Untuk melaksanakan pola pikir KAPASITAS kedalam suatu TIM yang mampu menjalankan peran-peran yang ditunjuk sebagai suatu tim yang benar-benar dapat bekerja sejala dengan perannya yang disebut dengan :
- Peran yang mampu mengembangkan gagasan, memberi arah, dan menemukan hal-hal yang baru sebagai “driver”
- Peran yang mampu menghitung kebutuhan tim, merencanakan strategi kerja, menyusun jadwal sebagai “planner”
- Peran yang ahli memecahkan masalah, mengelola sarana / sumber daya, menyebarkan gagasan, melakukan negosiasi sebagai “enabler”
- Peran yang mau bekerja menghasilkan output, mengkoordinir dan memelihara tim sebagai “exec”
- Peran yang membuat catatan, mengaudit dan mengevaluasi kemajuan tim sebagai “controller”
Agar peran-peran tersebut dapat berjalan kedalam tim berkinerja tinggi, maka dalam mengelola tim diperlukan kemampuan untuk memanfaatkan STI (sistem teknologi informasi).
Dengan memanfaatkan STI sebagai satu pendekatan, maka pemahaman SISTEM haruslah dilihat dalam pengertian baik dari sudut prosedur artinya kumpulan dari prosedur-prosedur yang mempunyai tujuan tertentu maupun dari sudut komponen artinya kumpulan dari komponen yang saling berhubungan satu dengan yang lain sehingga membentuk satu kesatuan. Dalam pelaksanaannya untuk menghasilkan sesuatu yang lebih baik kedua pendekatan itu dipergunakan secara simultan sesuai dengan kebutuhannya.
Selanjutnya dengan pemahaman sistem diatas, diharapkan menjadi sesuatu yang produktif mengelola fakta dan data kedalam SISTEM INFORMASI yang dapat berguna bahwa INFORMSI yang disajikan menjadi AKURAT, RELEVAN dan TEPAT WAKTU.
Oleh karena itu, sistem informasi tersebut dibangun kedalam enam komponen yang disebut dengan : 1) komponen input (masukan) ; 2) komponen model (proses) ; 3) komponen output (keluaran) ; 4) komponen teknologi ; 5) komponen basis data ; 6) komponen control (pengendalian). Keenam komponen tersebut harus ada bersama-sama dan membentuk satu kesatuan.
Klasifikasi sistem dapat diklasifikasikan sebagai sistem abstrak lawan sistem fisik, sistem alamiah lawan sistem buatan manusia, sistem pasti lawan sistem probabilistik dan sistem tertutup lawan sistem terbuka. Dengan pemikiran tersebut, maka sistem informasi masuk di dalam klasifikasi sistem fisik, sistem buatan manusia, sistem pasti dan sistem terbuka.
Berdasarkan pikiran diatas, maka sistem informasi merupakan sub sistem dari sistem organisasi, oleh karena itu sebagai suatu sistem, organisasi mempunyai beberapa komponen atau sub-sistem yaitu sistem informasi, struktur organisasi, budaya, kerja dan manusia. Lihat pada Gambar 1.
SISTEM SOSIO TEKNOLOGI

Gambar 1
KAPASITAS sebagai pola pikir membangun sistem yang bertolak dari komponen organisasi, komponen sosial, komponen sistem informasi dan komponen teknologi sehingga membangun organisasi yang disebut juga sistem sosio-teknologi.
Bertitik tolak dari pemikiran sosio-teknologi, maka melahirkan suatu model menerapkan kerangka berpikir KAPASITAS dalam melaksanakan perubahan yang berencana dan berkesinambungan. Lihat Gambar 2.
BERPIKIR DALAM KERANGKA “KAPASITAS” BERBASISKAN STI MELAKSANAKAN PERUBAHAN