24. KEPEMIMPINAN MENGUBAH NASIB DALAM USAHA MENCAPAI KEBAHAGIAN
1. PENDAHULUAN
Kepemimpinan dengan kebiasaan yang produktif, mampu menggapi cita-cita, namun perubahan itu harus diawali dengan kemampuan kepribadian yang mampu mendorong keputusan untuk berubah. Keputusan untuk berubah menjadikan satu kekuatan untuk menuntun ke jalan menuju perubahan yang sesungguhnya.
Oleh karena itu renungkan apa yang tertuang dalam QS. 13 : 11“ Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.“
Dengan mendalami ungkapan diatas, kita harus mengenal diri sendiri, untuk itu kita mulai berpikir dari mana dan untuk apa kita diciptakan ? Dengan apa kita bahagia, dan hal-hal apa saja yang akan membuat kita sengsara. Oleh karena itu, kekuatan perubahan akan membuat kita melakukan lompatan jauh dalam hidup menuju masa depan yang lebih indah, bahagia dan sejahtera.
Sejalan dengan pikira diatas, maka dengan kebiasaan yang produktif, kita mampu mengungkit pikiran untuk mendalami antara kepentingan dunia dan akhirat sehingga dapat menempatkan unsur jiwa sebagai alat pikir berupa kesadaran, kecerdasan dan akal kedalam sikap dan perilaku yang ditopang oleh kekuatan berpikir dalam KETAATAN dan BERPIKIR POSITIF dari kebiasaan berpikir MAKSIAT dan BERPIKIR NEGATIF.
Dengan kekuatan berpikir dalam „ketaatan dan positif“ mendorong orang akan berusaha menempuh perjalanan hidup abadi sebagai kebiasaan yang harus ditumbuh kembang dalam bersikap dan berperilaku, oleh karena itu tidaklah heran bila usaha MENGUBAH NASIB sejalan dengan pikiran antara kepentingan dunia dan akhirat menjadi keinginan yang bertolak dari daya kemauan yang kuat untuk menggapai takdir kedalam mengubah nasib.
Dengan demikian, renungkan kembali apa-apa yang terkait dalam pemahaman kita seperti apa yang telah kami tulis „Menuai perjalanan hidup abadi melalui kemampuan menemukan jati diri dalam melibatkan keagungan Allah“.
2. RENTANGKAN ANTARA PIKIRAN DAN KEADAAN
Sering orang mengungkapkan „pikir itu pelita hati“, maka doronglah daya ingat anda untuk merentangkan antara pikiran dan keadaan, oleh karena itu maka segala sesuatu supaya lebih sempurna, pikirkanlah sebelumnya.
Dengan begitu kita menyadari sepenuhnya bahwa hidup kita dibentuk oleh pikiran kita sendiri, sehingga anda sedang memilih pemikiran-pemikiran yang menciptakan keadaan anda dan keadaan yang akan membentuk kehidupan anda.
Setiap kita berjalan dimana setiap persimpangan, kita temukan anak. dewasa dan tua, mereka menadah tangan untuk meminta balas kasihan, mereka mengatakan adalah korban keadaan karena sulitnya mencari kerja dan sebagainya.
Anda akan menjumpai orang-orang yang menganggap bahwa mereka adalah hasil dari keadaan mereka, apakah baik dan atau buruk, terbayangkan dalam pikiran ini tentang kesempatan yang diberikan dan atau tidak diberikan kepadanya. Mereka mungkin bersyukur atas pendidikan yang mereka tempuh dan atau mengeluhkan fakta mereka tidak menikmati pendidikan.
Dengan begitu adalah benar bahwa pendapatan, status, pendidikan, kasta, cara dibesarkan, lingkungan, keluarga dan banyak keadaan lain akan mempengaruhi dan bahkan menentukan tempat anda dalam kehidupan.
Timbul pertanyaan dalam pikiran ini, siapa yang menciptakan keadaan-keadaan tersebut ?, Orang tua andakah ? Lingkungan anda ? Nasib anda? Takdir anda ? Allah ?
Renungkan, dampak pemikiran terhadap keadaan. Kekuatan kebiasaan pikiran dapat kita ibaratkan kebun, yang dapat dibudidayakan secara cerdas, dan atau dibiarkan menjadi liar, Jelasnya kebun itu akan membuahkan hasil.
Anda dapat membayangkan bahwa seperti halnya seoran tukang kebun harus merawat lahannya, begitu pula halnya anda harus merawat kebun pikiran anda tentang kekurangan, keterbatasan, dan hal-hal negatif, oleh karena itu anda harus merawat memupuk dan merawat pemikiran tentang kebahagian, keberhasilan dan tujuan yang pasti.
Sejalan dengan pikiran diatas, maka anda akan sampai pada pernyataan yang mendalam bahwa anda bukanlah korban keadaan anda melainkan justru arsitek keadaan anda. Sebab pemikiran-pemikiran anda sendirilah yang membentuk karekter anda, menciptakan keadaan anda dan menentukan takdir anda pada akhirnya.
Dengan begitu bahwa keadaan dan lingkungan eksternal kehidupan anda adalah berhubungan langsung dengan kondisi internal anda. Hal terpenting yang mungkin anda pelajari tentang keberhasilan, kemakmuran, dan kebahagian adalah bahwa pemikiran dan karekter adalah satu.
3. MENGUNGKIT KEKUATAN TUJUAN YANG JELAS
Selama ini perjalanan hidup saya sehat, bahagia dan sukses, tapi dapatkah anda membayangkan yang paling naas adalah „impian yang menjadi kenyataan“ yang paling banyak dialami manusia. Tapi kenyataannya anda sakit, tidak bahagia, miskin dan menderita.
Hal yang terpenting, pada akhirnya saya percaya bahwa saya bertaggung jawab atas segala yang telah terjadi dalam kehidupan saya baik yang baik maupun yang buruk.
Apakah anda memahaminya ? Apakah anda sadar bahwa anda bisa mewujudkan segala kbaikan dan hidup sehat, bahagia dan makmur ? Bagaimanapun ketika anda merasa bahwa hal-hal tersebut menjadikan anda sebagai korban, hal itu menjadi realitas yang sangat penting tentang efek kekuatan pemikiran anda dan unsur-unsur pikira anda terhadaop keadaan anda karekter anda dan takdir anda.
Jadi anda menciptakan keadaan anda sendiri dengan pemikiran yang anda dahulukan., sehingga memperbaiki pemikiran yang anda dahulukan, tapi disamping itu hingga pemikiran anda dikaitkan dengan maksud yang pasti, anda tidak bisa mengalami kemakmuran sejati yang ada adalah hak anda sejak lahir.
Sebahagian besar orang hanyalah reaksi terhadap apa pun yang sedang terjadi di dunia disekeliling mereka. Mereka memiliki pemikiran yang acak tidak jelas tujuannya dan hanyut dari drama yang satu ke derama yang lain. Oleh karena itu mereka tidak mempunyai maksud yang pasti. Karena mereka berpikir bahwa mengurus diri sendiri itu memeentingkan diri sendiri dan mereka berpikir bahwa mementingkan diri sendiri itu jahat, mereka berupaya membuat semua orang lain senang. Yang tentunya membuat semua orang justru tidak senang.
Jadi, milik mereka yang paling mendekati maksud yang pasti hanyalah menghindari konflik, dan memastikan tidak ada orang yang terlalu marah terhadap mereka. Bukan saja anda harus mempunyai maksud yang pasti, anda juga harus menjadikan maksud tersebt fokus sentral pmikiran anda sehari-hari. Anda harus menjadikan maksud anda tersebut kewajiban trtinggi anda dengan mata selalu terarah pada sasaran. Ketika anda melakukannya, anda sungguh mengendalikan pemikiran yang anda dahulukan, dan hal itu menciptakan cara berpikir anda. Dan cara berpikir anda itulah yang menentukan seberapa sukses anda nantinya dalam kehidupan ini.
Dengan mengungkit kebiasaan pikiran diatas, maka prosenya adalah :
Petama, Mempunyai tujuan yang hakiki membantu anda mengarahkan pemikiran-pemikiran anda.
Kedua, Pemikiran-pemikiran tersebut menentukan cara berpikir anda.
Ketiga, Cara berpikir anda menentukan seberapa sukses anda nantinya.
3. RUBAH CARA BERPIKIR ANDA
Memamg sulit merubah cara berpikir namun dengan kekuatan kebiasaan menemukan jati diri, oleh karena itu tidak ada gunanya menangisi yang telah berlalu, jadilah diri sendiri sehingga renungkan mereka menghabiskan waktu berjam-jam menonton telivisi setiap harinya. Jadi, dapatlah diasumsikan bahwa mereka sepenuhnya dipengaruhi oleh media massa ketika mereka berusia sepuluh tahun. Mereka telah menyakini bahwa 1) Orang kaya itu angkuh, menyesatkan, dan tidak jujur ; 2) orang miskin adalah garam dunia ; dan 3) entah bagaimana, miskin itu mulia, layak dan spiritual.
Bertolak dari pikiran diatas, maka „isi waktu luang dengan bekerja“ karena kondisi paling berbahaya bagi pikiran pada saat pemiliknya menganggur tidak bekerja. Ia ibarat mobil yang berjalan cepat tanpa ada pengemudi yang mengendalikannya.
Ketika menganggur, bersiap-siaplah untuk risau, resah, dan gelisah karena kekosongan tersebut akan menghadirkan file-file tentang masa lalu, masa kini dan masa depan. Akhirnya anda galau. Karena itu camkan pesanku; Lakukan hal bermanfaat daripada membiarkan waktu luang begitu saja. Sebab, ia merupakan bentuk pembunuhan yang samar dan bunuh diri dengan tablet penenang.
Berleha-leha adalah kelalaian dan waktu luang merupakan pencui profesional. Sementara akalmu menjadi korban dari perang fantasi dan khayalan. Maka sekarang bangkitlah, bacalah, bertasbihlah, belajarlah, tulislah atur perpustakaan anda, tata rumah anda, atau berikan bentuan kepada orang sehingga anda bisa mengisi waktu luang.
Bunuhlah waktu luang dengan pisau kerja. Menurut para dokter, setengah dari kebahagian akan anda dapatkan dengan aktivitas insidental tersebut. Lihatlah bagaimana para petani, tukang roti dan tukang dan bahagia, sementara anda tidur di atas kasur sambil mengusap air mata dan galau karena menderita.
Dengan apa-apa yang kita utrakan diatas, bangkitkan daya kemauan anda kedalam cara berpikir anda berubah. Dalam hal ini bayangkan dalam pikiran anda bahwa anda mengubah inti keyakinan anda yang mendasar. Anda mulai meyakini bahwa anda seharusnya sehat, bahagia dan makmur.
Anda mulai meyakini bahwa anda layak. Dan ketika anda dihadapkan dengan beragam situasi setiap hari, sebahagian besar sepele, sebahagian lebih besar dan bahkan sebahagian benar-benar anda akan mengharapkan hal-hal baik terjadi kepada anda.
Anda akan mengharapkan menemukan dasi yang anda butuhkan untuk melengkapi setelah yang sudah sempurna ; anda akan mengantisipasikan menang dalam suatu pertandingan olahraga ; anda akan meyakini diri dipromosikan pada kesempatan berikutnya ; dan anda akan mengharapkan usaha bisnis anda berhasil.
Jelasnya, kalau anda terus melakukan pemrograman tandingan anda akan menang. Sebab begitu anda mengendalikan pemprogramannya, anda akan mengendalikan cara berpikir. Dan begitu anda mengendalikan cara berpikir, anda akan mengendalikan takdir anda.
4. JANGAN LATAH, TERIMALAH TAKDIR DAN KETENTUAN
Manfaatkan kebiasaan berpikir positif, jangan terbawa arus kepribadian orang lain sehingga anda terjebak memaksakan diri, lupa diri serta merusak eksistensi diri. Oleh karena itu ingatlah bahwa manusia dilahirkan tidak pernah berwajah persis sama, apa lagi kebiasaan berpikir dengan potensi dan akhlaknya.
Dengan mendalami pikiran diatas, anda harus menyadari sepenuhnya bahwa tabiat manusia seperti pepohonan ; ada yang manis dan kecut, ada yang panjang dan ada yang pendek, begitulah seharusnya diri anda. Ika anda seperti pisang, jangan berubah menjadi pepaya. Pasalnya anda tampak indah dan bernilai ketika menjadi pisang. Perbedaan warna klit, bahasa dan potensi kita merupakan salah satu tanda kekuasaan Tuhan. Karena itu janganlah dilawan.
Bertolak dari kebiasaan pikiran diatas, kita dapat membayangkan bahwa setiap musibah yang terjadi di muka bumi atau pada diri anda sudah tertulis sebelum ia dicipta. Lembaran ketentuan telah diangkat Urusan telah di putuskan. Semua takdir telah dituliskan. Tidak akan menimpa kita kecuali yang telah Allah tuliskan untuk kita. Apa yang telah ditentukan untuk anda tidak akan menyimpang dari anda, sementara apa yang bukan untuk anda tidak akan mengenai anda.
Bila kebiasaan berpikir anda ditopang dengan ketaatan dan berpikir positif maka disitu ada keyakinan yang tertanam dalam diri dan tertancap dalam jiwa, bencana berubah jadi hadiah, ujian berubah jadi karunia, dan semua peristiwa insiden berubah menjadi medali penghargaan. Ingat Orang yang hendak Allah beri kebaikan, pasti mendapat ujian. Karena itu jangan risau lantaran sakit, lantaran ditinggal mati anak, lantaran kehilangan harta atau rumah terbakar. Sebab Tuhan memang telah menentukan.
Ketetapan telah berjalan, pilihan-Nya demikian hak memilih berada di tangan Tuhan, pahala telah didapatkan dan dosan terhapuskan. Oleh karena itu menempuh perjalan hidup abadi diperlukan kesiapan dalam kebiasaan yang produktif dalam memanfaatkan pikiran, maka disitulah jiwa anda baru tenang dan segala waswas baru bisa hilang ketika anda meyakini adanya takdir dan ketentuan.
Terimalah takdir sebelum engkau menjadi murka dan menyesal. Akuilah ketentuan-Nya sebelum penyesalan datang. Hendaknya dirimu tetap tenang jika telah berupaya dan mencurahkan segala daya, namun apa yang diakhawatirkan terjadi juga, sebab ia memang harus terjadi.
5. WUJUD KEBAHAGIAN
Mengubah nasib dalam usaha mencapai kebahagian, dalam perjalanan hidup abadi ditentukan oleh kesiapan untuk beryukur dengan segala nikmat yang telah Allah berikan karena ilmu pengetahuan, waktu dan harta, namun kebiasaan pikiran pula kita melalaikannya.
Jadi memperbaiki nasib dalam wujud kebahagian terletak dari kekuatan anda dalam bersyukur karena sesungguhnya kesejahteraan yang dirasakannya itu bukanlah sesuatu yang sedikit. Apabila anda berada dalam kelalaian akan kesehatan badan anda, keselamatan anggota tubuh anda dan kesempurnaan indera anda yang diberikan kepada anda itu maka sadarlah secepatnya dan cicipilah rasa kehidupan yang berlimpah yang diberikan kepada anda dan pujilah Allah yang mengurus urusan dan nikmat anda atas segala kebaikan yang banyak ini yang telah dianugerahkannya kepada Allah.
Dengan demikian sesungguhnya Allah membebani Anda sesuai dengan apa yang diberikan-Nya kepada anda. Sebenarnya modal anda yang asli itu adalah sejumlah anugerah, kecerdasan, kemampuan dan kebebasan yang telah diberikan Allah kepada anda Dan termasuk unsur asli dalam kekayaan anda adalah kesehatan yang sempurna dan kesejahteraan yang memancar dari ujung rambut sampai ke ujung kaki, yang merupakan nikmat nikmat Allah kepada anda, yang dapat anda pergunakan dalam kehidupan sekehendak anda.
6. PENUTUP
Sejalan dengan pemikiran bahwa „kepemimpinan mengubah nasib dalam usaha mencapai kebahagian“, maka terbayangkan dalam kebiasaan kekuatan pikiran yang tunduk kepada ketaatan dan berpikir positif dalam menanggapi keadaan bahwa bersama kesulitan ada kemudahan.
Bagaimana cara menggerakkan kekuatan pemikiran dalam usaha memperbaiki nasib ditentukan oleh kebiasaan mengendalikan diri agar hidup terus lebih baik, maka bersyukurlah atas ilmu pengetahuan, waktu dan harta yang diberikan kepada anda.
Oleh karena itu jika anda ingin mencapai hasil lebih dan bukan sekedar bertahap dan melewati hari demi hari, anda mesti memegang kedali atas hidup, karier dan nasib anda tidaklah sulit bila anda tahu caranya, maka pikirlah makna perjalanan hidup abadi.
Menempuh perjalanan hidup abadi digerakkan oleh pikiran yang berserah pada takdir dan anugerah, maka disitu terletak kebiasaan atas pikiran untuk memahami dunia agar setiap apa yang kita pikirkan berlandaskan kekuatan berhijrah kepada Allah.
