PENDAHULUAN
Sebaiknya setiap kepemimpinan entrepreneur harus belajar dari pengalaman perusahaan yang sukses meningkatkan pertumbuhan, mengapa yang terjadi saat ini perusahaan yang mengelola system teknologi informasi , cenderung mengalami penurunan pertumbuhan yang dapat berdampak atas daur hidup perusahaan yang terus membawa akibat ketidak pastian dalam usaha meningkatkan prtumbuhan.
Pengalaman telah menunjukkan suatu gambaran dari pengalaman perusahaan yang besar dengan kehilangan pandangan atas strategi dan kebijaksanaan yang ditempuhnya, yang berdampak kemunduran sebagai akibat 1) Kurang mampu membuat keseimbangan kepentingan dari pada stakeholders sehingga eksploitasi waralabanya secara berlebihan demi kepentingan pemilik ; 2) Melakukan investasi dan perluasan dengan sangat berlebihan dan tidak fokus pada pasar yang dituju, sehingga tidak mampu menghadapi pesaing dengan kekuatan keuangan yang kuat ; 3) Kurang memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan keunggulan dalam pemilikannya sehingga dapat terjebak dalam system pengelolaan bisnisnya ; 4) Kurang memberikan perhatian yang terfokuskan dengan kepentingan pelanggan yang sejalan dengan tuntutan perubahan yang dikehendakinya dalam melaksanakan pemecahan secara menyeluruh ; 5) Ketidakmampuan dalam melaksanakan penelitian pasar dan fungsi produk baru yang berdampak sulit menghadapi pendatang baru.
Bertitik tolak dari pemikiran diatas, maka dalam melangkah diperlukan prinsip-prinsip dasar yang harus ditegakkan sebagai satu pendekatan pertumbuhan di satu sisi dan di sisi lain diperlukan kejelasan untuk meminimalkan resiko saat ini dan masa depan. Beberapa prinsip yang harus ditegakkan adalah yang terkait dengan 1) Melaksanakan diversifikasi yang sejalan dalam usaha membagikan resiko ; 2) Melaksanakan pertubuhan yang sejalan dengan kebutuhan yang terkait dengan keseimbang kepentingan stakeholders ; 3) Secara jelas melaksanakan perluasan yang bersifat organik dan atau akuisisi atau keseimbangan dari dari keduanya ; 4) Membangun dan mengembangkan pengelolaan berbasiskan nilai yang lebih terarah dalam keseimbangan kepentingan stakeholders ; 5) Menumbuh-kembangkan kemampuan dalam melaksanakan pertumbuhan secara berkelanjutan ; 6)
Mengamankan secara jelas kebiasaan yang produktif untuk melaksanakan pertumbuhan.
Dengan meletakkan landasan prinsip tersebut diatas, diharapkan usaha kepemimpinan entrepreunur dalam melaksanakan pertumbuhan yang berkelanjutan diperlukan suatu kekuatan dari pada pelaksanaan pengelolaan berbasiskan budaya organisasi yang dibangun untuk mengembangkan disiplin pertumbuhan yang menyangkut hal-hal yang berkaitan dengan 1) Meletakkan pemikiran yang terfokuskan dalam kemampuan mempertahankan basis pelanggan perusahaan (strategi 1) ; 2) Meletakkan pemikiran yang terfokuskan dalam meningkatkan pangsa pasar (strategi 2); 3) Meletakkan pemikiran yang terfokuskan memposisikan pasar (strategi 3) ; Meletakkan pemikiran yang terfokus-kan pada penetrasi pasar (strategi 4) ; Meletakkan pemikiran yang terfokuskan untuk meraih pertumbuhan ke bidang bisnis baru (strategi 5).
MENINGKATKAN KEMAMPUAN DALAM PERTUMBUHAN
Bertitik tolak dari strategi tersebut diatas sebagai disiplin untuk menumbuhkan suatu kebijaksanaan dalam kebiasaan yang produktif, diperlukan peningkatan ilmu sebagai informasi, pengetahuan sebagai keterampilan dari pengalaman dan keinginan sebagai landasan yang kuat untuk menyatukan pandangan sikap dan perilaku dalam bertindak.
Dengan memperhatikan pola pikir diatas, maka semua peran-peran yang terlibat untuk melaksanakan strategi dan disiplin yang telah digariskan diharapkan menjadi daya dorong bagi setiap peran yang terlibat dalam pemikiran untuk melaksanakan perubahan dalam usaha meningkatkan pertumbuhan dua digit.
Sejalan dengan pemikiran diatas, maka diperlukan keinginan untuk menambah pengetahuan dari beberapa perusaahan yang berhasil meningkatkan pertumbuhan seperti Dell Computer, Oshkosh Truc, Biomet, Paychex, Mohawk Industries, Johnson Controls, dengan menjalankan strategis dan disiplin yang kita sebutkan diatas. Dengan belajar dari pengelaman perusahaan trsebut, kita harus mampu mencari ukura yang lebih tepat untuk mengukur pertumbuhan, apakah pendapatan dan laba bersih atau dari laba kotor ? Hal tersebut sudah tentu sangat berpengaruh dari sifat dan fungsi operasi perusahaan.
Yang lbih menarik lagi, kita juga perlu belaar dari pengalaman perusahaan yang berbeda dalam menjalankan strategi dan disiplin dalam mencapai pertumbuhan. Dalam hal ini kita perlu mempelajari dari pengalaman seperti First Data Corporation, yang mengelola sebuah portfolio pertumbuhan yang berbeda. Dalam hal ini, ia mngembangkan metodologi empat hal yang menjadi dasar dalam merumuskan strategi, yang disebutnya adalah 1) Prioritas artinya ia mencoba merumuskan pertumbuhan lewat inovasi sebagai prioritas tertinggi. Bagi setiap peran harus bertangung jawab dengan pelaksanaanya, namun yang harus diperhatikan bahwa dengan kapasitas setiap peran memiliki terbatas, maka ia menggariskan tidak lebih dari tiga yang di fokoskan dalam pertumbuhan, sudah tentu bertolak dari kinerja operasi saat ini, bila ini harus dilakukan menjadi prioritas pertumbuhan dua digit, itu berarti ia memiliki dua prioritas lainnya. ;
2) Persfektif artinya usaha untuk merumuskan tindakan bertitik tolak dari hasi analisis SWOT yang anda lakukan dimana anda akan menemukan sebuah kebenaran yang mendasar pada kinerja masa lalu bahwa kekuatan dan kelemahan perusahaan anda dn dimana energi harus difokuskan dalam mewujudkan pertumbuhan ;
3) Sumber daya manusia, artinya keberhasilan merupakan faktor penentu dalam usaha melaksanakan pertumbuhan dengan tersedianya sumber daya manusia yang unggul, untuk itu diperlukan investasi yang signifikan pada pengembangan internal dan rekruitmen yang terarah dalam rangka untuk meningkatkan kompetensi dalam menjalan peran yang sangat dibutuhan untuk melaksanakan pertumbuhan ;
4) Perencanaan artinya menyiapkan rencana setiap unit akan menyeimbangkan portpolio pertumbuhan yang dimlikinya dengan cara yang berbeda sesuai dengan kenyataan-kenyataan yang terjadi di masing-masing pasarnya.
Dengan merumuskan pemikiran diatas sebagai suatu strategi, yang digariskan oleh CEO-nya (Charlie Fote) dalam kurun waktu satu tahun ia telah menunjukkan kemampuan untuk melaksanakan strategi kedalam kebijaksanaan yang terarah menunjukkan hasil dalam satu tahun untuk merealisasikan pertumbuhan dua digit.
Dari pengalaman model pikiran yang diterapkan diatas, dapat memberikan pelajaran, hal-hal yang berkaitan dengan 1) bagaimana pasar menggerakkan porpolio ; 2) bagaimana pasar yang tumbuh dengan cepat dapat mempengaruhi portpolio ; 3) bagaimana pasar yang tidak berkembang mempengaruhi portpolio ; 4) bagaimana tingkat kehilangan pelanggan pasar mempengaruhi portpolio
MELAKSANAKAN DISIPLIN DALAM PERTUMBUHAN
Kpemimpinan entrepreneur harus mampu memberikan arahan pelaksanaan strategi kedalam disiplin sebagai langkah kebijaksanaan yang akan ditempuh dan memperhatikan prinsip-prinsip yang telah digariskan seperti uraian dibawah ini :
Pertahankan pertumbuhan yang telah anda raih :
Yang perlu disadari bahwa kesetiaan hanyalah sebuah label, oleh karena itu tidak banyak yang dapat diramalkan dengan keterkaitan segmentasi pelanggan berdasarkan adanya suatu kesetiaan, sehingga perlu dipahami benar, apa yang menjadi dasar retensi yang mendasarkan pelanggan. Dalam hal ini, maka perlu menimbang setiap kemungkinan yang berhubungan dengan pensyaratan tertentu yang mereka miliki untuk masa kini dan masa depan dalam mengoptimalkan kepentingan pelanggan.
Sejalan dengan pemikiran diatas, haruslah secera jelas merumuskan kebijaksanaan yang terkait dengan menghadapi retensi berbasiskan pelanggan yaitu yang terkait dengan kreteria nilai konsumen, mempersempit alternatif-alternatif pelanggan dalam memperkuat jasa yang mengikat, sesuaikan penawaran anda, mengantisipasi kepergian pelanggan, menyatu dengan pelanggan.
Rebut bisnis dari para pesaing anda :
Secara umum untuk dapat merebut bisnis dari para pesaing, pada dasarnya terletak pada kemampuan yang unggul dibandingkan para pesaing, oleh karena itu untuk meraih pangsa pasar diperlukan seperangkat kebijaksanaan dari keputusan strategi yang telah ditetapkan.
Dengan pemikiran diatas, maka usaha meraih pangsa pasar diperlukan kejelasan dalam rumusan kebijaksanaan yang terkait dengan 1) Membangun keunggulan dan berusaha menumpulkan keunggulan pesaing ; 2) Bagaimana cara memberikan nilai yang jauh lebih baik dari pada [pesaing ; 3) Bila dianggap cara yang terbaik, maka bila perlu dengan membeli pangsa pasar sekaligus dengan memperhatikan kondisi yang terkait dengan a) premi harga di atas nilai dari bisnis ; b) Model operasi yang harus dalam pengelolaan jauh lebih baik ; c) Memiliki kemampuan ntuk mengintergrasikan dengan cepat.
Muncul di tempat pertumbuhan akan terjadi :
Dengan memiliki kemampuan yang didukung oleh peran-peran yang unggul, maka perlu untuk memfokuskan pada usaha menemukan pertumbuhan lebih awal, sejalan dengan pikiran tersebut dapat dilaksanakan dengan memperhatikan indikator dalam mewujudkan segmen-segmen yang terkait dengan :
1) Pergesaran dalam kreteria pembelian karena masalah harga , mutu ;
2) Inovasi produk dan jasa dalam meningkatkan nilai ;
3) Memperhatikan kecenderungan demografis.
Dengan memperhatikan hal-hal yang disebutkan diatas, maka diperlukan suatu pemikiran untuk mengorganisasikan pencarian merupakan langkah untuk memposisikan pasar merupakan jalan keluar yang mana banyak perusahaan tidak mampu melakukannya dalam berkompetisi di segmn pasar yang buntu dan lambat pertumbuhannya.
Oleh karena itu, diperlukan keberanian dalam membuat keputusan untuk melaksanakan reposisi pasar bila ia bekerja dari awal untuk tidak terlambat dalam bertindak dengan alasan 1) anda mendapatkan manfaat dari memasuki sebuah segmen pasar yang sedang tumbuh dengan prporsi langsung terhadap bagian dari pasar yang anda memiliki kemampuan untuk mengendalikannya ; 2) secara bertahap anda dapat meningkatkan pangsa pasar dan memperhalus kemampuan dari model operasi sebelum potnsi dari segmen pasar tersebut dipahami secara luas.
Menyerang pasar-pasar yang berdekatan :
Untuk melangkah mmasuki pasar-pasar yang berdekatan, maka diperlukan suatu pemikiran untuk menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan 1) Haruskah anda memasuki pasar ini ? jawabnya terletak dari apakah memberikan pertumbuhan dan kemampuan menciptakan laba jangka panjang ? ; 2) Dapatkah anda memenangkan pasar ini ? Apakah anda memiliki keunggulan di bandingkan dengan pesaing anda. ; 3) Dapatkah anda menyamai standar kompetisi dari pasar in ? Keunggulan strategis yang anda miliki.
Dengan menjawab ktiga pertanyaan diatas, maka jawabannya akan terletak pada apakah pasar tersebut menjanjikan ? Bila halnya demikian, maka pertumbuhan pasar berdekatan haruslah menunjukkan gambaran yang sehat.
Oleh karena itu, haruslah benar-benar memahami lingkungan bisnis anda, agar keputusan yang diambil dalam menyerang pasar-pasar yang berdekatan mampu memberikan tingkat pertumbuhan yang berkelanjtan.
Investasi pada bidang bisnis baru :
Beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum melangkah mengambil keputusan nvestasi pada bidang bisnis baru adalah 1) Jangan membayar terlalu banyak untuk sebuah bidang bisnis baru ; 2) Untuk melaksanakan bidang bisnis baru diperlukan rumusan yang jelas suatu strategi yang sederhana ; 3) Memiliki kemampuan untuk bermitra dengan bidang bisnis anda yang baru.
Bertolak dengan pemikiran diatas, maka melaksanakan investasi di bidang baru, perlu pula memahami keterampilan dalam 1) Melakukan identifikasi, evaluasi dan memilih bidang bisnis yang baru dan akuisisi yang potensial ; 2) Nilai dan stuktur dari pnawaran akuisisi ; 3) Memiliki kemampuan menggunakan keuangan, manajerial, dan pengendalian strategi atas bisnis yang diakuissi.
PENUTUP
Kepemimpinan entrepreneur harus mampu memberikan arahan dalam mengelola portoflio anda untuk pertumbuhan dua digit, diperlukan keterampilan untuk menguraikan secara jelas bahwa lima disiplin yang telah kitan ungkapkan diatas, bukanlah dipandang sesuatu yang berdiri sendiri melainkan memandang lima strategi yang berbeda namun sebagai satu portofolio dari pilihan-pilahan yang saing berhubungan disatu sisi dan disisi lain harus mampu memperhatikan secara fokus yang terkait dengan resiko yang lbih kecil dengan pertumbuhan yang lebih besar.
Sejalan dengan pikiran diatas, maka menilai resiko pertumbuhan harus mampu dalam menganalisa 1) resiko pertumbuhan ; 2) resko pesaing ; 3) resiko implementasi ; 4) resiko operasi. Oleh karena itu diperlukan kemampuan dalam keterampilan bakat dan sistem manajemen yang komprehensif dalam hal 1) menemui pasar ; 2) diversifikasi 3) menemuka bakat manajemen 4) mencari sistem manajemen baru.
Dengan seperangkat keterampilan diatas, maka yang bersangkutan mampu untuk menjawab pertanyaan yang menyangkut 1) Berapakah tingkat pertumbuhan dari setiap segmen di dalam pasar ? ; 2) Berapakah bagian bisnis kita dari setiap segmen ? 3) Berapa bagian dari setiap segmen yang kita kendalikan 4) Berapa jumlah kerugian yang di akibatkan oleh bidangnya pelanggan elama priode tersebut ? 5) Berapah keuntungan yang di raih daripertumbuhan permintaan dari pelanggan pada awal priode ? 6) Berapakah keuntungan yang diraih dari pelanggan-pelangan baru dalam bisnis kita ?
Jadi diperlukan seperangkat pengetahuan sebagai ketrampilan yang mampu mendorong stiap peran pelaku dalam sebuah sistem untuk mengelola sebuah portofolio pertumbuan membutuhkan proses peninjauan, evaluasi dan diagnosis yan dapat mengarah ke predeksi yang akurat dan tindakan untuk perbaikan. Oleh karena itu agar proses tersebut dapat berjalan lancar harus di tetapkan sasaran yang dan dapat dibedakan untuk masing-masing disiplin pertumbuhan.
Terima kasih sudah dibaca.
Salam dari Pak Ali Abubakar.