Bertitik tolak dari ungkapan “tak ada yang permanen kecuali perubahan itu sendiri (nothing is permanent except change)”, maka diperlukan satu cara untuk melaksanakan intervensi dengan ke-mampuan dari dalam bukan datang dari luar. Usaha untuk melaksanakan intervensi tersebut berbuah suatu ide / gagasan dengan menguraikan unsur-unsur yang saling terkait dalam mempengaruhi pikiran dan tindakan untuk menyeimbangkan lokika dan mental melalui suatu proses terintergrasi dalam proses pengam-bilan keputusan dalam kesediaannya untuk berubah karena tuntutan pembaharuan itu sendiri.
Untuk melaksanakan ide / gagasan tersebut diperlukan suatu konsepsi sebagai pedoman. Konsepsinya dituangkan dari unsur-unsur yang terkait dalam satu kata yang bermakna yaitu KAPASITAS sebagai kata dimana setiap hurup memiliki satu makna yang saling terkait :
- K menjadi KOMITMEN
- A menjadi ARTI
- P menjadi PROSES
- A menjadi ANALISA
- S menjadi SUKSES
- I menjadi INTERGRASI
- T menjadi TRANSFORMASI
- A menjadi AMALAN
- S menjadi SINERGI
Sekilas balik yang melatar belakangi lahirnya ide / gagasan KAPASITAS seperti yang kami ungkapkan dibawah ini :
- Sebagi konseptor menyadari sepenuhnya bahwa diperlukan suatu identitas dalam rangka mengisi makna dalam kehidupan ini apakah organisasi menginginkan sukses dalam memasuki abad 21 yang ditopang kesediaan untuk melaksanakan pembaharuan terus menerus melalui perubahan yang berencana.
- Pada masa resesi dapat melahirkan resesi yang berkepanjangan karena banyak pelaku dalam kehidupan ekonomi mewujudkan harapan palsu untuk menutup ketiidak kemampuannya dalam mengidentifikasi situasi, yang mana menjadi masalah kritis, masalah pokok dan masalah insidentil.
- Dalam masa yang penuh ketidak pastian dapat merubah pola perilaku konsumen untuk menahan diri tapi dapat pula sebaliknya karena kemampuan profesionalisme, inovatip dan proaktif mampu meraih peluang.
- Adanya kecenderungan yang tidak seimbang dimana satu sisi kecepatan perubahan teknologi dapat diramalkan tapi disisi lain para pelaku ekonomi menunjukkan adanya ketidak mampuan relatip untuk mengeksploitasikannya untuk memenuhi kepuasan kon-sumen.
- Perubahan aspek eksternal lingkungan bisnis dengan tingkat yang berbeda-beda maka perusahaan dengan budaya yang kuat mampu mempengaruhinya karena nilai proaktif tumbuh dan berkembang mengikuti pperubahan dan sebaliknya pada kebanyakan perusahaan tidak mampu kebiasaannya berubah dari nilai reaktif.
- Tekanan-tekanan atas situasi yang kita gambarkan itu sudah seharusnya memberikan dorongan bagi CEO dan para profesional sumber daya manusia serta karyawannya untuk meningkatkan pngetahuan, keterampilan, wawasan, pengelaman, ambisinya dalam memasuki dunia abad baru dan belajar serta mengembangkan diri secara berkelanjutan.
- Tidak heran yang mengatakan dalam tahun 1990-an bahwa manajemen modern adalah kegiatan yang menantang karena faktor globalisasi, persaingan, konsep produk atau jasa baru, teknologi, komunikasi untuk memproses informasi secara cepat dan murah serta menyebarkan ke layar-layar komputer keseluruh pelosok dunia.
DIFINISI SEBAGAI PENDEKATAN
KAPASITAS adalah pola pikir yang dirancang sebagai fungsi transformasi untuk melaksanakan perubahan berencana dengan melibatkan CEO dengan dukungan semua pihak yang terkait melalui suatu pendekatan SISTEM dalam usaha meningkatkan PERFORMANSI, PRODUKTIVITAS, AKUNTABILITAS dan KEPEMIMPINAN KOLABORASI dalam usaha mewujudkan peremajaan organisasi yang terus menerus agar fleksibel dan mudah dikontrol.
Jadi dengan pendekatan KAPASITAS adalah proses pengambilan keputusan dengan mengintergrasikan organ otak alat pikir dan hati alat menghayati sebagai suatu berpikir yang metodis artinya proses dari seluruh mental yang sadar.
MAKSUD TUJUAN
KAPASITAS dirancang untuk membangun kelompok tim yang profesional, inovatip dan antisipatif melalui gaya manajemen baru yang menekankan penguasaan, keterampilan dan sikap dalam mengidentifikasi peluang masa depan dengan menekankan bukan bagaimana memecahkan masalah melainkan mmenghindari masalah.