26. KEPEMIMPINAN MEMPENGARUHI SESUAI DENGAN KEINGINAN ANDA
1. PENDAHULUAN
Sejalan dengan fungsi kepemimpinan, maka peran dalam usaha untuk bisa mempenguruhi orang lain dalam rangka kebutuhan bagi mereka yang dapat menyesuaikan dengan kebutuhan peruhan pada dirinya sangat bergantung atas cara anda mempenguruhinya. Keinginan anda dapat dicapai juga bergantung pada kebutuhan atas perubahan itu sendiri.
Oleh karena itu, kekuatan kebiasaan pikiran kepemimpinan anda haruslah bertumpu kepada kemampuan anda dalam memikirkan hal-hal yang terkait dengan :
Pertama, anda harus mampu memperlihatkan keteladanan yang menunjukkan keberhasilan anda sebelumnya sehingga mampu meyakinkan mereka yang sejalan dengan keinginan mereka.
Kedua, anda harus mampu mengajak mereka dalam meyakini apa yang anda inginkan bukan sebaliknya.
Ketiga, anda harus mampu mengelola situasi yang dapat menimbulkan soal-soal dari ketidak puasan.
Keempat, anda harus memiliki keunggulan dalam bersaing sebagai suatu kekuatan dalam membangun kebiasaan dalam keinginan
Kelima, anda harus memiliki suatu keinginan yang kuat yang di topang oleh kekuatan niat anda yang sejalan dengan tuntutan perubahan yang berhasil.
Dengan mengungkapkan kelima hal diatas, maka peran kemimpinan yang berhasil dalam mempengaruhi yang sejalan dengan keinginan anda, maka anda harus mampu secara terus menerus meningkatkan kebiasaan berpikir dalam ketaatan dan berpikir positif.
2. KETELADANAN
Kunci pertama adalah kemampuan anda harus mampu memperlihatkan keteladanan yang menunjukkan keberhasilan anda sebelumnya sehingga mampu meyakinkan mereka yang sejalan dengan keinginan mereka, oleh karena itu dengan kebiasaan sikap dan perilaku yang memandang setiap orang memiliki potensi untuk di hargai.
Sejalan dengan pemikiran diatas, maka anda harus berkemampuan untuk membuat agar orang lain tertarik karena pergaulan anda, sering muncul dihadapan mereka, saling menghormati, memiliki kebersamaan, menarik simpati, mampu menyesuaikan diri, bersikap positif, tunjukkan anda manusia biasa, kesiapan menerima bila dimanfaatkan.
Dengan memperhatikan kebiasaan kekuatan pikiran diatas, mendorong agar terwujud agar siapapun memandang anda samgat menarik yang dikarenakan oleh apa yang disebut dengan kekuatan emosi, gaya hidup anda, harga diri dan saling bisa menerima.
Oleh karena itu, dengan kekuatan keteladanan, melahirkan kesan yang mengagumkan sehingga mewujudkan manfaat dalam setiap hubungan yang menarik, yang mampu mendorong makna keteladanan anda dari wujud agar tampil tenang, percaya diri dan mampu mengendalikan dalam situasi apapun.
3. KEKUATAN DALAM MEYAKINI
Kunci kedua, seberapa jauh kemampuan anda mengajak mereka dalam meyakini apa yang anda inginkan bukan sebaliknya. Dengan kebiasaan pikiran tersebut membuat kemampuan anda lebih mampu menilai mengenai orang lain.
Sejalan dengan pikiran diatas, seberapa jauh anda mampu menilai orang lain yang terkait dengan perhatian, kesetiaan, kebanggaan, kejujuran, penghargaan dan pengorbanan. Dengan kemampuan menilai hal-hal tersebut berarti anda memiliki keyakinan sebagai teman sejawat sejati.
Dengan meneliti kebiasaan pikiran diatas berarti anda sampai pada satu gambaran mengenai gambaran orang lain atas setiap apa-apa yang diungkapkannya adakah mengandung kebenaran.
Berdasarkan kebiasaan pikiran diatas akan mampu menuntun anda dalam satu kekuatan pikiran dalam menilai orang lain, apakah yang bersangkutan sekedar memanfaatkan anda untuk kepentingan pribadinya.
Berdasarkan kebiasaan pikiran diatas menjadi satu kekuatan baru dalam kemampuan anda meningkatkan keterampilan mencoba seberapa jauh anda menilai orang lain sedang menguji anda dalam setiap situasi apapun.
Dengan kekuatan pikiran yang terbangun diatas berarti ada kemampuan untuk mendalami tentang pikiran orang lain dan mendorong kedalam pikiran anda agar orang tersebut membuka apa yang dipikirkan.
4. MENGELOLA SITUASI
Kunci Ketiga, anda harus mampu mengelola situasi yang dapat menimbulkan soal-soal dari ketidak puasan dengan begitu anda mampu mengelola setiap situasi dalam rangka mempengaruhi sikap, kepercayaan, dan pandangan orang lain.
Sejalan dengan kebiasaan pikiran diatas berarti anda mampu mendrong agar siapa pun mampu segera berbuat dalam situasi apa pun. Dengan begitu anda mampu mewujudkan kerjasama dengan orang lain dengan memperhatikan hal-hal yang terkait dengan apa yang kita sebut dalam ketentuan batasi pilihan, berikan batas waktu, wujudkan agar ada kemampuan berpikir yang konsisten yang mampu menuntun kedalam pemikiran dalam harapan, kemampuan memproses informasi dan wujudkan ganjar kedalam insentif.
Berdasarkan pokok pikiran yang diungkapkan diatas, berarti anda berusaha untuk mewujudkan apa yang terpikirkan agar orang lain menerima saran anda, dengan begitu orang lain akan berusaha menepati apa yang diucapnya dan sejalan dengan pikian tersebut mendorong adanya keinginan orang lain mengubah pandangannya.
Dengan mendorong hal-hal yang diutarakan diatas, berarti anda berusaha untuk mewujudkan apa-apa yang anda inginkan dengan siapa pun atas dasar pikiran yang harus diidentifikasi kedalam apa yang kita sebut dengan hal-hal yang terkait dalam unsur aktu, balas budi, masa bodoh, suasana hati, ketidakpuasan dan empati, kesamaan, konsisten dalam pikiran dan batin, membujuk dengan ketladanan, kesimbangan dalam ego dan dampak dari keuletan.
Dengan kemampuan mewujudkan apaapa yang terpikirkan diatas, maka diperlukan pemahaman yang mendalam yang terkait dengan kepemimpinan disatu sisi memahami apa yang disebut dengan kepribadian pemimpin dan mekanisme kepemimpinan.
Yang terkait dengan kepribadian pemimpin adalah menyangkut hal-hal yang terkait dengan kemamuan mengidentifikasi, kerendahan hati, gaya, pengaruh pribadi. Sedangkan yang terkait dengan mekanisme kepemimpnan adalah simpati dan dukungan orang banyak yang menggambarkan tingkat partisipasi.
Dengan memperhatikan hal-hal yang telah kita utarakan diatas, maka anda harus memiliki kemampuan menghadapi tantangan apa yang anda inginkan tapi sebaliknya ada kemungkinan orang lain menginginkan yang sebaliknya, oleh karena itu anda harus memikirkan dalam mewujudkan satu kekuatan pikiran dalam kekompakan melalui apa yang kita sebut dengan kebiasaan pikiran dalam konsistensi, keluwesan, memecah belahdan menaklukkan, menuntun agar tetap disukai, menuntun sudut pandangan baru, mewujudkan dukungan pihak luar.
5. KEUNGGULAN
Kunci keempat, anda harus memiliki keunggulan dalam bersaing sebagai suatu kekuatan dalam membangun kebiasaan dalam keinginan anda agar ia mau melakukannya pada saat anda berhadapan dengan orang-orang yang baik, jujur dan sopan.
Oleh karena itu, hanya dengan keunggulan anda dapat memenangkan persaingan atas orang lain, itu tidak berarti anda yang terpintar melainkan anda memiliki kemampuan melakukan hal-hal yang tepat.
Dengan kekuatan kebiasaan pikiran anda sangat dipengaruhi oleh kebiasaan anda dalam bersikap dan berperilaku yang ditunjukkan dalam :
Pertama terkait diri anda sendiri dengan memahami dan mendalami secara psykologis kedalam kebiasaan pikiran yang digerakkan kekuatan intuisi anda sehingga anda dengan memiliki kemampuan wawasan dan imajinasi anda selalu siap meningkatkan penampilan anda yang berkinerja yang maksimal.
Sejalan dengan kebiasaan tersebut munculkan kebiasaan agar pikiran anda menjadi fokus dan anda mampu keluar dari ego anda melalui pikiran yang digerakkan secara berkonsentrasi hanya pada tujuan, sehingga anda mampu secara teratur melatih kekuatan pikiran intuisi anda, disamping itu anda telah memikirkan alternatif dalam bertindak bila tidak sesuai dengan rencana pikiran anda yang pertama.
Kedua terkait dengan kemampuan anda menguasai medan perang, dengan begitu secara psikologis anda telah maju selangkah untuk meraih kemenangan dalam bertindak sehingga dorongan menggerakkan kekuatan pikiran kedalam fasilitasi sosial bergerak secara otomatis dengan kebiasaan mengungkit daya ingat anda untuk menyerang lawan anda sebelum yang bersangkutan mampu berpikir.
Dengan demkian beri ruang gerak anda untuk selalu berpikir jangan beri celah untuk berbuat kesalahan yang ditimbulkan oleh pikiran anda sendiri, oleh karena itu selalu anda belajar secara berkelancuan dari pengalaman orang lain dalam membuat kesalahan sendiri dalam ketidak mampuan menguasai medan peran.
6. KEKUATAN NIAT
Kunci kelima, anda harus memiliki suatu keinginan yang kuat yang di topang oleh kekuatan niat anda yang sejalan dengan tuntutan perubahan yang berhasil.
Dengan pikiran tersebut anda memulai sesuatu agar hidup menjadi lebih mudah karena kemampuan anda berpikir tidak saja secara metodis tetapi juga secara non-metodis. Kekuatan kebiasaan yang non-metodis artinya berpikir dengan menghayati harus menjadi keungguan anda karena disitu anda mampu meningkatkan pikiran secara berkelanjutan kedalam wawasan dan imajinasi anda yang menjadi dominan dalam menjalankan peran kepemimpinan. Tanpa kebiasaan pikiran yang ditopang oleh daya kemauan yang kuat anda akan mampu dan selalu siap mnghadapi tantantangan apa yan disebut dengan menjengkelkan dan frustrasi yang mendorong sulit dengan kecepatan mengatasi situasi-situasi yang sulit. Dengan kebiasaan pikiran tersebut anda memliki satu kekuatan meraih posisi yang menguntungkan setiap saat.
Dengan memanfaatkan kekuatan berpikir intuisi berarti kekuatan keteladanan anda mampu memberikan inspirasi bagi orang lain untuk menghubungi anda dengan memberikan respon yang cepat karena orang juga tergerak dalam pikirannya untuk memberi maaf atas kesalahan anda, oleh karena itu dengan kebiasaan pula anda mampu menyampaikan setiap saat atas suatu peristiwa bila ada yang tidak menenangkan.
Kebiasaan pikiran tersebut memberikan inspirasi sejalan dengan niat anda untuk menumbuh kembangkan kebiasaan-kebiasaan pada orang lain agar ia mampu merubah jalan pikirannya yang terkait sikap dan perilaku seperti meminta kembali apa yang anda pinjamkan kepadanya, iapun mampu mengungkapkan pikiran tanpa merasa bersalah, cara mengubah jalan pikiran orang lain yang selalu bertahan diri mau menang sendiri, anda mampu mendorong agar kebiasaan berpikir secara terbuka tanpa topeng kepalsuan, secara tidak sadar anda mampu memecahan setiap keluhan, cara mendapatkan saran yang baik dari orang lain, atau menghadapi dengan orang yang mngajukan pertanyaan yang tidak masuk akal anda dan sebagainya.
7. PENUTUP
Apapun yang kita pikirkan untuk mengubah suatu keadaan agar dapat menangkap yang anda pikirkan untuk perubahan yang kita inginkan, ditentukan oleh kebiasaan hidup anda oleh karena itu tidak ada gunanya menangisi yang telah berlalu, sehingga ungkitlah daya ingat anda sejalan dengan keinginan anda yang di topang dengan pemikiran niat yang kuat.
Jadi mengubah jalan pikiran agar orang mampu mengikuti jalan pandangan anda maka disitu terletak kesiapan anda untuk mempengaruhi agar orang lain mampu untuk berpikir dari yang tidak tahu menjadi tahu. Inilah kekuatan yang harus kita tanamkan pada diri kita agar kebiasaan „seringlah memberi tapi jangan mengharapkan balasan.
Bertolak dari landasan berpikir diatas, maka tuntunlah kebiasaan pikiran anda kedalam usaha-usaha meningkatkan kedewasaan berpikir rohaniah, sosial, emosional dan intelektual agar mampu meningkatkan unsur jiwa dalam kesadaran, kecerdasan dan akal sebagai alat penggerak anda berpikir.
