PENDAHULUAN
Hasil kerja kesadaran belumlah berarti apa-apa, sehingga kesadaran belaka tidak berdaya karena kesadaran menyadarkan apa-apa, barulah bermakna merespon antisipatip sebagai prinsip kedelapan karena melalui kecerdasan melaporkan kepada kita situasi permasalahan dan hubungan-hubungannya.
Oleh karena itu mengembangkan kecerdasan kepemimpinan dalam merespon antisipatif merupakan prinsip kedelapan merupakan langkah untuk memanfaatkan otak atas sebelah kiri adalah yang berperan untuk mengendalikan tubuh bagian kanan dengan fungsi menangani angka, lokika, analisis, sains, matematika dan hal lain yang terkait dengan pemikiran rasional.
Jadi kecerdasan sebagai alat pikir dalam merespon atas hasil kerja kesadaran, maka sebelum kita membuat langkah-langkah atas masalah-masalah yang kritis, pokok dan insidentil serta hubungan-hubungannya satu sama lain, maka proses berpikir tersebut dalam memandang masa depan terhadap situasi dari dalam dan dari luar lingkungan sendiri menuntun pemahaman kita saling keterkaitan antara hasil kerja kesadaran dan kecerdasan untuk melakukan proses perubahan itu sendiri.
Dengan kecerdasan pula yang akan menuntun pemahaman atas proses perubahan yang akan menjelaskan tentang cara dalam proses perubahan itu sendiri dengan gaya bertahap (mengambil langkah sedikit demi sedikit dan berkelanjutan menjadi besar) ; gaya perubahan sistimatik (melakukan perubahan transformasi total sebagai tuntutan untuk meres-pon dengan cepat dan komprehensif). Gaya manapun yang akan diterapkan, menuntut adanya perubahan yang berencana, sehingga dalam mengaktualisasikan kecerdasan dalam proses berpikir haruslah berusaha untuk menghilangkan pikiran-pikiran yang mengarah kepada disfungsional (perkecualian; paksaan) atau perubahan-perubahan yang mengejutkan.
Sejalan dengan ungkapan diatas, maka kecerdasan sebagai alat pikir dan sebagai unsur jiwa dalam menangkap hal-hal yang terkait dengan masa depan, tidak dapat melepaskan dari pemikiran-pemikiran dari pengalaman masa lalu, sehingga pengetahuan yang terbentuk dari pengalaman masa lalu menghasilkan pengetahuan masa sekarang membuka jalan untuk meramalkan masa depan.
MAKNA KECERDASAN
Untuk menggerakkan kecerdasan atas pemanfaatan otak sebelah kiri untuk memberikan daya dorong yang saling mengisi atas kesadaran, maka diperlukan pemahaman makna kecerdasan dengan ungkapan seperti dibawah ini :
(K) menjadi kata KETERAMPILAN mengandung arti kecakapan untuk menggerakkan kemampuan berpikir dengan kecerdasan memanfaatkan ilmu (informasi) dan pengetahuan (pengalaman) dalam mengha-yati keadaan masalah dan hubungannya.
(E) menjadi kata EMOSI mengandung arti kekuatan sebagai daya dorong untuk menggerakkan kemampuan berpikir dengan kecerdasan dalam memanfaatkan potensi unik, komitmen, intergritas dan pengaruh tanpa kekuasaan.
(C) menjadi kata CAKRAWALA mengandung arti kekuatan sebagai daya dorong untuk menggerakkan kemampuan berpikir dengan memanfaatkan jangkauan pandangan dan adanya kecelasan arah.
(E) menjadi kata EKSPANSIF mengandung arti sikap dan perilaku untuk melaksanakan kemampuan berpikir yang bebas dan terbuka.
(R) menjadi kata RASIONAL mengandung arti kekuatan sebagai daya dorong untuk menggerakkan kemampuan berpikir dengan memanfaatkan pendapat yang bersistem dan logis.
(D) menjadi kata DETEKSI mengandung arti kekuatan sebagai daya dorong untuk menggerak kemampuan berpikir dengan memanfaatkan usaha menemukan atau melacak dalam mendeteksi hala-hal yang terkait ke masa depan.
(A) menjadi kata AMBISI mengandung arti kekuatan sebagai daya dorong untuk menggerakkan kemampuan berpikir dengan memanfaatkan naluri yang ditimbulkanya secara baik.
(S) menjadi kata STRUKTUR mengandung arti sebagai daya dorong untuk menggerakkan kemampuan berpikir dengan memanfaatkan bagaimana cara sesuatu disusun atau dibangun.
(A) menjadi kata ANTISIPASI mengandung arti sikap dan perilaku yang mampu memotivasi kemampuan berpikir dengan memanfaatkan penyesuai-an atas perubahan yang akan terjadi.
(N) menjadi kata NALAR mengandung arti sebagai daya dorong untuk menggerakkan kemampuan berpikir dengan memanfaatkan kekuatan pikir dari bebarapa fakta atau prinsip.
Dengan mengungkapkan huruf dan kata dalam makna kecerdasan sebagai langkah untuk menindak lanjuti dari hasil kesadaran dengan menggerakkan kemampuan berpikir melalui proses Keterampilan (K), atas pemaham-an kedalaman Emosi (E) yang memiliki Cakrawala (C) secara Ekspansip (E) dan Rsional (R) untuk melakukan Deteksi (D) sesuai dengan Ambisi (A) yang benar dengan Struktur (S) berlandaskan Antisipasi (A) berdasarkan Nalar atas pehaman yang mendalam atas fakta dan prinsip.
KESIMPULAN
Kecerdasan sebagai alat pikir harus dapat kita tumbuh kembangkan dengan mengoptimalkan otak atas sebelah kiri yang berfungsi menangani angka, logika, analis, sains, matematika dan hal lain yang terkait dengan pemikiran rasional.
Bila dengan kesadaran mengungkapkan untuk menyadarkan apa-apa, maka dengan kecerdasan memberitahukan dalam pikiran kita keadaan masalah dan hubungan-hubungannya, maka memanfaatkan kecerdasan dalam proses berpikir akan membentuk kebiasaan agar segala sesuatu untuk dipikirkan kesinambungan komunikasi antara kecerdasan dengan kesadaran.
Dengan demikian mengembangkan kecerdasan kepemimpinan yang didorong oleh pemahaman huruf dan kata yang bermakna atas kecerdasan membentuk kebiasaan dalam proses berpikir untuk meningkatkan keterampilan berpikir secara sadar dan metodis dalam menumbuh kembangkan rasa optimis, percaya diri dan tetap berhubungan dengan realitas dalam memprediksi atas masalah dan hubungannya atas peristiwa yang bakal terjadi.
Jadi dengan mengembangkan kecerdasan kepemimpinan dapat mendorong keterampilan dalam mengungkapkan tindak lanjut dari hasil kesadaran menjadi usaha-usaha mengungkapkan hal-hal yang terkait dengan proses analisis penyebabkannya dengan langkah berpikir kedalam 1) merumuskan masalah yang dihadapi dengan menyatakan masalah kritis, pokok dan insidentil ; 2) menetapkan perbandingan yang terbaik melalui what, where, when dan magnitude ; 3) mengidentifikasi kejelasan yang terkait antara fakta-fakta yang diopservasi dengan fakta-fakta dibandingkan; 4) merespon penyebab dan membuktikan
