MEMAHAMI LIMA PILAR SEBAGAI KEKUATAN ENTREPRENEUR
PENDAHULUAN
Memahami lima pilar sebagai suatu kekuatan entrepreneur dalam usaha untuk menumbuh kembangkan kebiasaan yang produktif untuk menghadapi tantangan globalosasi dalam dunia tanpa batas, menuntut sikap dan perilaku yang sejalan dengan tuntutan perubahan, sehingga diperlukan pola pikir yang dapat mendukung kepribadian yang unggul.
Kepribadian yang unggul haruslah ditopang dengan pemahaman yang mendalam apa yang kita sebut dengan sebuah bangunan yang kuat yang terdiri lima pilar, apa yang disebut dengan PONDASI, TIANG, DINDING, PINTU dan JENDELA, ATAP, dimana setiap pilar memiliki sifat saling ketergantungan satu sama lain.
Jadi dengan mendalami lima pilar tersebut, diharapkan semua pemain peran harus dapat menggerakkan kemampuan berpikir untuk mampu menuntun sikap dan perilaku sebagai manusia karena mereka akan mengamalkan makna manusia siapa, darimana dan kemana, sehingga manusia tanpa topeng kepalsuan menjadi kunci keberhasilan.
Bangunan yang kuat, haruslah dijaga dan dipelihara sedemikian rupa agar dampak dari globalisasi dalam dunia tanpa batas tidak mempengaruhi kehidupan dari daur hidup organisasi.
Oleh karena itu, kekuatan PONDASI menggambarkan kemampuan manusia dengan kekuatan pikirannya untuk memahami peran manusia dalam menyingkapi hal-hal yang terkait dengan “fitrah manusia”; TIANG menggambarkan kemampuan manusia memiliki alat pikir (kesadaran, kecerdasan dan akal) yang dapat dimanfaatkan dalam bersikap dan berperilaku ; DINDING menggambarkan kemampuan manusia dalam membaca, menterjemahkan, meneliti, mengkaji, menghayati, memahami dan mengamalkan dalam kehidupan yang penuh dengan tantangan ; PINTU & JENDELA menggambarkan kemampuan manusia dalam usaha kesiapan untuk mengikuti adanya perubahan ; ATAP menggambarkan kemampuan manusia yang mampu mengelola kunci keberhasilan.
Untuk mempertahankan daur hidup organisasi yang mampu tumbuh dan berkembang, maka diperlukan usaha untuk menumbuh kembangkan kebiasaan yang produktif dalam mendalami makna yang terkandung ke lima pilar yang disebutkan diatas, menjadi suatu kekuatan yang mampu mendorong sebagai entrepreneur yang memiliki sikap dan perilaku yang siap menghadapi gelombang perubahan dengan ketidakpastian dalam seluruh aspek kehidupan yang sangat mempengaruhi kemampuan manusia untuk memanfaatkan alat pikir (kesadaran, kecerdasan dan akal) dan mampu merumuskan menjadi peta pikiran.
MENDALAMI KEKUATAN PONDASI
Memahami kekuatan pondasi, berarti ada kemauan untuk membangun kebiasaan mendalami daya dorong dari pemahaman “fitrah manusia” sehingga manusia menyadari sepenuhnya apa arti keberadaannya di dunia, sehingga ia mampu menjawab manusia siapa, darimana dan kemana.
Bertolak dari pemikiran diatas, manusia akan terbentuk dari kekuatan fitrah beragama, fitrah suci, fitrah berakhlak, fitrah kebenaran, fitrah estitika, fitrah kreasi dan penciptaan, sehingga uang dan harta boleh datang dan pergi dari kita asal saja harga diri dan kemanusiaan tidak meninggalkan kita.
Dengan mendalami kekuatan pondasi dalam memanfaatkan otak sebagai alat pikir untuk menjawab “what to do” melalui kesadran ; “why to do it” melalui kecerdasan ; “how to do it” melalui akal yang dituntun oleh pemahaman fitrah manusia.
Bertolak dari pemahaman jiwa adalah sesuatu di dalam diri kita yang mengalami pertumbuhan dan perkembangan kualitas seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan kedewasaan manusia, maka terdapat 4 tingkat kesadaran pada diri kita yang memberikan gambaran tentang kualitas jiwa yang disebut dengan “kesadran inderawi” (tingkat paling rendah) ; “kesadran rasional / ilimiah” (tingkat kedua) ; “kesadran spiritual” (tingkat ketiga) ; “kesadaran tauhid” (tingkat tertinggi)
Jadi dengan manusia hidup memiliki kecenderungan negatif (mengingkari nikmat Allah, kikir, banyak membantah, tergesa-gesa) dan kecenderungan positif (memiliki kesadaran moral, dikaruniai pembawaan yang istimewa, mempunyai kapasitas intelengensia yang paling tinggi), maka manusia dengan tingkat kesadaran yang dimiliki manusia, oleh karena itu, ia harus dapat mengamalkan makna fitrah manusia yang sejalan dengan kemampuan untuk melaksanakan pemahaman atas “OTAK” (Orang, Tawakal, Amanah, Kerja) sebagai suatu pendekatandalam mengungkit kekuatan pikiran.
Bertolak dari kemampuan untuk menjalankan pemahaman makna “OTAK” sebagai suatu pendekatan untuk mengamalkan atas unsur kata tersebut diatas kedalam tindakan manusia agar mampu mempengaruhi sikap dan perilaku dalam menyeberangi dari kecenderungan negatif menjadi kecenderungan positif.
Dengan memperhatikan hal-hal yang diutarakan diatas, renungkan ungkapan nasehat dari orang bijak seperti „hidup dalam pelayaran yang jauh untuk menuju keakhirat, karena itu 1) perkuat sampan, tambal mana yang bolong ; 2) peringan beban ; 3) perbanyak perbekalan ; 4) segala pekerjaan dengan ikhlas.
Sejalan dengan pemikiran diatas diharapkan dapat memberikan daya dorong sebagai entrepreneur yang berbeda dengan yang lain bila anda menyadari bahwa hidup tiada berilmu sebagai sampan tidak berkemudi. Orang yang tidak menambah ilmunya berarti kalah dalam perjuangan hidup.
Jadi bangkitkan terus membangun kebiasaan yang produktif agar mampu sebagai manusia tanpa topeng kepalsuan dalam meretas jalan menemukan jati diri
MENDALAMI KEKUATAN TIANG
TIANG menggambarkan kemampuan manusia memiliki alat pikir (kesadaran, kecerdasan dan akal) yang dapat dimanfaatkan dalam bersikap dan berperilaku, oleh karena itu menggerakkan kemampuan dalam pemberdayaan otak anda, itu berarti anda berpikir dalam usaha mencari kebenaran.
Dengan pemahaman landasan pondasi yang kuat akan mendukung kemampuan anda menguak bahwa kebenaran itu akan ada, dalam hal ini sangat bergantung kemampuan anda menggerakkan kekuatan berpikir yang disadari mapun yang tidak disadari yang dilaksanakan berdasarkan kaidahkaidah sebagai langkah-langkah tindakan yang harus dianut oleh pikiran anda, tanpa kaidh itu berarti anda berpikir dalam suasana yang tidak disadari (berpikir dengan intuisi). Dalam hal ini kita mencoba merumuskan adanya empat kaidah sebagai berikut :
Kaidah satu yang kita sebut dengan pntensilitas murni kesadaran untuk memulai anda berpikir dalam suasana hening dalam usaha mencari jawaban atas masalah dalam pikiran anda.
Kaidah dua yang kita sebut dengan sebab dan akibat untuk membangkitkan keerdasan dalam pkiran anda dalam mencari jawaban atas pilihan bertindak yang sejalan lahir dan batin.
Kaidah ketiga yang kita sebut dengan daya produktif untuk embangkitkan akal dalam pikiran anda dalam proses pengambilan keputusan sesuai dengan kebiasaan-kebiasaan yang baik atas diri anda dan diluar diri anda.
Kaidah keempat yan kita sebut dengan niat dan hasrat merupakan keinginan anda untuk mempertajam daya ingat melalui catatan-catatan yang dibuat anda untuk selalu diingat dan direnungkan realisasinya.
Dengan memperhatikan kadah-kaidah sebelum melangkah,itu berarti anda berpikir kedalam arus pikiran yang disadari sehingga menunjukkan secara produktif anda mampu memanfaatkan energi dan informasi yang tidak terbatas dalam diri anda.
Untuk menggrakkan pikiran anda, maka anda akan memulai dengan membangun pertanyaan berupa 1) what to do ; 2) why to do it ; 3) how to do it ; when to do it. Dengan membangun pertanyaan itu, maka arus pikiran anda akan mampu menggerakkan energi dan informasi yang ada dalam diri anda dalam bentuk anda berpikir kedalam usaha untuk mengelola pemberdayaan otak yang hendak anda gali karena disitulah terletak potensi otak yang belum dimanfaatkan dalam kemandirian anda untuk memuwujudkan visi, misi, tujuan, sasaran, budaya, strategi, kebijaksanaan dan program yang anda rencanakan bahwa tindakan hari ini lebih baik dari hari kemarin dan hari esok lebih baik dari hari ini.
MENDALAMI KEKUATAN DINDING
DINDING menggambarkan kemampuan manusia dalam (M)embaca, (M)enterjemahkan, (M)eneliti, (M)engkaji, (M)enghayati, (M)emahami dan (M)engamalkan dalam kehidupan yang penuh dengan tantangan, tapi igatlah selalu dalam pikiran anda bahwa “Allah tidak merobah nasib sesuatu bangsa (diri) sebelum dia sendiri mengusahakannya” selanjutnya ingat pula bahwa “Akan ditimpakan kepada mereka keinaan di mana saja mereka berada kecuali kalau mereka menjaga tali hubungan dengan Allah dan tali hubungan dengan manusia”
Dengan kekuatan pondasi dan tiang memberikan daya dorong yang kuat dalam pikiran anda untuk melaksanakan 7M untuk mendalami kekuatan dinding untuk menggali tambang emas yang ada pada diri anda sebagai manusia ciptaan Allah Swt., maka disitu terletak kemampuan anda untuk menguak kekuatan dalam merencanakan, menggerakkan, memimpin dan mengawasi terhadap unsur memori, emosi dan naluri yang ada dalam “OTAK” disatu sisi dan disisi lain bagaimana anda memberdayakan kekuatan anda berpikir yang disadari dan tidak disadari.
Dengan pendekatan 7M untuk menguak kekuatan berpikir ingin mendapatkan barokah yang bersumber dan merupakan karunia dari Rahman-Rahim-Nya semata berarti anda berpikir memanfaatkan “OTAK’ dapat digerakkan amalan lahir dan amalan batin wajib dilaksanakan serentak dalam satu masa di semua waktu dan keadaan.
Jadi dengan mendalami kekuatan dinding, berarti anda dapat berusaha untuk menembus untuk menjalankan 7M kedalam hikmah berpikir harus dapat diaktualisasikan untuk kebaikan dirinya dan orang lain, maka disitulah anda akan menemukan tentang diri anda dalam jiwa tanpa topeng kepalsuan, maka disitu ada kemampuan meretas jalan menjadi diri sendiri dengan mengkoordinasikan, mengintergrasikan dan mengsinkronisasikan dari proses pemberdayaan otak untuk melakukan perubahan dalam bersikap dan berperilaku untuk kepentingan di dunia dan di akhirat.
MENDALAMI KEKUATAN PINTU DAN JENDELA
PINTU & JENDELA menggambarkan kemampuan manusia dalam usaha kesiapan untuk mengikuti adanya perubahan, maka memerlukan keterampilan berpikir yang metodis dengan memanfaatkan otak dan hati dalam melaksanakan terobosan cara berpikir dalam menyesuaikan perubahan masyarakat informasi ke masyarakat pengetahuan.
Entrepreneur yang siap berarti memiliki sikap dan perilaku yang proaktif sehingga anda memiliki kemampuan untuk mengantisipasi perubahan dengan memahami permasalahan dalam era globalisasi dan perubahan lingkungan seperti gelombang politik, ekonomi dunia, timbulnya blok-blok eknomi, globalisasi pemasaran, lingkungan teknologi standard kehidupan, modal intelektual,sumber daya yang terbatas dan dampak factor internal.
Bertolak dari kemampuan entrepreneur yang memiliki keterampilan dalam manajemen berdasarkan informasi, mengelola teknologi, visi internasional, kelugasan organisasi memberikan ruang gerak untuk melaksanakan perubahan yang berencana dalam satu proses yang mencakup perubahan pada lapisan budaya, lapisan infrastruktur dan lapisan struktur teknis.
Dengan adanya kejelasan lapisan perubahan yang hendak dilaksanakan, maka proses perubahan yang berurut mencakup yaitu 1) proses merancang pembaharuan ; 2) proses transformasi ; 3) proses peningkatan berkelanjutan.
Selanjutnya diperlukan kesiapan yang menyangkut hal-hal yang terkait dengan 1) adanya ketetapan penunjukan pimpinan perubahan ; 2) sosialisasi untuk mendapatkan dukungan partisipasi ; 3) membangun kelompok kerja ; 4) struktur tim ; 5) memanfaatkan IT dan komunikasi.
Keberhasilan dari pelaksanaannya sangat bergantung pada 1) adanya kejelasan dari keputusan strategik atas pembaharuan ; 2) peran sponsor utama yang telah merumuskan pembaharuan ; 3) komitmen yang kuat dengan dukungan budaya organisasi yang kuat.
MENDALAMI KEKUATAN ATAP
ATAP menggambarkan kemampuan manusia yang mampu mengelola kunci-kunci yang dapat menggambarkan keberhasilan dalam pengelolaan daur hidup perusahaan, dalam hal ini sangat bergantung dari peran seorang entrepreneur yang memiliki kepemimpinan dengan kepribadian yang ditopang dengan penguasaan pilar pondasai, tiang, dinding dan pintu & jendela.
Kepemimpinan yang ditopang dengan penguasaan kekuatan pondasi, tiang, dinding, pintu dan jendela seperti yang telah kita ungkapkan diatas, memberikan sutau gambaran bahwa KEPEMIMPINAN adalah (K)apabilitas dari seorang (E)ntrepreneur untuk melaksanakan (P)emberdayaan (E)mosional sebagai daya dorong berpikir untuk (M)empengaruhi hubungan (I)nterpersonal dalam usaha untuk (M)emotivasi gaya (P)erilaku pada tingkat (I)ntensitas pada kemampuan (N)alar yang sejalan dengan (A)kal dan (N)aluri.
Bertitik tolak dengan makna kepemimpin diatas yang memiliki keterampilan, bakat, kekuatan dan kemampuan mengintergrasikan otak atas (intelektual) dan otak bawah (sikap, emosi, insting) berarti memiliki kemampuan untuk mengelola kunci keberhasilan dengan tantangan yang terkait dengan kompleksitas, perubahan dan globalisasi.
Oleh karena itu, kepemimpin yang memiliki percaya diri diharapkan mampu mengelola masa kini sekaligus menciptakan masa depan dalam menghadapi tantangan bermasalah normal (biasa dan tidak biasa) dan masalah abnormal (kerumitan dan penyakit) melalui benih-benih kebesaran dan percaya diri dengan aktualisasi kedalam sikap (konatif, kognitif, afektif) motivasi (keberhasilan, afiliasi, kekuasaan) dan komunikasi (antar, kelompok, organisasi).
Dengan memperhatikan pokok-pokok pikiran diatas, maka peran entrepreneur dengan kepemimpinannya mengelola daur hidup perusahaan pada posisi (permulaan / bayi, perluasan / masa muda, pertumbuhan / masa remaja, prima / masa dewasa, stabil / masa permulaan tua, awal birokrasi / masa tua, birokrasi / masa ketuaan) sangat dipengaruhi kemampuan mengelola kunci-kunci yang sangat menentukan keberhasilan. Kunci-kunci keberhasilan mencakup apa yang disebut dengan 1) Gaya kepemimpinan ; 2) Sumber daya manusia ; 3) Organisasi ; 4) Strategi ; 5) Sistem informasi dan teknologi ; 6) Konsumen.
Untuk mengelola kunci-kunci keberhasilan tersebut diperlukan penguasaan menjalankan peran memiliki efektivitas pribadi yang mampu memperlihatkan hal-hal yang terkait dengan 1) Kredibilitas (intensitas, kejelasan,kesatuan); 2) Kebiasaan (keinginan, ilmu, keterampilan) ; 3) Proaktivitas (inisiatif, tanggung jawab, komitmen)
Jadi untuk mempengaruhi dalam memperkuat daya kemauan yang kuat untuk berusaha mempertahankan daur hidup pada posisi prima, pada posisi tersebut bertemu pada satu titik dimana fleksibilitas dan mudah di kontrol bertemu berarti seluruh faktor sebagai kunci untuk mendapatkan fokus perhatian yang seimbang dengan intensitas kepentingan dan terus menerus dalam bersikap proaktif memandang masa depan.
Dengan demikian agar dapat mewujudkan daur hidup pada posisi prima, maka peran entrepreneur sangat menentukan untuk membangkitkan kekuatan pikiran agar mampu mengelola dengan prinsip apa yang disebut dengan 1) Kolaborasi ; 2) Komitmen ; 3) Komunikasi ; 4) Kreativitas individu ; 5) Kreativitas kelompok ; 6) Inovasi organisasi ; 7) Analisa masa depan ;
Merespon antsipatif ; 9) Proses keputusan.
PENUTUP
Bertitik tolak dari apa yang kita kemukakan mengenai “KEPEMIMPINAN” adalah (K)apabilitas dari seorang (E)ntrepreneur untuk melaksanakan (P)emberdayaan (E)mosional sebagai daya dorong berpikir untuk (M)empengaruhi hubungan (I)nterpersonal dalam usaha untuk (M)emotivasi gaya (P)erilaku pada tingkat (I)ntensitas pada kemampuan (N)alar yang sejalan dengan (A)kal dan (N)aluri”, maka diperlukan adanya usaha-usaha mmbangun kebiasaan yang produktif untuk mendukung kesiapan memperkuat daya kemauan untuk mempertahankan duar hidup perusahaan pada posisi yang prima.
Sejalan dengan pemikiran diatas, diperlukan untuk mengungkit kekuatan pikiran dalam mengantisipasi yang secara dramatis dan memiliki kekuatan untuk menghadapi masa depan yang terkait dengan hal-hal yang kita sebut 1) ekonomi global dalam globalisasi dunia tanpa batas ; 2) kemajuan teknologi web dan aplikasi internet ; 3) perkembangan lingkup kerja global ; 4) bertambahnya pengaruh dari pada pelanggan ; 5) kepentingan stakeholders ; 6) prkembangan aplikasi manajemen pengetahuan ; 7) keragaman dan mobilitas tempat kerja ;
meningkatnya persaingan dan secara agresif melawan terhadap peningkatan pangsa pasar dalam penciutan pasar ; 9) tersedianya pengetahuan dan permintaan pelangan yang menginginkan terbaik untuk nilai uang mereka. Kepuasan pelanggan meningkat menjadi basis mempertahankan dan pertumbuhan ; 10) biaya-biaya meningkat dimana-mana dan tingkat bunga yang tinggi ; 11) system ekologi yang terus meningkatkan kerusakan secara tetap dalam kehidupan kita.
Jadi dengan adanya daya dorong untuk mengungkit daya kemauan diatas, diharapkan seorang entrepreneur memberikan perhatian yang terfokuskan dalam menghadapi visi global untuk menentukan pola pikir yang proaktif kedalam kesiapan memandang hal-hal yang terkait dengan 1) dimanakah area utama dari perubahan yang secara signifikan akan berdampak atas praktek pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia ; 2) bagaimana merespon seluruh perubahan masa lampau, masa kini dan masa depan dimana individu dan organisasi dapat menjawab tantangan perubahan tersebut ; 3) kemampuan mengidentifikasi pelatihan dan pengembangan angkatan kerja dalam abad 21 ini, dimana diperlukan asumsi-asumsi baru, gaya dan keterampilan dari praktisi dan profesionalismeJadi
Dengan mengungkapkan pokok-pokok pikiran diatas, maka kepemimpinan yang memiliki efektivitas pribadi yang unggul diharapkan dapat merumuskan hal-hal yang terkait dengan kesiapan memasuki perubahan pada setiap posisi daur hdup perusahaan sehingga ia mampu merumuskan rencana scenario kedalam kesiapan menghadapi tantangan abad 21 dengan mendayagunakan peran-peran keorganisasian yang bertitik tolak dengan komitmen kepemimpinan puncak dalam pemberdayaan diri yang sejalan dengan peran dalam komtensi manajerial, organisas, informasi dan teknik.