PENDAHULUAN
Meniti kebahagian melalui bisnis merupakan suatu cara membuka jalan kesuksesan untuk kepentingan stakeholders, oleh karena karena itu peran enytrepreneur untuk mengungkit aliran kekuatan pikiran untuk mengintergrasikan faktor-faktor sumber daya yang tersedia kedalam suatu rancangan untuk mengalirkan input kedalam proses menjadi output kebahagian yang hendak dicapai.
Oleh karena itu, selaku entrepreneur memulai merumuskan gambaran arah persfektif dalam berbisnis untuk meraih kebahagian bagi stakeholders yang bertolak dari wawasan dan imajinatif untuk mengungkit kekuatan pikiran kedalam kreativitas untuk mengalirkan sumber daya sebagai input kedalam proses menjadi output menjadi pertumbuhan terus menerus dalam daur hidup perusahaan.
Sejalan dengan pemikiran diatas, maka proses dalam mengelola sumber daya sebagai input haruslah dipikirkan oleh entrepreneur kedalam kepemimpinan kolaboratif dalam wujud tempat kerja, struktur, budaya, tim dalam pelaksanaan dengan kerja sama agar kekuatan mengalirkan sumbr daya menjadi produktif dalam perusahaan.
Akhirnya untuk mengalirkan kekuatan pikiran menjadi entrepreneur yang sukses meniti kebahagian bergantung dari kejelasan dari keputusan strategic yang dituang kedalam visi, misi, tujuan, budaya, strategi sebagai gambaran jiwa bisnis masa depan, oleh karena itu pendekatan system dalam mewujudkan bisnis yang baik sebagai jalan kebahagian, lebih lanjut dapat diuraikan sebagai berikut :
MENGELOLA MENGALIRKAN INPUT KEDALAM WUJUD KEBAHAGIAN
Merumuskan Keputusan strategic untuk memberikan arah masa depan :
Mengalirkan input kedalam wujud kebahagian bertitik tolak dari suatu pemikiran untuk memberikan arah persfektif dengan merumuskan keputusan strategik yang mencakup visi, misi, tujuan, budaya, strategi.
Mengelola sumber daya yang dapat merebut peluang berbisnis dalam meraih kebahagian haruslah didukung kepada pemikiran bagaimana caranya menciptakan kerjasama yang lebih baik, oleh karena itu diperlukan seperangkat kebijaksanaan sebagai pelaksanaan strategi yang dirumukan, yang akan mencakup pensyaratan meliputi hal-hal seperti : 1) Ada kejelasan komitmen yang menginsiperasikan hasil-hasil ; 2) adanya kejelasan konstribusi yang membuat perbedaan ; 3) adanya kejelasan kompetensi yang meningkatkan standar ; 4) adanya kejelasan komunikasi yag meningkatkan keefektifan ; 5) adanya kejelasan kepemimpinan kolaboratif yang menciptakan keharmonisan ; 6) adanya kejelasan kedalam usaha-usaha untuk meningkatkan hubungan pribadi ; 7) adanya kejelasan untuk menerapkan manajemen konflik ; 9) adanya kejelasan untuk menyatukan kesamaan pandangan dalam melaksanakan perubahan yang berencana ; 10) adanya kejelasan peranan komunitas melaksanakan keputusan strategic.
Mengelola input kedalam berbisnis untuk meraih kebahagian :
Perlu dipahami benar dalam mengelola input, disatu sisi paham benar proses diferensiasi yang terkait dengan tanggung jawab atas kelangsungan dan kesejahteraan hidup kita sendiri sebagai sesuatu sosok yang unik, disisi lain paham atas kemampuan untuk mengintergrasikan kedalam seluruh lingkungan internal dan eksternal. Jadi paham atas diferensiasi dan intergrasi tersebut memberikan peluang terbaik untuk mengembangkan kehidupan yang bahagia.
Mengelola input dalam beraktivitas untuk mencapai kebahagian
Mengelola input dalam beraktivitas bisnis adalah tanggung jawan dan tantangan yang besar, oleh karena itu bisnis haruslah dipandang sebagai pekerjaan yang menyenangkan, maka disitu terletak makna dari menikmati sesuatu dalam mengelola input karena ada sesuatu dorongan yang menggerakkan kekuatan pikiran anda untuk mencapai kebahagian dimana tergambarkan, bagaimana rasanya berada dalam mengelola input, maka akan terdapat komponen yang harus dicermati secara baik yang menyangkut hal-hal sbb. :
1) ada tujuan yang jelas, 2) ada umpan balik dating seketika, 3) keseimbangan antara peluang dan kemampuan, 4) tumbuhnya konsentrasi bertambah, 5) dalam mengelola input tersebut yang penting adalah saat sekarang, 6) dalam mengelola input tersebut tidak ada masalah dalam kontrol karena ada dalam system, 7) untuk setiap mengelola input akan kita hadapi berubahnya persepsi mengenai akan waktu,
adanya kejelasan untuk berperan dalam mengelola input sehingga tidak dirasakan hilangnya ego karena terikat kedalam satu system.
Jadi dengan memahami hal-hal tersebut diatas, mendorong setiap individu dalam suatu organisasi formal, maka mereka akan terikat dalam sistem sehingga dapat menjawab mengapa mereka melakukannya.
Mengelola input dalam pendalaman pertumbuhan
Dalam pengelolaan input akan memperlihatkan bagaimana aktivitas biasa dapat berubah menjadi yang komplek sejalan dengan waktu, oleh karena itu mengapa kita harus memperhatikan kompleksitas ? Karena dengan adanya kompleksitas akan mendorong perkembangan personal untuk meningkatkan kemampuan yang bersangkutan dalam menjalankan aktivitasnya sehingga dapat diharapkan perilaku yang produktif dan selalu bertanggung jawab.
Pertumbuhan kompleksitas melalui pengelolaan input dapat diungkapkan lebih lanjut sebagai berikut :
A. titik awal dengan tantangan dan kemampuan yang rendah.
B – C pada titik ini dengan kompleksitas lebih tinggi menuntut peningkatan keahlian
C – D pada titik dengan tantangan yang tinggi berdampak kegelisahan, tapi juga harus
siklus tersebut berlangsung berulang-ulang tanpa batas.
Dengan pemahaman pertumbuhan kompleksitas, mengapa kita harus memprhatikannya karena kita akan belajar dari peta pengalaman sehari-hari yang terkait dengan hubungan antara tantangan yang bergerak akan meningkat, maka mendorong untuk meningkatkan keahlian pula sejalan dengan peta pengalaman yang menggambarkan adanya situasi seperti apati, jenuh, relaksasi, khawatir, control, gelisah, waspada, terfokus, bahagia.
Sejalan dengan pemahman dari pengalaman tersebut diatas, mendorong kita untuk lebih memahami hubungan aktivitas dengan kualitas pengalaman yang terkait dengan hubungan tantangan dengan keahlian yang dapat menggambarkan hal-hal yang terkait dengan situasi seperti kesepian, kerja, makan, masalah keluarga dan konflik dalam kerja, kerja, cinta.
MENGELOLA MENGALIRKAN PROSES INPUT DALAM PERUSAHAAN
Yang sangat menentukan dalam mengubah input menjadi output melalui proses sebagai suatu aktivitas yang digerakan oleh peran tenaga kerja, oleh karena itu factor sumber daya manusia merupakan factor yang sangat menentukan tapi tidak berarti kita memahmi factor pendukung lainnya, dengan mngungkapkan halhal sebagai berikut :
Membangun lingkungan kerja yang kondusif
Lingkungan kerja yang kondusif akan mendorong setiap tenaga kerja harus mampu untuk menjalankan perannya dalam tugas, ini berarti menuju hidup yang lebih terarah yang sejalan dengan perkembangan kompleksitas setia individu sebagai pekerja.
Oleh karena itu, diperlukan pemahaman yang mendalam untuk memahami motivasi kerja orang dan beragam kerja sehingga kondisi lingkngan yang kondusif akan memberikan akses terhadap modal sumber daya manusia yang sangat dibutuhkan dengan mendalami hal-hal yang terkait dengan 1) memahami jenis pekerjaan yang tersedia ; 2) budaya kerja yang dapat mendorong orang membangun bersikap saling kebersamaan ; 3) berusaha untuk untuk menumbuhkan kesediaan yang timbul pada diri pekerja sendiri untuk dapat memberikan komitmen dalam pekerjaan
Sejalan dengan pemikiran diatas, maka peran kepemimpinan sebagai entrepreneur yang ingin berhasil, maka perlu memikirkan hal-hal yang berkaitan dengan, apa yang harus terpikirkan mengenai 1) kondisi tempat kerja yang kondusif secara objektif dimana tempat kerja yang menarik ; 2) menemukan suatu cara untuk memberikan makna dan nilai pada pekerjaan ; 3) membangun kepuasan bagi pekerja.
Mengembangkan pelaksanaan proses input dalam perusahaan
Sejalan dengan perkembangan kondisi kerja yang berubah dan berubahnya makna serta nilai-nilai kerja diperlkan perhatian untuk mengembangkan pelaksanaan proses input dalam perusahaan agar setiap individu ditempat kerja yang harus mampu menyesuaikan dengan tuntutan perubahan itu sendiri.
Oleh karena itu, setiap individu harus mampu mnunjukkan perubahan sikap dan perilaku yang sejalan dengan tuntunan pelaksanaan proses input dalam perusahaan agar masih mampu meningkatkan pertumbuhan dalam kompleksitas di tempat kerja.
Dengan memberikan perhatian bahwa pentingnya mengembangkan pelaksanaan proses input dalam perusahaan itu berarti peran kepemimpinan sebagai entrepreneur memahami benar bagaimana caranya mengadakan pendekatan untuk mengontrol modal psikologis yang dimiliki oleh setiap pegawai melalui pengakuan yang jelas terhadap keterkaitan antara kinerja dengan sikap sehingga dapat menuntun mereka secara terus menerus dalam kebersamaan yang sejalan dengan budaya perusahaan.
MENGELOLA OUTPUT SEBAGAI WUJUD KEBAHAGIAN
Bertitik tolak dari pemikiran atas kemampuan mengelola input dan mengelola proses untuk mewujudkan output sebagai kebahagian dari peran kepemimpinan entrepreneur bergantung kepada seberapa jauh ia mampu untuk mengkomunikasikan keputusan strategik yang dirumukan.
Dengan keputusan strategik (visi, misi, tujuan, budaya, strategi) harus mampu dijabarkan kedalam arah posisi masa depan dan kinerja yang diharapkan dapat dicapai dengan terus menerus membangkitkan peran sumber daya manusia agar tumbuh komitmen yang dating dari diri yang bersangkutan dngan jalan mengungkit pemikiran sebagai berikut :
Membangkitkan jiwa bisnis
Menuju keberhasilan adalah suatu wujud kerjasama membuat impian menjadi kenyataan sangat bergantung kemampuan kepemimpinan entrepreur yang mampu menumbuh kembangkan jiwa bisnis dari para individu dalam menciptakan organisasi kewirausahaan.
Oleh karena itu, menanamkan jiwa bisnis adalah kunci keberhasilan karena ia merupakan manifstasi dari kompleksitas yang dicapai oleh system saraf manusia. Jadi mengelola output sebagai suatu system yang memiliki jiwa yang dapat memberikan energi kedalam sub-sistem sehingga melahirkan pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) atasnya.
Dengan demikian, bila tertanamkan jiwa bisnis berarti kepemimpinan entrepreneur telah memfokuskan dalam kerja dan sedemikian efektif mengedepankan keputusan strategik dapat diwujudkan dari kerjasama yang dapat menyentuh jiwa dan kebutuhan dalam usaha bersama mencapai kebahagian.
Menciptakan output dalam hidup
Bertitik tolak dari pemahaman jiwa bisnis, maka perlu diciptakan secara terus menerus untuk mengalirkan impian dalam hidup untuk menjadi entrepreneur dan oleh karena itu kemampuan menggerakkan kekuatan pikiran kedalam prioritas-prioritas yang hendak dilakukan yang dapat memberikan daya dorong kedalam keyakinan dalam mewujudkan impian dengan menunjukkan tujuan utama yang akan dilakukan.
Sejalan dengan pemikiran diatas, maka anda akan mampu menjawab hal-hal yang dapat memotivasi kekuatan pikiran mengenai kejelasan 1) siapakah anda ? ; 2) kemampuan menciptakan peluang ; 3) kemampuan menciptakan tempat yang tepat bagi anda ; 3) kemampuan menguasai kesadaran.
Mengungkit hal-hal yang kita kemukakan diatas, maka jawabannya terletak dari usaha anda untuk membangun kebiasaan yang produktif dalam arti memahami makna ilmu sebagai informasi, pengetahuan sebagai keterampilan dan keinginan, dengan kebiasaan tersebut setiap orang menjadi mampu menciptakan output dalam hidup.
Bisnis merupakan output dalam hidup masa depan
Sekali anda membuat keputusan dan memiliki keyakinan diri dalam hidup masa depan untuk melakukan bisnis berarti anda mampu menjawab “akankah bisnis bertahan?”. Aktivitas bisnis akan terus hidup dan terus berkembang dengan model investasi yang dilakukan oleh penanam modal. Kompleksitas bisnis terus berkembang sejalan dalam meningkatnya kekuatan ekonomi yang mempengaruhi sikap stakeholders.
Dengan gelombang perubahan yang komplek dan cepat dan kepemimpinan entrepreneur harus mampu menyesuaikan dengan tuntutan perubahan, tetapi yang menjadi masalah dalam hal ini akan terkait dengan “dapatkah dipertahankan prinsip-prinsip bisnis yang baik ?”
“Bagaimana beroperasinya bisnis yang baik” sangat bergantung setiap pelaku dalam bisnis yang berusaha memberikan nilai tambah bagi stakeholders. Wujudnya ditentukan oleh sikap dan perilaku dari stakholders untuk membangun keseimbangan kepentingan.
PENUTUP
Peran kepmimpinan entrepreneur untuk menciptakan kerjasama membuat impian menjadi kenyataan dalam mewujudkan bisnis sebagai jalan kebahagian, dengan merumuskan kemampuan menglola input kedalam proses menjadi output dengan menumbuhkan secara berkelanjutan jiwa bisnis untuk mengungkit kekuatan pikiran dalam bersikap dalam menmbuhkan kebiasaan yang produktif yang bertolak dari pemikiran yang memberikan fokus peran sumber daya manusia yang sangat menentukan agar mampu melihat masa depan bisnis akan terus berjalan.