PENDAHULUAN
Bila kreativitas kelompok dikembangkan dan dilola oleh suatu tim secara formal dibentuk maka kreativitas berubah wujud menjadi inovasi yang digerakkan oleh profesional teknis tapi sebaliknya mungkin kurang men-dapatkan perhatian oleh pimpinan puncak.
Dengan aktivitas inovasi yang digerakkan oleh suatu tim kerja kelompok secara formal merupakan langkah kerja berpikir ilimiah (objektif, rasional, sistematis, generalisasi), maka inovasi organisasi prinsip keenam yang harus ditumbuh kembangkan dari pengetahuan menjadi ilmu pengetahuan dengan jalan observasi, riset, eksperiment, persaksian dan otoritas dari para ahli, sehingga inovasi organisasi merupakan tantangan kepe-pemimpinan untuk menterjemahkan keinginan berinovasi ke dalam lingkungan organisasi.
Jadi inovasi organisasi yang sukses haruslah didukung dan digerakkan oleh kepemimpinan puncak, yang memi-liki tujuan tertentu dan dihasilkan dari analisa, sistem dan kerja keras tim kerja kelompok sebagai satu proses dua langkah artinya pertama inovasi itu sendiri, kedua suatu usaha yang berisiko tinggi untuk mengubah penemuan menjadi suatu produk atau proses yang berpotensi komersil.
Oleh karena itu, pelaksanaannya harus mengikuti prinsip keharusan bahwa 1) memiliki tujuan yang digerakkkan secara sistimatis, dimulai dengan membuat analisa untuk memaksimumkan peluang yang ada ; 2) inovator yang terlibat meyakini memiliki kemampuan untuk me-manfaatkan otak atas (kiri dan kanan) serta mengintgrasi-kan dengan otak bawah sadar dalam mengungkapkan secara konseptual dan perseptual ; 3) inovasi digerakkan dengan kerja yang jelas, sederhana dan terfokuskan agar semua sumber daya yang digerakkan menjadi efesien dan efektif ; 4) kretivitas kelompok menjadi inovasi organisa-si sebaiknya memulai sesuatu dengan pemanfaatan sum-ber daya yang terbatas agar fleksibel dan mudah dikontol pada saat perubahan harus dilakukan ; 5) agar terjadi kesinambungan aktivitas inovasi yang berhasil, maka hasil akhir lebih menekankan ke orientasi kepemimpinan bukkan menciptakan laba yang besar.
Dengan mengikuti prinsip keharusan yang kita sebutkan diatas, maka suksesnya aktivitas inovasi organisasi juga ditentukan sekelompok orang yang duduk dalam tim, sehingga tim sebagai pelaku dalam kelompok kerja haruslah mampu mewujudkan komunikasi yang effektif sesuai dengan peran-peran yang dilakukan untuk setiap individu, apakah ia berperan sebagai driver (mengandalkan berpikir intuitif), planner (mengandalkan berpikir logis), enabler (mengandalkan kepercayaan diri dalam keputusan yang dapat dikomunikasikan dengan baik), exec ( mengandalkan pengamatan dan perasaan secara realistis), controller ( mengandalkan berpikir analitis).
MAKNA INOVASI ORGANISASI
Untuk mendalami makna inovasi organisasi, sebagai suatu perwujutan dari konsentrasi dalam membangkitkan Imajinasi oleh tim, maka unsur huruf yang membentuk kata dapat memberikan daya dorong dalam proses berpi-kir :
Huruf pertama menjadi kata (I) INISIATIF mengandung arti sikap dan perilaku yang dikembangkan dalam proses berpikir untuk memulai sesuatu dengan menggerakkan alat pikir atas fungsi otak sebagai langkah awal membentuk pengetahuan dari pengalaman sebagai penelitian dasar.
Huruf kedua menjadi kata (N) NALAR mengandung arti kemampuan menggerakkan alat pikir atas fungsi otak sebagai proses mental dalam mengembangkan pikiran dari beberapa fakta atau prinsip untuk mengidentifikasikan penerapan potensi khusus pengetahuan sebagai penelitian terapan.
Huruf ketiga menjadi kata (O) OPTIMAL mengandung arti kemampuan menggerakkan alat pikir atas otak pada semua kegiatan inisiatip dan nalar kedalam kondidi yang terbaik agar seluruh penerapan potensi yang teliti keda-lam model suatu proses dan atau produk sebagai pengembangan.
Huruf keempat menjadi kata (V) VISUALISASI mengandung arti kemampuan menggerakkan alat pikir atas otak untuk mewujudkan suatu pengembangan menjadi suatu kelayakan penggunaan sesungguhnya suatu model sebagai pilot plant testing.
Huruf kelima menjadi kata (A) AKTIVITAS mengandung arti kemampuan menggerakan seluruh sumber daya yang tersedia secara produktif untuk membentuk suatu proses dan atau produk yang dapat memenuhi kebutuhan konsumen.
Huruf keenam menjadi kata (S) SARANA mengandung arti kemampuan mengerakkan segala sesuatu sebagai sarana untuk mewujudkan distribusi yang mengarah kepada segmentasi pemasaran yang tepat.
Huruf ketujuh menjadi kata (I) ILMU PENGETAHUAN MODERN mengandung arti kemampuan memanfaatkan alat pikir atas otak dalam mengkoordinasikan tahapan penelitian dasar, terapan, pengembangan, pilot kedalam aktivitas yang terintergrasi dengan sumber daya yang terbatas berdasarkan landasan teori modern dan analisis bersistem terhadap data lapangan tertentu.
KESIMPULAN
Dengan mengungkapkan makna inovasi organisasi melalui huruf dan kata diatas, diharapkan setiap anggota tim dalam kelompok kerja dapat memahami bahwa imajinasi dan wawasan menjadi daya dorong dalam mewujudkan kreativitas menjadi inovasi yang didukung oleh manajemen puncak.
Melaksanakan inovasi dengan tingkat resiko yang rendah haruslah disusun berdasarkan suatu perencanaan secara sistimatis dan dilaksanakan sesuai dengan tahapannya. Oleh karena itu, Peran tim dalam kerja kelompok haruslah dapat memanfaatkan sinergi dari peran driver, planner, enabler, exec dan controller kedalam aktivitas yang terintergrasi agar sumber daya yang terbatas dapat dioptimalkan sesuai dengan tujuan yang ditetapkan
