•	Dengan pedoman itu pula mendorong kepada setiap warga untuk mampu membangun kebiasaan yang produktif.</p>
<p style="text-align:justify;">•	Menjadi pedoman dalam merumuskan budaya kerja kedalam masimng-masing unit kerja ssuai dengan bidangnya.</p>
<p style="text-align:justify;">•	Menjadi pedoman bagi setiap orang yang merasakan akan arti penting untuk terus meningkatkan kompetensi agar dapat berperan dalam dimensi pembangunan.</p>
<p style="text-align:justify;">•	Menjadi pedoman bagi setiap pemimpin pada semua tingkatan untuk menumbuh kembangkan kepemimpinan kolaboratif.</p>
<p style="text-align:justify;">•	Menjadi pedoman bagi setiap warga yang selalu siap menghadapi perubahan dalam gelombang ketidak pastian.</p>
<p style="text-align:justify;">•	Menjadi pedoman sebagai daya dorong agar setiap warga mampu menggerakkan kreativitas dan inovasi .</p>
<p style="text-align:justify;">7.  STRATEGI MELAKSANAKAN B3I</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan dirumuskan B3I secara formal yang ditetapkan berdasarkan satu pemikiran Visi, Misi, Tujuan dengan memperhatikan peran dan unsur nilai, norma, wewenang dan ganjar yang telah kita rumuskan dalam kerangka berpikir dengan pendekatan pemahaman kata dari unsur huruf yang bermakna serta pendekatan sistem, berarti kita berusaha untuk memecahkan dimensi manusia dalam usaha menyeberangi kesenjangan dari pola pikir lama menuju ke pola pikir baru bahwa diperlukan fokus kedalam pembangunan ekonomi sebagai masalah kebudayaan seperti yang diungkapkan oleh Soedjatmoko dalam bukunya “Dimensi Manusia dalam Pembangunan”.</p>
<p style="text-align:justify;">Sejalan dengan pemikiran tersebut, maka untuk merealisasikan apa yang telah kita rumus dalam B3I (Budaya Berbangsa Bernegara Indonsia) diperlukan seperangkat strategi untuk melaksanakannya  sebagai landasan untuk merumuskan kebijaksanaan dan program perencanaan, proses dan transformasi atas pelaksanaan perubahan yang kita harapkan, mencakup :</p>
<p style="text-align:justify;">Strategi untuk meyakinkan semua pihak bahwa B3I, mutlah diperlukan dan dirumuskan kedalam ketentuan pasal 32 UUD “45, dengan mencantumkan bahwa pelaksanaan akan diatur dalam Undang-Undang.</p>
<p style="text-align:justify;">Strategi mengelola penyelenggaraan Negara oleh Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif haruslah berbasiskan B3I yang telah disepakati bersama dalam bersikap dan berperilaku dalam menjalankan peran secara responsip dalam arti selalu siap dalam menghadapi perubahan.</p>
<p style="text-align:justify;">Strategi mengelola penyelenggaraan Negara oleh Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif berbasiskan kejelasan kedalam iklim organisasi, gaya kepemimpinan dan kinerja dengan infrastruktur yang mendorong dalam bersikap dan berperilaku dalam emberikan konstribusinya dalam berperan.</p>
<p style="text-align:justify;">Strategi dalam pengelolaan berbangsa bernegara berbasiskan pemanfaatan teknologi informasi dalam membangun kebiasaan yang produktif, perubahan berencana yang berkesinambungan dan melaksanakan kepemimpinan kolaboratif da good governance</p>
<p style="text-align:justify;">BAB  II<br />
RUMUSAN NILAI-NILAI KEDALAM B3I</p>
<p style="text-align:justify;">1. 45 	BUTIR NILAI DALAM P4</p>
<p style="text-align:justify;">45 Butir nilai dalam P4, bukanlah sesuatu yang baru, disebar luaskan, diajarkan dalam setiap kesempatan bagi setiap yang memiliki peran, tapi dalam praktek tidak dapat ditransformasikan menjadi satu unsur dari B3I yang dapat menjadi penggerak dalam perubahan sikap dan perilaku. Itulah satu pertanyaan yang harus kita jawab. Mengapa ?</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak ada satupun dalam kepemimpinan nasional yang silih berganti memberikan perhatian secara fokus makna yang dituangkan dalam pasal 32 sebelum perubahan, sedangkan mereka menyadari demensi manusia dalam pembangunan, itulah sebabnya kehancuran bangasa Indonesia, apakah Nrgara ini masih ada harapan untuk tumbh dan berkembang. Ataukah daur hidup Negara ini masih menghadapi masalah abnormal yang berkepanjangan, yang jelas belum ada tanda perbaikan bahkan saat ini kita menghadapi konflik terbuka yan dimainkan oleh pihak ketiga dalam memecah bangsa. Ketidak puasan muncul dimana-mana melalui demontasi-demontrasi, tidak melalui saluran nilai yang diakui bersama, dampaknya sangat merugikan dalam berbangsa da bernegara.</p>
<p style="text-align:justify;">Oeleh karena itu diperlukan nilai-nilai yang diakui bersama sebagai unsur dalam B3I yang diformalkan dan dtransformasikan secara baik dan berkesinambungan dalam pelaksanaannya. Untuk itu diperlukan pemahaman mengenai factor yang akan mempengaruhinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam hal ini  ada hal-hal yang sangat penting untuk mendapatkan perhatian sebelumnya melalui pemahaman apa yang kita sebut dengan iklim organisasi berbangsa dan bernegara, gaya kepemimpinan dan kinerja untuk dipahami terlebih dahulu karena ia merupakan faktor penentu dalam keberhasilan atas perubahan dalam mentrasformasi usaha-usaha memangun B3I yang dapat diaktualisasikan dalam kehidupan.</p>
<p style="text-align:justify;">Secara singkat hal-hal tersebut dapat kita uraikan lebih lanjut dengan memperhatikan kesenjangan dari pola pikir lama menuju ke pola pikir baru kedalam bersikap dan berperilaku sebagai berikut :</p>
<p style="text-align:justify;">Iklim organisasi berbangsa dan bernegara :</p>
<p style="text-align:justify;">Adalah suasana hubungan antar individu dan atau kelompok dalam berbangsa dan bernegara atas nilai-nilai yang telah kita sepakati.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan pemikiran tersebut diperlukan adanya iklim organisasi berbangsa dan bernegara yang kondunsif sehingga dapat memberikan daya dorong kedalam motivasi, prestasi dan kepuasan kerja.</p>
<p style="text-align:justify;">Wujud dari iklim organisasi berbangsa dan bernegara dapat ditunjukkan dengan adanya ciri-ciri sbb. :<br />
•	Kejelasan dengan tanggung jawab artinya seperti tiap individu merasa diberi tanggung jawab dalam menjalankan peran.<br />
•	Kejelasan sasaran kerja artinya setiap individu mengertia apa yang harus dikerjakan dan bagaimana melaksanakan serta kepada siapa ia harus melaporkannya.<br />
•	Kejelasan penilaian kerja artinya setiap individu memperoleh umpan balik dari apa yang dikerjakan sesuai dengan perannya.<br />
•	Adanya tantangan kerja bagi stiap individu dalam melaksanakan kerja.<br />
•	Adanya bimbingan kerja bagi setiap individu.<br />
•	Adanya keinginan untuk bekerja keras.<br />
•	Adanya penghargaan untuk individu yang berprestasi.<br />
•	Kejelasan karir di masa depan.<br />
•	Adanya pengakuan dari atasan dan teman sejawat.<br />
•	Adanya keluwesan dalam melaksanakan pekerjaan.<br />
•	Kejelasan dalam pengambilan resiko untuk setiap peran .<br />
•	Adanya keterbukaan artinya setiap individu merasa bahwa manajemen dan lingkungan kerja sifatnya terbuka.<br />
•	Adanya keakraban hubungan kerja secara harmonis.<br />
•	Adanya sikap toleran artinya kesadaran tiap individu mempertimbang saran yang diberikan.<br />
•	Adanya kepedulian artinya setiap individu peduli atas masalah yang timbul dan berusaha mencari jalan pemecahannya.<br />
•	Adanya rasa memiliki artinya setiap individu merasa terikat dalam organisasi berbangsa dan bernegra bukan diikat.<br />
•	Adanya kerja sama yang akrab dalam organisasi berbangsa dan bernegara berdasarkan kepemimpinan kolaboratif<br />
•	Adanya saling percaya mempercayai dalam melaksanakan pekerjaan yang terkoordinasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Gaya Kepemimpinan :</p>
<p style="text-align:justify;">Gaya kepemimpinan adalah sikap dan perilaku seorang pemimpin dengan kepemimpinannya mempengaruhi orang lain dalam mewujudkan keputusan dalam kerangka mewujudkan persfektif, posisi dan performansi yang telah ditetapkan dalam struktur cabinet dan unit-unit organisasi berbangsa dan negara</p>
<p style="text-align:justify;">Pada umumnya bila kita membicarakan gaya kepemimpinan, maka terdapat kecenderungan untuk mengatakan dua kutub, disatu sisi disebut dengan autokratik (direktif) yang biasanya dikaitkan dengan penggunaan otoritas  atas dasar posisi dan disisi lain disebut dengan demokratik (suportif) dikaitkan dengan personalitas dan keikutsertaan pengikut atau bawahan dalam proses pengambilan keputusan.</p>
<p style="text-align:justify;">Dilihat dari bentuk-bentuk kepemimpinan yang efektif terdapat pada gaya :</p>
<p style="text-align:justify;">•	Gaya Eksekutif adalah suatu gaya yang mengaktualisasikan sikap dan perilaku melalui penggunaan orientasi hubungan kemanusiaan dan tugas yang tinggi.<br />
•	Gaya Developer adalah suatu gaya yang mengaktualisasikan sikap dan perilaku melalui penggunaan oreintasi hubungan kemanusiaan.<br />
•	Gaya Benevolent Autokrat ialah suatu gaya yang mengaktualisasikan sikap dan perilaku melalui penggunaan oreintasi tugas.<br />
•	Gaya Birokrat ialah suatu gaya yang mengaktualisasikan sikap dan perilaku melalui penggunaan oreintasi hubungan kemanusiaan dan tugas yang rendah.</p>
<p style="text-align:justify;">Bentuk-bentuk gaya kepemimpinan yang tidak efektif adalah :</p>
<p style="text-align:justify;">•	Gaya kompromi adalah suatu gaya yang mengaktualisasikan sikap dan perilaku melalui penggunaan oreintasi hubungan kemanusiaan rendah dan tugas yang tinggi.<br />
•	Gaya Misionari ialah suatu gaya yang mengaktualisasikan sikap dan perilaku melalui penggunaan oreintasi hubungan kemunusiaan yang tinggi dan oreintasi tugas yang rendah.<br />
•	Gaya Otokrat ialah suatu gaya yang mengaktualisasikan sikap dan perilaku melalui penggunaan oreintasi tugas yang tinggi dan oreintasi hubungan kemanusiaan yang rendah.<br />
•	Gaya Deserter ialah suatu gaya yang mengaktualisasikan sikap dan perilaku melalui penggunaan oreintasi tugas dan hubungan kemanusiaan yang rendah.</p>
<p style="text-align:justify;">Kinerja :</p>
<p style="text-align:justify;">Kinerja dapat diartikan kemampuan seseorang / unit kerja / perusahaan untuk meraih prestasi yang terbaik. Prestasi yang terbaik  ditentukan oleh pengukuran job performance, oleh karena itu dalam melakukan penilaian atas prestasi kerja sangat tergantung pada kreteria-kreteria yang dalam hal ini baik kedalam bentuk standard yang obyektif (kuantitatif) maupun dalam bentuk pertimbangan subjektif (kualitatif).</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi dalam mengembangkan pemahaman kinerja sebagai output dari efesiensi, efektif dan mutu, maka perlu diperhatikan dalam membangun budaya perusahaan bahwa kinerja dan motivasi merupakan dua muka dari satu mata uang. Oleh karena itu motivasi diwujudkan dengan membudayakan budaya perusahaan secara berkelanjutan.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan uraian diatas maka untuk meraih kinerja terbaik diperlukan adanya peningkatan motivasi kerja, sehingga dapat pula kita menjelaskan bahwa performance  kerja pada garis besarnya oleh dua hal yang pertama faktor-faktor individu itu sendiri yang menjalankan tugas dan kedua faktor-faktor stuasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Uraian diatas menegaskan kembali kepada kita bahwa “Mengelola Organisasi Berbasiskan Budaya Perusahaan”, merupakan satu keputusan strategik yang harus diambil sebelum melangkah dalam perjalanan hidup perusahaan untuk menata iklim organisasi, gaya kepemimpinan dan kinerja kedalam satu kerangka berpikir untuk merumuskan membangun budaya perusahaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi dengan merumuskan budaya perusahaan, diharapkan terjadi satu proses kedalam sistem dimana sikap dan perilaku yang dijunjung oleh komitmen dalam kebersamaan untuk mewujudkan kepemimpinan kolaboratif sebagai daya dorong untuk memberikan wadah pemberdayaan yang efektif.</p>
<p style="text-align:justify;">2. KETUHANAN YANG MAHA ESA</p>
<p style="text-align:justify;">•	Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaan dan ketakwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.<br />
•	Manusia Indonesia percaya dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan Agama dan Kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.<br />
•	Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama anatara pemeluk agama dan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.<br />
•	Membina kerukunan hidup di antara sesame umat beragama dan berkepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.<br />
•	Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha esa  adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa yang dipercaya dan diyakininya.<br />
•	Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan  menjalankan ibadah  sesuai dengan agama dan keercayaan masing-masing.<br />
•	Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.</p>
<p style="text-align:justify;">3. KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB</p>
<p style="text-align:justify;">•	Mengakui memperlakukan manusia ssuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.<br />
•	Mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia , tanpa membeda-bedakan suku, keurunan, agama, kepercayaan , jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya.<br />
•	Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.</p>
<p style="text-align:justify;">•	Mengembangkan sikap tenggang rasa dan tepa selira.<br />
•	Mengembangkan sika tidak semena-mena  terhadap orang lain.<br />
•	Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.<br />
•	Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.<br />
•	Berani membela kebenaran dan keadilan.<br />
•	Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh ummat manusia.<br />
•	Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjsama dengan bangsa lain.</p>
<p style="text-align:justify;">4. PERSATUAN INDONESIA</p>
<p style="text-align:justify;">•	Mampu menempatkan  persatuan, kesatuan serta kepentingan dan keselamatan bangsa  dan Negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi atau golongan.<br />
•	Sanggub dan rela berkorban untuk kepentingan Negara dan bangsa apabila diperlukan.<br />
•	Mengembangkan rasa cinta tanah air dan bangsa.<br />
•	Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.<br />
•	Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian dan keadilan sosial.<br />
•	Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinika Tunggal Ika.<br />
•	Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.</p>
<p style="text-align:justify;">5. KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT<br />
KEBIJAKSANAAN DLM PERMUSYAWARATAN/PERWAKILAN</p>
<p style="text-align:justify;">•	Sebagai warga Negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama.<br />
•	Tidak boleh memksakan kehendak kepada orng lain.<br />
•	Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.<br />
•	Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.<br />
•	Menghormati dan menjunjung tinggi keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah.</p>
<p style="text-align:justify;">•	Dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah.<br />
•	Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.<br />
•	Musyawarah dilakukan dengan akal yang sehat dan ssuai denganhati nurani yang luhur.<br />
•	Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan, mengutamakan pesatuan dan kesatuan dem kepentingan bersama.<br />
•	Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan permusyawaratan.</p>
<p style="text-align:justify;">6. KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA</p>
<p style="text-align:justify;">•	Mengembangkan Perbuatan yang luhur,, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongan-royongan.<br />
•	Mengembangkan sikap adil terhadap sesame.<br />
•	Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.<br />
•	Menghormati hak orang lain.<br />
•	Suka memberikan pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.<br />
•	Tidak menggunakan hak milik usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain.<br />
•	Tida menggunakan hak milk untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah.<br />
•	Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bertentangan dengan atau merugikan kepentinga umum.<br />
•	Suka bekerja keras.<br />
•	Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemanusiaan da kesejahteraan bersama.<br />
•	Suka melakukan kegiatan dalam angka mewujudkan kemajan yang merata dan keadilan soisial.</p>
<p style="text-align:justify;">BAB  III<br />
RUMUSAN NORMA, WEWENANG, GANJAR KEDALAM B3I</p>
<p style="text-align:justify;">1. LANDASAN DAN RUMUSKAN NORMA KEDALAM B3I</p>
<p style="text-align:justify;">Bangsa Indonesia dapat menerima 45 butir nilai-nilai yang telah dirumuskan dari PANCASILA dan diajarkan kedalam lapisan masyarakat, hanya saja setiap berganti kepemimpinan nasional, tidak pernah memikirkan bahwa nilai tersebut menjadi acuan dalam merumuskan norma sebagai unsur kedua yang harus dirumuskan secara formal kedalam B3I.</p>
<p style="text-align:justify;">Mengapa kita perlu merumuskan kedalam norma, karena dibutuhkan aturan yang tegas setiap warga merasakan keterikatan dalam bersikap dan berperilaku sebagai tuntunan agar ia menggerakkan kemampuan berpikir dalam pemanfaatan kesadaran, kecerdasan dan akal yang sejalan dengan kebutuhan orang banyak, bukan sekedar memenuhi kebutuhan pribadi dan kelompok.</p>
<p style="text-align:justify;">Pengalaman sampai saat ini telah menunjukkan bahwa pembangunan yang tidak mempehatikan demensi manusia telah memperlihat realisasi yang di amanatkan dalam UUD ’45 jauh dari harapan, bahkan dapat menimbulkan konflik yang berkepanjangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itu, pengalaman tersebut ingin menunjukkan bahwa dengan mendalami arti pengalaman sebagai guru terbaik, maka ia dapat menjadi daya dorong untuk menumbuhkan prinsip dalam perjalanan hidup warga dalam berbangsa dan bernegara yaitu apa yang kita sebut dengan prinsip dapatkah kita melepaskan diri dari kebiasaan yang menjadi sikap dan perilaku warga dapat berubah mengenai “ Kiblat kepada  atasan daripada prinsip kiblat kepada karya yang diridhoi oleh Allah Swt”. Inilah satu kenyataan dalam hidup berbangsa dan bernegara yang telah menjerumuskan bangsa kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan wawasan nilai dirumuskan kedalam norma, timbul imajinasi bagi kita dari  sekulimit pengelaman diatas, tak lain ingin menunjukkan bahwa ada yang berpendapat bahwa perubahan yang terkait dengan lapisan nilai yanng mencakup budaya berbangsa dan benegara, kekuasaan politik, sistem keyakinan individu merupakan hal-hal yang sangat sulit terhadap perubahan yang tidak jelas.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan menyadari hal-hal yang diutarakan diatas, maka 45 butir nilai-nilai yang telah disepakati keberadaannya, haruslah dirumuskan kedalam norma-norma untuk dapat menjadi penuntun dalam bersikap dan berperilaku.</p>
<p style="text-align:justify;">45 butir nilai-nilai tersebut menjadi landasan untuk merumuskan norma-norma kedalam ketentuan UUD sebelum terjadi perubahan yang terdiri dalam 16 Bab, yang berisikan 37 pasal dengan Aturan Peralihannnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi nilai-nilai tersebut dirumuskan kedalam norma-norma yang terkait dengan aturan dan ketentuan yang tertuang kedalam :</p>
<p style="text-align:justify;">•	Bentuk dan Kedaulatan<br />
•	Majelis Permusyawaratan Rakyat<br />
•	Kekuasaan Pemerintahan Negara.<br />
•	Dewan Pertimbangan Agung<br />
•	Kementerian Negara<br />
•	Pemerintah Daerah.<br />
•	Dewan Perwakilan Rakyat<br />
•	Hal Keuangan<br />
•	Kekuasaan Kehakiman<br />
•	Warga Negara<br />
•	Agama<br />
•	Pertahanan Negara<br />
•	Pendidikan.<br />
•	Kesejahteraan Sosial.<br />
•	Bendera dan Bahasa</p>
<p style="text-align:justify;">Seluruh kebijaksanaan yang akan dirumuskan sebagai aturan yang mengikat sebagai panduan, tatanan, dan kendali individu, kelompok dan organisasi bernegara haruslah dijiwai dengan nilai-nilai budaya berbangsa dan bernegara, yang telah disepakati bersama dalam PANCASILA yang terdiri dari Ketuhanan Yang Maha Esa ; Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab ; Perstuan ndonesia ; Kerakytan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan ; Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan pemkiran tersebut, maka nilai-nilai yang dituangkan kedalam norma-norma seperti yang kita utarakan diatas yang terkait dengan batang tubuh UUD ’45 yang digerakkan oleh manusia, maka dalam merumuskannya tidak terlepas dengan memperhatikan dalam pola dasar manajemen sumber daya manusia yang akan mencakup kedalam sub sistem :</p>
<p style="text-align:justify;">•	Sistem perencanaan SDM<br />
•	Sistem penerimaan dan penempatan<br />
•	Sistem mutasi<br />
•	Sistem promosi<br />
•	Sistem kepangkatan dan jalur karir<br />
•	Sistem pengembangan kompetensi<br />
•	Sistem pendidikan dan pelatihan<br />
•	Sistem penilaian dan pengembangan prestasi kerja pegawai<br />
•	Sistem penggajian dan fasilitas<br />
•	Sistem pelayanan kesehatan</p>
<p style="text-align:justify;">2. LANDASAN DAN RUMUSAN WEWENANG KEDALAM B3I</p>
<p style="text-align:justify;">Bertitik tolak dari rumusan nilai dan norma, maka sebagai pola dasar dalam perumusan wewenang sebagai landasan akan terkait kedalam struktur organisasi formal yang bersifat fleksibel dan mudah dikontrol artinya sebagai unsur budaya organisasi berbangsa dan bernegara , maka wewenang harus mampu bergerak sesuai dengan perubahan tuntutan lingkungan.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk memenuhi tuntutan tersebut diperlukan pensyaratan dalam merumuskannya yang terkait dengan struktur dalam peran eksekutif, legislatif dan yudikatif sebagai organisasi penyelenggara Negara yang mencakup hal-hal yang kita sebutkan dibawah ini :</p>
<p style="text-align:justify;">•	Organisasi penyelenggaraan Negara dan unit-unit kerja harulah dibangun berbasiskan pengetahuan dan pembelajaan dengan pendekatan sistem.<br />
•	Organisasi penyelenggara Negara dan unit-unit  kerja harus dibangun kedalam  model jaringan, datar, fleksibel, global.<br />
•	Organisasi penyelenggara Negara dan unit-unit kerja harus dibangun memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan : Tim sebagai unit dasar organisasi ; Jaringan bersama lingkungan ; Alur informasi secara horizontal dan vertical ; Penekanan pada proses, hasil dan kepentingan stakeholders ; Waktu kerja fleksibel ; Jalur karir fleksibel ; Sistem ganjar dan evaluasi disesuaikan ; Fokus dan spesialisasi ; Lingkungan dipandang sebagai global dan internasional.<br />
•	Organisasi harus dibangun kedalam iklim organisasi yang sehat, sehingga tercipta perilaku organisasi bernegara dan berbangsa yang dapat menjadi daya dorong keseimbangan individu, kelompok dan organisasi.<br />
•	 Organisasi penyelenggara Negara dan unit-unit kerja engan karekteristik yang kita kemukakan diatas dapat memberikan daya dorong kedalam tantangan organisi kedalam pengembangan keahlian individu, pengelolaan organisasi dan pengelolaan lingkunga..</p>
<p style="text-align:justify;">3. LANDASAN DAN RUMUSAN GANJAR KEDALAM B3I</p>
<p style="text-align:justify;">Sejalan depikiran yang kita kemukakan diatas serta memperhatikan perubahan paradigma sumber daya manusia kedalam “Isu Ganjar” mngenai :</p>
<p style="text-align:justify;">Isu Ganjar :                              Org. Lama :                       Org. Baru :</p>
<p style="text-align:justify;">Jalur karir                                 Linier                                 Fleksibel<br />
Promosi                                    Senioritas                           Keahlian<br />
Pembayaran                              Tingkatan                           Keahlian<br />
Jam kerja                                   Tetap                                  Fleksibel<br />
Komitmen                                 Waktu pakai                       Insiatif</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itu, dalam merumuskan ganjar kedalam B3I, akan terkait kedalam pola dasar manajmen sumber daya manusia<br />
Pola dasar dalam perumusan ganjar akat terkait kedalam pola yang akan mencakup sub sistem :</p>
<p style="text-align:justify;">•	Sistem pembinaan SDM<br />
•	Sistem disiplin SDM<br />
•	Sistem pemberhentian pegawai<br />
•	Sistem Pensiun dan kesejahteraan hari tua<br />
•	Sistem kreatifitas individu, kelompok menjadi inovasi organisasi</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi rumusan nilai menjadi landasan norma dan norma menjadi landasan wewenang sehingga ketiga unsur tersebut yang membangun ganjar kedalam B3I sebagai unsur penentu.</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itu keempat unsur tersebut membentuk satu kesatuan dan memiliki sifat saling ketergantungan kedalam B3I sebagai suatu sistem dalam membentuk sikap dan perilaku yang menjadi unsur penentu dalam mewujudkan manusia yang seutuhnya artinya memiliki kredibilitas dalam berbangsa dan bernegara.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan terwujudnya kredibilitas dari suatu bangsa dalam bernegara akan menjadi cerminan kemampuan bangsa dan Negara dalam melaksanakan pembangunan seperti apa yang diamanatkan dalam UUD ’45. Hal ini hanya bisa terjadi apabila semua warga memahami arti hidup berbangsa dan bernegara Indonesia atas dasar pemahaman untuk melaksanakan B3I yang akan sejalan dengan kemampuan mereka mendapatkan kejelasan, kebersamaan da intergritas.</p>
<p style="text-align:justify;">BAB  IV<br />
ILUSTRASI MEMBANGUN B3I</p>
<p style="text-align:justify;">1. KEBERSAMAAN DALAM KEBIASAAN SEBAGAI DAYA<br />
DORONG MEMBANGUN B3I</p>
<p style="text-align:justify;">Bukanlah sesuatu yang gampang dalam melaksanakan transformasi secara fokus untuk mendapatkan kebersamaan dalam kebiasaan karena kita dapat menyadari sepenuhnya bahwa kebiasaan itu tumbuh dan berkembang sejalan<br />
dengan sikap dan perilaku dalam kehidupannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itu, diperlukan mengkomnikasikan dengan baik suatu keputusan perubahan yang berkaitan dengan lapisan budaya, sehingga semua usaha-usaha diperlukan kesamaan dalam pola pikir untuk membangun kebiasaan yang produktif akan sangat menentukan arti keberadaan manusia yang berperan dalam dimensi pembangunan, yang berarti kunci keberhasilan kita dalam pemangunan ekonomi ditentukan oleh manusia yang memiliki kredibiltas sebagai manusia yang seutuhnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Bertitik tolak dari pemikiran diatas, maka dalam membangun kebiasaan yang produktif akan terwujud bila sikap dan perilaku memberikan motivasi untuk meningkatkan wawasan melalui ilmu dari informasi, keterampilan dari pengalaman dan keinginan dari niat  yang akan menuntun usaha-usaha untuk melaksanakan hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan :</p>
<p style="text-align:justify;">Pertama, kemampuan untuk mengidentifikasi kesenjangan dalam proses berpikir dari gaya lama ke gaya baru.</p>
<p style="text-align:justify;">Kedua, mendorong untuk melepaskan pola pikir lama dengan kemampuan untuk merumuskan dengan gaya baru untuk dapat mendorong dalam memanfaatkan pemikiran yang menuju keberhasilan.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketiga, merumuskan tindakan baru dalam pola proses berpikir baru yang sejalan dengan membangun kebiasaan yang produktif.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi dengan fokus  membangun kebersamaan kebiasaan melalui tiga langkah yang disebutkan diatas, diharapkan mampu menggerakkan kesadaran, kecerdasan dan akal dalam proses berpikir dalam melaksanakan Visi dan Misi, Tujuan, Strategi B3I yang telah dirumuskan dan dipahami bersama.</p>
<p style="text-align:justify;">2. KEBERSAMAAN DALAM KEYAKINAN SEBAGAI DAYA<br />
DORONG MEMBANGUN B3I</p>
<p style="text-align:justify;">Sesuatu yang sangat menentukan dalam menggerakkan sikap dan perilaku yang terpola diperlukan pula kebersamaan dalam keyakinan agar aktualisasi dari kebiasaan yang produktif berjalan seperti yang diharapkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Keyakinan itulah sebagai perekat dalam memberikan motivasi dalam proses berpikir untuk menggerakkan kesadaran, kecerdasan dan akal agar kesiapan untuk melaksakan perubahan dalam sikap dan perilaku dapat diterima menjadi komitmen yang datang dari diri sendiri, bukan sesuatu yang dipaksakan.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan tumbuh dan berkembangnya keyakinan pada diri berarti akan selalu mengingatkan disatu sisi mengnai apa yang telah kita perbuat dan disisi lain secara konsisten kita harus terus membangun kebersamaan agar terwujud keikutan semua individu dalam melaksanakan perubahan.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi bila setiap individu merasakan manfaat dalam melaksanakan perubahan, maka kita harus mengambil pengalaman tersebut untuk bersyukur pada sikap dan perilaku yang selalu siap menyesuaikan dengan tuntutan perubahan itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan demikian fokus membangun kebersamaan dalam keyakinan adalah sesuatu tuntutan yang terus kita dorong dan komunikasikan agar tercipta adanya keyakinan yang sesungguhnya, bukan sekedar untuk memenuhi panggilan semata melainkan sudah merupakan kebutuhan.</p>
<p style="text-align:justify;">3. KEBERSAMAAN DALAM KONSISTENSI SEBAGAI DAYA<br />
DORONG MEMBANGUN B3I</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah kita memiliki kebersamaan dalam kebiasaan yang produktif dan keyakinan, maka diperlukan pula daya dorong apa yang disebut dengan konsistensi dalam bersikap dan berperilaku.</p>
<p style="text-align:justify;">Wujud konsistensi dalam bersikap dan berperilaku adalah keinginan dengan niat yang menggerakkan kemampuan berpikir yang terpusat pada pilihan-pilihan yang telah ditetapkan untuk tidak berubah.<br />
Jadi dengan adanya ketetapan hati setiap terjadi perubahan, maka ia akan dapat memberikan konstribusinya yang terbaik yang sejalan dengan putusan yang diambil sehingga ia dalam bersikap dan berperilaku akan selalu pada keinginan untuk menunjukkan keuletan dalam proses berpikir untuk tidak mudah dibawa oleh arus ketidakpastian dalam bertindak yang dapat merubah sikap dan perilaku.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan wujud konsistensi yang telah tertanam dalam pola proses berpikir diharapkan setiap orang merasakan manfaat dari sikap dan perilaku dalam memberikan inspirasi secara terus menerus agar setiap individu menjadikan diri lebih berharga sehingga akan berdampak dalam konstribusinya yang lebih besar.</p>
<p style="text-align:justify;">4. MEMBANGUN ILUSTRASI  B3I KEDALAM KABINET</p>
<p style="text-align:justify;">Uraian dibawah ini hanya satu ilustrasi dalam “Membangun B3I kedalam struktur Kabinet” seandainya anda mencalonkan diri dalam Pemilu yang akan datang, apa yang terpikirkan dalam pikiran anda untuk membangun bangsa dan negara dapat tumbuh dan berkembang sebagai suatu harapan yang selama ini hanyalah suatu impian ?</p>
<p style="text-align:justify;">Langkah-langkah yang harus dipikirkan dalam kesiapan membangun B3I kedalam struktur kabinet dengan memperhatikan faktor daya dorong membangun kebersamaan kebiasaan produktif, keyakinan dan konsistensi   mencakup pokok pikiran sebagai berikut :</p>
<p style="text-align:justify;">PERTAMA, merumuskan keputusan strategik yang berkaitan dengan visi, misi, tujuan, budaya, strategi berdasarkan pemikiran intuitif dengan arah pemikiran yang bersifat persfektif. Dibawah ini hanya merumuskan yang berkaitan untuk menjabarkan B3I yang akan menuntun kemana perjalanan yang akan ditempuh dalam usaha untuk merealisasikan keputusan strategik.</p>
<p style="text-align:justify;">VISI KABINET :</p>
<p style="text-align:justify;">Bertitik tolak dari rumusan VISI B3I, yaitu :<br />
“VISI B3I adalah kemampuan manusia Indonesia seutuhnya membangun CITRA sebagai manusia yang unggul berdasarkan pelaksanaan pemahaman yang mendalam atas B3I sebagai penuntun menuju ke ARAH kesiapan yang mampu memasuki setiap perubahan dengan TUJUAN membangun kebiasaan yang produktif.”</p>
<p style="text-align:justify;">Maka diperlukan suatu rumusan VISI KABINET sebagai berikut :</p>
<p style="text-align:justify;">VISI KABINET adalah kemampuan para Menteri dan setingkatnya dalam membangun CITRA Bangsa dan Negara dalam pembangunan yang berdemensi manusia berdasarkan BUDAYA kepemimpinan kolaboratif dengan ARAH dalam bersikap dan berperilaku dengan mentalitas manusia seutuhnya dengan TUJUAN meningkatkan nilai tambah sebagai kunci kemakmuran.</p>
<p style="text-align:justify;">Unsur VISI KABINET dalam sikap mencakup : Citra, Budaya, Arah, Tujuan artinya:<br />
•	CITRA adalah mewujudkan dimensi manusia dalam pembangunan.<br />
•	Budaya adalah mengkomunikasikan pola berpikir kedalam prinsip kepemimpinan kolaboratif.<br />
•	ARAH adalah bersikap dan berperilaku dengan mentalitas manusia sutuhnya.<br />
•	TUJUAN adalah meningkatkan nilai tambah sebagai kunci kemakmuran.</p>
<p style="text-align:justify;">Pernyataan VISI KABINET menggambarkan arah perjalanan yang hendak dituju, sebaliknya pernyataan MISI KABINET menyatakan bagaimana sarana itu disiapkan dalam menuju arah yang dituju, dengan memperhatikan MISI B3I sebagai berikut :</p>
<p style="text-align:justify;">MISI B3I adalah kemampuan manusia Indonesia seutuhnya dalam usaha-usaha untuk MEMPERHATIKAN perilaku dalam mengkomunikasikan kehangatan serta MEMBIMBING dalam membangun kepercayaan dengan pemikiran ANALITIS STRATEGIS melihat masa depan yang bersifat antisipatif dari sudut pandang yang bersifat EKSPRESIF dengan penguasaan wawasan dan imajinasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan memperhatikan hal tersebut, maka pernyataan MISI KABINET yang sejalan dengan VISI KABINET dapat dibuat pernyataan sebagai berikut :</p>
<p style="text-align:justify;">MISI KABINET adalah kemampuan menteri dan setingkatnya yang sejalan dengan perannya untuk MEMPERHATIKAN perilaku dalam usaha membangun keharmonisan serta MEMBIMBING kearah kebiasaan produktif, keyakinan dan konsistensi dengan penguasaan berpikir ANALITIS TRATEGIS dalam merumuskan masalah kritis dan bersifat EKSPRESIF dalam inisiatif, kreatifitas dalam pemecahan masalah masa depan.</p>
<p style="text-align:justify;">Unsur MISI KABINET dalam perilaku mencakup: Memperhatikan, Membimbing, Analitis, Ekspresif artinya :<br />
•	MEMPERHATIKAN adalah membangun keharmonisan<br />
•	MEMBIMBING  adalah membangun kebiasaan, keyakinan, konsistensi<br />
•	ANALITIS STRATEGIS adalah merumuskan masalah masa depan.<br />
•	EKSPRESIF adalah inisiatif, kreatif, dalam pemecahan masa depan.</p>
<p style="text-align:justify;">Seperi yang telah diungkapkan bahwa B3I sebagai landasan dalam pemikiran untuk merumuskan Visi kabinet,  (perjalanan yang ingin dilakukan), sehingga dalam bersikap (cara anda mengkomunikasikan suasana hati anda kepada orang lain) selalu dalam pemikiran yang positip, sedangkan  Misi kabinet dalam Perilaku (segala tindakan yang dilakukan oleh suatu organisme), maka dalam usaha untuk merealisasikannya, diperlukan jabaran kedalam apa yang hendak dicapai KABINET, apa yang disebut dengan :</p>
<p style="text-align:justify;">TUJUAN KABINET :</p>
<p style="text-align:justify;">•	Meletakkan landasan penglolaan pemerintahan berbasiskan budaya yang kuat dalam bersikap dan berperilaku.</p>
<p style="text-align:justify;">•	Melaksanakan dimensi manusia dalam pembangunan.</p>
<p style="text-align:justify;">•	Melaksanakan pembangunan yang berkelanjutan dalam hukum, ekonomi, politik, agama, pendidikan, sosial dan budaya, daerah, sumber daya alam dan lingkungan hidup, pertahanan dan kemanan</p>
<p style="text-align:justify;">•	Merumuskan kreteria-kreteria dalam proses pengambilan keputusan untuk menentukan prioritas dalam melaksanakan pembangunan nasional yang berencana.</p>
<p style="text-align:justify;">KEDUA, merumuskan keputusan pencapaian yang berkaitan dengan visi, misi, tujuan,  berdasarkan budaya kepemimpinan kolaboratif dengan arah pemikiran yang bersifat persfektif. Dibawah ini hanya merumuskan yang berkaitan untuk menjabarkan B3I yang akan menuntun kemana perjalanan yang akan ditempuh dalam usaha untuk merealisasikan keputusan strategik, dengan apa yang kita sebut budaya formal kabinet.</p>
<p style="text-align:justify;">BUDAYA FORMAL KABINET :</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan memperhatikan rumusan B3I dan Visi kabinet, maka sebagai wahana transformasi dalam pola berpikir yang akan menuntun sikap dan perilaku anggota kabinet dan setingkatnya dalam berintraksi dalam organisasi kabinet, maka bagaimana setiap individu sesuai dengan perannya dapat menyeberangi kesenjangan BUDAYA KOLABORATIF berdasarkan  versus   RENCANA PERSFEKTIF, POSISI (Rencana Lima Tahun) DAN KINERJA (Rencana Tahunan) dalam mewujudkan prima dalam karsa dan sadar dalam karya.</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itu, diperlukan rumusan budaya formal kabinet yang diharapkan<br />
menjadi penuntun dalam bersikap dan berperilaku karena menyangkut hal-hal yang konkrit yang digerakkan oleh manusia yang memiliki budaya kolaboratif sebagai penggerak mewujudkan hal-hal yang bersifat abstrak yang kita sebut dengan rencana pembangunan.</p>
<p style="text-align:justify;">Berdasarkan pemikiran diatas, maka budaya formal kabinet dibangun atas dasar pemahaman yang mendalam mengenai aktualisasi dari kepemimpinan kolaboratif artinya suatu pendekatan dalam usaha mewujudkan kebersamaan dalam memandang suatu yang tidak hanya dalam hubungan atas bawah melainkan juga situasional dalam keterlibatan individu dalam organisasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan pemikiran itu, maka perlu dirumuskan nilai, norma, wewenang dan ganjar yang jelas kedalam tiga pilar yang sangat menentukan dan saling memiliki keterkaitan satu sama lain yaitu yang kita sebut dengan pilar pertama budaya kolaboratif, kedua struktur kolaboratif dan ketiga proses tim kolaboratif.</p>
<p style="text-align:justify;">Rumusan dari keempat unsur berupa nilai, norma, wewenang dan ganjar yang membentuk BUDAYA FORMAL KABINET, dapat dituangkan dalam suatu pemikiran sebagai berikut :<br />
NILAI DALAM BUDAYA FORMAL KABINET :</p>
<p style="text-align:justify;">Bertitik tolak dari nilai-nilai yang tertuang dalam budaya bangsa dan negara Indonesia (B3I) yang harus kita pahami bersama sebagai landasan dalam kita bersikap dan berperilaku sebagai nilai primer yang telah disepakati bersama, maka perlu kita merumuskan nilai-nilai sekunder yang harus menjadi daya dorong untuk dapat mengaktualisasikan nilai-nilai primer secara utuh dalam menjalankan peran dalam kabinet.</p>
<p style="text-align:justify;">Nilai-nilai skunder yang kita maksudkan adalah nilai-nilai yang dapat membentuk terwujudnya kebiasaan produktif dalam menjalankan peran pada organisasi kabinet agar suasana keharmonisan di tempat kerja kolaboratif dapat diciptakan dari sikap dan perilaku yang mampu dalam kesiapan untuk menyesuaikan diri dari kebutuhan pengaruh faktor internal dan eksternal yang dapat mempengaruhi dalam proses berpikir.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi nilai-nilai skunder utama yang perlu ditumbh kembangkan kedalam organisasi kabinet adalah yang mencakup :</p>
<p style="text-align:justify;">•	Imajinatif<br />
•	Konseptual<br />
•	Kreatif<br />
•	Intuitif<br />
•	Pengambilan keputusan empiris<br />
•	Fokus<br />
•	Sensitivitas<br />
•	Penguasaan teknologi informasi<br />
•	Kooperatif<br />
•	Empati<br />
•	Menghargai<br />
•	Intergritas dan Kehormatan<br />
•	Konsensus<br />
•	Hubungan berdasarkan keyakinan dan kepercayaan<br />
•	Tanggung jawab dan akuntabilitas.<br />
•	Terbuka<br />
•	Divergen<br />
•	Interpersonal<br />
•	Evolusioner</p>
<p style="text-align:justify;">NORMA DALAM BUDAYA FORMAL KABINET :</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan landasan nilai-nilai primer dan skunder yang telah kita pahami, maka seluruh NORMA yang terumuskan dalam kebijakan manajemen sumber daya manusia sebagai NORMA yang terumuskan itu menjadi tuntunan setiap orang yang sesuai dengan perannya yang sejalan dengan menciptakan tim kolaboratif. Dengan demikkian norma menjadi aturan yang mengikat sebagai panduan, tatanan dan kendali dalam bersikap dan berperilaku.</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itu, NORMA yang terumuskan dalam struktur tempat kerja kolaboratif artinya akan menjawab hal-hal yang berkaitan dengan pertanyaan What to do ; Why to do it ; How to do it ; When to do it., sehingga merupakan proses terbuka dimana semua anggota menyadari arti keberadaan mereka dalam struktur kabinet.</p>
<p style="text-align:justify;">Sejalan dengan pemikiran diatas, maka norma-norma yang dirumuskan itu menyangkut hal-hal proses tim kolaboratif yang disebutkan dibawah ini :</p>
<p style="text-align:justify;">•	Harus ada kejelasan mengenai tugas atau fungsi tim.<br />
•	Harus ada kejelasan mengenai peran dan tanggung jawab tim.<br />
•	Harus ada kejelasan mengenai menciptakan kebersamaan dalam sikap dan perilaku untuk  menjalankan kegiatan operasi.<br />
•	Harus ada kejelasan mengenai pedoman uraian pekerjaan.<br />
•	Harus ada kejelasan mengenai faktor kunci kesuksesan.<br />
•	Harus ada kejelasan  mengenai rencana kerja berkesinambungan.<br />
•	Harus ada kejelasan mengenai kebutuhan kompentensi.</p>
<p style="text-align:justify;">WEWENANG DALAM BUDAYA FORMAL KABINET :</p>
<p style="text-align:justify;">Wewenang dalam arti kemampuan untuk mengambil keputusan sesuai dengan nilai dan norma yang telah dirumuskan diatas maka wewenang haruslah dipandang sebagai kekuasaan  yang syah untuk melaksanakan peranan sesuai dengan jabatan untuk mewujudkan harapan-harapan selaras dengan B3I.  Wewenang merupakan wahana untuk memasyarakatkan nilai-nilai dan norma-norma dalam budaya fomal kabinet.</p>
<p style="text-align:justify;">Unsur WEWENANG dalam budaya formal kabinet haruslah terumuskan secara jelas dalam deskripsi organisasi formal. Organisasi formal kabinet terbangun kedalam suatu pola organisasi berbasiskan pengetahuan sehingga terwujudlah organisasi yang fleksibel dan mudah dikontrol dengan landasan yang kuat dari unsur wewenang yang akan menuntun setiap orang dalam bersikap dan berperilaku menjadi suatu stuktur kolaboratif.</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itu, struktur kolaboratif dimana setiap angota tempat kerja merasakan sebagai pelanggan yang memfokuskan pada kualitas dalam semua aspek tuigasnya. Jadi setiap anggota tempat kerja kolaboratif bekerja sama secara intern untuk menghadapi tantangan ekstern sehingga energinya dapat doptimalkan bukan untuk membuat konflik internal.</p>
<p style="text-align:justify;">GANJAR DALAM BUDAYA FORMAL KABINET :</p>
<p style="text-align:justify;">Ganjar dalam arti imbalan yang diberikan secara wajar dan adil baik bersifat finansial maupun non finansial. Atau dengan kata lain ganjar adalah imbalan dalam bentuk penghargaan atas prestasi positip atau hukuman atas prestasi negatif. Sistim pemberian ganjar mendorong terwujudnya budaya yang menuntun sikap dan perilaku dan tercapainya sasaran organisasi dalam bernegara sebagai manusia yang seutuhnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itu, ganjar dalam budaya kabinet haruslah terumuskan secara jelas dalam sistem manajmen sumber daya manusia kedalam sistem iklim organisasi, sistem imbal jasa dan penghargaan, sistem disiplin dsb.</p>
<p style="text-align:justify;">KETIGA, setiap anggota kabinet sebelum diangkat, dimintakan kemampuan untuk merumuskan rencana jangka panjang dengan menjabarkan tujuan kabinet kedalam sasaran-sasaran yang hendak dicapai secara kuantitatif dan kualitatif, program dan jadwal pencapaiannya. Sasaran yang dirumuskan sejalan dengan peran dan tanggung jawab yang akan diserahkan dan prioritas yang telah digariskan.</p>
<p style="text-align:justify;">KEEMPAT, berdasakan Kepemimpinan Kolaboratif, maka perlu pula adanya rumusan yang dapat menuntun untuk melaksanakan keputusan strategik yang telah dikemukakan diatas kedalam seperangkat strategi agar sikap dan perilaku sejalan dengan tuntunan perubahan pola pikir</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam usaha untuk menyeberangi kesenjangan dari pola pikir lama menuju ke pola pikir baru dengan memperhatikan keputusan strategik yang mencakup visi,  misi, tujuan dan sasaran dalam budaya organisasi formal kabinet, maka dibawah ini dirumuskan strategi sebagai landasan untuk merumuskan kebijaksanaan dan program perencanaan, proses dan transformasi atas pelaksanaan perubahan budaya sebagai berikut :</p>
<p style="text-align:justify;">•	Strategi mengelola kabinet berbasiskan budaya organisasi yang responsip artinya sikap dan perilaku yang selalu siap mengadaptasi setiap perubahan.</p>
<p style="text-align:justify;">•	Strategi mengelola kabinet berbasiskan iklim organisasi yang kondunsif artinya organisasi dibangun dengan infrastruktur yang mendorong setiap orang memahami atas kehadirannya dalam organisasi.</p>
<p style="text-align:justify;">•	Strategi mengelola kabinet berbasiskan pemanfaatan teknologi informasi kedalam pengetahuan dan pembelajaran.</p>
<p style="text-align:justify;">•	Strategi mengelola kabinet berbasiskan perubahan berencana secara berkesinambungan.</p>
<p style="text-align:justify;">•	Strategi mengelola kabinet berbasiskan kepemimpinan kolaboratif dan good governance.</p>
<p style="text-align:justify;">KELIMA, sejalan dengan kesiapan untuk melaksanakan strategi-stratgi tersebut diatas, maka dalam proses kesiapan melaksanakan pola pikir baru diperlukan pula ksiapan dalam melaksankan hal-hal sebagai berikut :</p>
<p style="text-align:justify;">•	Membangun komitmen.<br />
•	Memimpin Perubahan.<br />
•	Mengkomunkasikan apa yang diinginkan dalam perubahan.<br />
•	Mengelola dan membangun partisipasi.<br />
•	Merumuskan prinsip dalam proses perubahan<br />
•	Merumuskan prinsip dalam proses transformasi.<br />
•	Merumuskan prinsip perbaikan erkelanjutan.</p>
<p>BUDAYA BERBANGSA BERNEGARA INDONESIA (B3I)<br />
Berdasarkan Ps. 32 UUD ‘45<br />
DIRUMUSKAN PELAKSANAAN DENGAN UNDANG2</p>
<p>LEGISLATIF                       EKSEKUTIF                    YUDIKATIF</p>
<p>KABINET</p>
<p>DEPARTEMEN / SETINGKAT</p>
<p>PROPINSI                           LEMBAGA                        BUMN</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/suaraatr2025.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/suaraatr2025.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/suaraatr2025.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/suaraatr2025.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/suaraatr2025.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/suaraatr2025.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/suaraatr2025.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/suaraatr2025.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/suaraatr2025.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/suaraatr2025.wordpress.com/150/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suaraatr2025.wordpress.com&blog=1886949&post=150&subd=suaraatr2025&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suaraatr2025.wordpress.com/2009/06/17/budaya-dalam-komunitas-berbangsa-dn-bernegara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bda4b6bab9990f2047d1080d8e33296f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">suaraatr2025</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KEPEMIMPINAN ENTREPRENEUR DALAM MEWUJUDKAN PERTUMBUHAN YANG BERKELANJUTAN</title>
		<link>http://suaraatr2025.wordpress.com/2009/04/13/epemimpinan-entrepreneur-dalam-mewujudkan-pertumbuhan-yang-berkelanjutan/</link>
		<comments>http://suaraatr2025.wordpress.com/2009/04/13/epemimpinan-entrepreneur-dalam-mewujudkan-pertumbuhan-yang-berkelanjutan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Apr 2009 03:55:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>suaraatr2025</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[BERKELANJUTAN]]></category>
		<category><![CDATA[DALAM]]></category>
		<category><![CDATA[ENTREPRENEUR]]></category>
		<category><![CDATA[EPEMIMPINAN]]></category>
		<category><![CDATA[MEWUJUDKAN]]></category>
		<category><![CDATA[PERTUMBUHAN]]></category>
		<category><![CDATA[YANG]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suaraatr2025.wordpress.com/?p=147</guid>
		<description><![CDATA[PENDAHULUAN
Sebaiknya setiap kepemimpinan entrepreneur harus belajar dari pengalaman perusahaan yang sukses meningkatkan pertumbuhan, mengapa yang terjadi saat ini perusahaan yang mengelola system teknologi informasi , cenderung mengalami penurunan pertumbuhan yang dapat berdampak atas daur hidup perusahaan yang terus membawa akibat ketidak pastian dalam usaha meningkatkan prtumbuhan.
Pengalaman telah menunjukkan suatu gambaran dari pengalaman perusahaan yang besar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suaraatr2025.wordpress.com&blog=1886949&post=147&subd=suaraatr2025&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">PENDAHULUAN</p>
<p style="text-align:justify;">Sebaiknya setiap kepemimpinan entrepreneur harus belajar dari pengalaman perusahaan yang sukses meningkatkan pertumbuhan, mengapa yang terjadi saat ini perusahaan yang mengelola system teknologi informasi , cenderung mengalami penurunan pertumbuhan yang dapat berdampak atas daur hidup perusahaan yang terus membawa akibat ketidak pastian dalam usaha meningkatkan prtumbuhan.</p>
<p style="text-align:justify;">Pengalaman telah menunjukkan suatu gambaran dari pengalaman perusahaan yang besar dengan kehilangan pandangan atas strategi dan kebijaksanaan yang ditempuhnya, yang berdampak kemunduran sebagai akibat 1) Kurang mampu membuat keseimbangan kepentingan dari pada stakeholders sehingga eksploitasi waralabanya secara berlebihan demi kepentingan pemilik ; 2) Melakukan investasi dan perluasan dengan sangat berlebihan dan  tidak fokus pada pasar yang dituju, sehingga tidak mampu menghadapi pesaing dengan kekuatan keuangan yang kuat ; 3) Kurang memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan keunggulan dalam pemilikannya sehingga dapat terjebak dalam system pengelolaan bisnisnya ; 4) Kurang memberikan perhatian yang terfokuskan dengan kepentingan pelanggan yang sejalan dengan tuntutan perubahan yang dikehendakinya dalam melaksanakan pemecahan secara menyeluruh ; 5) Ketidakmampuan dalam melaksanakan penelitian pasar dan fungsi produk baru yang berdampak sulit menghadapi pendatang baru.</p>
<p style="text-align:justify;">Bertitik tolak dari pemikiran diatas, maka dalam melangkah diperlukan prinsip-prinsip dasar yang harus ditegakkan sebagai satu pendekatan pertumbuhan di satu sisi dan di sisi lain diperlukan kejelasan untuk meminimalkan resiko saat ini dan masa depan. Beberapa prinsip  yang harus ditegakkan adalah yang terkait dengan 1) Melaksanakan diversifikasi yang sejalan dalam usaha membagikan resiko ; 2) Melaksanakan pertubuhan yang sejalan dengan kebutuhan yang terkait dengan keseimbang kepentingan stakeholders ; 3) Secara jelas melaksanakan perluasan yang bersifat organik dan atau akuisisi atau keseimbangan dari dari keduanya ; 4) Membangun dan mengembangkan pengelolaan berbasiskan nilai yang lebih terarah dalam keseimbangan kepentingan stakeholders ; 5) Menumbuh-kembangkan kemampuan dalam melaksanakan pertumbuhan secara berkelanjutan ; 6)<br />
Mengamankan secara jelas kebiasaan yang produktif untuk melaksanakan pertumbuhan.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan meletakkan landasan prinsip tersebut diatas, diharapkan usaha kepemimpinan entrepreunur dalam melaksanakan pertumbuhan yang berkelanjutan diperlukan suatu kekuatan dari pada pelaksanaan pengelolaan berbasiskan budaya organisasi yang dibangun untuk mengembangkan disiplin pertumbuhan yang menyangkut hal-hal yang berkaitan dengan 1) Meletakkan pemikiran yang terfokuskan dalam kemampuan mempertahankan basis pelanggan perusahaan (strategi 1) ; 2) Meletakkan pemikiran yang terfokuskan dalam meningkatkan pangsa pasar (strategi 2); 3) Meletakkan pemikiran yang terfokuskan memposisikan pasar (strategi 3) ; Meletakkan pemikiran yang terfokus-kan pada penetrasi pasar (strategi 4) ; Meletakkan pemikiran yang terfokuskan untuk meraih pertumbuhan ke bidang bisnis baru (strategi 5).<span id="more-147"></span></p>
<p style="text-align:justify;">MENINGKATKAN KEMAMPUAN DALAM PERTUMBUHAN</p>
<p style="text-align:justify;">Bertitik tolak dari strategi tersebut diatas sebagai disiplin untuk menumbuhkan suatu kebijaksanaan dalam kebiasaan yang produktif, diperlukan peningkatan ilmu sebagai informasi, pengetahuan sebagai keterampilan dari pengalaman dan keinginan sebagai landasan yang kuat untuk menyatukan pandangan sikap dan perilaku dalam bertindak.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan memperhatikan pola pikir diatas, maka semua peran-peran yang terlibat untuk melaksanakan strategi dan disiplin yang telah digariskan diharapkan menjadi daya dorong bagi setiap peran yang terlibat dalam pemikiran untuk melaksanakan perubahan dalam usaha meningkatkan pertumbuhan dua digit.</p>
<p style="text-align:justify;">Sejalan dengan pemikiran diatas, maka diperlukan keinginan untuk menambah pengetahuan dari beberapa perusaahan yang berhasil meningkatkan pertumbuhan seperti Dell Computer, Oshkosh Truc, Biomet, Paychex, Mohawk Industries, Johnson Controls, dengan menjalankan strategis dan disiplin yang kita sebutkan diatas. Dengan belajar dari pengelaman perusahaan trsebut, kita harus mampu mencari ukura yang lebih tepat untuk mengukur pertumbuhan, apakah pendapatan dan laba bersih atau dari laba kotor ? Hal tersebut sudah tentu sangat berpengaruh dari sifat dan fungsi operasi perusahaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang lbih menarik lagi, kita juga perlu belaar dari pengalaman perusahaan yang berbeda dalam menjalankan strategi dan disiplin dalam mencapai pertumbuhan. Dalam hal ini kita perlu mempelajari dari pengalaman seperti First Data Corporation, yang mengelola sebuah portfolio pertumbuhan yang berbeda. Dalam hal ini, ia mngembangkan metodologi empat hal yang menjadi dasar dalam merumuskan strategi, yang disebutnya adalah 1) Prioritas artinya ia mencoba merumuskan pertumbuhan lewat inovasi sebagai prioritas tertinggi. Bagi setiap peran harus bertangung jawab dengan pelaksanaanya, namun yang harus diperhatikan bahwa dengan kapasitas setiap peran memiliki terbatas, maka ia menggariskan tidak lebih dari tiga yang di fokoskan dalam pertumbuhan, sudah tentu bertolak dari kinerja operasi saat ini, bila ini harus dilakukan menjadi prioritas pertumbuhan dua digit, itu berarti ia memiliki dua prioritas lainnya. ;</p>
<p style="text-align:justify;">2) Persfektif artinya usaha untuk merumuskan tindakan bertitik tolak dari hasi analisis SWOT yang anda lakukan dimana anda akan menemukan sebuah kebenaran yang mendasar pada kinerja masa lalu bahwa kekuatan dan kelemahan perusahaan anda dn dimana energi harus difokuskan dalam mewujudkan pertumbuhan ;</p>
<p style="text-align:justify;">3) Sumber daya manusia, artinya keberhasilan merupakan faktor penentu dalam usaha melaksanakan pertumbuhan dengan tersedianya sumber daya manusia yang unggul, untuk itu diperlukan investasi yang signifikan pada pengembangan internal dan rekruitmen yang terarah dalam rangka untuk meningkatkan kompetensi dalam menjalan peran yang sangat dibutuhan untuk melaksanakan pertumbuhan ;<br />
4) Perencanaan artinya menyiapkan rencana setiap unit akan menyeimbangkan portpolio pertumbuhan yang dimlikinya dengan cara yang berbeda sesuai dengan kenyataan-kenyataan yang terjadi di masing-masing pasarnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan merumuskan pemikiran diatas sebagai suatu strategi, yang digariskan oleh CEO-nya (Charlie Fote) dalam kurun waktu satu tahun ia telah menunjukkan kemampuan untuk melaksanakan strategi kedalam kebijaksanaan yang terarah menunjukkan hasil dalam satu tahun untuk merealisasikan pertumbuhan dua digit.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari pengalaman model pikiran yang diterapkan diatas, dapat memberikan pelajaran, hal-hal yang berkaitan dengan 1) bagaimana pasar menggerakkan porpolio ; 2) bagaimana pasar yang tumbuh dengan cepat dapat mempengaruhi portpolio ; 3) bagaimana pasar yang tidak berkembang mempengaruhi portpolio ; 4) bagaimana tingkat kehilangan pelanggan pasar mempengaruhi portpolio</p>
<p style="text-align:justify;">MELAKSANAKAN DISIPLIN DALAM PERTUMBUHAN</p>
<p style="text-align:justify;">Kpemimpinan entrepreneur harus mampu memberikan arahan pelaksanaan strategi kedalam disiplin sebagai langkah kebijaksanaan yang akan ditempuh dan memperhatikan prinsip-prinsip yang telah digariskan seperti uraian dibawah ini :</p>
<p style="text-align:justify;">Pertahankan pertumbuhan yang telah anda raih :</p>
<p style="text-align:justify;">Yang perlu disadari bahwa kesetiaan hanyalah sebuah label, oleh karena itu tidak banyak yang dapat diramalkan dengan keterkaitan segmentasi pelanggan berdasarkan adanya suatu kesetiaan, sehingga perlu dipahami benar, apa yang menjadi dasar retensi yang mendasarkan pelanggan. Dalam hal ini, maka perlu menimbang setiap kemungkinan yang berhubungan dengan pensyaratan tertentu yang mereka miliki untuk masa kini dan masa depan dalam mengoptimalkan kepentingan pelanggan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sejalan dengan pemikiran diatas, haruslah secera jelas merumuskan kebijaksanaan yang terkait dengan menghadapi retensi berbasiskan pelanggan yaitu yang terkait dengan kreteria nilai konsumen, mempersempit alternatif-alternatif pelanggan dalam memperkuat jasa yang mengikat, sesuaikan penawaran anda, mengantisipasi kepergian pelanggan, menyatu dengan pelanggan.</p>
<p style="text-align:justify;">Rebut bisnis dari para pesaing anda :</p>
<p style="text-align:justify;">Secara umum untuk dapat merebut bisnis dari para pesaing, pada dasarnya terletak pada kemampuan yang unggul dibandingkan para pesaing, oleh karena itu untuk meraih pangsa pasar diperlukan seperangkat kebijaksanaan dari keputusan strategi yang telah ditetapkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan pemikiran diatas, maka usaha meraih pangsa pasar diperlukan kejelasan dalam rumusan kebijaksanaan yang terkait dengan 1) Membangun keunggulan dan berusaha menumpulkan keunggulan pesaing ; 2) Bagaimana cara memberikan nilai yang jauh lebih baik dari pada [pesaing ; 3) Bila dianggap cara yang terbaik, maka bila perlu dengan membeli pangsa pasar sekaligus dengan memperhatikan kondisi yang terkait dengan a) premi harga di atas nilai dari bisnis ; b) Model operasi yang harus dalam pengelolaan jauh lebih baik ; c) Memiliki kemampuan ntuk mengintergrasikan dengan cepat.</p>
<p style="text-align:justify;">Muncul di tempat pertumbuhan akan terjadi :</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan memiliki kemampuan yang didukung oleh peran-peran yang unggul, maka perlu untuk memfokuskan pada usaha menemukan pertumbuhan lebih awal, sejalan dengan pikiran tersebut dapat dilaksanakan dengan memperhatikan indikator dalam mewujudkan segmen-segmen yang terkait dengan :<br />
1) Pergesaran dalam kreteria pembelian karena masalah harga , mutu  ;<br />
2) Inovasi produk dan jasa dalam meningkatkan nilai ;<br />
3) Memperhatikan kecenderungan demografis.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan memperhatikan hal-hal yang disebutkan diatas, maka diperlukan suatu pemikiran untuk mengorganisasikan pencarian merupakan langkah untuk memposisikan pasar merupakan jalan keluar yang mana banyak perusahaan tidak mampu melakukannya dalam berkompetisi di segmn pasar yang buntu dan lambat pertumbuhannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itu, diperlukan keberanian dalam membuat keputusan untuk melaksanakan reposisi pasar bila ia bekerja dari awal untuk tidak terlambat dalam bertindak dengan alasan 1) anda mendapatkan manfaat dari memasuki sebuah segmen pasar yang sedang tumbuh dengan prporsi langsung terhadap bagian dari pasar yang anda memiliki kemampuan untuk mengendalikannya ; 2) secara bertahap anda dapat meningkatkan pangsa pasar dan memperhalus kemampuan dari model operasi sebelum potnsi dari segmen pasar tersebut dipahami secara luas.</p>
<p style="text-align:justify;">Menyerang pasar-pasar yang berdekatan :</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk melangkah mmasuki pasar-pasar yang berdekatan, maka diperlukan suatu pemikiran untuk menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan 1) Haruskah anda memasuki pasar ini ? jawabnya terletak dari apakah memberikan pertumbuhan dan kemampuan menciptakan laba  jangka panjang ? ; 2) Dapatkah anda memenangkan pasar ini ? Apakah anda memiliki keunggulan di bandingkan dengan pesaing anda. ; 3) Dapatkah anda menyamai standar kompetisi dari pasar in ? Keunggulan strategis yang anda miliki.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan menjawab ktiga pertanyaan diatas, maka jawabannya akan terletak pada apakah pasar tersebut menjanjikan ? Bila halnya demikian, maka pertumbuhan pasar berdekatan haruslah menunjukkan gambaran yang sehat.</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itu, haruslah benar-benar memahami lingkungan bisnis anda, agar keputusan yang diambil dalam menyerang pasar-pasar yang berdekatan mampu memberikan tingkat pertumbuhan yang berkelanjtan.</p>
<p style="text-align:justify;">Investasi pada bidang bisnis baru :</p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum melangkah mengambil keputusan nvestasi pada bidang bisnis baru adalah 1) Jangan membayar terlalu banyak untuk sebuah bidang bisnis baru ; 2) Untuk melaksanakan bidang bisnis baru diperlukan rumusan yang jelas suatu strategi yang sederhana ; 3) Memiliki kemampuan untuk bermitra dengan bidang bisnis anda yang baru.</p>
<p style="text-align:justify;">Bertolak dengan pemikiran diatas, maka melaksanakan investasi di bidang baru, perlu pula memahami keterampilan dalam 1) Melakukan identifikasi, evaluasi dan memilih  bidang  bisnis yang baru dan akuisisi yang potensial ; 2) Nilai dan stuktur dari pnawaran akuisisi ; 3) Memiliki kemampuan menggunakan keuangan, manajerial, dan pengendalian strategi atas bisnis yang diakuissi.</p>
<p style="text-align:justify;">PENUTUP</p>
<p style="text-align:justify;">Kepemimpinan entrepreneur harus mampu memberikan arahan dalam mengelola portoflio anda untuk pertumbuhan dua digit, diperlukan keterampilan untuk menguraikan secara jelas bahwa lima disiplin yang telah kitan ungkapkan diatas, bukanlah dipandang sesuatu yang berdiri sendiri melainkan memandang lima strategi yang berbeda namun sebagai satu portofolio dari pilihan-pilahan yang saing berhubungan disatu sisi dan disisi lain harus mampu memperhatikan secara fokus yang terkait dengan resiko yang lbih kecil dengan pertumbuhan yang lebih besar.</p>
<p style="text-align:justify;">Sejalan dengan pikiran diatas, maka menilai resiko pertumbuhan harus mampu dalam menganalisa 1) resiko pertumbuhan ; 2) resko pesaing ; 3) resiko implementasi ; 4) resiko operasi. Oleh karena itu diperlukan kemampuan dalam keterampilan bakat dan sistem manajemen yang komprehensif dalam hal 1) menemui pasar ; 2) diversifikasi 3) menemuka bakat manajemen 4) mencari sistem manajemen baru.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan seperangkat keterampilan diatas, maka yang bersangkutan mampu untuk menjawab pertanyaan yang menyangkut 1) Berapakah tingkat pertumbuhan dari setiap segmen di dalam pasar ? ; 2) Berapakah bagian bisnis kita dari setiap segmen ? 3) Berapa bagian dari setiap segmen yang kita kendalikan 4) Berapa jumlah kerugian yang di akibatkan oleh  bidangnya pelanggan elama priode tersebut ? 5) Berapah keuntungan yang di raih daripertumbuhan permintaan dari pelanggan pada awal priode ? 6) Berapakah keuntungan yang diraih dari pelanggan-pelangan baru dalam bisnis kita ?</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi diperlukan seperangkat pengetahuan sebagai ketrampilan yang mampu mendorong stiap peran pelaku dalam sebuah sistem untuk mengelola sebuah portofolio pertumbuan membutuhkan proses peninjauan, evaluasi dan diagnosis yan dapat mengarah ke predeksi yang akurat dan tindakan untuk perbaikan. Oleh karena itu agar proses tersebut dapat berjalan lancar harus di tetapkan sasaran yang dan dapat dibedakan untuk masing-masing disiplin pertumbuhan.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/suaraatr2025.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/suaraatr2025.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/suaraatr2025.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/suaraatr2025.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/suaraatr2025.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/suaraatr2025.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/suaraatr2025.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/suaraatr2025.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/suaraatr2025.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/suaraatr2025.wordpress.com/147/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suaraatr2025.wordpress.com&blog=1886949&post=147&subd=suaraatr2025&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suaraatr2025.wordpress.com/2009/04/13/epemimpinan-entrepreneur-dalam-mewujudkan-pertumbuhan-yang-berkelanjutan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bda4b6bab9990f2047d1080d8e33296f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">suaraatr2025</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KEPEMIMPINAN ENTREPRENEUR YANG SUKSES BERBASISKAN JIWA TANPA TOPENG KEPALSUAN</title>
		<link>http://suaraatr2025.wordpress.com/2009/01/26/kepemimpinan-entrepreneur-yang-sukses-berbasiskan-jiwa-tanpa-topeng-kepalsuan/</link>
		<comments>http://suaraatr2025.wordpress.com/2009/01/26/kepemimpinan-entrepreneur-yang-sukses-berbasiskan-jiwa-tanpa-topeng-kepalsuan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Jan 2009 09:36:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>suaraatr2025</dc:creator>
				<category><![CDATA[ENTREPRENEUR 42]]></category>
		<category><![CDATA[BERBASISKAN]]></category>
		<category><![CDATA[ENTREPRENEUR]]></category>
		<category><![CDATA[JIWA]]></category>
		<category><![CDATA[KEPALSUAN]]></category>
		<category><![CDATA[kepemimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[SUKSES]]></category>
		<category><![CDATA[TANPA]]></category>
		<category><![CDATA[TOPENG]]></category>
		<category><![CDATA[YANG]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suaraatr2025.wordpress.com/?p=145</guid>
		<description><![CDATA[PENDAHULUAN
Dunia tanpa batas telah menggambarkan gelombang perubahan yang serba komplek dan tidak ada kepastian, oleh karena itu, masa depan tantangannya bukan terletak dari keunggulan kompetitip melainkan keunggulan bisnis akan terletak seberapa jauh peran kepemimpinan mengungkit kedewasaan rohaniah dan sosial dijadikan landasan yang kuat  untuk membangun jiwa bisnis yang berbasiskan jiwa tanpa topeng kepalsuan.
Dengan pemikiran [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suaraatr2025.wordpress.com&blog=1886949&post=145&subd=suaraatr2025&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">PENDAHULUAN</p>
<p style="text-align:justify;">Dunia tanpa batas telah menggambarkan gelombang perubahan yang serba komplek dan tidak ada kepastian, oleh karena itu, masa depan tantangannya bukan terletak dari keunggulan kompetitip melainkan keunggulan bisnis akan terletak seberapa jauh peran kepemimpinan mengungkit kedewasaan rohaniah dan sosial dijadikan landasan yang kuat  untuk membangun jiwa bisnis yang berbasiskan jiwa tanpa topeng kepalsuan.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan pemikiran tersebut diatas, maka kekuatan pemikiran intuitif menjadi faktor yang kuat untuk menuntun kedewasaan emosional dan intelektual, sehingga setiap peran kepemimpinan akan mendorong kearifan dalam berbisnis yang ditopang oleh kekuatan moral Jadi orang berbisnis tidak semata-mata keuntungan yang mutlak dengan tanpa memikirkan kepentingan orang banyak, maka disitulah terletak peluang berbisnis untuk mendapatkan kesempatan meningkatkan energi. Jadi merebut peluang masa depan menjadi fokus untuk memberikan daya dorong dalam menciptakan semangat.</p>
<p style="text-align:justify;">Semangat merupakan energi yang dapat memotivasi jiwa bisnis berbasiskan jiwa tanpa topeng kepalsuan artinya dengan jiwa membuka mata hati dalam meretas jalan menjadi kepribadian diri sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itu, dalam menghadapi harapan baru di dunia bisnis yang sejalan dengan gelombang perubahan untuk memenuhi kebutuhan masa depan, perlu dipahami oleh kepemimpinan entrepreneur bahwa bahaya dan keberhasilan tumbuh dari dahan yang sama, mendorong peran kepemimpinan memikirkan untuk mencari penyelesaian agar semua orang menyadari bahwa obat sejati bagi pikiran adalah melepaskan diri dari kesadaran inderawi yang sangat mengagungkan sikap dan perilaku yang berbasiskan materistik, yang berdampak impian yang sirna dalam menanggapi gelombang kebutuhan.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi kita dapat membayangkan bahwa tidak melakukan kesalahan bukanlah kuasa manusia, mlainkan dari esalahannya, maka manusia bijak dan baik belajar tentang kearifan untuk masa depan artinya pentingnya perubahan pola pikir dari kesadaran inderawi menuju kesadaran yang rasional dalam mewujudkan “nilai-nilai bisnis dan komitmen pribadi” dalam rangka pencaharian diri manusia yang sejalan dengan tuntutan kebahagian sebahagian ketenteraman pribadi sebagai wujud dari kebahagian dari suatu usaha yang tmbul dari partiipasi dalam memenuhi sesuatu.</p>
<p style="text-align:justify;">Bertitik tolak dengan ungkapan pemikiran diatas, maka perubahan pola pikir yang bersandar inderawi menjadi pola pikir yang bersandar rasional, maka kepemimpinan entrepreneur harus mampu menunjukkan bahwa alam bisnis memberikan kesempatan kepada semua orang untuk mendapatkan kebahagian. Mereka mengetahui caranya, tetapi tidak mengetahui bagaimana menggunakannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itu, dari pengalaman manusia yang ingin berubah, diperlukan usaha-usaha membangun kebiasaan baru untuk mendorong semangat untuk memotivasi jiwa bisnis tanpa topeng kepalsuan artinya dengan jiwa membuka mata hati dalam meretas jalan menjadi kepribadian diri sendiri yang ditopang oleh pemahaman dimensi pengalaman manusia yang disebut dengan 1) unsur intelektual mewujudkan kebenaran ; 2) unsur estetis mewujudkan keindahan ; 3) unsur moral mewujudkan kebaikan ; 4) unsur spiritual mewujudkan keutuhan.</p>
<p style="text-align:justify;">Bertolak dari empat unsur tersebut diatas, maka peran kepemimpinan entrepreneur masa depan diharapkan dapat membangun perubahan dari pengalaman manusia menuju kepada terwujudnya keunggulan manusia.<span id="more-145"></span></p>
<p style="text-align:justify;">INTELEKTUAL MEWUJUDKAN KEBENARAN</p>
<p style="text-align:justify;">Dimensi intelektual dalam bisnis akan berdampak pada kekuatan pikiran mendorong setiap manusia untuk memanfaakan kemampuan intelektual dimana orang yang tahu akan kebenaran tidak sama dengan orang orang yang mencintai-nya dan orang yang mencintainya tidak sama dengan orang yang bersukacita di dalamnya artinya begitu berat untuk memahami kebenaran sebagai daya dorong dalam kegiatan bisnis. Bila hal itu dipahami secara benar, maka timbul pada kepertanyaan bagaimana kita dapat memperlakukan kebenaran itu ?</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itu, “kebenaran dan sikap menghargai” merupakan kunci keberhasilan anda mempengaruhi orang lain, maka anda akan lebih efektif membantu mereka untuk menjadi lebih baik daripada keadaan mereka sekarang, sehingga kebenaran adalah inti moralitas.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan pemikiran diatas, maka “pengetahuan dan kebutuhan akan kebenaran” merupakan landasan dari kepercayaan kita, itu berati dalam bisnis, maka kepercayaan merupakan kunci untuk mendorong orang-orang yang bekerjasama dalam sebuah aktivitas bisnis saling menarug kepercayaan karena mereka semua bekerja berdasarkan norma-norma etis yang disepakati bersama, yang berdamak kepada biaya kegiatan yang mereka lakukan akan lebih sedikit.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi kebenaran merupakan lambang kebaikan manusia yang sebenarnya, dan kebenaran adalah satu-satunya keabadian yang dianugerahkan kepada kefanaan manusia agar kita mempergunakannya sebagai prinsip kekuatan ganda artinya sepanjang sesuatu memiliki kekuatan untuk menjadi baik, ia juga memiliki kekuatan yang sama untuk menjadi jahat. Itulah yang saya sebut sebagai prinsip kekuatan ganda. Disini kita lebih banyak mempunyai kebebasan untuk menggunakan kekuatan itu. Oleh karena itu perlu dipahami bahwa semakin besar kekuasaan semakin berbahaya penyalahgunaannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sejalan dengan pemikiran yang diungkapkan diatas, maka menjadi jelaslah untuk dapat memberikan daya dorong dalam pemahman yang lebih mendalam hal-hal yang terkait dengan makna pengetahuan dan kekuasaan agar setiap manusia menyadari sepenuhnya dalam mengaplikasikan  intelektual mewujudkan kebenaran.</p>
<p style="text-align:justify;">Kebenaran dan kebohongan merupakan salah satu godaan yang paling besar adalah menghalalkan segala untuk mendapatkan hasil meskipun harus memanipulasi orang lain tanpa merasa malu. Jadi tidak ada manusia yang dikatakan bahagia jika ia terlempar ke luar dari kebenaran.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebaliknya mereka juga memahami kehobongan dengan cepat menghancurkan apa yang dilakukan oleh si pembohong, sehingga menggugah orang untuk sadar dibawah bayangan dari ungkapan “sangat memuakkan bagiku, orang yang menyembunyikan sesuatu di hatinya, sedangkan mulutnya mengatakan hal yang lain”</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itu, perlu disadari bahwa kemampuan berbicara diberikan kepada manusia, bukan agar manusia bisa saling menipu, melainkan agar pikirannya saling diketahui, inilah suatu landasan kepercayaan, yang akan menunjukkan gambaran bahwa jujurlah kepada diri anda sendiri, seperti juga anda tidak berbohong kepada orang lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Kekuatan ide sebagai keunggulan sejati sebagai keunggulan sejati menggambarkan semakin banyak investasi yang anda miliki dalam keyakinan anda semakin keras mengubahnya menjadi satu kenyataan.</p>
<p style="text-align:justify;">Bertitik tolak dari pmikiran diatas, maka perlu memberikan perhatian yang lebih difokus-kan dalam memahami makna keunggulan kedalam pemikiran apa yang disebut dengan 1) model keunggulan dalam kemenagan kompetitif ; 2) model keunggulan dalam usaha meningkatkan pertumbuhan komparatif ; 3) model keunggulan dalam usaha-usaha untuk membangun kekuatan kerjasama perkongsian</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk mencapai puncak keunggulan manusia, semangat untuk menuntun manusia dalam bersikap dan berperilaku bertolak dari aktualisasi kepemimpinan kolaboratif yang dapat memperoleh daya saing  tertinggi yang diinginkan bersama, sehingga alih pertentangan dengan cara berpikir kompetitif dan komparatif, cara berpikir kolaboratif akan mencapai hasil yang lebih baik.</p>
<p style="text-align:justify;">ESTITIS MEWUJUDKAN KEINDAHAN</p>
<p style="text-align:justify;">Unsur estitis mewujudkan keindahan memberikan daya dorong dalam kerjasama tim untuk mewujudkan impian menjadi kenyataan, dengan menekankan hal-hal yang terungkap dibawah ini :</p>
<p style="text-align:justify;">Unsur estitis dalam bisnis  merupakan landasan dalam mewujudkan nilai abadi yang kita sebut dengan keindahan, kebenaran, kebaikan dan keutuhan dimana keempat unsur nilai tersebut dapat menjadi daya dorong dalam keterkaitannya dengan peningkatan bisnis.<br />
Bertolak dari empat nilai tersebut diatas, dapat memotivasi melahirkan semangat baru yang mendorong menjadi keindahan di tempat kerja, itu berarti kejutan estitis untuk menunjukkan suatu gambaran bahwa dalam kehidupan bisnis tidak semata-mata melihat manusia secara intelektual dalam pandangan bahwa manusia sebagai mesin belaka, itulah satu kesalahan dalam melihat hubungan manusia dengan yang lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi estitis dalam bisnis memberikan daya dorong sebagai seni bekerja untuk  dapat memahami keadaan pekerja yang sering menghadapi pekerjaan membosankan karena sifat rutinnya, maka diperlukan lingkungan yang menyenangkan dengan memberi pelatihan kerja sehingga dapat memotivasi betapa pentingnya membangun idealitas yang menerangi jalan saya dan secara terus menerus memberi saya keberanian baru dalam menghadapi hidup dengan penuh sukacita adalah kebenaran, kebaikan dan keindahan.</p>
<p style="text-align:justify;">Kreativitas dan makna hidup serta bertolak dari unsur estetis dalam bisnis yang didorong oleh usaha-usaha membangun keinginan aktif dapat mendorong untuk meningkatkan kekuatan pikiran dengan terus meningkatkan wawasan kehidupan yang dapat memberikan makna hidup melalui proses berpikir secara intuitif untuk mengungkit imajinasi sebagai pendorong untuk memahami makna segala sesuatu bukan terletak pada segala sesuatu itu sendiri, mlainkan pada sikap kita terhadap mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itu, dengan menggerakkan kekuatan pikiran dengan penguasaan wawasan yang luas sangat memungkinkan mencari jawaban untuk mengungkit kemudahan dalam kehidupan untuk mendorong perubahan yang terarah dan memberikan makna atasnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan memperhatikan pikiran-pikiran yang dikemukakan diatas, maka keindahan bisnis<br />
dapat mengilhami untuk membangun struktur bisnis yang dapat mendorong seni hdup yang baik dengan corak bisnis yang manusiawi dalam mewujudkan kebaikan manusia dalam kerangka kerjasama baru dalam keindahan bisnis.</p>
<p style="text-align:justify;">MORAL MEWUJUDKAN KEBAIKAN</p>
<p style="text-align:justify;">Unsur moral dalam bisnis memberikan gambaran betapa pentingnya etika dalam berbisnis sehingga sikap dan perilaku akan menuntun orang-orang sehat secara spiritual dan menjalin hubungan sosial yang harmonis.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi dengan kekuatan etika yang harus dikembangkan, maka peran budaya organisasi juga menuntun moral dan tata krama yang dapat memberikan daya dorong rasa tanggung jawab sosial untuk mendukung hubungan antar manusia dalam mewujudkan kerja tim yang lebih baik yang secara tidak langsung akan tumbuh kebiasaan bagian terbaik dari kehidupan seorang yang baik adalah tindakan kecilnya yang tak terucap dan terkenang, yang penuh keramahan dan belas kasih.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan pemikiran diatas, maka upayakan dirimu untuk selalu berlaku sederhana, baik, murni, serius, terbebas dari kepura-puraan. Jadilah sahabat keadilan dan pemuja Tuhan yang mampu memotivasi untuk bersikap ramah dan penuh simpati. Jadilah pekerja keras untuk semua yang patut dlakukan. Berjuanglah untuk terus berharap bahwa moral mewujudkan kebaikan, maka disutulah letak hubungan menentukan dunia dimana bekerja sempurna dengan berbuat baik sejalan dengan etika perusahaan yang terus dimajukan.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi tantangan bagi kepemimpinan entrepreneur, seberapa jauh ia dapat memperlihatkan keteladanan yang mampu melampaui slogan-slogan untuk membangun bekerja sempurna dengan berbuat baik sesuai dengan tuntutan etika bisnis itu sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itu, wujud bertindak etis menjadi pendorong dalam membangun kearifan, kebajikan dan kekuatan bisnis masa depan dengan meletakkan landasan yang kuat apa yang desebut dengan 1) membentuk jaringan dengan para bijak ; 2) yang sering dilupakan oleh pemimpin untuk memperhatikan hal-hal kecil tapi begitu menentukan ; 3) harus secara terus menerus membangun dan mengembangkan imajinasi yang cerdas sebagai sarana yang bagus bagi kebaikan moral.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan pemikiran diatas, kita akan belajar berbelas kasih, bersabar, mengampuni, bersimpati dan mengasihi sehingga wujud semua kebajikan yang tanpanya dunia kita tidak akan bertahan, oleh karena itu rasa setia kawan adalah sifat yang menakjubkan.sehingga mampu memperlihatkan gambaran utuh dalam pikiran membentuk kebesaran manusia. Jadi meskipun saya tidak harus berjalan di jalan lurus hanya karena sifat lurusnya, saya akan tetap mengikutinya karena berdasarkan pengalaman, jalan ni umumnya paling membahagiakan dan berguna.</p>
<p style="text-align:justify;">SPRITUAL MEWUJUDKAN KEUTUHAN</p>
<p style="text-align:justify;">Unsur spiritual dalam pengalaman manusia mendapatkan puncak kutuhan sebagai landasan untuk memperoleh keunggulan jangka panjang yang harus dipertimbangkan para pelaku bisnis saat mereka berpikir dan berbicara tentang upaya memperkuat usaha pertumbuhan dalam daur hidup perusahaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi unsur spritual dalam bisnis harus mampu mendorong kedalaman jiwa untuk membangun komitmen dalam keterikatan jiwa untuk mendorong manusia sudah menjadi satu keluarga dalam kerjasama tim sehingga kita tidak bisa memperjuangkan kesejahteraan kita sendiri tanpa usaha memikirkan kesejahteraan orang lain. Jika anda bahagia anda harus brupaya agar orang lain berbahagia juga.</p>
<p style="text-align:justify;">Bertolak dari pikiran diatas, maka kebutuhan spiritual yang dirasakan manusia mencakup hal-hal yang terkait dengan 1) keunikan sebagai seorang individu ; 2) keutuhan dengan sesuatu yang lebih besar daripada diri sendiri ; 3) kemanfaatan bagi orang lain ; 4) pemahaman tentng kehidupan dan pekerjaan kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Sejalan dengan pemikiran dalam keunikan dan keutuhan, maka perlu menaruh perhatian kepada setiap orang oleh perhatian, sehingga diharapkan lahir pemikiran bentuk-bentik bantuan khsusus yang harus diberikan agar tidak mengabaikan hal-hal yang berkaitan dengan individulitas terabaikan. Inilah parhatian dalam membangun kebutuhan untuk bersatu sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam persatuan dan keragaman.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan unsur spiritual dapat mendorong lahirnya kebajikan sejati dan persatuan yang tepat dalam rangka kebersamaan dalam  nilai dan dorongan memotivasi untuk dapat</p>
<p style="text-align:justify;">memberikan nilai penting perasaan bermanfaat sebagai suatu kebutuhan yang dapat memberikan akan pemahaman secara kontetual yang dilakukan perusahaan, sehingga dengan penguasaan wawasan semakin besar pemahaman mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">PENUTUP</p>
<p style="text-align:justify;">Membangun keunggulan bisnis dengan bertolak dari suatu pemikiran bahwa keberhasilan berbisnis dengan kearifan yang beretika menuntut perubahan pola pikir yang harus dapat digerakkan oleh peran kepemimpinan entrepreneur dalam memberikan keteladanan dengan tekanan yang terkait dengan intelektual, estetis, moral dan spiritual.</p>
<p style="text-align:justify;">Keempat unsur tersebut dapat memberikan daya dorong yang kuat untuk mengungkit kekuatan pikiran dalam melakukan perubahan dalam memahami secara mendalam yang terkait usaha untuk mencapai kemenangan kompetitif dan pertumbuhan komparatif disatu sisisi dan disisi lain sejalan dengan pertumbuhan dunia tanpa batas menuntut adanya satu pemikiran untuk membangun dalam keunggulan yang disebut dengan perkongsian dalam bisnis untuk memanfaatkan keunggulan dalam bersinrgy.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan demikian perlu kita tumbuh kembangkan menjadi suatu kebiasaan yang produktif bertolak dari pemikiran bahwa keunggulan bisnis adalah suatu bentuk keungulan manusia sebagai sumber daya yang sangat mnentukan dan selalu siap mengikuti gelombang perubahan yang sejalan dengan keunggulan yang dipelihara  oleh peran kepemimpinan entrepreneur dalam melakukan semuanya didukung dengan sebuah budaya yang menghargai dan menumbuh kembangkan keempat unsur yang disebut diatas</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/suaraatr2025.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/suaraatr2025.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/suaraatr2025.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/suaraatr2025.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/suaraatr2025.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/suaraatr2025.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/suaraatr2025.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/suaraatr2025.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/suaraatr2025.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/suaraatr2025.wordpress.com/145/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suaraatr2025.wordpress.com&blog=1886949&post=145&subd=suaraatr2025&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suaraatr2025.wordpress.com/2009/01/26/kepemimpinan-entrepreneur-yang-sukses-berbasiskan-jiwa-tanpa-topeng-kepalsuan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bda4b6bab9990f2047d1080d8e33296f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">suaraatr2025</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ENTREPREUNER MENITI KEBAHAGIAN MELALUI BISNIS</title>
		<link>http://suaraatr2025.wordpress.com/2009/01/26/entrepreuner-meniti-kebahagian-melalui-bisnis/</link>
		<comments>http://suaraatr2025.wordpress.com/2009/01/26/entrepreuner-meniti-kebahagian-melalui-bisnis/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Jan 2009 09:34:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>suaraatr2025</dc:creator>
				<category><![CDATA[ENTREPRENEUR 41]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[ENTREPREUNER]]></category>
		<category><![CDATA[KEBAHAGIAN]]></category>
		<category><![CDATA[MELALUI]]></category>
		<category><![CDATA[MENITI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suaraatr2025.wordpress.com/?p=142</guid>
		<description><![CDATA[PENDAHULUAN
Meniti kebahagian melalui bisnis merupakan suatu cara membuka jalan kesuksesan untuk kepentingan stakeholders, oleh karena karena itu peran enytrepreneur untuk mengungkit aliran kekuatan pikiran untuk mengintergrasikan faktor-faktor sumber daya yang tersedia kedalam suatu rancangan untuk mengalirkan input kedalam proses menjadi output kebahagian yang hendak dicapai.
Oleh karena itu, selaku entrepreneur memulai merumuskan gambaran arah persfektif dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suaraatr2025.wordpress.com&blog=1886949&post=142&subd=suaraatr2025&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">PENDAHULUAN</p>
<p style="text-align:justify;">Meniti kebahagian melalui bisnis merupakan suatu cara membuka jalan kesuksesan untuk kepentingan stakeholders, oleh karena karena itu peran enytrepreneur untuk mengungkit aliran kekuatan pikiran untuk mengintergrasikan faktor-faktor sumber daya yang tersedia kedalam suatu rancangan untuk mengalirkan input kedalam proses menjadi output kebahagian yang hendak dicapai.</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itu, selaku entrepreneur memulai merumuskan gambaran arah persfektif dalam berbisnis untuk meraih kebahagian bagi stakeholders yang bertolak dari wawasan dan imajinatif untuk mengungkit kekuatan pikiran kedalam kreativitas untuk mengalirkan sumber daya sebagai input kedalam proses menjadi output menjadi pertumbuhan terus menerus dalam daur hidup perusahaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sejalan dengan pemikiran diatas, maka proses dalam mengelola sumber daya sebagai input haruslah dipikirkan oleh entrepreneur kedalam kepemimpinan kolaboratif dalam wujud tempat kerja, struktur, budaya, tim dalam pelaksanaan dengan kerja sama agar kekuatan mengalirkan sumbr daya menjadi produktif dalam perusahaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya untuk mengalirkan kekuatan pikiran menjadi entrepreneur yang sukses meniti kebahagian bergantung dari kejelasan dari keputusan strategic yang dituang kedalam visi, misi, tujuan, budaya, strategi sebagai gambaran jiwa bisnis masa depan, oleh karena itu pendekatan system dalam mewujudkan bisnis yang baik sebagai jalan kebahagian, lebih lanjut dapat diuraikan sebagai berikut :<span id="more-142"></span></p>
<p style="text-align:justify;">MENGELOLA MENGALIRKAN INPUT KEDALAM WUJUD KEBAHAGIAN</p>
<p style="text-align:justify;">Merumuskan Keputusan strategic untuk memberikan arah masa depan :</p>
<p style="text-align:justify;">Mengalirkan input kedalam wujud kebahagian bertitik tolak dari suatu pemikiran untuk memberikan arah persfektif dengan merumuskan keputusan strategik yang mencakup visi, misi, tujuan, budaya, strategi.</p>
<p style="text-align:justify;">Mengelola sumber daya yang dapat merebut peluang berbisnis dalam meraih kebahagian haruslah didukung kepada pemikiran bagaimana caranya menciptakan kerjasama yang lebih baik, oleh karena itu diperlukan seperangkat kebijaksanaan sebagai pelaksanaan strategi yang dirumukan, yang akan mencakup pensyaratan meliputi hal-hal seperti : 1) Ada kejelasan komitmen yang menginsiperasikan hasil-hasil ; 2) adanya kejelasan konstribusi yang membuat perbedaan ; 3) adanya kejelasan kompetensi yang meningkatkan standar ; 4) adanya kejelasan komunikasi yag meningkatkan keefektifan ; 5) adanya kejelasan kepemimpinan kolaboratif yang menciptakan keharmonisan ; 6) adanya kejelasan kedalam usaha-usaha untuk meningkatkan hubungan pribadi ; 7) adanya kejelasan untuk menerapkan manajemen konflik ; 9) adanya kejelasan untuk menyatukan kesamaan pandangan dalam melaksanakan perubahan yang berencana ; 10) adanya kejelasan peranan komunitas melaksanakan keputusan strategic.</p>
<p style="text-align:justify;">Mengelola input kedalam berbisnis untuk meraih kebahagian :</p>
<p style="text-align:justify;">Perlu dipahami benar dalam mengelola input, disatu sisi paham benar proses diferensiasi yang terkait dengan tanggung jawab atas kelangsungan dan kesejahteraan hidup kita sendiri sebagai sesuatu sosok yang unik, disisi lain paham atas kemampuan untuk mengintergrasikan kedalam seluruh lingkungan internal dan eksternal. Jadi paham atas diferensiasi dan intergrasi tersebut memberikan peluang terbaik untuk mengembangkan kehidupan yang bahagia.</p>
<p style="text-align:justify;">Mengelola input dalam beraktivitas untuk mencapai kebahagian</p>
<p style="text-align:justify;">Mengelola input dalam beraktivitas bisnis adalah tanggung jawan dan tantangan yang besar, oleh karena itu bisnis haruslah dipandang sebagai pekerjaan yang menyenangkan, maka disitu terletak makna dari menikmati sesuatu dalam mengelola input karena ada sesuatu dorongan yang menggerakkan kekuatan pikiran anda untuk mencapai kebahagian dimana tergambarkan, bagaimana rasanya berada dalam mengelola input, maka akan terdapat komponen yang harus dicermati secara baik yang menyangkut hal-hal sbb. :<br />
1) ada tujuan yang jelas, 2) ada umpan balik dating seketika, 3) keseimbangan antara peluang dan kemampuan, 4) tumbuhnya konsentrasi bertambah, 5) dalam mengelola input tersebut yang penting adalah saat sekarang, 6) dalam mengelola input tersebut tidak ada masalah dalam kontrol karena ada dalam system, 7) untuk setiap mengelola input akan kita hadapi berubahnya persepsi mengenai akan waktu, <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /> adanya kejelasan untuk berperan dalam mengelola input sehingga tidak dirasakan hilangnya ego karena terikat kedalam satu system.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi dengan memahami hal-hal tersebut diatas, mendorong setiap individu dalam suatu organisasi formal, maka mereka akan terikat dalam sistem sehingga dapat menjawab mengapa mereka melakukannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Mengelola input dalam pendalaman pertumbuhan</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam pengelolaan input akan memperlihatkan bagaimana aktivitas biasa dapat berubah menjadi yang komplek sejalan dengan waktu, oleh karena itu mengapa kita harus memperhatikan kompleksitas ? Karena dengan adanya kompleksitas akan mendorong perkembangan personal untuk meningkatkan kemampuan yang bersangkutan dalam menjalankan aktivitasnya sehingga dapat diharapkan perilaku yang produktif dan selalu bertanggung jawab.</p>
<p style="text-align:justify;">Pertumbuhan kompleksitas melalui pengelolaan input dapat diungkapkan lebih lanjut sebagai berikut :</p>
<p style="text-align:justify;">A. titik awal dengan tantangan dan kemampuan yang rendah.</p>
<p style="text-align:justify;">B – C pada titik ini dengan kompleksitas lebih tinggi menuntut peningkatan keahlian<br />
C – D pada titik dengan tantangan yang tinggi berdampak kegelisahan, tapi juga harus<br />
siklus tersebut berlangsung berulang-ulang tanpa batas.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan pemahaman pertumbuhan kompleksitas, mengapa kita harus memprhatikannya karena kita akan belajar dari peta pengalaman sehari-hari yang terkait dengan hubungan antara tantangan yang bergerak akan meningkat, maka mendorong untuk meningkatkan keahlian pula sejalan dengan peta pengalaman yang menggambarkan adanya situasi seperti apati, jenuh, relaksasi, khawatir, control, gelisah, waspada, terfokus, bahagia.</p>
<p style="text-align:justify;">Sejalan dengan pemahman dari pengalaman tersebut diatas, mendorong kita untuk lebih memahami hubungan aktivitas dengan kualitas pengalaman yang terkait dengan hubungan tantangan dengan keahlian yang dapat menggambarkan hal-hal yang terkait dengan situasi seperti kesepian, kerja, makan, masalah keluarga dan konflik dalam kerja, kerja, cinta.</p>
<p style="text-align:justify;">MENGELOLA MENGALIRKAN PROSES INPUT DALAM PERUSAHAAN</p>
<p style="text-align:justify;">Yang sangat menentukan dalam mengubah input menjadi output melalui proses sebagai suatu aktivitas yang digerakan oleh peran tenaga kerja, oleh karena itu factor sumber daya manusia merupakan factor yang sangat menentukan tapi tidak berarti kita memahmi factor pendukung lainnya, dengan mngungkapkan halhal sebagai berikut :</p>
<p style="text-align:justify;">Membangun lingkungan kerja yang kondusif</p>
<p style="text-align:justify;">Lingkungan kerja yang kondusif akan mendorong setiap tenaga kerja harus mampu untuk menjalankan perannya dalam tugas, ini berarti menuju hidup yang lebih terarah yang sejalan  dengan perkembangan kompleksitas setia individu sebagai pekerja.</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itu, diperlukan pemahaman yang mendalam untuk memahami motivasi kerja orang dan beragam kerja sehingga kondisi lingkngan yang kondusif akan memberikan akses terhadap modal sumber daya manusia yang sangat dibutuhkan dengan mendalami hal-hal yang terkait dengan 1) memahami jenis pekerjaan yang tersedia ; 2) budaya kerja yang dapat mendorong orang membangun bersikap saling kebersamaan ; 3) berusaha untuk untuk menumbuhkan kesediaan yang timbul pada diri pekerja sendiri untuk dapat memberikan komitmen dalam pekerjaan</p>
<p style="text-align:justify;">Sejalan dengan pemikiran diatas, maka peran kepemimpinan sebagai entrepreneur yang ingin berhasil, maka perlu memikirkan hal-hal yang berkaitan dengan, apa yang harus terpikirkan mengenai  1) kondisi tempat kerja yang kondusif secara objektif dimana tempat kerja yang menarik ; 2) menemukan suatu cara untuk memberikan makna dan nilai pada pekerjaan ; 3) membangun kepuasan bagi pekerja.</p>
<p style="text-align:justify;">Mengembangkan pelaksanaan proses input dalam perusahaan</p>
<p style="text-align:justify;">Sejalan dengan perkembangan kondisi kerja yang berubah dan berubahnya makna serta nilai-nilai kerja diperlkan perhatian untuk mengembangkan pelaksanaan proses input dalam perusahaan agar setiap individu ditempat kerja yang harus mampu menyesuaikan dengan tuntutan perubahan itu sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itu, setiap individu harus mampu mnunjukkan perubahan sikap dan perilaku yang sejalan dengan tuntunan pelaksanaan proses input dalam perusahaan agar masih mampu meningkatkan pertumbuhan dalam kompleksitas di tempat kerja.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan memberikan perhatian bahwa pentingnya mengembangkan pelaksanaan proses input dalam perusahaan itu berarti peran kepemimpinan sebagai entrepreneur memahami benar bagaimana caranya mengadakan pendekatan untuk mengontrol modal psikologis yang dimiliki oleh setiap pegawai melalui pengakuan yang jelas terhadap keterkaitan antara kinerja dengan sikap sehingga dapat menuntun mereka secara terus menerus dalam kebersamaan yang sejalan dengan budaya perusahaan.</p>
<p style="text-align:justify;">MENGELOLA OUTPUT SEBAGAI WUJUD KEBAHAGIAN</p>
<p style="text-align:justify;">Bertitik tolak dari pemikiran atas kemampuan mengelola input dan mengelola proses untuk mewujudkan output sebagai kebahagian dari peran kepemimpinan entrepreneur bergantung kepada seberapa jauh ia mampu untuk mengkomunikasikan keputusan strategik yang dirumukan.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan keputusan strategik (visi, misi, tujuan, budaya, strategi) harus mampu dijabarkan kedalam arah posisi masa depan dan kinerja yang diharapkan dapat dicapai dengan terus menerus membangkitkan peran sumber daya manusia agar tumbuh komitmen yang dating dari diri yang bersangkutan dngan jalan mengungkit pemikiran sebagai berikut :</p>
<p style="text-align:justify;">Membangkitkan jiwa bisnis</p>
<p style="text-align:justify;">Menuju keberhasilan adalah suatu wujud kerjasama membuat impian menjadi kenyataan sangat bergantung kemampuan kepemimpinan entrepreur yang mampu menumbuh kembangkan jiwa bisnis dari para individu dalam menciptakan organisasi kewirausahaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itu, menanamkan jiwa bisnis adalah kunci keberhasilan karena ia merupakan manifstasi dari kompleksitas yang dicapai oleh system saraf manusia. Jadi mengelola output sebagai suatu system yang memiliki jiwa yang dapat memberikan energi kedalam sub-sistem sehingga melahirkan pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) atasnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan demikian, bila tertanamkan jiwa bisnis berarti kepemimpinan entrepreneur telah memfokuskan dalam kerja dan sedemikian efektif mengedepankan keputusan strategik dapat diwujudkan dari kerjasama yang dapat menyentuh jiwa dan  kebutuhan dalam usaha bersama mencapai kebahagian.</p>
<p style="text-align:justify;">Menciptakan output dalam hidup</p>
<p style="text-align:justify;">Bertitik tolak dari pemahaman jiwa bisnis, maka perlu diciptakan secara terus menerus untuk mengalirkan impian dalam hidup untuk menjadi entrepreneur dan oleh karena itu kemampuan menggerakkan kekuatan pikiran kedalam prioritas-prioritas yang hendak dilakukan yang dapat memberikan daya dorong kedalam keyakinan dalam mewujudkan impian dengan menunjukkan tujuan utama yang akan dilakukan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sejalan dengan pemikiran diatas, maka anda akan mampu menjawab hal-hal yang dapat memotivasi kekuatan pikiran mengenai kejelasan 1) siapakah anda ? ; 2) kemampuan menciptakan peluang ; 3) kemampuan menciptakan tempat yang tepat bagi anda ; 3) kemampuan menguasai kesadaran.</p>
<p style="text-align:justify;">Mengungkit hal-hal yang kita kemukakan diatas, maka jawabannya terletak dari usaha anda untuk membangun kebiasaan yang produktif dalam arti memahami makna ilmu sebagai informasi, pengetahuan sebagai keterampilan dan keinginan, dengan kebiasaan tersebut setiap orang menjadi mampu menciptakan output dalam hidup.</p>
<p style="text-align:justify;">Bisnis merupakan output dalam hidup masa depan</p>
<p style="text-align:justify;">Sekali anda membuat keputusan dan memiliki keyakinan diri dalam hidup masa depan untuk melakukan bisnis berarti anda mampu menjawab “akankah bisnis bertahan?”. Aktivitas bisnis akan terus hidup dan terus berkembang dengan model investasi yang dilakukan oleh penanam modal. Kompleksitas bisnis terus berkembang sejalan dalam meningkatnya kekuatan ekonomi yang mempengaruhi sikap stakeholders.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan gelombang perubahan yang komplek dan cepat dan kepemimpinan entrepreneur harus mampu menyesuaikan dengan tuntutan perubahan, tetapi yang menjadi masalah dalam hal ini akan terkait dengan “dapatkah dipertahankan prinsip-prinsip bisnis yang baik ?”</p>
<p style="text-align:justify;">“Bagaimana beroperasinya bisnis yang baik” sangat bergantung setiap pelaku dalam bisnis yang berusaha memberikan nilai tambah bagi stakeholders. Wujudnya ditentukan oleh sikap dan perilaku dari stakholders untuk membangun keseimbangan kepentingan.</p>
<p style="text-align:justify;">PENUTUP</p>
<p style="text-align:justify;">Peran kepmimpinan entrepreneur untuk menciptakan kerjasama membuat impian menjadi kenyataan dalam mewujudkan bisnis sebagai jalan kebahagian, dengan merumuskan kemampuan menglola input kedalam proses menjadi output dengan menumbuhkan secara berkelanjutan jiwa bisnis untuk mengungkit kekuatan pikiran dalam bersikap dalam menmbuhkan kebiasaan yang produktif yang bertolak dari pemikiran yang memberikan fokus peran sumber daya manusia yang sangat menentukan agar mampu melihat masa depan bisnis akan terus berjalan.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/suaraatr2025.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/suaraatr2025.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/suaraatr2025.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/suaraatr2025.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/suaraatr2025.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/suaraatr2025.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/suaraatr2025.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/suaraatr2025.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/suaraatr2025.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/suaraatr2025.wordpress.com/142/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suaraatr2025.wordpress.com&blog=1886949&post=142&subd=suaraatr2025&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suaraatr2025.wordpress.com/2009/01/26/entrepreuner-meniti-kebahagian-melalui-bisnis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bda4b6bab9990f2047d1080d8e33296f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">suaraatr2025</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PEMAHAMAN KONSEP PERSFEKTIF MANAJEMEN DALAM WAWASAN ENTREPRENEUR</title>
		<link>http://suaraatr2025.wordpress.com/2009/01/26/pemahaman-konsep-persfektif-manajemen-dalam-wawasan-entrepreneur/</link>
		<comments>http://suaraatr2025.wordpress.com/2009/01/26/pemahaman-konsep-persfektif-manajemen-dalam-wawasan-entrepreneur/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Jan 2009 09:31:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>suaraatr2025</dc:creator>
				<category><![CDATA[ENTREPRENEUR 40]]></category>
		<category><![CDATA[DALAM]]></category>
		<category><![CDATA[ENTREPRENEUR]]></category>
		<category><![CDATA[KONSEP]]></category>
		<category><![CDATA[PEMAHAMAN]]></category>
		<category><![CDATA[PERSFEKTIF. MANAJEMEN]]></category>
		<category><![CDATA[WAWASAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suaraatr2025.wordpress.com/?p=140</guid>
		<description><![CDATA[PENDAHULUAN
Membicarakan persfektif manajemen berarti ada sesuatu yang ingin kita ungkapkan dimana disatu sisi manajemen membicarakan seperangkat pengetahuan (apa yang harus dilakukan dan mengapa), keterampilan (bagaimana melaksanakan) dan keinginan (mau melakukan) tentang usaha manusia mencapai tujuan dengan memaksimumkan sumber daya yang tersedia secara produktif (efisein, efektif dan kualitas), sedangkan disisi lain persfektif membicarakan kemampuan berpikir strategis [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suaraatr2025.wordpress.com&blog=1886949&post=140&subd=suaraatr2025&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">PENDAHULUAN</p>
<p style="text-align:justify;">Membicarakan persfektif manajemen berarti ada sesuatu yang ingin kita ungkapkan dimana disatu sisi manajemen membicarakan seperangkat pengetahuan (apa yang harus dilakukan dan mengapa), keterampilan (bagaimana melaksanakan) dan keinginan (mau melakukan) tentang usaha manusia mencapai tujuan dengan memaksimumkan sumber daya yang tersedia secara produktif (efisein, efektif dan kualitas), sedangkan disisi lain persfektif membicarakan kemampuan berpikir strategis untuk melihat segala sesuatu di masa depan.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk menjadi seorang entrepreneur yang sukses dalam arti kemampuan yang bersangkutan untuk terus mengelelola daur hidup perusahaan yang perima, disamping terus dapat bertahan, tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan, maka diperlukan kemampuan berkir jangka panjang yang bertolak dari usaha menggerakkan kekuatan berpikir secara intuitif.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan penguasaan wawasan entrepreneur yang bersangkutan diharapkan memiliki keterampilan merumuskan lompatan-lompatan strategis untuk dapat memandang arah jangka panjang, oleh karena itu kemampuan berpikir strategis merupakan kebutuhan bagi setiap pemimpin masa depan, tanpa kemampuan itu sangat sulitlah ia menerapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk menggerakkan orang dalam usaha untuk mencapai tujuan yang diharapkan, jadi tidak heran banyak pemimpin menguasai informasi tapi ia tidak mampu memanfaat informasi menjadi berguna.</p>
<p style="text-align:justify;">Sejalan dengan pemikiran diatas, maka kepemimpinan entrepreneur masa depan sangat ditentukan kemampuannya untuk menggerakkan kemampuan berpikir dalam kerangka persfektif artinya ia memiliki kemampuan mengungkapkan situasi dalam gelombang perubahan karena perubahan akan selalu ada dimana-mana sehingga pemahaman yang mendalam memanfaatkan otak dan hati dalam mewujudkan antisipasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Entrepreneur berwawasan yang mampu menggerakkan kekuatan berpikir  dalam melahirkan ide-ide baru sebagai langkah untuk membangkitkan kekuatan kreatifitas dari mimpi menjadi sesuatu yang dapat meletakkan landasan yang kuat dalam merumuskan antsipasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Antisipasi adalah keterampilan baru untuk menggerakkan kemampuan yang terkait dalam pemikiran analisis strategis dimana ia mampu mengungkapkan segala sesuatu yang belum terjadi. Inilah keterampilan yang sangat perlu.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi entrepreneur berwawasan akan mampu menggerakkan kekuatan kemungkinan berpikir intuitif dengan mengungkapkan persfektif dari hasil analisis strategis sebagai satu usaha untuk meramalkan sesuatu yang harus dihindari dimasa depan, maka dengan melaksanakan manajemen yang benar diharapkan kita mampu untuk menciptakan peluang-peluang dalam masa ketidak pastian.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan pemikiran diatas, mendorong entrepreneur berwawasan untuk kembali memikikan konsep manajemen persfektif sebagai kemungkinan berpikir untuk mendorong pemahaman mengenai persfektif, manajemen dan manajemen persfektif dengan pendekatan dari penguraian huruf dari kata menjadi kata yang bermakna.<span id="more-140"></span></p>
<p style="text-align:justify;">PERSFEKTIF DARI SISI HURUF MENJADI KATA BERMAKNA</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk mengungkit kekuatan kemungkinan berpikir melalui alat pikir dari kesadaran, kecerdasan dan akal dalam proses berimajinasi terhadap suatu situasi, maka diperlukan pendekatan untuk mengerakkannya, dalam hal ini bagi seorang entreprenaur berwawasan memanfaatkan apa yang disebut pendekatan  dari huruf dalam kata persfektif , bila kita uraikan maka setiap huruf akan menjadi satu kata yang bermakna yaitu :</p>
<p style="text-align:justify;">P  menjadi kata Perencanaan<br />
E menjadi kata Esensi<br />
R menjadi kata Relokasi<br />
S menjadi kata Sumber daya<br />
F menjadi kata Faktor<br />
E menjadi kata Ekonomi<br />
K menjadi kata Keterampilan<br />
T menjadi kata Teknologi<br />
I menjadi kata Informasi<br />
F menjadi kata Fondasi</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan menguraikan huruf menjadi kata yang bermakna diatas, maka kita dapat pula merumuskan makna kata Persfektif sebagai sesuatu wawasan kemungkinan berpikir sebagai berikut :</p>
<p style="text-align:justify;">PERSFEKTIF adalah PERENCANAAN analisis strategi sebagai ESENSI merumuskan hal-hal yang berkaitan dengan RELOKASI terhadap SUMBER-DAYA sebagai satu FAKTOR penentu EKONOMI keberhasilan dengan memanfaatkan KETERAMPILAN dalam TEKNOLOGI dan INFORMASI  sebagai FONDASI dalam mewujudkan keputusan strategik.</p>
<p style="text-align:justify;">Pemahaman kata persfektif yang dirumuskan diatas diharapkan akan menjadi alat pendorong sikap dan perilaku agar semua rumusan dalam kerangka berpikir ANTISIPATIF mampu meramalkan keputusan strategik.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan pemanfaatan otak dan hati dalam kerangka kemampuan berpikir antisifatif dengan menggerakkan kompetensi agar komponen memahami apa yang dapat mempengaruhi, cara berpikir yang dalam mencari jawaban lebih dari satu arah, lebih terfokuskan, mampu menggambarkan jalan yang akan ditempuh, maka keseluruhan proses berpikir itu disebut analisis strategis.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi merumuskan persfektif akan memberikan hasil yang memuaskan bilamana kompetensi untuk membuat satu analisa strategis dipenuhi sehingga informasi yang tersedia dapat dimanfaatkan sebagai langkah untuk membuat antisipasi yang lebih terarah, terpadu dan kompeherensip.</p>
<p style="text-align:justify;">MANAJEMEN DARI SISI HURUF MENJADI<br />
KATA BERMAKNA</p>
<p style="text-align:justify;">Kata manajemen terdiri dari beberapa huruf, bila kita uraikan dari huruf menjadi kata bermakna, akan memberikan petunjuk kedalam operasionalnya artinya bagaimana anda menerapkannya dalam pelaksanaan. Jadi huruf dalam kata manajemen dapat diuraikan sebagai berikut :</p>
<p style="text-align:justify;">M menjadi kata Mengelola<br />
A menjadi kata Aktiva<br />
N menjadi kata Nilai tambah<br />
A menjadi kata Akseptasi<br />
J menjadi kata Jaminan<br />
E menjadi kata Ekuitas<br />
M menjadi kata Masa depan<br />
E menjadi kata Emisi<br />
N menjadi kata Naik</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan menguraikan huruf menjadi kata bermakna diatas, maka kita dapat pula merumuskan manajemen dari sisi huruf menjadi kata bermakna sbb.:</p>
<p style="text-align:justify;">MANAJEMEN adalah Kemampuan dalam MENGELOLA penggunaan sumber daya yang tercantum sebagai AKTIVA untuk mewujudkan NILAI TAMBAH ekonomis ( economic value added) menjadi AKSEPTASI untuk memberikan JAMINAN atas EKUITAS yang ditanam sebagai EMISI akan NAIK sejalan dengan pertumbuhan usaha.</p>
<p style="text-align:justify;">Pemahaman manajemen yang dikemukakan diatas mendjadi satu kekuatan bagi pemimpin bertanggung jawab dalam menjamin pertumbuhan usaha yang berkelanjutan dan selalu siap memasuki gelombang ketidak pastian menjadi peluang.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi manajemen haruslah dipandang bukan saja dalam arti abstrak tetapi juga dipandang dari konkrit artinya manajemen sebagai keterampilan membutuhkan kompetensi tertentu. Dengan keterampilan itu bagi pemimpin akan selalu mampu menggerakkan sumber daya manusia untuk dapat memaksimumkan sumber daya yang lain dalam mewujudkan tujuan yang hendak dicapai.</p>
<p style="text-align:justify;">Keterampilan tertentu tersebut harus dikembangkan menjadi kompetensi dalam manajerial, organisasi, teknik dan informasi sehingga manajemen dapat dipahami dalam arti praktis yang dapat diaktualisasikan kedalam sikap dan perilaku yang bersifat yang proaktif</p>
<p style="text-align:justify;">Sikap dan perilaku proaktif akan mampu mendorong kemampuan dalam kompetensi tertentu dengan memanfaatkan manajemen dari kebiasaan memecahkan masalah menjadi menghindari masalah.</p>
<p style="text-align:justify;">PERSFEKTIF MANAJEMEN  (P.M.)</p>
<p style="text-align:justify;">Pada bagian terdahulu telah diutarakan pemahaman secara umum dan dari sisi huruf menjadi kata yang bermakna atas persfektif dan manajemen, maka bila kedua kata itu disatukan menjadi persfektif manajemen berarti kita melihat dari sisi bagaimana seharusnya ia diaplikasikan menjadi kenyataan dalam praktek.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan pemahaman itu, maka aplikasi PERSFEKTIF MANAJEMEN disini kita maksudkan adalah penguasaan seperangkat pengetahuan dan keterampilan  yang dapat  memberi kekuatan kepemimpinan dalam mewujudkan keinginan agar dapat memberikan motivasi dalam menciptakan keseimbangan kepentingan individu, kelompok dan organisasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Pengetahuan, keterampilan dan keinginan tersebut harus ditumbuh kembangkan menjadi suatu kebiasaan yang produktif untuk mendukung kemampuan dalam pemikiran strategis, jangka panjang dan pendek dalam organisasi dan menjadi pendorong lahirnya kompetensi manajerial, teknik, informasi dan organisasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Kemampuan-kemampuan tersebut harsulah dapat dipandang sebagai satu kebiasaan yang produktif yang menunjukkan kekuatan-kekuatan dan atau kelemahan-kelemahan artinya dari sisi kekuatan-kekuatan akan berdampak mendukung keberhasilan persfektif, posisi dan performa, sebaliknya dari sisi kelemahan-kelemahan akan menghambat keberhasilan.</p>
<p style="text-align:justify;">KEMAMPUAN DALAM KOMPETENSI MANAJERIAL</p>
<p style="text-align:justify;">Pada tingkat eksekutip akan ditunjukkan kemampuan manajerial yang kuat dan terbangun dari kebiasaan yang efektif yang tumbuh dari pengalaman dan pengembangan bakat yang tersembunyi.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan kemampuannya para eksekutip mengarahkan organisasi melalui kondisi lingkungan yang dinamik. Para eksekutip pembuat keputusan tingkat atas dengan melaksanakan penelitian strategis akan menghasilkan antisipasi dengan baik pula dari kemampuan mengidentifikasi situasi, merumuskan masalah (strategik, pokok dan insidentil), menyeleksi serta membuat solusi penyelesaian secara tepat dan benar yang ditunjukkan dalam membuat pilihan-pilihan strategi yang sempurna di dalam  berbagai kondisi diatas lingkungan yang beragam dan komplek adanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sedangkan pada peringkat manajemen menengah dimana kemampuan akan manejerialnya lebih terfokuskan kedalam kegiatan untuk menterjemahkan keputusan strategik agar dapat dilaksanakan. Sebaliknya pada kemampuan manajerial operasional dapat membantu mengaktualisasikan seluruh strategi organisasi di dalam jangka pendek.</p>
<p style="text-align:justify;">KEMAMPUAN DALAM KOMPETENSI TEKNIK</p>
<p style="text-align:justify;">Kemampuan teknik dapat memperkuat dan atau memperlemah pencapaian keputusan strategik dalam lingkungan tugasnya yang terletak di dalam area-area teknologi produk baru, teknologi proses, teknologi pendukung operasi serta manajemen sumber daya manusia.</p>
<p style="text-align:justify;">Operasi yang mendukung teknologi adalah teknik-teknik, prosedur-prosedur dan sistem-sistem yang dimiliki oleh organisasi yang secara langsung dapat menyokong teknologi produk dan proses yang mampu meningkatkan kemampuan untuk bersaing.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan berbagai teknik-tenik dan sistem-sistem mampu mentranformasikan informasi dengan kecepatan tinggi keluar. Begitu pula teknologi dukungan seperti teknik pengolahan pesanan, sistem logistik dan sebagainya.</p>
<p style="text-align:justify;">KEMAMPUAN DALAM KOMPETENSI INFORMASI</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan informasi dapat membantu organisasi memasuki persaingan secara efektif di dalam pasar-pasar produknya yang disebut dengan kemampuan informasional.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan memiliki kemampuan yang berhubungan dengan informasi luar mengenai lingkungan perusahaan, pasar dan pesaingnya, akan memberikan keuntungan lebih dari yang lainnya sehingga bagi organisasi yang memiliki kemampuan informasional tersebut mudah memasuki ekonomi dunia tanpa batas dan mampu menciptakan peluang dari ketidak pastian.</p>
<p style="text-align:justify;">Kemampuan informasional termasuk sistem imformasi manajemen untuk mendukung komunikasi antar unit kerja menjadi efektif dan efesien karena dapat mengurangi kesalahan dan dapat tanggap atas perubahan lingkungan.</p>
<p style="text-align:justify;">KEMAMPUAN DALAM KOMPETENSI ORGANISASI</p>
<p style="text-align:justify;">Kemampuan dalam mendayagunakan peran-peran keorganisasian dalam merumuskan kerja, jabatan atau kedudukan, peran, pekerjaan, fungsi dan tugas akan mendukung terciptanya suatu pengorganisasian yang fleksibel dan mudah dikontrol.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan kemampuan itu pula dapat memberikan daya dorong untuk supaya mudah memotivasi dan efektivitas peran dalam mengoptimalkan potensi karyawan. Sejalan dengan itu memungkinkan untuk membangun hubungan horizontal, vertical dan diagonal dalam mewujudkan keharmonisan dan koordinasi dalam pekerjaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Memiliki kemampuan untuk menggerakkan dan menumbuhkan partisipasi serta komitmen dalam organisasi untuk setiap perubahan, oleh karena itu diperlukan persyaratan terciptanya iklim organisasi yang sehat.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan terciptanya iklim organisasi yang sehat berarti ditopang oleh „budaya organisasi yang diformalkan“ yang dapat menuntun sikap dan perilaku dari setiap warga organisasi Jadi budaya organisasi yang diformalkan berarti ada kejelasan yang terkait dengan nilai, norma, wewenang dan ganjar, sebagai pedoman yang dapat diterima oleh semua pihak dalam organisasi disatu sisi dan disisi lain diperlukan pula hal-ha yang terkait dengan transparan dan tanggung jawab sosial</p>
<p style="text-align:justify;">PENUTUP</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk mendukung pemahaman persfektif manajemen agar dapat diaplikasikan kedalam suatu organisasi yang efektif dan mudah dikontrol dibutuhkan kesungguhan untuk membangun kebiasaan yang produktif artinya diperlukan peningkatan yang berkelanjutan atas pengetahuan yang diperoleh dari informasi, keterampilan yang diperoleh dari pengalaman dan keinginan yang sejalan dengan sikap dan perilaku untuk menyesuaikan dengan tuntutan perubahan</p>
<p style="text-align:justify;">Maka seperangkat kebiasaan yang produktif menjadikan pondasi yang selalu ditumbuh kembangkan sebagai usaha-usaha pengembangan sumber daya manusia agar ia selalu siap beradaptasi terhadap gelombang perubahan yang terus bergerak tanpa berakhir.</p>
<p style="text-align:justify;">Sejalan dengan pemikiran itu maka diperlukan pilar-pilar sebagai tonggak untuk menahan setiap perubahan artinya selalu siap menghindari masalah, sehingga ia mampu berpikir, bekerja dan belajar sebagai tonggak perjalanan hidupnya.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/suaraatr2025.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/suaraatr2025.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/suaraatr2025.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/suaraatr2025.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/suaraatr2025.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/suaraatr2025.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/suaraatr2025.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/suaraatr2025.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/suaraatr2025.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/suaraatr2025.wordpress.com/140/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suaraatr2025.wordpress.com&blog=1886949&post=140&subd=suaraatr2025&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suaraatr2025.wordpress.com/2009/01/26/pemahaman-konsep-persfektif-manajemen-dalam-wawasan-entrepreneur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bda4b6bab9990f2047d1080d8e33296f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">suaraatr2025</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>