Feeds:
Posts
Comments

Archive for July, 2011

INSENTIF DAN KEPENTINGAN PELANGGAN FASE KEEMPAT (8) 1. PENDAHULUAN Untuk mendapatkan laba yang lebih tinggi, maka mereka perlu memikirkan kembali dari sistem insentif yang didasarkan volume penjualan ke sistem yang berorientasi laba. Oleh karena itu, kembangkan kekuatan pikiran agar menjadi kebiasaan untuk mengungkit daya kemauan anda dalam usaha untuk : Meyakinkan Pelangan Agar Membayar Harga [...]

Read Full Post »

  MEMAKSIMUMKAN LABA TAMBAHAN DALAM KOMBINASI PASAR FASE KETIGA (7) 1. PENDAHULUAN Merebut kembali laba dari para pelanggan terkait dengan keahlian menangani secara efektif kombinasi pemasaran anda : 1) produk, 2) promosi, 3) tempat dan 4) harga. Kemajuan anda dalam upaya ini akan bergantung pada kesediaan anda menantang “fakta-fakta” yang menuntun anda dalam berpikir dan [...]

Read Full Post »

MERUMUSKAN KENAIKAN HARGA DALAM MENINGKATKAN LABA FASE KETIGA (6) 1. PENDAHULUAN Menaikkan harga anda akan dihadapkan kepada kapan, bagaimana, berapa banyak dan mengapa, merupakan satu dari beberapa keputusan  terpenting yang harus dibuat seorang peran pemimpin dalam sebuah pasar yang mapan. Itu juga merupakan keputusan yang paling sulit dan paling berisiko. Sekilas tampaknya memang tidak demikian [...]

Read Full Post »

  MERUMUSKAN KESEDIAAN PELANGGAN DAN PERSAINGAN  FASE KETIGA (5) 1. PENDAHULUAN Sejalan dengan kemampuan perusahaan untuk melakukan penelitian tentang pelanggan didasarkan pada hipotesis dan terfokus, yang dapat membantu anda menjawab pertanyaan seperti 1) mengapa para pelanggan besar anda membeli sebanyak itu ? ; 2) seberap mantapkah hubngan anda dengan mereka ? ; 3) mengapa beberapa [...]

Read Full Post »

MERUMUSKAN ASUMSI-ASUMSI SEJALAN DENGAN SASARAN  FASE KEDUA (4) 1. PENDAHULUAN Perubahan pola pikir konvensional hanya dapat dilakukan bila sikap reaktif berubah kedalam sikap proaktif, oleh karena itu, menjadi tantangan bagi para pemain peran dalam organisasi untuk mendorong menjadi sikap yang terbuka dalam kesiapan untuk menghindari masalah. Oleh karena itu, menentang dan mengubah asumsi anda saat [...]

Read Full Post »

MANFAATKAN DATA DAN INFORMASI INTERNAL UNTUK MEMAKSIMUMKAN KEMAMPUAN MENCIPTAKAN LABA (3)   1. PENDAHULUAN Kebanyakan data yang dapat ditmpilkan perusaaan dari database mereka sendri adalah data status, temasuk didalamnya adalah data tentang pendapatan , penjualan unit, biaya-biaya variabel, tingkat harga, perkiraan pangsa pasar, dan besarnya anggaran untuk iklan. Menganalisis data status dapat mengungkapkan kepada anda [...]

Read Full Post »

MERBUT PELUANG DENGAN MENGUTAMAKAN LABA DARIPADA PENGUASAAN PASAR (2) 1. PENDAHULUAN Pemikiran ini didasarkan hasil penelitian yang diungkapkan oleh para konsultan dan memberikan inspirasi kedalam pola pikir yang bersifat tradisional menuju perubahan yaitu masa lampau menekankan kekuatan dalam merebut pangsa pasar yang sangat menentukan kelansungan hidup perusahaan. Tetapi dari pengalaman yang diungkapkan dari hasil penelitian [...]

Read Full Post »

MEMAKSIMUMKAN KEMAMPUAN  DALAM MENCIPTAKAN LABA (1) 1. PENDAHULUAN Diperlukan perubahan pola pikir yang terkait dengan kebiasaan yang mengungkit kekuatan pikiran untuk memperkuat daya kemauan dalam usaha-usaha “Memakimumkan Kemampuan Menciptakan Laba”. Bertolak dari pemahaman CEO atas “Daur Hidup Perusahaan”, maka untuk mempertahankan posisi pada daur hidup perusahaan yang prima, diperlukan sikap dan perilaku yang proaktif, oleh [...]

Read Full Post »

KETERAMPILAN MEMANDANG MASA DEPAN ATAS PEMASARAN UNGGUL PENDAHULUAN Kepemimpinan CMO yang memiliki wawasan dan imajinasi yang kuat akan sangat mudah menuangkan pikirannya kedalam kreativitas untuk meenggerakkan kekuatan pikiran sebagai satu kepercayaan diri untuk mengungkit keberanian dalam mengambil resiko, orisinil dalam berpikir memiliki kesiapan menghadapi resiko. Jadi pikiran tersebut mendorong daya kemauan menjadi keinginan untuk melihat [...]

Read Full Post »

KETERAMPILAN DALAM MENGUASAI PERASAAN YANG TERDALAM ATAS PEMASARAN UNGGUL PENDAHULUAN Walaupun konsep pengetahuan telah populer, hal ini masih tetap tidak bisa melepaskan diri dari hubungan dengan fakta yang terlihat. Tetapi dalam kenyataan, maka sebenarnya Pengetahuan dikelompokkan kedalam apa yang disebut dengan „Terstruktur“ dan „tidak Terstruktur“. Jadi pengetahuan yang tidak dikatakan lebih sukar dipahami, didasarkan pada [...]

Read Full Post »

Older Posts »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.