KEPEMIMPINAN DENGAN KEKUATAN JIWA FLEKSIBILITAS MENJADI PRIBADI TANGGUH
DALAM KEBERHASILAN
1. PENDAHULUAN
Kepemimpinan dengan visi hidup yang jelas sebagai penunjuk jalan tidak begitu saja menjamin kelangsungan yang menjamin untuk dapat begitu saja dapat dengan lancar mengkomunikasikan suara hatinya kepada orang lain, tapi sebaliknya kepemimpinan dengan kekuatan jiwa fleksibilitas menjadi pribadi tangguh dalam keberhasilan.
Apa yang terpikirkankan dengan kekuatan jiwa fleksibilitas dapat menuntun kearah keberhasilan, karena kekuatan kebiasaan berpikir yang dituntun oleh kekuatan kebiasaan mudah di kontrol dan kemampuan menyesuaikan dengan tuntutan perubahan.
Sejalan dengan pokok pikiran diatas, maka menumbuhkan kembangkan benih-benih kekuatan jiwa fleksibilitas diharapkan menjadi kekuatan daya kemauan untuk menjadikan kebiasaan berpikir. Benih-benih tersebut menjadi daya kekuatan untuk mendorong kedalam kebiasaan berpikir yang mencakup :
- Mengubah bahasa kehidupan
- Mengelola stress
- Menatap kehidupan melalui mata orang lain
- Berkomunikasi secara efektif
- Menerima diri sendiri dan orang lain
- Memaksimumkan hubungan dan membangun kasih sayang
- Menangani berbagai kesalahan secara efektif
- Membangun kompetensi kedalam keberhasilan
- Membangun disiplin dan kontrol diri
- Mengelola gaya hidup yang berdaya fleksibilitas
Benih-benih tersebut merupakan kekuatan kebiasaan berpikir yang mampu menjadi penuntun dalam bersikap dan bererilaku dan sekali gus menjadi unsur pendorong untuk menjadikan usaha-usaha memperkuat daya kemauan..
Daya kemauan tersebut diharapkan mampu menggerakkan jiwa fleksibilitas kedalam tindakan yang dituntun oleh kekuatan kebiasaan yang produktif, sehingga mendorong terbentuknya karekter dan kebiasaan yang selalu siap mengungkit daya ingat untuk melakukan mudah di kontrol dan fleksibel penyesuaian. Benih-benih dalam membangun jiwa fleksibilitas kami ungkapkan disini sebagai bahan renungan seperti yang terungkap dalam pokok-pokok pikiran yang kami ketengah dibawah ini.
2. MENGUBAH BAHASA KEHIDUPAN
Kehidupan ini penuh tantangan dan peluang dihadapan kita, sehingga sikap dan perilaku sangat tergantung seberapa jauh kemampuan anda menggerakkan pikiran, maka disitu terletak cara pemecahannya. Ingatlah selalu bahwa hidup anda dibentuk oleh pikiran anda sendiri.
Oleh karena itu, kebutuhan atas kemampuan mengubah bahasa kehidupan sangat bergantung oleh seberapa jauh anda mampu membangun untuk memperkuat daya kemauan untuk memulai hidup baru, disinilah letak kebiasaan pikiran anda dalam mengungkit kekuatan ingatan anda untuk mengevaluasi yang terkait dengan kelemahan dan kekuatan kebiasaan pikiran yang dicetuskan oleh jati diri anda sendiri.
Sejalan dengan pikiran diatas, anda dengan daya kemauan yang kuat akan mampu memanfaatkan kedalam jiwa fleksibilitas, bila anda mendalami sepenuhnya hal yang terkait dengan kelemahan, kekuatan, tantangan dan peluang dalam kbiasaan pikiran anda, maka disitu terletak kekuatan keinginan anda yang ditopang dengan niat yang selalu bersyukur atas ilmu, waktu dan hata untuk melangkah dalam mengubah bahasa kehidupan.
Mengubah bahasa kehidupan anda berarti anda memiliki kekuatan dan peluang untuk melepaskan diri dari hidup penuh topeng kepalsuan dalam bersikap dan berperilaku, yang akan selalu tidak memiliki kemampuan untuk mengetuk dinding jiwa yang penuh kepalsuan.
Bangkitkan daya kemauan yang kuat sehingga keinginan mengubah bahasa kehidupan merupakan unsur penting dalam membangun jiwa fleksibilitas seperti sikap reaktif menjadi proaktif.
Dengan pokok pikiran yang kami utarakan diatas, diharapkan menyadarkan kepada kita bahwa keberhasilan untuk mewujudkan apa yang kita utarakan diatas cobalah anda renungkan bertolak dengan keyakinan dan kepercayaan untuk menumbuh kembangkan kebiasaan pikiran, apa yang kita pikirkan digerakkan oleh kekuatan jiwa fleksibilitas kita dalam kemampuan kita menangkap makna apa yang kita sebut dengan kekuatan dalam pikiran kita yang terkait dengan „KETAATAN, MAKSIAT, NEGATIF, POSITIF“
3. MENGELOLA STRESS
Dalam membangun kesimbangan hidup, maka “stress” dapat menjadi pendorong yang dapat mengganggu pikiran dalam bentuk negatip dan positip. Dari sisi positip berarti makna stress harus dipandang sebagai alat menggugah kekuatan berpikir untuk mengingatkan sikap dan prilaku dalam tindakan dan ucapan. Sebaliknya dari sisi negatip dapat menimbulkan untuk mengganggu pikiran yang berdampak dimana seseorang menjadi cemas, frustrasi, kecewa dan merasakan dalam berpikir yang tak berdaya.
Dengan demikian diperlukan kekuatan pikiran yang digerakkan oleh alat pikir (kesadaran, kecerdasan dan akal) untuk mengelola stress dengan membangun jiwa yang sehat, maka “stress haruslah dapat diuraikan dari unsur kata menjadi kata bermakna yaitu S menjadi (S)ikap, T menjadi (T)antangan, R menjadi (R)realistis, E menjadi (E)mosional, S menjadi (S)epositip, S menjadi (S)ukses.
Dengan pemahaman diatas, maka bila unsur kata tersebut kita susun menjadi suatu pengertian bahwa STRESS adalah (S)ikap dalam menghadapi (T)antangan harus bertolak dari pemikiran yang (R)ealistik untuk menuntun (E)mosional yang bertanggung jawab mejadi wujud (S)epositip mungkin dalam bereaksi atas situasi dalam usaha meraih (S)ukses yang diharapkan.
Oleh karena itu, pesimisme, rasa tak berdaya, rasa putus asa, depresi, rasa kesepian, cemas , frustrasi dan sebagainya dapat membawa pada kondisi pikiran mempengaruhi tubuh secara negatip lewat kekebalan tubuh, obatnya adalah suatu keyakinan membangkitkan semangat jiwa yang sehat.
Dengan pemikiran diatas, maka kekuatan pikiran dalam membangun jiwa yang sehat agar mampu mengelola stress haruslah dipandang sebagai suatu usaha dalam memanfaatkan pikiran dan keyakinan, bahwa bagaimana merespon stress dalam posisi yang sehat dan normal disatu sisi dan disisi lain dapat merusak
Oleh karena itu dengan pemahaman makna stress yang diungkapkan diatas dalam mengelola stress diperlukan pendalaman atas pemahaman perlu adanya usaha membangun kebiasaan yang produktif untuk menjadi daya dorong dalam aktualisasi pikiran yang terkait dengan makna unsur kata dari stress yang terdiri dari lompatan berpikir yang dapat kita gunakan dalam proses mengambil keputusan bertindak yaitu :
Makna Sikap, memberikan gambaran mengkomunikasikan suara hati anda dalam suasana positip memandang situasi yang sedang dihadapi.
Makna Tantangan, memberikan gambaran ada situasi dihadapan sikap yang dapat mempengaruhi jalan pikiran.
Makna Realistik, memberikan gambaran dari pengalaman bahwa segala sesuatu haruslah bergerak dari suatu kenyataan yang realistik sehingga dapat dilaksanakan sesuai dengan harapan.
Makna Emoional, memberikan gambaran sebagai daya dorong untuk berpikir dalam usaha untuk mengetahui masa lalu, masa kini dan masa depan dalam rangka kesiapan untuk bertanggung jawab.
Makna Sepositip, memberikan gambaran kesiapan memandang seluruh situasi yang terjadi dalam kemungkinan yang paling positip sehingga mendorong kekuatan berpikir sebagai wujud yang hendak di capai.
Makna Sukses, memberikan gambaran dari suatu cita-cita yang hendak di capai sebagai wujud dari sutau harapan
Dengan memahami unsur-unsur kata tersebut diatas diharapkan melahirkan gambaran yang terkait satu sama lain yang berkaitan dengan stress, pikiran dan keyakinan, oleh karena itu diharapkan dapat membentuk gambaran mengenai bagaimana mengelola stress dalam usaha membangun kesimbangan hidup melalui aspek-aspek yang terkait dengan manusia, uang, pekerjaan, tubuh, pikiran dan waktu seggang.sebagai peta yang memberikan gambaran wujud stress dalam kehidupan.
Bertitik tolak dengan pemikiran diatas, maka sebagai penuntun dalam peta jalan masa depan maka bagaimana anda memandang aspek-aspek tersebut dalam pikiran dan keyakinan seperti yang akan kita ungkapkan sebagai berikut :
Aspek Manusia dalam Stress, memberikan gambaran kepada anda yang berkaitan hubungan antara manusia dengan manusia, dalam hal ini dapat mempengaruhi jalan pikiran yang disebabkan pengaruh pandangan atas frustrasi, cemas, kesal, kesepian, sulit dapat mengeti, merasa mendapatkan tekanan, kecapaian akibat tanggung jawab yang harus anda pikul sihingga tidak tersisa energi untuk mereka yang sangat sayang kepada anda.
Semua situasi tersebut membawa kelemahan dalam anda berpikir, sehingga tidak diasakan akan menjadi beban tekanan dalam kehidupan anda sehari-hari, oleh karena itu jiwa anda harus bangkit melalui kekuatan pikiran anda untuk lepas dari lingkungan situasi tersbut menjadi masalah dalam menjalani hidup ini berubah menjadi keyakinan anda
Aspek Uang dalam Stress, memberikan gambaran kepada anda, apakah uang dapat membuat anda menjadi manusia tidak berdaya, marah, cemas, frustrasi sehingga mendorong dalam pola pikir anda bahwa uang adalah segala-galanya dalam hidup ini.
Dapatkah anda membayangkan bahwa uang adalah sumber kebahagian atau akar kejahatan yang menjadi pendorong untuk melemahkan dari kekuatan berpikir anda untuk melihat hidup ini pada masa kini dan masa depan. Jadi anda akan dipengaruhi oleh pikiran anda sendiri dalam memandang bahwa uang merupakan cara untuk mencapai tujuan atau dengan kata lain uang menjadi tujuan itu sendiri, sehingga secara tidak sadar anda menjadi benih dalam keyakinan tidak dapat lagi berpikir dalam menghadapi hal-hal yang terkait dalam pandangan anda mengenai konflik dan kebahagian.
Aspek Pekerjaan dalam Stress, memberikan gambaran kepada anda, bahwa suatu pekerjaan dapat menimbulkan kedalam pikiran hal-hal yang terkait dengan keyakinan anda atas gejala karena perasaan kesal, perasaan tertekan, perasaan suntuk, perasaan tidak puas, yang yang kesemua itu dapat mempengaruhi dalam proses anda berpikir.
Oleh karena itu, bangkitkan kekuatan berpikir anda dalam menghadapi tantangan gejala-gejala yang disebutkan diatas dalam proses berpikir sehingga pergunakan alat pikir anda menghadapi tantangan gejala tersebut yang mempengaruhi keyakinan dalam perjalanan hidup ini.
Aspek Waktu Senggang dalam Stress, memberikan gambaran kepada anda, bahwa adakah kemampuan anda untuk membayangkan perasaan bersalah, bingung,frustrasi dan menyesakkan menjadi gejala-gejala stress yang terkait dengan waktu senggang.
Jangan anda pikirkan bahwa waktu senggang hanya diliki oleh orang berada saja yang dapat mendorong pikiran anda menjadi lemah, karena pandangan itu tidak pernah anda yakini setelah anda mampu menyelesaikan kerja dalam hidup ini tapi anda juga harus memiliki keyakinan dalam pikiran anda untuk mampu dalam mengusahakan untuk memanfaatkan waktu senggang bukan milik hanya orang kaya semata.
Aspek Pikiran dalam Stress, memberikan gambaran kepada anda yang terkait dengan mental anda karena gambaran tersebut memberikan wujud pikiran anda, seberapa jauh anda mampu mengaktualisasikan pikiran sebagai alat yang sangat berpengaruh dalam mengendalikan jangan alat itu yang menendalikan anda dalam perjalanan hidup ini.
Oleh karena itu, kekuatan pikiran yang anda meliliki dua hal dalam kehidupan ini yang akan dihadapi disatu sisi berkaitan dengan alasan (sebab) dan disisi lain yang terkait dengan hasil (akibat), maka anda memikirkan kemungkinan dalam pikiran anda bahwa kita tidak membayangkan mengenai diri kita, tetapi apa yang kita pikirkan yang menggambarkan mengenai diri kita, sehingga pikiran memberi suatu wujud dalam berharap dan mampu percaya.
Bertolak dari pikiran diatas memberikan suatu gambaran yang terkait dengan mental anda, sehingga aspek pikiran dalam stress memperlihatkan gejala-gejala yang mempenguruhi mental anda dari hal-hal yang terkait dengan rasa takut, kesepia, kelesuan, kepikunan, ketegangan emosional, peraaan kesal, tidak adanya konsentrasi, kecenderungan untuk cepat terkejut, kemarahan, kebingungan dan sebagainya.
Dapatkah anda mengendalikan hal-hal yang kita sebutkan diatas dalam usaha-usaha memikirkan kemungkinan menjadi suatu keyakinan terhadap gejala-gejala stress mental diatas.
Aspek Tubuh dalam Stress, memberikan gambaran kepada anda yang terkait kesiapan anda secara berkesinambungan untuk menjaga keadaan fisik melalui olah raga, gerak badan, rekreasi, diet dan sebagainya dalam usaha menghadapi tantangan aspek tubuh dalam stress.
Oleh karena itu, hal-hal yang terkait dengan gejala stress phisik yang diakibatkan oleh gaya hidup anda dapat mempercepat gejala seperti pusing, mual, akit kepala, tangan yang dingin dan lembab, perasaan cemas, gugup, gelisah, jantung berdebar, tidak ada nafsu makan, kehilangan tenaga, lelah dan sebagainya, sehingga gejala tersebut tidak selalu berarti bahwa distress penyebabnya, bisa saja diakibatkan oleh penyakit, sehingga diperlukan perhatian anda untuk menjaga kondisi phisik sebelum terjadinya gejala tersebut mendorong menjadi penyakit. Dengan demikian pikirkan oleh anda yang terkait apapun yang anda inginkan, maka keinginan itu juga menginginkan anda.
Berani bermimpi dalam mengelola stress :
Dapatkah anda membayangkan bahwa anda dapat menggapainya dengan berani bermimpi dalam mengelola stress artinya apa yang dapat dibayangkan serta diyakini manusia dapat mewujudkannya karena setiap orang memliki bakat, yang jarang adalah keberanian untuk mengikuti bakat tersebut ke tempat gelap ke mana ia menuntunnya.
Bertolak dari pikiran diatas dengan kekuatan menggerakkan pikiran dalam berani bermimpi sebagai daya dorong keberhasilan adalah kondisi pikiran, oleh karena itu dengan memperhatikan aspek-aspek dalam stress yang telah kita utarakan diatas, maka dalam usaha untuk membangun keseimbangan hidup yang terkait dengan kemampuan anda untuk mengelola stress.
Oleh karena itu, diperlukan suatu rencana dalam memikirkan kemungkinan sebagai bagian keberanian bermimpi untuk menuangkan kebutuhan alat dasar yang harus anda pikirkan untuk dapat diaktualisasikan yang mencakup :
- Tumbuh kembangkan keyakinan-keyakinan yang positip untuk berusaha dalam menciptakan impian untuk meredam aspek yang telah diuraikan.
- Tumbuh kembangkan hal-hal yang terkait dengan usaha-usaha untuk menciptakan kesantaian dan pernapasan.
- Tumbuh kembangkan kebiasaan pola makan sehat yang seimbang.
- Tumbuh kembangkan kebiasaan kegiatan phisik dalam berolah raga
- Tumbuh kembangkan kebiasaan pengelolaan waktu yang sangat berguna.
- Tumbuh kembangkan perubahan sikap yang positip dan perilaku asertif
Mengelola stress merupakan langkah untuk membangun keseimbang hidup, oleh karena itu pikirkan dan ungkitkanlah kekuatan berpikir anda dalam merumuskan stress, pikiran dan keyakinan yang menuntun sikap dan perilaku anda.
Sejalan dengan pikiran diatas, maka bangkitkan kekuatan ingatan anda, jika anda tidak tahu ke mana arah yang anda ambil, dengan begitu anda tidak tahu dimana anda berada.
Untuk itu harus memikirkan kemungkinan dalam berani bermimpi untuk menghentikan stress sebelum dia mulai menyerang dan setiap orang memiliki potensi bakat yang terpendam maka perhatikan cara anda bicara dengan diri sendiri yang dapat mendorong untuk memberikan gambaran mental anda dalam usaha menggerakkan kemampuan anda dalam menumbuh kembangkan kesabaran, bersikaplah jujur dan realistis dalam usaha-usaha agar merealisasikan wujud pengelolaan stress dalam kesimbang hidup anda.
4. MENATAP KEHIDUPAN MELALUI MATA ORANG LAIN
Menatap kehidupan melalui mata orang lain, disebut juga ungkapan kata EMPATI sebagai keadaan mental yang membuat seseorang mengidentifikasi atau merasa dirina dalam keadaan perasaan atau pikiran yang sama dengan orang atau kelompok lain.
Sejalan dengan pikiran diatas melalui kekuatan empati, ia belajar agar dapat mengungkapkan untuk mencari jawaban yang berkaitan dengan sejumlah pertanyaan seperti 1) bagaimana gambaran yang saya harapkan dari orang lain tentang diri saya ? ; 2) bagaimana saya berinteraksi dengan orang-orang ini sehingga mereka menggambarkan saya dengan cara mereka ? ; 3) kalau ada perbedaan pandangan, bagaimana saya dapat mengubah sikap dan perilaku saya agar orang lain mulai menggambarkan saya dengan cara yang saya inginkan ? dan sebagainya.
Dalam pikiran anda cobalah anda renungkan agar kegagalan berempati seminimmkan dalam aktualisasinya, oleh karena itu setiap adanya umpan balik anda harus berhati-hati merespon komentar-komentar kritis, jangan beraksi marah , renungkan dalam pikiran yang tenang dan tarik pelajaran atasnya.
Agar dalam bersikap dan berperilaku usakan untuk menjadi orang yang punya empati seperti apa yang terpikirkan dalam pikiran anda kedalam 1) bertindak apa yang sudah anda jalani sebijak mungkin ; 2) berusahalah untuk tidak memperlihatkan kekecewaan anda ; 3) mampu membayangkan membuat asumsi tentang motivasi orang lain ; 4) hindari adanya empati yang berlebihan untuk memberikan peluang orang lain memanfaatkan anda
Akhirnya renungkan dalam kebiasaan pikiran anda bahwa anda mampu memberikan keteladanan sebagai orang yang punya empati, untuk itu pikirkan menjadi kebiasaan yang mendorong daya kemauan yang kuat kedalam usaha-usaha untuk 1) terus melatih diri ; 2) manfaatkan pengalaman anda sebagai penuntun ; 3) gerakkan sikap dan perilaku anda kedalam aktualisasi setiap hari sehingga menjadi kebiasaan dalam hidup anda.
5. BERKOMUNIKASI SECARA EFEKTIF
Kepemimpinan yang berhasil mempengaruhi orang lain sangat ditentukan oleh keterampilan dan kemampuan menjalankan fungi komunikasi secara baik karenanya komunikasi yang baik dan menjadi efektif akan ditentukan pula oleh kepercayaan dan keyakinan anda dalam memimpin untuk mempengaruhi bawahan.
Keyakinan dan kepercayaan hanya dapat terbentuk apabila anda menyadari suatu lingkungan yang harmonis antara pimpinan dengan para bawahannya yang dapat benar-benar berkomunikasi dengan baik yang sejalan dengan makna fungsi komunikasi.
Pertama ia menyadari untuk melaksanakan pengungkapan emosional (fungsi) dengan sikap dan perilaku yang dapat menimbulkan kesan yang menarik mereka dari tindakannya dari pada kata-kata.
Kedua pesan yang disampaikan mengenai fakta dan informasi (fungsi) yang dapat dipertanggung jawabkan.
Ketiga mampu memberi daya dorong agar termotivasi kearah (fungsi) yang memenuhi kepentingan semua pihak.
Keempat mampu menjalankan kendali (fungsi) untuk dapat menerima dan mendengarkan konskwensi berkomunikasi serta membuat langkah lanjutan dalam tindakan.
Disatu sisi kita dapat memahami makna fungsi komunikasi dan disisi lain diperlukan kemampuan dan keterampilan untuk mendalami aktualisasi kedalam proses komunikasi karena kita harus meyakini bahwa tindakan lebih membekas daripada kata-kata, jadi dapat saja anda melakukan komunikasi, tetapi anda tidak mengambil tindakan, itu berarti tak ada seorangpun akan memperca-yai komunikasi tersebut, akibatnya dapat menimbulkan sindrom dalam bentuk gejala pura-pura atau bentuk mental yang suka menunda-nunda.
Oleh karena itu, pengkodean (proses) mengubah suatu pesan komunikasi menjadi bentuk simbol artinya apa yang dikomunikasikan, saluran (proses) artinya mediun lewat mana sesuatu pesan komunikasi berjalan, pendekodean (proses) artinya penerjemahan ulang pesan komunikasi seorang pengirim, gelung umpan balik (proses) artinya tautan akhir dalam proses komunikasi mengembalikan pesan ke dalam sistem guna memeriksa kesalahpahaman.
Dengan demikian untuk menjadikan komunikasi yang efektif menuntut pengasahan secara terus menerus oleh pemimpin yang menyadari bahwa kepemimpinan akan berhasil bila secara sungguh-sungguh memahami fungsi komunikasi disatu sisi dan disisi lain melaksanakan proses komunikasi, sehingga waktu hidup kita sebagian besar dipergunakan dalam berpikir untuk menulis, membaca, berbicara dan mendengarkan dalam kerangka hubungan individu, kelompok dan organisasi.
Menghayati makna komunikasi bagi setiap pemimpin dalam rangka untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan yang efektif dengan mengungkapkan dari kata komunikasi memberikan petunjuk arti penting bagi pimpinan puncak, sedangkan pada pimpinan menengah memberikan petunjuk untuk menyesuaikan tindakan dan ucapan agar pemanfaatan komunikasi dua arah lebih sesuai dengan kebutuhan untuk melaksanakan komitmen.
Pilihan komunikasi tatap muka sangat memberikan kontribusi yang besar karena komunikasi lebih bersifat terbuka dan terus terang atas pesan yang hendak disampaikan, lebih-lebih yang menyangkut pembaruan dalam tindakan, sehingga paling tidak meliminir bentuk-bentuk resistensi yang bakal terjadi.
Kepentingan komunikasi dalam individu, kelompok dan organisasi hanya dapat tercipta secara efektif bila semua yang mempunyai kepentingan menjadi tanggung jawab bersama yang akan sejalan dengan pesan yang akan diko-munikasikan sehingga informasi yang disalurkan benar-benar memenuhi bagi semua yang berkepentingan.
Akhirnya kita menyadari sepenuhnya bahwa komunikasi sebagai perinsip ketiga adalah sangat penting dalam pelaksanaan maka perlakukan komunikasi dilihat dari fungsi dan proses sebagai kebutuhan yang berkelanjutan, maka aktualisasinya terwujud dalam bentuk penyampaian pesan berdasarkan keputusan intuisi dan otak, ketepatan waktu juga penting, dilakukan secara terus menerus, serta hilang-kan komunikasi satu arah.
6. MENERIMA DIRI SENDIRI DAN ORANG LAIN
Walaupun tidak mungkin kita mengerti diri sendiri dengan sejelas-jelasnya sering orang dapat berusaha ke arah itu hingga penyesuaian dan kebahagian-nya akan bertambah baik.
Bertolak dari pemikiran diatas, maka diperlukan pemahaman yang lebih mendalam dalam usaha kebiasaan dalam pikiran mengenai hal-hal yang terkait dengan :
Pertama, yang terkait dengan memahami diri sendiri, sehingga timbul untuk menjawab pertanyaan berupa 1) apakah kebutuhan-kebutuhan saya ; 2) adakah diantara kebutuhan-kebutuhan ini yang tidak terpenuhi oleh saya ; 3) adakah kebutuhan-kebutuhan yang perlu saya susahkan dan yang perlu saya puaskan ? ; 4) apakah saya berusaha memungkiri bahwa kebutuhan-kebutuhan saya tertentu tidak ada ? ; 5) jika memang demikian, mengapa saya berbuat begini ?
Sejalan dengan pertanyaan tersebut diatas, pikirkan dalam usaha memahami diri sendiri yang terkait dengan 1) hati nurani saya ? ; 2) mekanisme penyesuaian dan gaya hidup saya ; 3) perkembangan psikologis saya.
Kedua, yang terkait dengan terimalah diri sendiri, dalam hal ini ada beberapa cara yang dapat membantu untuk memudahkan kita menerima dan memahami sendiri melalui apa yang disebut dengan 1) menemukan seseorang yang sudah matang ; 2) melaksanakan diskusi tentang perasaan masalah perseorangan, perkembangan pribadi dan sikap terhadap kehidupan ; 3) melihat motif-motif dasar yang tersembunyi ; 4) membaca-baca profesionil
Ketiga, kembangkanlah kekuatan-kekuatan kita yang positif melalui analisa-analisa diri sendiri seperti itu dan diskusi.
Berdasarkan apa-apa yang kita ungkapkan diatas, maka renungkan jalan-jalan menuju penerimaan diri, melalui apa yang kita sebut dengan 1) kenali perasaan, pikiran dan gaya anda menguasai masalah ; 2) tetapkan harapan dan cita-cita yang realistis untuk diri anda sendiri dan orang lain ; 3) melaksanakan kehidupan sesuai dengan nilai-nilai anda. Dengan pemikiran tersebut perlu untk direnungkan banyak tantangan yang memakan waktu dan energi.
7. MEMAKSIMUMKAN HUBUNGAN DAN MEMBANGUN KASIH SAYANG
Satu hal yang selalu yang perlu diingat bahwa manfaat untuk memperkuat hubungan adalah bukanlah sesuatu yang dianggap gampang, oleh karena itu membangun hubungan-hubungan dengan orang lain dan dengan nilai-nilai menjadi daya dorong bagi kehidupan.
Oleh karena itu, agar kita dapat tertuntun dengan baik, maka diperlukan pedoman dalam memelihara hubunhan. Dalam hal ini, maka kita ingat sebagai pedoman yang akan dapat menuntun sikap dan perilaku dengan apa yang kita sebut sebagai pedoman : 1) Jadikanlah hubungan sebagai prioritas tertinggi dalam hidup anda ; 2) Untuk kita selalu ingat bahwa hubungan terjadi dalam banyak bentuk ; 3) Tumbuhkan untuk bersikap proaktif dalam membangun hubungan dan belajarlah dalam mengembil resiki : 4) Tunjukkan kebiasaan kasih sayang dan terimalah peran keteladanan ; 5) Untuk diingat bahwa hubungan harus berkelanjutan dan memungkinkan adanya perubahan.
Bertitik tolak dari pedoman sebagai tuntunan kedalam sikap dan perilaku diatas, maka bayangkanlah dalam pikiran anda bahwa keharmonisan hubungan dengan keluarga dan atau sesama manusia sesuai dengan apa yang dinginkan dan diridhai Allah. Oleh karena itu cobalah gali dan renungkan kembali ajaran dalam islam.
Sejalan dengan pemikiran diatas, kita berharap akan meningkatkan keberhubungan anda dengan keluarga besar serta dengan mimpi-mimpi dan cita-cita, sehingga kita selalu memeriksa cara kita berhubungan dan memberikan konstribusi kepada rang lain, sementara tu memerlukan kehadiran orang-orang dewasa dengan keteladanannya dalam kehidupan kita, harga diri kita diperkuat pada saat kita melayani orang lain dalam kapasitas itu dengan memberi kasih sayang dan perhatian.
8. MENANGANI BERBAGAI KESALAHAN SECARA EFEKTIF
Manusia tidak mungkin tidak berbuat kesalahan, sehingga saya terus berpikir sendiri,“Bagaimana kalau keputusan saya adalah keputusan yang salah ? Bagaimana kalau saya membuat kesalahan ? Saya begitu takut membuat kesalahan atau tampak tolol sehingga akhirnya saya menjadi bimbang dan ragu. Disinilah letaknya pentinga membangun kebiasaa dengan pola pikir berdaya jiwa fleksibel dan memahami makna penisbahan yang mengungkapkan hal-hal yang terkait sebab-sebab kesalahan ataupun keberhasilan kita. Oeh karena itu betapa pentingnya kita belajar dari pengalaman sendiri dan atau orang lain, kita membuat perbandingan atasnya bagaimana cara mengungkit daya ingat kedalam kekuatan kebiasaan berikir yang produktif yang mampu menuntun sikap dan perilaku dalam pikiran dan tindakan.
Oleh karena itu, bayangkan penisbahan perilaku kita dan orang lain yang dibentuk oleh pikiran sendiri dan juga pengalaman hidup, maka disitu terletak satu kekuatan membentuk ide-ide tentang diri kita sendiri dan orang lain, meskipun kita tidak bisa mengganti gen (unsur sel plasma yang mengendalikan penerusan ciri-ciri keturunan) kita, tapi kita dapat belajar menerjemahkan pengalaman kita dengan cara baru.
Bertolak dari pokok pikiran diatas, maka timbul pertanyaan seberapa jauh kita mampu mengungkit daya ingat dalam kebiasaan berpikir agar kita mampu membuat langkah-langkah mengella kesalahan dan hambatan
Kita sadari bahwa proses pembelajaran untuk menerima kesalahan sebagai informasi bagi keberhasilan dimasa datang menimbulkan banyak tantangan dan rintangan namun kita percaya dan yakin terbukanya pintu mengungkit daya ingat kedalam daya kemauan yang kuat sehingga menjadi kebiasaan dan karekter diri untuk membangun sikap yang konstruktif terhadap kesalahan, melalui kebiasaan berpikir yang produktif kedalam langkah-langkah :
Pertama, kita belajar dan memeriksa yang terkait dengan asumsi-asumsi anda tentang kesalahan, dimana biasanya tidak terbayangkan kdalamkebiasaan berpikir untuk mengidentifikasi, memikirkan atau mempertanyakan asumsi-asumsi tersebut, sehingga mereka tetap kuat tetapi tidak mengenali kekuatan yang mengatur tindakan kita.
Kedua, seberapa jauh anda pertanyakan penisbahan yang merusak diri, yang mana penisbahan tersebut merupakan asumsi di dalam suatu pola pikir. Leh karena itu, asumsi tersebut penjadi perintang jalan dalam menjalani gaya hidup berdaya jiwa fleksibel sehingga asumsi-asumsi tersebut harus dideskripsikan, dipaham, dan dipetanyakan.
Ketiga, dari pengalaman tersebut ambil pelajaran postif dari setiap situasi yang dialamai untuk mengatasi penisbahan yang merusak diri atas kesalahan-kesalahan, maka susunlah pertanyaan-pertanyaan yang mampu untuk mengungkit daya ingat menjadi satu daya kemauan yang kuat untuk mndalami dan memikirkannya.
Keempat, rumuskan sebuah rencana aksi untuk mencoba kedalam naskah pola pikir baru dengan didasarkan pada penisbahan-penisbahan baru, dengan begitu kita mengetahui dan mempertanyakan penisbahan-penisbahan negatif dari berbagai kesalahan dankegagalan saebagi satu pelajaran untuk kita bangkit agar mampu mendorong daya kemauan yang kuat untuk berubah.
Akhirnya kita dapat mengatakan bahwa „menangani berbagai kesalahan secara efektif“ jang terbayangkan dalam kebiasaan pikiran yang mengungkap kekuatan pikiran tentang kesalahan merupakan suatu persoalan yang lebih besar dibandingkan membuat kesalahan.
Oleh karena itu, orang-orang yang berdaya jiwa fleksibilitas memandang kesalahan sebagai pengalaman yang memberi pelajaran, sehingga bila anda ingi menjalani suatu gaya hidup yang berdaya jiwa fleksibilitas, anda harus mengetahui bahwa kesalahan dan kegagalan adalah kejadian alamiah di dalam gaya hidup itu. Pilihan anda merupakan cara anda merespon kejadian itu.
9. MEMBANGUN KOMPETENSI KEDALAM KEBERHASILAN
Membangun kompetensi kedalam keberhasilan disini dimaksudkan adalah seberapa jauh penguasaan pola pikir dengan berdaya jiwa fleksibilitas mampu memanfaatkan teori penisbahan.
Ada beberapa hal yang harus diperhatian oleh pemain peran sejalan ungkapan keberhasilan, maka setiap individu yang memanfaatkan teori penisbaan akan dipengaruhi hal-hal yang terkait dengan:
1) Ketiadaan Kepuasan oleh pandangan dari setiap individu sejalan dengan pola pikir yang positif akan menunjukkan berbeda satu sama lainnya, sehingga tampak jelas diperlukan bantuan untuk mengatasi dalam usaha mengubah penisbahan yang berdampak merusak diri yang secara psikologis merampas dia dari kepuasaan diri yang merupakan hasil dari pencapaian yang realistis.
2) Peneriman dari penisbaan haruslah dipandang bukan narsisme atau egotisme (kecintaan pada diri sendiri atau kesombongan biasa) melainkan penisbaan orang-orang yang berdaya jiwa fleksibilitas terhadap kesalahan dan keberhasilan adalah realistis ditandai dengan suatu keyakinan bahwa persoalan dapat dipecahkan, bahwa solusi harus ditemukan dulu di dalam diri seseorang dan bahwa ketika keberhasilan tiba hal itu tidak diiringi dengan pemajaan diri.
3) Mengidentifikasi bidang-bidang kompetensi kita, dimana ketika kita memeriksa pola pikir orang-orang yang berdaya jiwa fleksibel dari sudut pandang penisbahan dan asumsi merka mengenai keberhasilan
Sejalan dengan apa-apa yang kita pikirkan diatas, maka diperlukan langkah-langkah untuk membangun pandangan yang berdaya jiwa fleksibel tentang keberhasilan dan untuk memelihara bidang-bidang kompetensi meiputi :
Pertama, lakukan untuk memeriksa asumsi-asumsi anda tentang keberhasilan dengan mengungkapkan pertanyaan seperti 1) pikirkanlah sejumlah keberhasilan anda pada beberapa tahun lalu ; 2) apa yang anda katakan pada diri sendiri ketika ini terjadi ? ; 3) mengapa anda berpikir bahwa anda sukses ? ; 4) apa reaksi anda terhadap keberhasilan anda ? ; 5) dengan cara apa, kalau ada, keberhasilan itu mengubah perilaku anda pada masa akan datang ?
Kedua, mempertanyakan penisbaan yang merusak diri, tentang keberhasilan yang sudah kita dengar seperti 1) saya mujur ; 2) kalau orang-orang tahu diri saya yang sebenarnya, mereka tidak akan mengucapkan selamat kepada saya atas apa yang saya lakukan ; 3) saya benar-benar tidak patut mendapatkan apa yang saya peroleh.
Ketiga,susunlah daftar minat dan bidang-bidang kompetensi anda , lalu kejarlah, sejalan dengan itu pikirkan pertanyaan berikut ini : 1) tuliskan dua atau tiga aktivitas yang senang anda lakukan ; 2) seberapa sering anda terlihat dalam aktivitas-aktivitas ini ? ; 3) tuliskan beberapa bidang yang anda yakin menunjukkan kekuatan anda ; 4) seberapa penting kekuatan ini dilihat dari rutinitas anda sehari-hari ; 5) tuliskan tiga atau empat harapan dan tujuan jangka pendek serta jangka panjang and untuk diri anda sendiri ; 6) bagaimana tujuan-tujuan ini berhubungan dengan apa yang anda anggap sebagai kekuatan dan kelemahan anda ? 7) di sebelah masimg-masing tujuan, tuliskan langkah-langka yang telah anda ambil untuk mencapai tujuan itu.
Bertitik tolak dari apa yang telah kita ungkapankan diatas, maka setiap orang punya bidang kompetensi yang berbeda-bda. Kita sudah mengetahui bahwa apapun bidang ini, kalau ia mereprenstasikan keinginan besar kita dan kita mengejarnya dengan perasaan berdaya dan gembira, kehidupan kita akan diisi dengan makna dan kesejatian.
10. MEMBANGUN DISIPLIN DAN KONTROL DIRI
Satu kekuatan dasar dari gaya hidup berdaya jiwa fleksibel adalah kontrol diri, dimana setiap persoalan yang kita pecahkan, setiap keptusan yang kita buat, setia interaksi yang kita lakukan dan setiap penyaluran emosi sampai taraf tertentu membutuhkan kontrol diri.
Banyak orang harus berusaha keras untuk mengelola komponen pola pikir berdaya jiwa fleksibelini sebagai mana terbukti dengan contoh seperti : 1) saya hanya berusaha menjelaskan ; 2) itu bukan diri saya yang sebenarnya ; 3) bersuara keras atau marah.
Gambaran orang kurang kontrol diri, mereka biasanya 1) bertindak sebelum berpikir ; 2) tidak membuat rencana lebih dahulu ; 3) memiliki kesulitan untuk mengatur ekspresi emosi-emosi mereka ; 4) tidak mengantisipasi berbagai konsekuensi ; 5) memiliki pandangan yang menyimpang tentang kontrol diri ; 6) memiliki sikap impulsif yang menganggu empati dan hubungan-hubungan yang menyenangkan dengan orang lain.
Bertitik tolak dari apa-apa yang kita utarakan diatas, maka langkah-langkah untuk mencapai kontrol diri membutuhkan sejauh mana anda menjalani hidup teratur yang ditandai oleh kearifan berpikir dan kontrol diri, melalui langkah-langkah yang kita utarakan dibawah ini :
Pertama, akuilah kepemilikan atas perilaku anda, maka dalam hal ini jangan dirancukan dngan mnyalahkan diri kita atau membenarkan perilaku yang tidak sesuai.
Kedua, berpikir sebelum bertindak. Menjadi seorang pemecah masalah yang proaktif, untuk menjadi reflektif dan tidak begitu implulsif denan memperhatikan hal-hal yang kita sebut 1) nyatakan tujuan-tujuan anda dngan jelas apa yang ingin anda capai ; 2) pertimbangkan sejumlah naskah baru ; 3) pilih naskah yang memiliki peluang terbesar untuk berhasil dan tetapkan kreteria untuk menilai keefektifannya. 4) pertimbangkan berbagai hambatan untuk berhasil ; 5) mainan naskah baru dan nilai kefektifannya 6) modifikasi atau ubah naskahnya kalau ternyata tidak berhasil
Ketiga, bersikaplah konsisten, tidak kaku, dimana disiplin diri dan kontrol diri yang dikaitkan dengan gaya hidup berbaya jiwa fleksibel memiliki ciri khas yaitu konsisten
Dengan memperhatikan pikiran yang kita ungkapkan diatas, maka perlu dipahami bahwa pola pikir yang berdaya jiwa fleksibel saling terkait dengan ciri lainnya. Oleh karena itu, disiplin diri dan kontrol diri sangat terkait dngan dengan usaha untuk menjalani sebuah kehidupan yang seimbang dan berkelakuan dengan cara yang sesuai dengan tujuan dan nilai-nilaikita.
Pada saat kontrol diri tidak ada, kita mudah mengabaikan nilai-nilai dan perioritas kita menyerah terhadap ketidakjujuran, membahayakan hubungan yang menyenankan dan menunjukkan perilaku yang tidak sesuai dengan pola pikir berdaya jiwa fleksibel.
11. MENGELOLA GAYA HIDUP YANG BERDAYA JIWA FLEKSIBILITAS
Mengelola gaya hidup yang berdaya jiwa fleksibilitas haruslah dibangun atas dasar daya kemauan yang kuat yang ditopang oleh kebiasaan yang produktif, akan mendorong satu kekuatan membangun sebuah pola pikir dan pelaksanaan suatu gaya hidup yang berdaya jiwa fleksibilitas kedalam kebiasaan da keinginan.
Kebiasaan dan keinginan tersebut menjadikan keterampilan ini secara teratur agar kita tidak terjerumus lagi ke pola pikir yang mendorong sikap dan perilaku lama yang merusak diri.
Oleh karena itu, kebutuhan atas evaluasi konsep gaya hidup berdaya jiwa fleksibilitas baik jangka pendek dan jangka panjang menjadikan pemahaman yang mendasar agar menjaga pelaksanaan konsep yang lebih jelas dan terarah kedalam budaya yang lebih kuat
Sejalan dengan pikiran diatas, maka diperlukan pula rumusan strategi dan kebijaksanaan dalam menjalani hidup dengan kekuatan kebiasaan yang terkait dengan 1) melatih daya jiwa fleksibilitas setiap hari ; 2) mendalami prinsip-prinsip pedoman jangka panjang ; 3) memahami makna tak pernah ada kata terlambat.
12. PENUTUP
Satu hal yang dapat kita pelajari bahwa dari pengalaman yang diungkapkan oleh peneliti dan pemikir bahwa banyak orang tidak berhasil dalam hidup ini, bukan disebabkan karena mereka kurang sumber daya, melainkan kurangnya daya kemauan yang kuat untuk mendorong mengungkit daya ingat dalam membangun “Kepemimpinan dengan kekuatan jiwa fleksibiltas menjadi pribadi tangguh dalam keberhasilan”
Usaha-usaha untuk memperkuat daya kemauan yang kuat dalam kebiasaan dan keinginan menjadikan kepemimpinan yang memiliki kekuatan dengan berdaya jiwa fleksibilitas, diperlukan pemahaman untuk melaksanakan pokok pikiran yang kita sebut dibawah ini :
- Mengubah bahasa kehidupan
- Mengelola stress
- Menatap kehidupan melalui mata orang lain
- Berkomunikasi secara efektif
- Menerima diri sendiri dan orang lain
- Memaksimumkan hubungan dan membangun kasih sayang
- Menangani berbagai kesalahan secara efektif
- Membangun kompetensi kedalam keberhasilan
- Membangun disiplin dan kontrol diri
- Mengelola gaya hidup yang berdaya fleksibilitas
Dengan memperhatikan hal-hal yang kita ungkapkan diatas, maka usaha mengubah pola pikir berdaya jiwa fleksibilitas membutuhkan kekuatan untuk melaksanakan kebiasaan kedalam sikap dan perilaku yang berwujud kekuatan kebiasaan mudah di kontrol disatu sisi dan disisi lain adanya kesiapan untuk melakukan perubahan. Oleh karena tu renungkan kembali kekuatan kebiasaan yang reaktif menjadi kekuatan proaktif.
