KEPEMIMPINAN MENDORONG ANDA BERUBAH DAN MAU MELAKUKANNYA
1. PENDAHULUAN
Peran kepemimpinan mendorong setiap orang yang berada di sekelingnya bersedia berubah tidak lain agar dari yang bersangkutan mendapatkan apa yang dinginkannya dan oleh karena itu tidak mungkin perubahan tersebut tanpa berencana dalam mewujudkan apa yang kita sebut lebih bahagia, lebih bermanfaat dan lebih memuaskan.
Pemikiran perubahan bertolak dari kebiasaan yang di dorong oleh keinginan yang dituangkan kedalam pemikiran perencanaan jangka panjang yang harus anda pikirkan sebelumnya.
Yang menjadi permasalahan bagi anda disatu sisi anda memiliki kemampuan membuat rencana untuk berubah, tetapi disisi lain anda juga harus memiliki daya kemuan yang kuat untuk melaksanakannya.
Disinilah letak peran kepemimpinan untuk mempengaruhi yang bersangkutan agar anda siap untuk berubah dan berkeinginan untuk melakukannya. Untuk mendorong pikiran tersebut diperlukan suatu rencana bagaimana mereka dapat berubah tanpa tuntunan yang perlu disampaikan.
Tuntunan rencana perubahan untuk membangun pikiran menjadi berkeinginan untuk berubah dituangkan dalam pikiran yang terkait dengan apa yang kita sebut 1) bagaimana mengubah kepercayaan dan nilai seseorang ; 2) bagaimana mengubah keadaan emosi seseorang ; 3) prinsip-prinsip keperibadian ; 4) bagaimana mengubah sikap dan perilaku seseorang.
Sebaliknya tuntunan untuk melaksanakan rencana menjadi daya kemauan yang kuat dituangkan dalam pikiran yang terkait dengan apa yang kita sebut dengan 1) ketertarikan ; 2) bermanfaat ; 3) terkendali ; 4) bersaing ; 5) memenangkan.
Jadi dari pokok pikiran yang diungkapkan diatas menjadi pusat perhatian kepemimpinan untuk mendorong setiap orang yang berada dalam lingkungan agar ada kebiasaan bagi yang bersangkutan tergerak untuk menerima kebutuhan atas perubahan disatu sisi dan disisi lain memiliki daya tarik bagi yang bersangkutan untuk menjalankan perubahan itu sendiri, maka disitulah terletak keberhasilan peran kepemimpinan menjadi pemimpin sejati yang selalu memikirkan keberhasilan untuk orang lain.
Oleh karena itu, apa yang kita pikirkan bahwa kita tidak mungkin mengubah masa lalu kita, tetapi kita bisa mengubah masa depan kita. Kita tidak mungkin mengendalikan orang lain, tetapi kita bisa mengendalikan diri sendiri.
2. MENUNTUN RENCANA PERUBAHAN YANG BERENCANA
Tuntunan rencana perubahan untuk membangun pikiran menjadi berkeinginan untuk berubah dituangkan dalam pikiran yang terkait dengan apa yang kita sebut 1) bagaimana mengubah kepercayaan dan nilai seseorang ; 2) bagaimana mengubah keadaan emosi seseorang ; 3) prinsip-prinsip keperibadian ; 4) bagaimana mengubah sikap dan perilaku seseorang
Bertolak dari empat hal diatas, maka kepemimpinan yang ngin mendorong perlunya perubahan, menuntut pemahaman yang mendalam mengenai pengetahuan pengalaman yang terkait dengan psikologis agar dari orang yang berkemauan untuk berubah.
- Bagaimana mengubah kepercayaan dan nilai seseorang :
Pengetahuan pengelaman dapat kita pelajari dari para penulis yang berkaitan dengan pengetahuan psikologis, yang menjadi masalah kita, adakah kemauan bagi anda untuk meningkatkan wawasan dan imajinatif dalam rangka kemauan anda untuk mendorong orang disekitar anda untuk menyesuaikan dengan tuntutan perubahan.
Oleh karena itu diperlukan kemampuan anda untuk mengungkapkan kekuatan kebiasaan dalam pikiran dalam rangka seberapa jauh anda mampu menuntun mereka memasuki perubahan.
Sehubungan dengan pokok pikiran diatas, yang perlu anda dalami yang terkait dengan bagaimana mengubah kepercayaan dan nilai seseorang yang akan anda tuntun percaya atas kebutuhan perubahan itu sendiri.
Dalam hal ini, diperlukan atas kemampuan anda untuk mampu menjelaskan kebiasaan pikiran yang terkait dengan :
1) Mengungkapkan jalan pikiran betapa penting perubahan itu bagi yang bersangkutan ; 2) Memngungkap daya ingat kedalam pikiran secara jelas hal-hal mengenai kepercayaan dan nilai ; 3) mengungkapkan agar yang bersangkutan menemukan jati dirinya dalam keterkaitan membangun akhlak dan beretika ; 4) Mendorong untuk membangkitkan daya kemauan dalam menggugah kesetiaan seseoprang ; 5) Mendorong menghilangkan prasangka dalam diri seseorang ; 6) Menggugah daya kemauan untuk meningkatkan keharmonisan dalam rumah tangga ; 7) Memberi daya dorong diperlukan kebutuhan atas keseimbang hidup.
- Bagaimana mengubah keadaan emosi seseorang :
Dari pengalaman mengajarkan kepada kita bahwa bagaimana mengubah keadaan emosi sesorang, terletak pada daya kemauan seseorang untuk berubah, oleh karena itu kebiasaan untuk meningkatkan kedewasaan berpikir dalam rohaniah, sosial dan intelektual menjadi pendorong mengubah keadaan emosi seseorang.
Terkait dengan pemikiran diatas, maka perlu didorong daya kemauan yang bersangkutan untuk memikirkan dalam kebiasaan pikirannya menuju perubahan atas emosi yang menjadi penghambat untuk memulai memikirkan. Oleh karena itu perlu digerakan pikiran yang bersangkutan kedalam apa yang kita ungkapkan dengan 1) Mendorong perubahan kebiasaan emosinya lebih terarah dengan cepat ; 2) Mendorong agar yang bersangkutan menemukan jati dirinya ; 3) Mendorong perubahan perilaku yang berdampak mengganggu pikirannya ; 4) Mengungkapkan pengalaman yang mampu orang yang bersangkutan mendalami sesuatu yang sederhana dan membangun daya kemauannya untuk menjadi keinginan dalam pikiran.
- Menjadi adanya keinginan kedalam kepribadian
Dengan mengungkapkan kebiasaan pikiran yang mampu mendorong untuk menemukan satu pikiran yang mampu mengungkit kebiasaan dalam pikiran dengan mengungkapkan hal-hal yang terkait dengan prinsip-prinsip psikologis yang dapat mengubah jalan pikirannya.
Dengan bertolak dari pikiran diatas, maka mengungkapkan pengetahuan pengalaman mampu memberikan daya dorong yang bersangkutan memahami kembali yang terkait dengan arah kepribadian, sifat dasar dan karekter, sehingga ia mampu untuk melihat dari pikirannya sehingga membangun daya kemauan yang kuat untuk menyadari hal-hal seperti angkuh, menjengkelkan, egois, malas dan sebagainya. Dengan memahami keinginan tahuannya mendorong pula baginya berbagi pengalaman dengan yang lain.
Sejalan dengan pemikiran diatas, maka dalam menuangkan pemikiran tersebut kedalam pemikiran yang mampu mendorong kedalam menjadi adanya keinginan kedalam kepribadian, oleh karena itu, diperlukan pemikiran – pemikiran yang mendalam berkaitan dengan 1) Memiliki keyakinan untuk mendorong menemukan kepribadian ; 2) Menuntun perubahan pikiran dan menghentikan perilaku yang kurang baik ; 3) Menuntun perubahan sikapnya lebih tegas ; 4) Menuntun perubahan kebiasaan masa bodoh dan mendorong memiliki optimisme dan ambisius ; 5) Menuntun kebiasan bergosip ; 6) Membuat mereka lebih terbuka dan ekspresif ; 7) Mengubah perilaku menyendiri mnjadi aktif bersoialisasi ; 8) Mengubah perilaku yang mementingkan diri sendiri ; 9) Membantu agar mereka merasa tidak terlalu bersalah mengenai sesuatu.
- Bagaimana mengubah sikap dan perilaku seseorang.
Dengan memanfaatkan kekuatan psikologi untuk menghilangkan sikap negatif mengenai segala hal dan menghapuskan perilaku yang tidak dinginkan yang dimiliki seseorang. Oleh karena itu kebutuhan untuk mendorong setiap orang dalam usaha mengubah sikap dan perilaku sangat ditentukan daya kemauan yang kuat untuk mendukung keinginan kedalam pikiran.
Sejalan dengan pemikiran diatas, maka dalam usaha merubah kebiasaan dalam pikiran, diperlukan kekuatan kebiasaan untuk mendorong orang yang ingin menyesuaikan diri kedalam perubahan kedalam hal-hal pemikiran yang terkait dengan 1) Menanamkan rasa tanggung jawab yang tinggi ; 2) Menunjukan sisi yang sangat mengagumkan dalam diri seseorang ; 3) Membuat seseorang lebih hormat ; 4) Membuat seseorang lebih mudah meminta maaf ; 5) Membuat seseorang lebih tertarik pada sesuatu ; 6) Menghentikan perilaku pasig agresif seseorang ; 7) Mengubah seseorang yang selalu terlambat dan suka mengomel.
Dengan mendalami dan mampu mengungkapkan hal-hal yang disebut diatas menjadi satu kekuatan pikiran kedalam kebiasaan untuk melakukan bagaimana mengubah sikap dan perilaku seseorang berjalan dengan baik dan saling membutuhkan berbagi pengetahuan pengalaman.
3. MENUNTUN DALAM MELAKSANAKAN PERUBAHAN
Sebaliknya tuntunan untuk melaksanakan rencana menjadi daya kemauan yang kuat dituangkan dalam pikiran yang terkait dengan apa yang kita sebut dengan 1) ketertarikan ; 2) bermanfaat ; 3) terkendali ; 4) bersaing ; 5) memenangkan.
Yang menjadi masalah kita dengan seperangkat pengetahuan psikologis yang dapat kita temui dan dibaca agar kita dapat mendalami dan diaktualisasikan sesuai tujuan yang hendak kita capai sebagai kekuatan penggerak kita berpikir.
- Ketertarikan
Kebiasaan untuk mengungkapkan pikiran yang terarah, terletak dari kebiasaan anda dalam bersikap dan berperilaku, oleh karena itu, cobalah anda untuk mendalami dan mengaktualisasikan pikiran anda kepada siapapun.
Pertama, sejalan dengan usaha kita untuk menggerakkan pikiran, maka kebiasaan yang kita ungkapkan dibawah menjadi kekuatan untuk mendorong pikiran anda yang terkait dengan pemahaman anda mengenai 1) hukum pergaulan ; 2) sering memperlihatkan diri ; 3) saling menyukai ; 4) persamaan ; 5) cara menarik perhatian ; 6) menyesuaikan diri ; 7) biarkan dia membantu anda ; 8) tunjukkan sebagai manusia biasa ; 9) bersikap posiif.
Dengan mngungkapkan pikiran diatas, jadikanlah kekuatan penggerak pikiran dengan hal-hal yang kita sebut diatas menjadi kekuatan kebiasaan anda berpikir dalam mewujudkan apa yang terpkirkan dalam usaha agar siapa pun menyukai anda setiap saat, inilah yang kita sebut dengan ketertarikan.
Kedua, dengan kekuatan kebiasaan pikiran diatas, mendorong agar siapa pun memandang anda sangat menarik, maka kuatkan mampukah anda berusaha meningkatkan kebiasaan pikiran dalam 1) kondisi emosi yang memuncak ; 2) gaya penampilan diri anda ; 3) tatapan muka ; 4) hukum berdedaan dan pergaulan 5) harga diri dan daya tarik ; saling menyukai.
Dengan mendalami apa-apa yang kita ungkapkan diatas haruslah menjadi kebiasaan anda untuk mengungkit menjadi daya dorong untuk mendalaminya.
Ketiga, bertolak dari kemampuan yang kita tingkatkan dari pemahaman diatas diharapkan menjadi kekuatan pikiran anda kedalam pikiran orang lain terhadap wujud yang diharapkan dalam pikiran mereka menjadi kesan pertama yang mengagumkan.
Keempat, dari usaha pemikiran yang kita ungkapkan sebelumnya agar meraih keuntungan seketika dalam setiap hubungan, itu berarti apa yang kita pikirkan diatas nenberikan daya dorong bagi orang lain yang terkait dengan reaksi atas 1) kehadiran ; 2) persfektif ; 3) api cinta ; 4) cara membuat dia nyaman dengan dirinya.
Jadi dengan mendalami apa yang kita pikirkan diatas diharapkan menjadi penuntun dalam kebiasaan berpikir dan berperilaku.
Kelima, dengan mendalami kebiasaan pikiran diatas, mampu menjadi gaya kekuatan agar siapun memandang anda yang memiliki karekter dalam kepribadian yang efektif.
Keenam, wujud akhir dari kebiasaan pikiran tersebut diatas dapat menumbuh kembangkan sikap dan perilaku agar tampil tenang, percaya diri dan terkendali dalam situasi apa pun.
- Bermanfaat
Sejalan dengan kemampuan anda untuk melaksanakan perubahan, maka yang pertama terungkit dalam kebiasaan pikiran adalah membuat hidup berjalan sesuai dengan keinginan yang di dukung oleh kekuatan niat dalam rangka apapun yang kita pikirkan adalah bermanfaat segalanya.
Oleh karena itu, bangkitkan daya kemauan yang kuat yang sejalan dengan kepribadian anda sehingga tidak lagi ditertawakan, ditipu, dimanipulasi, dibohongi atau dimanfaatkan, maka pikirkan kebiasaan pikiran dibawah ini :
Pertama, belajar dan tingkatkan kebiasaan dalam pikiran untuk mendalami dan mengetahui apakah seseorang adalah teman sejati. Oleh karena itu renungkan kembali hal-hal yang terkait 1) perhatian; 2) kesetiaan; 3) kebanggaan ; 4) kejujuran ; 5) penghargaan ; 6) pengorbanan.
Pelajarilah keenam hal diatas kedalam kebiasaan pikiran anda untuk menilai hubungan anda kedalam kebutuhan yang berkelanjutan.
Kedua, gerakkan pikiran untuk mendalami cara pandang orang lain, apakah yang dibicarakan membuat anda memliki keyakinan bahwa segala yang diutarakan mnimbulkan kesan yang dapat dipertanggung jawabkan sehingga menumbuh keinginantahuan, benarkah yang dia ceritakan.
Ketiga, hindarilah kebiasaan dalam pikiran untuk menyalah gunakan pemahaman atas faktor rasa bersalah, intimidasi, pemancingan ego, rasa takut, rasa ingin tahu, hasrat kita untuk disukai dan cinta. Dengan kebiasaan pikiran itu berati ada kekuatan daya pemikiran untuk mendalami cara mengetahui bahwa seseorang sedang berusaha memanipulasi anda.
Keempat, gerakkan kebiasaan pikiran dalam keinginantahuan yang terkait dengan cara mengetahui bahwa seseorang sedang berpikir negatif dalam situasi apa pun.
Kelima, gerakkan kebiasaan pikiran dalam keingintuahuan secara cepat yang terkait dengan cara mengetahui pikiran orang. Dengan kebiasaan itu anda mampu berbuat sesuatu dalam mengungkapkan apa yang disembunyikannya.
Keenam, gerakkan kebiasaan pikiran dalam mengungkit daya ingatan agar anda mamu menangkap jalan pikiran yang bersangkutan.
- Terkendali
Sejalan dengan usaha peningkatan kemampuan memahami agar setiap situasi yang dihadapi terkendali dan agar siapun melakukan apa pun bergantung pada kemampuan kita mempengaruhi sikap, kepercayaan dan pandangan orang lain, oleh karena itu kesiapan dengan kebiasaan pikiran yang kuat dapat menuntun apa yang dipikirkan.
Pertama, kesiapan berpikir kedalam segera bertindak dalam situasi apa pun sehingga perlu dipahami segala sesuatu yang terkait dengan 1) batasi pilihan ; 2) berikan batasan waktu ; 3) gunakan hukum inertia (hukum bergerak dan tetap) ; 4) hukum harapan ; 5) memproses informasi ; 6) insentif tambahan.
Kedua, bangun kekuatan kebiasaan pikiran yang mampu mendorong agar siapa pun mengikuti saran anda, oleh karena itu pahamilah kekuatan tiga faktor yang dapat berpengaruh yang disebut 1) emosi ; 2) strategi ; 3) konsekuensi.
Sejalan dengan pikiran diatas, maka pelajari secara mendalam faktor psikologis lain yang kita sebut dengan 1) kecenderungan orang merespon dengan senang hati ; 2) tunjukkan bahwa cara berpikir baru itu sangat konsisten dengan siapa dirinya ; 3) tak seorang pun mau mendengarkan saran dan seseorang yang sok tahu ; 4) ingatlah bahwa antusiasme mudah menular.
Ketiga, bangun kebiasaan pikiran dalam sikap agar siapa pun menepati janjinya dengan mendalami teknik psikologis yang mendorong untuk memahami pentingnya membangunkebiasaan pikiran yang konsisten.
Oleh karena itu bangun kebiasaan pikiran yang terkait dengan 1) mendorong agar yang bersankutan membuat janji apa yang diungkapkannya ; 2) buatlah rencana dan rentang waktu yang jelas ; 3) bangkitkan semangat agar rasa tanggung jawabnya ; 4) bangkitkan kebiasaan dalam pikiran untuk menyentuh hati nuraninya ; 5) percaya berdasarkan pengamatan dan keyakinan.
Keempat, bangun kebiasaan pikiran untuk mendorong kepada orang yang keras kepala mau mengubah pandangannya sejalan dengan apa yang dipikirkannya karena 1) menolak setiap gagasan ; 2) dia bermasalah dengan orang lain ; 3) dia baru keluar dari satu situasi ; 4) dia memiliki kebiasaan situasional.
Sejalan dengan pikiran diatas diperlukan satu kekuatan pikiran untuk mendorong daya kemauan yang kuat untuk membangun kebiasaan pikiran untuk mengubah jalan pikirannya dengan 1) tidak mau berubah berpikir tapi pikirkan perubahan phisiknya ; 2) berikan informasi tambahan yang sejalan dengan kemampuannya untuk meninjau ulang pikirannya ; 3) mengubah tingkat kesadarannya ; 4) melaksanakan persuasi timbal balik ; 5) menggugah seseorang yang kukuh dengan pendiriannya dengan pendekatan dari dua sisi ; 6) mendorong agar yang bersangkutan dapat memahami yang terkait dengan rasa tanggung jawab.
Kelima, membangun kebiasaan dalam mengungkit kekuatan daya ingat untuk menjadi satu kekuatan pikiran agar siapa pun mengabulkan permintaan anda kedalam kebiasaan ingin berubah sesuai dengan tantangan yang dihadapinya.
Oleh karena itu, gerakkan kekuata pikiran dalam mendalami apa yang harus didalami kepada hal-hal yang terkait dengan 1) komponen waktu ; 2) hukum balas budi ; 3) ketidakacuhan dari pendengarnya ; 4) mendalami makna suasana hati ; 5) ketidakpedsulian dan empati ; 6) kesamaan ; 7) konsistensi batin ; 8) membujuk dengan contoh ; 9) memahami ego ; 10) pengaruh kegigihan.
Keenam, membangun kebiasaan pikiran dalam kekuatan untuk mendalami rahasia psikologis terbesar dalam kepemimpinan, harus menunjukkan sikap yang dapat diteladani.
Sejalan dengan pemikiran diatas, maka mampukah anda memperlihatkan gambaran yang terkait dengan 1) kekuatan kepribadian pemimpin dalam kerendahan hati, gaya, pengaruh pribadi ; 2) mekanisme kepemimpinan dalam menjalankan peran.
Ketujuh, membangun kebiasaan pikiran dalam kekuatan agar siapa pun memahami apa pun yang dikuatkan dengan pemikiran yang terkait dengan 1) dia harus mendalami hal-hal saling ketrekaitan informasi yang diutarakan ; 2) kekuatan pemikiran anda dengan harapan.
Kedelapan, membangun kebiasaan pikiran dalam cara mewujudkan keinginan anda di saat banyak orang menginginkan hal lain. Untuk itu diperlukan suatu kekuatan pikiran untuk memahami hal-hal yang terkait dengan 1) konsistensi ; 2) mempertentangkan dan taklukkan ; 3) keluwesan ; 4) agar tetap disukai ; 5) sudut pandang baru ; 6) dukungan pihak luar.
Kesembilan, membangun kebiasaan pikiran dalam kemampuan untuk cara mengelompokkan sebuah kelompok, dengan pikiran tersebut mencairkan terjadinya konflik dengan cepat dan menyatukan semua anggota.
- Bersaing
Dengan daya kemauan yang kuat akan bertumpu pada kebiasaan pikiran untuk menuntun sikap dan perilaku yang sejalan dengan keinginan dalam pikiran dalam usaha cara memenangkan persaingan dalam setiap ada tantangan dalam situasi apapun.
Sejalan dengan pemikiran diatas, maka diperlukan kesiapan secara terus menerus untuk meningkatkan kemampuan, oleh karena itu pahamilah pikiran yang terungkap dibawah ini :
Pertama, bangun kebiasaan pikiran yang kuat yang terkait dengan pemahaman yang mendalam dalam rahasia memenangkan persaingan, dimana pemikiran yang terkait apa yang disebut:
1) Sesuatu yang terkait dengan diri anda, yang terungkap dari kekuatan rahasia menjadi pertarungan psikologi andal yang mencakup hal-hal yang terungkit dalam pikiran mengenai kekuatan yang disebut dengan a) pmahaman jangkar keberhasilan ; b) fokus ; c) kondisi ideal ; d) berlatih secara mental ; e) memiliki rencana tambahan yang mengungkapkan persfektif dan peluang keberhasilan.
2) Sesuatu yang terkait dengan medan perang dimana gunakan psikologi untuk meraih kemenangan yang mencakup hal-hal yang terkait dalam pikiran mengenai kekuatan yang disebut dengan a) memahami dengan jelas lingkungan dalam medan perang ; b) fasilitas sosial ; c) mampu melakukan sesuatu yang tak terduga dan tanpa didahului peringatan.
Kedua, bangun kebiasaan pikiran yang kuat dalam memahami pengalaman dari kesalahan terbesar yang paling sering dilakukan orang yang mencakup sikap dan perilaku yang terkait dengan 1) melaksanakan strategi yang sejalan dengan harapan dan bila perlu siap menanggung resiko tapi sebaliknya juga siap untuk meninjau ulang ; 2) hindari melaksanakan sesuatu dalam posisi yang terbangun dari kecemasan.
- Memenangkan
Bangun daya kemauan yang kuat dalam pikiran yang mendorong keinginan dalam mewujudkan keberhasilan sehingga berada dalam situasi yang membayangkan bahwa hidup ini lebih mudah dengan pikiran cara cepat mengatasi situasi yang sulit, menjengkelkan, dan membuat frustrasi. Dengan demikian renungkan kebiasaan pikiran yang kita bayangkan kedalam :
Pertama, kebiasan merespon dengan cepat pada setiap situasi dan oleh karena itu ingatlah hal-hal yang kita sebut 1) mendapatkan informasi dan belum terlambat ; 2) cepat beriaksi ; 3) menjawab yang dibutuhkan ; 4) mengakui ; 5) menyampaikan kebaikan.
Kedua, belajar dari membuat kesalahan yang tidak disadari dan berusaha mengungkapkan dalam pikiran untuk mendalami yang terkait dengan apa yang dipikirkan untuk mendalami dalam 1) bertanggung jawab, meminta maaf dan tulus ; 2) tunjukkan sikap penyesalan dan kesediaan menerima hukuman ; 3) menghindari tidak terulangi dengan penjelasan yang jelas ; 4) ungkapkan bila tak ada manfaat yang bisa dipetik dari situasi yang dialami.
Ketiga, bangun kebiasaan pikiran yang dalam cara terbaik menyampaikan berita buruk. Oleh karena itu harus ada kemampuan dalam menyampaikan yang terkait 1) menghindari dengan ungkapan yang memiliki konotasi kasar dan negatif ; 2) mengungkapkan dalam situasi sementara, terpisah dan tidak penting ; 3) manfaatkan hukum perbedaan dan perbandingan yang menjurus menghindari situasi menjadi lebih buruk.
Keempat, bangun kebiasaan pikiran yang menuntun kedalam pikiran dapat menerima apa yang diungkapkan tanpa dibantah. Oleh karena itu kembangkan kemampuan anda menjadi kekuatan pikiran kedalam 1) mengungkapkan alasan secara jelas ; 2) kesan anda selalu baik ; 3) pancinglah emosi ; 4) menyampaikan informasi yang terkait dengan dirinya ; 5) bangkitkan kesan yang menyenangkan.
Kelima, bangun kebiasaan dalam pikiran dalam menyampaikan ungkapan tidak dan merasa tidak bersalah dengan sangat hati-hati. Oleh karena itu kesan harus dapat ditunjukkan dalam kepribadian dengan efektifitas yang tinggi.
Keenam, bangun kebiasaan dalam pikiran dalam mempengaruhi dengan cara mengubah orang yang ofensif dan menjengkelkan. Oleh karena itu harus ada kemampuan yang menunjukkan menjadi teman terbaik. Dengan secara jelas anda mengungkapkan pikiran yang terkait dengan 1) masalah tidak terletak pada diri anda ; 2) tunjukkan kesan anda orang yang sangat bersahabat ; 3) bangun ketertarikan anda ; 4) ungkapan secara jelas gagasan, nilai pandangan dll ; 5) bangun kekuatan diri anda kedalam pikirannya yang memiliki keteladanan.
Ketujuh, bangun kebiasaan dalam pikiran dengan kemampuan yang terkait dengan cara menghentikan rumor sebelum reputasi anda jatuh. Oleh karena itu ungkitlah pikiran anda kedalam yang lebih rumor seblumnya untuk melepaskan diri dalam usaha menyangkal, membela diri atau memadamkan rumor yang telah dilontarkan.
Kedelapan, bangun kebiasaan dalam pikiran dengan kemampuan yang terkait dengan cara cepat menghentikan umpatan kemarahan seseorang. Oleh karena itu tahanlah kecenderungan anda untuk bersikap defensif.
Kesembilan, bangun kebiasaan dalam pikiran dengan kemampuan yang terkait dengan menggugah pikiran agar siapa pun terbuka kepada anda. Oleh karena itu kuatkan daya kemauan dalam keinginan agar diberikan dorongan supaya terbuka pikiran apakah sikap yang diungkapkan itu sengaja dan atau tidak.
Kesepuluh, bangun kebiasaan dalam pikiran dengan kemampuan yang terkait dengan kemampuan dalam cara cepat dan mudah mengatasi keluhan apa pun. Oleh karena itu gerakkan sikap yang dapat dipertanggung jawabkan sehingga mendorong penyesuaian cara bicara dan ungkapkan kata-kata tertentu yang sering diucapkannya.
Kesebelas, bangun kebiasaan dalam pikiran dengan kemampuan yang terkait dengan kemampuan dalam cara cepat memadamkan konflik pribadi. Oleh karena itu hindarilah pandangan dalam berpikir yang saling memburukkan ke dalam sikap yang tidak bertanggung jawab.
Keduabelas, bangun kebiasaan dalam pikiran dengan kemampuan yang terkait dengan kemampuan dalam cara mendapatkan saran baik dari siapa pun. Oleh karena itu kembangkan dari berbagai macam orang untuk mendapatkan masukan sehingga semakin luas persfektif yang anda miliki.
Ketigablas, bangun kebiasaan dalam pikiran dengan kemampuan yang terkait dengan cara mengkritik tajam tanpa melukai hati orang. Oleh karena itu tunjukkan pikiran anda seperti anda mengangkat masalah itu karena anda peduli, kritiklah selalu di tempat yang tertutup awali kritik anda dengan pujian dan sebagainya.
Keempatbelas, bangun kebiasaan pikiran dengan kemampuan yang terkait dengan kemampuan agar siapa pun membuka rahasianya kepada anda dan mau mengakui apa saja. Oleh karena itu kembangkan pikiran untuk menggugah dalam menuntun emosi sehingga perasaan takut dia bahwa anda akan menilai dirinya.
Kelimabelas, bangun kebiasaan pikiran dengan kemampuan yang terkait dengan cara menghadapi pertanyaan sulit ataupun tidak bermutu. Oleh karena itu hindari sikap depensif, jangan begitu saja menerima premis seseorang, jangan terpancing, bangkitkan kekuatan pikiran kedalam waktu berpikir dan merumuskan strategi.
Keenambelas, bangun kebiasaan pikiran dengan kemampuan yang terkait dengan kemampuan untuk menuntun bawahan dan cara melepaskan diri dari kekerasan. Oleh karena itu bangkitkan daya kemauan yang kuat untuk menjadikan keinginan untuk memotivasi setiap orang yang mau berubah sesuai dengan kebutuhan dan memiliki kesiapan diri terhadap ancaman.
4. PENUTUP
Tulisan ini dituangkan berdasarkan kekuatan pikiran yang lebih menekankan hasil pemikiran yang bersifat intuitif dengan bertitik tolak dari pengetahuan pengalaman yang banyak dapat kita pelajari khususnya berkaitan psikologis baik hasil penelitian maupun sebagai ilmu itu sendiri untuk menggugah pikiran untuk berubah dan siap melakukannya.
Sejalan dengan pemikiran diatas, maka pokok pikiran yang diungkapkan diatas menjadi pusat perhatian kepemimpinan untuk mendorong setiap orang yang berada dalam lingkungan organisasi agar ada kebiasaan dalam kehidupan bagi yang bersangkutan tergerak untuk menerima kebutuhan atas perubahan. Oleh karena itu peran kepemimpinan, jika anda ingin membantu seseorang menjadi lebih baik, anda akan menemukan bahwa anda memiliki pengaruh kuat untuk membantu nyaris semua orang untuk hidup lebih bahagia, lebih bermanfaat dan lebih memuaskan.
Dengan demikian dalam sisi ini yang terkait dengan RENCANA PERUBAHAN, kepemimpinan harus mampu menuntun melalui perencanaan, sehingga anda dapat menikmati hubungan yang baik dan kehidupan yang bahagia.
Disisi lain memiliki daya tarik bagi yang bersangkutan untuk dapat MENJALANKAN RENCANA PERUBAHAN, maka disitulah terletak keberhasilan peran kepemimpinan menjadi pemimpin sejati yang selalu memikirkan keberhasilan untuk orang lain. Oleh karena itu, apa yang kita pikirkan bahwa kita tidak mungkin mengubah masa lalu kita, tetapi kita bisa mengubah masa depan kita. Kita tidak mungkin mengendalikan orang lain, tetapi kita bisa mengendalikan diri sendiri.
Dengan demikian tulisan ini sekedar untuk membantu dan mengembangkan kebiasaan dalam pikiran untuk mendorong anda mendapatkan rasa berdaya dan berkuasa untuk mengatur kehidupan kita.
