ENTREPRENEUR DENGAN PETA JALAN MENUJU KEBERHASILAN
PENDAHULUAN
Memilih sebagai entrepreneur sebagai suatu keputusan adalah pilihan empat jenis manusia mencari uang yang disebut sebagai 1) karyawan / pgawai ; 2) pekerja lepas ; 3) pebisnis ; 4) investor. Langkah dalam membuat keputusan dimulai dengan pemahaman yang mendalam tentang „peran anda dalam mewujudkan keberhasilan“, oleh karena itu, maka keberhasilan adalah suatu perjalanan bukan tujuan.
Sejalan dengan pemikiran diatas, anda memilih menjadi entrepreneur bertolak sebagai tonggak pertama adalah keinginan yang dilandasi oleh niat bahwa mencari rizki dengan mendapatkan halal dan baik ditujukan dalam rangka bertaqwa kepada Allah Swt. Untuk mewujudkan keinginan tersebut perlu ditopang pula adanya penguasaan ilmu sebagai informasi dan pengetahuan sebagai keterampilan dari pengalaman sebagai tonggak kedua dan ketiga menjadi „peta jalan menuju keberhasilan“.
Dengan kata lain bahwa „peta jalan menuju keberhasilan“ adalah kemampuan anda membangun dan mengembangkan „kebiasaan yang produktif“ yang dapat menuntun sikap da perilaku sebagai entrepreneur, dengan pikiran itu terdapat tiga unsur yang saling terkait, yang kita sebut keyakinan, konsentrasi dan konsistensi sebagai kunci untuk mewujudkan keberhasilan hidup masa depan.
Oleh karna itu, pahamilah terlebih dahulu makna „KEBERHASILAN“ sebagai daya dorong untuk mngungkit kekuatan pikiran yang terkait dengan pikiran entrepreneur bahwa „kemajuan adalah mengubah sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin“ dengan mengamalkan „IKHLAS“ dalam sikap dan perilaku artinya anda berpijak kepada keyakinan dan kepercayaan.
Oleh karena itu, agar kita dapat mengamalkan makna IKHLAS dalam mewujudkan „KEBERHASILAN“, maka kita haus membedakan pandangan dari pikiran pola lama dengan pikiran pola baru, agar peta jalan secara jelas mengambarkan perjalanan hidup ini agar anda sebagai entrpreneur benar-benar di jalan Allah Swt.
Makna „keberhasilan“ menurut pandangan pola pikiran lama selalu dikaitkan dengan hal-hal kepntingan yang dilihat dari sudut kekayaan, memiliki perasaan istimewa, memiliki sesuatu yang layak dan spesifik, kekuasaan, prestasi. Begitulah gambaran yang selalu mengikat pola pikir lama yang sangat dipengaruhi oleh kekuatan ksadaran inderawi.
Sebaliknya, makna „kebrhasilan“ dari sudut pandang pikiran baru yang dipengaruhi oleh kesadaran logika yang rasional mendorong sikap dan perilaku untuk memahami arti keberadaan manusia di dunia, bertumbuh sejalan dengan kemampuan menggerakkan potensi manusia, dan menjalankan amalan sesuai keyakinan dan kepercayaan dianutnya.
Jadi mengerakkan kekuatan pikiran dalam pola pikir baru diatas, akan menuntun manusia sebagai entrepreneur untuk mendapatkan rezki yang halal dan benar,yang sejalan dengan pemahamannya mengenai manusia siapa, darimana dan kemana dengan begitu akan tumbuh dalam pikiran untuk menarik gambaran yang terkait dengan „keberhasilan tidak datang melalui cara yang anda pikir, ia datang melalui cara anda berpkir“ sehingga dapat memberikan inspirasi dalam bersikap dan berperilaku untuk mempersiapkan diri dalam „menempuh perjalanan“
LANGKAH MENMPUH PERJALANAN
Bertitik tolak dengan pokok-pokok pikiran yang diungkapkan diatas, maka untuk menjawabnya diperlukan gambaran langkah-langkah menempuh perjalanan untuk mewujudkan makna „keberhasilan“ dengan kekuatan kesadaran yang rasional agar perjalanan yang ditempuh di ridhoi oleh kebesaran sang pencipta Allah Swt.
Rumusan dari pokok-pokok pikiran diatas digambarkan kedalam langkah menempuh perjalan sepert yang diungkapkan dibawah ini :
Pertama, merumuskan arah yang dituju :
Bertolak dari kemampuan menggerakkan kekuatan pikiran dalam „berani bermimpi“ yang menjadi pendorong untuk menimbulkan gerakan pikiran sehingga menjadi suatu „inspirasi untuk merumuskan arah yan dituju“, maka diperlukan rumusan yang jelas hal-hal yang terkait dengan keinginan mewujudkan makna keberhasilan anda sebagai entrepreneur yang sukses yang berlandaskan kesadaran rasional dengan melepaskan dari kesadaran inderawi.
Jadi makna sukses dipahami terhadap hal-hal yang terkait dengan pemahaman diatas memberikan arah persfektif yang dituju yaitu 1) menjalankan amanah yang sejalan dengan tujuan hidup anda ; 2) berkemampuan menggerakkan potensi pikiran ; 3) menjalankan untuk memenuhi kebutuhan berbagi kepentingan.
Dengan kejelasan arah persfektif yang digambarkan diatas perlu dirumuskan keputusan strategik (visi, misi, tujuan, budaya, strategi, kebijakasaan) dan melangkah diperlukan komitmen yang kuat.
Kedua, merumuskan seberapa jauh jarak yang ditempuh :
Seberapa jauh kemampuan anda dalam usaha mewujudkan keputusan strategik akan sangat bergantung kepada sikap (mengkomunikasikan suara hati anda kepada orang lain) dan perilaku (gaya ddalam bertindak dengan asertif / aktif ; nonasertif / pasif ; agresif).
Seberapa jauh jarak yang ditempuh akan sangat bergantung atas sikap dan erilaku anda sendiri, sehingga kekuatan pikiran yang dimanfaatkan haruslah dituntun oleh kekuatan pikiran, dengan demikian tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan.
Sejalan dengan pikiran trsebut, maka sikap adalah suatu isyarat yang anda pancarkan kepada orang lain, yang berarti juga anda melihat sesuatu secara mental dari dalam, dengan demikian memusatkan perhatian pada faktor-faktor positif dari lingkungan, maka akan mudah untuk tetap bersikap positif. Sebaliknya bilamana ada gonjangan pada diri anda akan berdampak sikap anda menjadi negatif, dalam situasi demikian tantangannya adalah penyesuaian sikap untuk mengembalikan kepada yang positif.
Dengan demikian sikap anda itulah yang menentukan ketinggian yang anda capai, oleh karena itu impian tanpa sikap yang positif hanya menjadi penghayal, sehingga sikap positif tanpa impian menghasilkan bagi manusia yang tidak akan maju, sebaliknya impian bersama sikap yang positif menghasilkan seseorang yang tidak terbatas kemungkinan dan potensinya.
Oleh karena itu, akan diperlihatkan gambaran sikap yang positif akan menunjukkan kepribadian 1) percaya kpada diri sendiri ; 2) kesedian memandang manusia positif ; 3) berkemampuan membaca adanya peluang ; 4) memfokuskan kepada pemecahan ; 5) keuletan ; 6) memiliki sensitivitas ; 7) tanggung jawab atas perannya.
Sebaliknya pilihan gaya dalam berkomunikasi, bergantung kepada tingkat kedewasaan berpikir dalam usaha bagaimana kita dapat menuju yang asertif secara konsisten dengan melepaskan diri dari situasi dan faktor pribadi.
Ketiga, merumuskan cara menempuhnya :
Dengan memperhatikan langkah sebelumnya (1 dan 2), maka langkah ketiga diperlukan kejelasan cara menempuh perjalanan, yang dalam hal ini ada beberapa cara yang dapat ditempuh dengan apa yang disebut yaitu 1) tidak membuat rencana dan tidak terfokuskan dengan pola pikir yang reaktif artinya menekankan masa lampau ; 2) ada rencana dalam memikirkan status quo dengan hanya memikirkan masa kini tanpa melihat masa depan ; 3) memikirkan masa lampau dan masa kini dengan menyiapkan rencana yang baik tapi tidak terpikirkan untuk merumuskan menjadi tindakan yang jelas ; 4) bertolak dari suatu rencana terpadu.
Berolak dari pemikiran diatas, maka pilihan cara keempat yang dikemukakan diatas adalah pilihan yang diputuskan untuk menjamin anda bisa sampai ke sana dari sini karena dengan jelas dapat menjadi penuntun karena perencanaan terpadu telah mengungkapkan rencana secara kualitatip dan kuantitatif dari jangka panjang ke menengah dan jangka pendek. Jadi rencana yang dirumuskan sudah mencakup program dan rincian tindakan
Keempat, merumuskan kesiapan melaksanakannya :
Dengan kejelasan rencana terpadu termasuk didalamnya rumusan yang jelas kesiapan apa yang perlu disiapkan, agar anda dapat memulainya. Dengan kesiapan untuk menempuh perjalanan dalam merebut keberhasilan akan terletak dari kesiapan rencana apa yang disebut dengan rencana pertumbuhan pribadi.
Jadi pertumbuhan pribadi menjadi pendorong yang sejalan dengan usaha – usaha dalam menginisiatifkan perubahan karena pertumbuhan adalah pilihan, dengan begitu memilih pertumbuhan berarti anda memiliki kemampuan untuk memanfaatkan potensi anda.
Pilihan membuat pertumbuhan pribadi akan menunjukkan bahwa suatu pertumbuhan akan bergantung dari kemampuan anda untuk menggerakan potensi pribadi anda yang belum dimanfaatkan, tapi perlu diingat bahwa tidak secara otomatis menjadi kenyataan, walaupun disadari bahwa pertumbuhan hari ini memberikan hari esok yang lebih baik.
Oleh karena itu, pertumbuhan pribadi menjadi tanggung jawab anda sendiri, sehingga ia menjadi inspirasi bagi orang lain untuk memanfaatkan kekuatan potensi mereka untuk bertumbuh.
Sejalan dengan pikiran diatas, maka pusatkan kekuatan pikiran anda supaya tetap focus artinya anda memahami bahwa hari esok tidak perlu sama dengan seperti hari ini, melainkan kita bisa meningkatkan diri, tapi yang perlu diingat bahwa janganlah pernah berpuas diri dengan pencapaian yang sekarang, melainkan terus tinkatkan keinginan terus untuk berpikir, bekerja dan belajar..
Kelima, merumuskan kontrol (pengendalaian dan pengawasan)
Langkah ini berkaitan dengan pelaksanaan dari kegiatan yang direncanakan, apakah langkah terdahulu telah berjalan seperti apa yang diharapkan anda. Dalam perjalanan ingatlah ungkapan seperti „jangan takut untuk mencapai kebenaran, karena tidak ada badai yang brumur seribu tahun. Kebenaran adalah peluang yang paling tajam. Kebenaran tidak dapat digoyang oleh gempa dan tidak dapat dilamun oleh banjir“
Jadi sejalan dengan kemampuan anda dalam menggerakkan potensi prbadi, maka kontrol memainkan peranan dalam membangun pertumbuhan pribadi, oleh karena itu jalan untuk meyakinkan orang lihatlah hal-hal yang disebut dengan 1) satu-satunya jalan untuk menang dalam perdebatan ialah menghindarkan perbantahan ; 2) kalau anda keliru pndapat, akuilah segera dengan jujur ; 3) berikhtiarlah dengan jujur supaya dapat memahami pendirian orang lain ; 4) tantanglah mereka seperti pendengar yang sedang keheranan mendengar.
Dengan melaksanakan kontrol diharapkan tumbuh dan berkembang kemampuan untuk menghadapi tantangan jalan yang terbesar yang kita sebut dengan „ketakutan dan kegagalan“, oleh karena itu tingkatkan makna amalan hati seprti mengamalkan makna ikhlas, tawakkal, optimis, takut, ridha, sabar syukur, dan sebagainya.
Sejalan dengan kemampuan anda untuk mengamalkan „amalan hati“, maka anda dapat membayangkan hal-hal yang tekait dengan fakta tentang ketakutan, akibat buruknya, menghadapinya, menemukan landasan ketakutan, dengan demikian pikirkan bahwa anda mampu merubah kegagalan menjadi kebahagian dengan merenungkan „saat anda menghadapi krisis, hal pertama yang diingat adalah berhenti ! Jangan bertindak. Berpikir saja“
Oleh karena itu, renungkan bahwa kesulitan tidak selalu kesulitan. Kesulitan seringkali merupakan jalan Tuhan untuk membuat kita berlutut, diam, berdoa, bekerja lebih keras atau mulai dari awal lagi. Ingatlah akan sikap positif menghasilkan persepsi positif dan mengubah situasi menjadi lebih baik.
Dengan melaksanakan makna kontrol, menjadi pendorong untuk memikirkan strategi apa yang harus ditempuh dalam menghadapi tantangan „tekatukan“ dengan memikirkan hal – hal yang terkait dengan 1) bangkitkan semangat takutan menjadi kemajuan ; 2) tumbuhkan kesadran rasional anda untuk mendorong semangat untuk mencapai bahagia ; 3) pusatkan perhatian anda kepada hal-hal yang dapat dikendalikan ; 4) bangkitkan semangat ntuk meraih kemenangan ; 5) bangunkan jiwa yang damai dengan usaha-usaha memperbesar amalan hati.
Jadi raihlah kemenangan, bangkitkan alat pikir anda (kesadaran, kecerdasan, dan akal) untuk merubah dari ketakutan menjadi kegagalan, tapi ingatlah ungkapan seperti „kegagalan bukanlah akhir dari pekerjaan, tetapi permulaan untuk mencapai sukses“, oleh karena itu, dengan jiwa yang damai maka akan terbukalah sinar yang dapat mengangkat kekuatan hati sebagai daya dorong untuk melakukan perubahan arah perjalanan yang ditempuh dengan mengungkit hal-hal yang kita sebutkan yaitu 1) hargailah makna arti kegagalan ; 2) kegagalan jangan mempengaruhi pikiran anda ; 3) renungkan dan bangkit kembali bahwa kegagalan itu menjadi pendorong pertumbuhan pribadi, 4) gerakkan kekuatan pikiran anda secara santai dan penuh humor ; 5) gerakkan kekuatan pikiran anda dalam menjawab what, why, when, who, how. ; 6) bangkitkan kesadaran dari kegagalan mejadi daya dorong untuk belajar dari pengalaman ; 7) hindaran dorongan dari kegagalan menjadi anda tidak memiliki kekuatan hati ; 8) jadikan kegagalan untuk melihat masa depan sebagai ukuran keberhasilan ; 9) bayangkan kegagalam menjadi suatu persfektif sebagai kekuatan pikiran ; 10) Jangan cepat menyalahkan ketakutan dan kegagala yang mendorong jiwa anda yang tidak damai.
Bersikaplah bijaksana dan tundalah penilaian agar anda dapat mensiati dalam usaha untuk menghadapi tantangan yang menghambat jalan pikiran anda, tapi bila anda berpikir positif hal ini mngkin merupakan berkah yang tersembunyi yang mendorong untuk melaksanakan perubahan.
Keenam, merumuskan dampak yang terkendali dan tidak terkendali :
Renungkanlah bahwa kehidupan manusia adalah sebagai jalannya mata-hari, bangkitkan kekuatan pikiran anda dalam membayangkan hal-hal yang kita sebut dengan 1) terbit matahari sama dengan bayi lahir minta asuhan ; 2) matahari naik sama dengan zaman anak-anak penting pendidikan ; 3) tengah hari sama dengan zaman pemuda, hendaklah kuat belajar ; 4) matahari telah mulai turun sama dengan dewasa, sehatkan ekonomi ; 5) hampir terbenam matahari sama dengan zaman tua, menunggu maut.
Bertolak dari pikiran yang kita ungkapkan diatas, maka dampak yang terkendali dari usaha-usaha menumbuh kembangkan kemampuan pertumbuhan pribadi secara jelas dan diketahui yang sejalan dengan daur hidup dari lahir, menjadi anak, menjadi pemuda, menjadi dewasa, menjadi tua, dimana semua tahapan tersebut akan dilalui dengan tanda-tanda yang dapat diinditifikasi terkait dengan beban kehidupan manusia secara material dan non-meterial.
Yang sulit untuk dipredeksi adalah hal-hal yang terkait dengan tidak terkendali, dalam hal ini maka dampaknya menyangkut kemampuan pengendalian diri. Mampukah anda menjawab 1) seberapa tuluskah anda ingin mencapai potensi anda dan memenuhi maksud dalam kehidupan anda ? ; 2) apakah anda haus akan keberhasilan ? Jawaban harus mampu memberikan daya dorong untuk mengobarkan semangat untuk terus bertmbuh, bekerja, belajar dan berpikir dalam kerangka membangkitkan semangat kedalam usaha meningkatkan pertumbuhan pribadi.
PENUTUP
Seorang entrepreneur yang sejati mampu mengungkit kekuatan berpikir yang disadari dan tidak disadari berarti kekuatan memikirkan kemungkinan akan tumbuh sejalan dengan berani bermimpi, maka disitu terletak inspirasi mewujudkan keberhasilan, dimana akan lahir satu kekuatan pikiran yang menggerakkan keberhasil tidak pernah berakhir.
Jadi rebutlah pertumbuhan pribadi anda dengan merumuskan peta jalan yang akan dtempuh untuk menhadapi kesulitan pasti berakhir. Oleh karna itu bayangkan diri anda adalah makhluk pilihan dan kita memiliki kemampuan untuk memilih bagaimana kita akan bereaksi terhadap suatu keadaan.
Oleh karena itu, bayangkanlah bahwa dalam kehidupan ini akan selalu kita jumpai susah dan senang yang silih berganti. Lepas dari kesusahan datang kesulitan yang lain. Kesenangan itu terletak antara dua kesusahan dan kesusaan itu terletak dua kesenangan. Ada kenikmatan yang dibungkus dengan kesusahan dan ada pula ksengsaraan yang dibungkus dengan kesenangan. Di samping kesulitan ada kelapangan. Yang buruk itu ada paedahnya, yang baik itu ada pula celakanya. Kalau rahmat sudah dating, maka sekalian bahaya yang ada pada anda jadi bahagia.
Bangunlah jiwa yang damai, maka disitu terletak kunci keberhasilan dalam mewujudkan pertumbuhan pribadi yang diidamkan dengan memberikan arah persfektif yang dituju yaitu 1) menjalankan amanah yang sejalan dengan tujuan hidup anda ; 2) berkemampuan menggerakkan potensi pikiran ; 3) menjalankan untuk memenuhi kebutuhan berbagi kepentingan.
Jadi dengan peta jalan, maka gunakan bakat anda dengan setia, maka bakat itu akan bertambah, praktekkan apa yang anda ketahui, maka anda akan mendapat pengetahuan yang lebih tinggi, oleh karena itu tumbuhkan kebiasaan yang produktif dalam menata hidup ini, oleh karena itu ingatlah gelap ada lima yaitu 1) gelap karena hari malam ; 2) gelap mata karena buta ; 3) gelap otak karena tidak berpengetahuan ; 4) gelap hati karena tidak beragama ; 5) gelap penghidupan karena kandas ekonomi.
