Feeds:
Posts
Comments

MEMAHAMI LIMA PILAR SEBAGAI KEKUATAN ENTREPRENEUR

 

PENDAHULUAN

Memahami lima pilar sebagai suatu kekuatan entrepreneur dalam usaha untuk menumbuh kembangkan kebiasaan yang produktif untuk menghadapi tantangan globalosasi dalam dunia tanpa batas, menuntut sikap dan perilaku yang sejalan dengan tuntutan perubahan, sehingga diperlukan pola pikir yang dapat mendukung kepribadian yang unggul.

Kepribadian yang unggul haruslah ditopang dengan pemahaman yang mendalam apa yang kita sebut dengan sebuah bangunan yang kuat yang terdiri lima pilar, apa yang disebut dengan PONDASI, TIANG, DINDING, PINTU dan JENDELA, ATAP, dimana setiap pilar memiliki sifat saling ketergantungan satu sama lain.

Jadi dengan mendalami lima pilar tersebut, diharapkan semua pemain peran harus dapat menggerakkan kemampuan berpikir untuk mampu menuntun sikap dan perilaku sebagai manusia karena mereka akan mengamalkan makna manusia siapa, darimana dan kemana, sehingga manusia tanpa topeng kepalsuan menjadi kunci keberhasilan.

Bangunan yang kuat, haruslah dijaga dan dipelihara sedemikian rupa agar dampak dari globalisasi dalam dunia tanpa batas tidak mempengaruhi kehidupan dari daur hidup organisasi.

Oleh karena itu, kekuatan PONDASI menggambarkan kemampuan manusia dengan kekuatan pikirannya untuk memahami peran manusia dalam menyingkapi hal-hal yang terkait dengan “fitrah manusia”; TIANG menggambarkan kemampuan manusia memiliki alat pikir (kesadaran, kecerdasan dan akal) yang dapat dimanfaatkan dalam bersikap dan berperilaku ; DINDING menggambarkan kemampuan manusia dalam membaca, menterjemahkan, meneliti, mengkaji, menghayati, memahami dan mengamalkan dalam kehidupan yang penuh dengan tantangan ; PINTU & JENDELA menggambarkan kemampuan manusia dalam usaha kesiapan untuk mengikuti adanya perubahan ; ATAP menggambarkan kemampuan manusia yang mampu mengelola kunci keberhasilan.

Untuk mempertahankan daur hidup organisasi yang mampu tumbuh dan berkembang, maka diperlukan usaha untuk menumbuh kembangkan kebiasaan yang produktif dalam mendalami makna yang terkandung ke lima pilar yang disebutkan diatas, menjadi suatu kekuatan yang mampu mendorong sebagai entrepreneur yang memiliki sikap dan perilaku yang siap menghadapi gelombang perubahan dengan ketidakpastian dalam seluruh aspek kehidupan yang sangat mempengaruhi kemampuan manusia untuk memanfaatkan alat pikir (kesadaran, kecerdasan dan akal) dan mampu merumuskan menjadi peta pikiran.

MENDALAMI KEKUATAN PONDASI

Memahami kekuatan pondasi, berarti ada kemauan untuk membangun kebiasaan mendalami daya dorong dari pemahaman “fitrah manusia” sehingga manusia menyadari sepenuhnya apa arti keberadaannya di dunia, sehingga ia mampu menjawab manusia siapa, darimana dan kemana.

Bertolak dari pemikiran diatas, manusia akan terbentuk dari kekuatan fitrah beragama, fitrah suci, fitrah berakhlak, fitrah kebenaran, fitrah estitika, fitrah kreasi dan penciptaan, sehingga uang dan harta boleh datang dan pergi dari kita asal saja harga diri dan kemanusiaan tidak meninggalkan kita.

Dengan mendalami kekuatan pondasi dalam memanfaatkan otak sebagai alat pikir untuk menjawab “what to do” melalui kesadran ; “why to do it” melalui kecerdasan ; “how to do it” melalui akal yang dituntun oleh pemahaman fitrah manusia.

Bertolak dari pemahaman jiwa adalah sesuatu di dalam diri kita yang mengalami pertumbuhan dan perkembangan kualitas seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan kedewasaan manusia, maka terdapat 4 tingkat kesadaran pada diri kita yang memberikan gambaran tentang kualitas jiwa yang disebut dengan “kesadran inderawi” (tingkat paling rendah) ; “kesadran rasional / ilimiah” (tingkat kedua) ; “kesadran spiritual” (tingkat ketiga) ;  “kesadaran tauhid” (tingkat tertinggi)

Jadi dengan manusia hidup memiliki kecenderungan negatif (mengingkari nikmat Allah, kikir, banyak membantah, tergesa-gesa) dan kecenderungan positif (memiliki kesadaran moral, dikaruniai pembawaan yang istimewa, mempunyai kapasitas intelengensia yang paling tinggi), maka manusia dengan tingkat kesadaran yang dimiliki manusia, oleh karena itu, ia harus dapat mengamalkan makna fitrah manusia yang sejalan dengan kemampuan untuk melaksanakan pemahaman atas “OTAK” (Orang, Tawakal, Amanah, Kerja) sebagai suatu pendekatandalam mengungkit kekuatan pikiran.

Bertolak dari kemampuan untuk menjalankan pemahaman makna “OTAK” sebagai suatu pendekatan untuk mengamalkan atas unsur kata tersebut diatas kedalam tindakan manusia agar mampu mempengaruhi sikap dan perilaku dalam menyeberangi dari kecenderungan negatif menjadi kecenderungan positif.

Dengan memperhatikan hal-hal yang diutarakan diatas, renungkan ungkapan nasehat dari orang bijak seperti „hidup dalam pelayaran yang jauh untuk menuju keakhirat, karena itu 1) perkuat sampan, tambal mana yang bolong ; 2) peringan beban ; 3) perbanyak perbekalan ; 4) segala pekerjaan dengan ikhlas.

Sejalan dengan pemikiran diatas diharapkan dapat memberikan daya dorong sebagai entrepreneur yang berbeda dengan yang lain bila anda menyadari bahwa hidup tiada berilmu sebagai sampan tidak berkemudi. Orang yang tidak menambah ilmunya berarti kalah dalam perjuangan hidup.

Jadi bangkitkan terus membangun kebiasaan yang produktif agar mampu sebagai manusia tanpa topeng kepalsuan dalam meretas jalan menemukan jati diri

MENDALAMI KEKUATAN TIANG

TIANG menggambarkan kemampuan manusia memiliki alat pikir (kesadaran, kecerdasan dan akal) yang dapat dimanfaatkan dalam bersikap dan berperilaku, oleh karena itu menggerakkan kemampuan dalam pemberdayaan otak anda, itu berarti anda berpikir dalam usaha mencari kebenaran.

Dengan pemahaman landasan pondasi yang kuat akan mendukung kemampuan anda menguak bahwa kebenaran itu akan ada, dalam hal ini sangat bergantung kemampuan anda menggerakkan kekuatan berpikir yang disadari mapun yang tidak disadari yang dilaksanakan berdasarkan kaidahkaidah sebagai langkah-langkah tindakan yang harus dianut oleh pikiran anda, tanpa kaidh itu berarti anda berpikir dalam suasana yang tidak disadari (berpikir dengan intuisi). Dalam hal ini kita mencoba merumuskan adanya empat kaidah sebagai berikut :

Kaidah satu yang kita sebut dengan pntensilitas murni kesadaran untuk memulai anda berpikir dalam suasana hening dalam usaha mencari jawaban atas masalah dalam pikiran anda.

Kaidah dua yang kita sebut dengan sebab dan akibat untuk membangkitkan keerdasan dalam pkiran anda dalam mencari jawaban atas pilihan bertindak yang sejalan lahir dan batin.

Kaidah ketiga yang kita sebut dengan daya produktif untuk embangkitkan akal dalam pikiran anda dalam proses pengambilan keputusan sesuai dengan kebiasaan-kebiasaan yang baik atas diri anda dan diluar diri anda.

Kaidah keempat yan kita sebut dengan niat dan hasrat merupakan keinginan anda untuk mempertajam daya ingat melalui catatan-catatan yang dibuat anda untuk selalu diingat dan direnungkan realisasinya.

Dengan memperhatikan kadah-kaidah sebelum melangkah,itu berarti anda berpikir kedalam arus pikiran yang disadari sehingga menunjukkan secara produktif anda mampu memanfaatkan energi dan informasi yang tidak terbatas dalam diri anda.

Untuk menggrakkan pikiran anda, maka anda akan memulai dengan membangun pertanyaan berupa 1) what to do ; 2) why to do it ; 3) how to do it ; when to do it. Dengan membangun pertanyaan itu, maka arus pikiran anda akan mampu menggerakkan energi dan informasi yang ada dalam diri anda dalam bentuk anda berpikir kedalam usaha untuk mengelola pemberdayaan otak yang hendak anda gali karena disitulah terletak potensi otak yang belum dimanfaatkan dalam kemandirian anda untuk memuwujudkan visi, misi, tujuan, sasaran, budaya, strategi, kebijaksanaan dan program yang anda rencanakan bahwa tindakan hari ini lebih baik dari hari kemarin dan hari esok lebih baik dari hari ini.

MENDALAMI KEKUATAN DINDING

DINDING menggambarkan kemampuan manusia dalam (M)embaca, (M)enterjemahkan, (M)eneliti, (M)engkaji, (M)enghayati, (M)emahami dan (M)engamalkan dalam kehidupan yang penuh dengan tantangan, tapi igatlah selalu dalam pikiran anda bahwa “Allah tidak merobah nasib sesuatu bangsa (diri) sebelum dia sendiri mengusahakannya” selanjutnya ingat pula bahwa “Akan ditimpakan kepada mereka keinaan di mana saja mereka berada kecuali kalau mereka menjaga tali hubungan dengan Allah dan tali hubungan dengan manusia”

Dengan kekuatan pondasi dan tiang memberikan daya dorong yang kuat dalam pikiran anda untuk melaksanakan 7M untuk mendalami kekuatan dinding untuk menggali tambang emas yang ada pada diri anda sebagai manusia ciptaan Allah Swt., maka disitu terletak kemampuan anda untuk menguak kekuatan dalam merencanakan, menggerakkan, memimpin dan  mengawasi terhadap unsur memori, emosi dan naluri yang ada dalam “OTAK” disatu sisi dan disisi lain bagaimana anda memberdayakan kekuatan anda berpikir yang disadari dan tidak disadari.

Dengan pendekatan 7M untuk menguak kekuatan berpikir ingin mendapatkan barokah yang bersumber dan merupakan karunia dari Rahman-Rahim-Nya semata berarti anda berpikir memanfaatkan “OTAK’ dapat digerakkan amalan lahir dan amalan batin wajib dilaksanakan serentak dalam satu masa di semua waktu dan keadaan.

Jadi dengan mendalami kekuatan dinding, berarti anda dapat berusaha untuk menembus untuk menjalankan 7M kedalam hikmah berpikir harus dapat diaktualisasikan untuk kebaikan dirinya dan orang lain, maka disitulah anda akan menemukan tentang diri anda dalam jiwa tanpa topeng kepalsuan, maka disitu ada kemampuan meretas jalan menjadi diri sendiri dengan mengkoordinasikan, mengintergrasikan dan mengsinkronisasikan dari proses pemberdayaan otak untuk melakukan perubahan dalam bersikap dan berperilaku untuk kepentingan di dunia dan di akhirat.

MENDALAMI KEKUATAN PINTU DAN JENDELA

PINTU & JENDELA menggambarkan kemampuan manusia dalam usaha kesiapan untuk mengikuti adanya perubahan, maka memerlukan keterampilan berpikir yang metodis dengan memanfaatkan otak dan hati dalam melaksanakan terobosan cara berpikir dalam menyesuaikan perubahan masyarakat informasi ke masyarakat pengetahuan.

Entrepreneur yang siap berarti memiliki sikap dan perilaku yang proaktif sehingga anda memiliki kemampuan untuk mengantisipasi perubahan dengan memahami permasalahan dalam era globalisasi dan perubahan lingkungan seperti gelombang politik, ekonomi dunia, timbulnya blok-blok eknomi, globalisasi pemasaran, lingkungan teknologi standard kehidupan, modal intelektual,sumber daya yang terbatas dan dampak factor internal.

Bertolak dari kemampuan entrepreneur yang memiliki keterampilan dalam manajemen berdasarkan informasi, mengelola teknologi, visi internasional, kelugasan organisasi memberikan ruang gerak untuk melaksanakan perubahan yang berencana dalam satu proses yang mencakup perubahan pada lapisan budaya, lapisan infrastruktur dan lapisan struktur teknis.

Dengan adanya kejelasan lapisan perubahan yang hendak dilaksanakan, maka proses perubahan yang berurut mencakup yaitu 1) proses merancang pembaharuan ; 2) proses transformasi ; 3) proses peningkatan berkelanjutan.

Selanjutnya diperlukan kesiapan yang menyangkut hal-hal yang terkait dengan 1) adanya ketetapan penunjukan pimpinan perubahan ; 2) sosialisasi untuk mendapatkan dukungan partisipasi ; 3) membangun kelompok kerja ; 4) struktur tim ; 5) memanfaatkan IT dan komunikasi.

Keberhasilan dari pelaksanaannya sangat bergantung pada 1) adanya kejelasan dari keputusan strategik atas pembaharuan ; 2) peran sponsor utama yang telah merumuskan pembaharuan ; 3) komitmen yang kuat dengan dukungan budaya organisasi yang kuat.

MENDALAMI KEKUATAN ATAP

ATAP menggambarkan kemampuan manusia yang mampu mengelola kunci-kunci yang dapat menggambarkan keberhasilan dalam pengelolaan daur hidup perusahaan, dalam hal ini sangat bergantung dari peran seorang entrepreneur yang memiliki kepemimpinan dengan kepribadian yang ditopang dengan penguasaan pilar pondasai, tiang, dinding dan pintu & jendela.

Kepemimpinan yang ditopang dengan penguasaan kekuatan pondasi, tiang, dinding, pintu dan jendela seperti yang telah kita ungkapkan diatas, memberikan sutau gambaran bahwa KEPEMIMPINAN adalah (K)apabilitas dari seorang (E)ntrepreneur untuk melaksanakan (P)emberdayaan (E)mosional sebagai daya dorong berpikir untuk (M)empengaruhi hubungan (I)nterpersonal  dalam usaha untuk (M)emotivasi gaya (P)erilaku  pada tingkat (I)ntensitas pada kemampuan (N)alar yang sejalan dengan (A)kal dan (N)aluri.

Bertitik tolak dengan makna kepemimpin diatas yang memiliki keterampilan, bakat, kekuatan dan kemampuan mengintergrasikan otak atas (intelektual) dan otak bawah (sikap, emosi, insting) berarti memiliki kemampuan untuk mengelola kunci keberhasilan dengan tantangan yang terkait dengan kompleksitas, perubahan dan globalisasi.

Oleh karena itu, kepemimpin yang memiliki percaya diri diharapkan mampu mengelola masa kini sekaligus menciptakan masa depan dalam menghadapi tantangan bermasalah normal (biasa dan tidak biasa) dan masalah abnormal (kerumitan dan penyakit) melalui benih-benih kebesaran dan percaya diri dengan aktualisasi kedalam sikap (konatif, kognitif, afektif) motivasi (keberhasilan, afiliasi, kekuasaan) dan komunikasi (antar, kelompok, organisasi).

Dengan memperhatikan pokok-pokok pikiran diatas, maka peran entrepreneur dengan kepemimpinannya mengelola daur hidup perusahaan pada posisi (permulaan / bayi, perluasan / masa muda, pertumbuhan / masa remaja, prima / masa dewasa, stabil / masa permulaan tua, awal birokrasi / masa tua, birokrasi / masa ketuaan) sangat dipengaruhi kemampuan mengelola kunci-kunci yang sangat menentukan keberhasilan. Kunci-kunci keberhasilan mencakup apa yang disebut dengan 1) Gaya kepemimpinan ; 2) Sumber daya manusia ; 3) Organisasi ; 4) Strategi ; 5) Sistem informasi dan teknologi ; 6) Konsumen.

Untuk mengelola kunci-kunci keberhasilan tersebut diperlukan penguasaan menjalankan peran memiliki efektivitas pribadi yang mampu memperlihatkan hal-hal yang terkait dengan 1) Kredibilitas (intensitas, kejelasan,kesatuan); 2) Kebiasaan (keinginan, ilmu, keterampilan) ; 3) Proaktivitas (inisiatif, tanggung jawab, komitmen)

Jadi untuk mempengaruhi dalam memperkuat daya kemauan yang kuat untuk berusaha mempertahankan daur hidup pada posisi prima, pada posisi tersebut bertemu pada satu titik dimana fleksibilitas dan mudah di kontrol bertemu berarti seluruh faktor sebagai kunci untuk mendapatkan fokus perhatian yang seimbang dengan intensitas kepentingan dan terus menerus dalam bersikap proaktif memandang masa depan.

Dengan demikian agar dapat mewujudkan daur hidup pada posisi prima, maka peran entrepreneur sangat menentukan untuk membangkitkan kekuatan pikiran agar mampu mengelola dengan prinsip apa yang disebut dengan 1) Kolaborasi ; 2) Komitmen ; 3) Komunikasi ; 4) Kreativitas individu ; 5) Kreativitas kelompok ; 6) Inovasi organisasi ; 7) Analisa masa depan ; 8) Merespon antsipatif ; 9) Proses keputusan.

PENUTUP

Bertitik tolak dari apa yang kita kemukakan mengenai “KEPEMIMPINAN” adalah (K)apabilitas dari seorang (E)ntrepreneur untuk melaksanakan (P)emberdayaan (E)mosional sebagai daya dorong berpikir untuk (M)empengaruhi hubungan (I)nterpersonal  dalam usaha untuk (M)emotivasi gaya (P)erilaku  pada tingkat (I)ntensitas pada kemampuan (N)alar yang sejalan dengan (A)kal dan (N)aluri”, maka diperlukan adanya usaha-usaha mmbangun kebiasaan yang produktif untuk mendukung kesiapan memperkuat daya kemauan untuk mempertahankan duar hidup perusahaan pada posisi yang prima.

Sejalan dengan pemikiran diatas, diperlukan untuk mengungkit kekuatan pikiran dalam mengantisipasi yang secara dramatis dan memiliki kekuatan untuk menghadapi masa depan yang terkait dengan hal-hal yang kita sebut 1) ekonomi global dalam globalisasi dunia tanpa batas ; 2) kemajuan teknologi web dan aplikasi internet ; 3) perkembangan lingkup kerja global ; 4) bertambahnya pengaruh dari pada pelanggan ; 5) kepentingan stakeholders ; 6) prkembangan aplikasi manajemen pengetahuan ; 7) keragaman dan mobilitas tempat kerja ; 8) meningkatnya persaingan dan secara agresif melawan terhadap peningkatan pangsa pasar dalam penciutan pasar ; 9) tersedianya pengetahuan dan permintaan pelangan  yang menginginkan terbaik untuk nilai uang mereka. Kepuasan pelanggan meningkat menjadi basis mempertahankan dan pertumbuhan ; 10) biaya-biaya meningkat dimana-mana dan tingkat bunga yang tinggi ; 11) system ekologi yang terus meningkatkan kerusakan secara tetap dalam kehidupan kita.

Jadi dengan adanya daya dorong untuk mengungkit daya kemauan diatas, diharapkan seorang entrepreneur memberikan perhatian yang terfokuskan dalam menghadapi visi global untuk menentukan pola pikir yang proaktif kedalam kesiapan memandang hal-hal yang terkait dengan 1) dimanakah area utama dari perubahan yang secara signifikan akan berdampak atas praktek pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia ; 2) bagaimana merespon seluruh perubahan masa lampau, masa kini dan masa depan dimana individu dan organisasi dapat menjawab tantangan perubahan tersebut ; 3) kemampuan mengidentifikasi pelatihan dan pengembangan angkatan kerja dalam abad 21 ini, dimana diperlukan asumsi-asumsi baru, gaya dan keterampilan dari praktisi dan profesionalismeJadi

Dengan mengungkapkan pokok-pokok pikiran diatas, maka kepemimpinan yang memiliki efektivitas pribadi yang unggul diharapkan dapat merumuskan hal-hal yang terkait dengan kesiapan memasuki perubahan pada setiap posisi daur hdup perusahaan sehingga ia mampu merumuskan rencana scenario kedalam kesiapan menghadapi tantangan abad 21 dengan mendayagunakan peran-peran keorganisasian yang bertitik tolak dengan komitmen kepemimpinan puncak dalam pemberdayaan diri yang sejalan dengan peran dalam komtensi manajerial, organisas, informasi dan teknik.

ENTREPREUR DALAM MEMBANGUN KESEIMBANGAN HIDUP

PENDAHULUAN

Keseimbangan hidup harus dibangun sebagai seorang entrepreneur yang ingin melihat masa depan yang terus maju, namun dalam hidup setiap manusia akan tetap mengalami kecemasan dalam hidup. Oleh karena itu haruslah dibangun suatu kebiasaan yang produktif untuk memandang bahwa setiap manusia akan menghadapi apa yang disebut dengan “stress”

Dalam membangun kesimbangan hidup, maka “stress” dapat menjadi pendorong yang dapat mengganggu pikiran dalam bentuk negatip dan positip. Dari sisi positip berarti makna stress harus dipandang sebagai alat menggugah kekuatan berpikir untuk mengingatkan sikap dan prilaku dalam tindakan dan ucapan. Sebaliknya dari sisi negatip dapat menimbulkan untuk mengganggu pikiran yang berdampak dimana seseorang menjadi cemas, frustrasi, kecewa dan merasakan dalam berpikir yang tak berdaya.

Bertolak dari pemikiran diatas diperlukan suatu keyakinan bahwa kepemimpinan entrepreneur memiliki kemampuan untuk mengelola “stress” dalam struktur organisasi formal dan non-formal dimana dengan kepemimpinannya, ia mampu mempengaruhi dalam bersikap dan berperilaku sehingga mampu menuntun untuk mengelola stress.

Langkah awal dalam mengelola stress adalah kemampuan untuk dapat secara produktif (efisien, efektif dan berkualitas) dalam mengkomunikasikan secara jelas makna “stress” bukan sesuatu reaksi yang berlebihan atas suatu situasi dalam pola pikir dalam mengungkit kekuatan ingatan dalam mengasah memori.

Sejalan dengan pikiran diatas, maka makna yang harus dipahami mengenai “stress haruslah dapat diuraikan dari unsur kata menjadi kata bermakna yaitu S menjadi (S)ikap, T menjadi (T)antangan, R menjadi (R)realistis, E menjadi (E)mosional, S menjadi (S)epositip, S menjadi (S)ukses.

Dengan pemahaman diatas, maka bila unsur kata tersebut kita susun menjadi suatu pengertian bahwa STRESS adalah (S)ikap dalam menghadapi (T)antangan harus bertolak dari pemikiran yang (R)ealistik untuk menuntun (E)mosional yang bertanggung jawab mejadi wujud (S)epositip mungkin dalam bereaksi atas situasi dalam usaha meraih (S)ukses yang diharapkan.

Reaksi dan stress disebut stressor, yang dalam hal bila kita dapat memahami dan menjalankan pemahaman diharapkan dapat mengelola “stress” sehingga dalam hal ini kepemimpinan entrepreneur mampu mnjawab hal-hal yang berkaitan dengan “ apa yang diyakini oleh anda atas kemampuan untuk menghadapi tantangan kehidupan ini dan menghadapi stessor ?”

Jadi seberapa jauh ada kemampuan anda untuk menggerakkan kekuatan pikiran yang berkaitan masalah hidup dan mati, sehingga anda mampu mengungkit daya ingat dari kekuatan berpikir dalam mempengaruhi system kekebalan tubuh yang menentukan adanya dan berlangsungnya penyakit dalam tubuh, dengan kata lain dapat kita katakana bahwa pikiran anda banyak dapat membuat anda sakit atau sembuh.

Oleh karena itu, pesimisme, rasa tak berdaya, rasa putus asa, depresi, rasa kesepian, cemas , frustrasi dan sebagainya dapat membawa pada kondisi pikiran mempengaruhi tubuh secara negatif lewat kekebalan tubuh, obatnya adalah suatu keyakinan membangkitkan semangat jiwa yang sehat.

Bertolak dari pikiran diatas, renungkanlah ungkapan ini sebagai pendorong untuk menggugah pikiran anda bahwa “Jiwa yang hidup ialah jiwa yang bergerak” artinya jiwa yang murni memandang dunia ini baik, niat baik sangka baik, pandangan baik, perkataan baik, perbuatan baik dan semua baik sehingga jangan putus asa dari rahmat Tuhan. Seluruh yang merangkak dan melata rezekinya ditanggung Tuhan asal berusaha..

Dengan demikian apa yang kita ungkapkan diatas menjadi kekuatan dalam menggerakkan pikiran bahwa keberhasilan tidak pernah berakhir dalam usaha-usaha manusia  yang ingin membangun keseimbangan hidup.

MEMBANGUN KESIMBANG HIDUP

Dengan kemampuan anda mengelola „STRESS“ berarti anda memiliki kekuatan memperkuat daya kemauan yang bertolak dari kekuatan atas  keyakinan dalam kebiasaan yang produktif untuk mengungkit kekuata menemukan jati diri anda melalui apa yang disebut dengan  „PERCAYA dan MENYERAH“ sebagai kekuatan dua kata yang akan menuntun anda dalam bersikap dan berperilaku yang sejalan dengan pandangan anda mengenai „IMAN dan ISLAM“ yang  menuntun anda kedalam keseimbangan hidup

Membangkitkan semangat jiwa yang sehat, akan terletak adanya kemauan secara berkesinambungan untuk membangun dan meningkatkan dalam kebiasaan yang produktif (ilmu dari informasi, pengetahuan dari keterampilan, keinginan dari niat) dengan memanfaatkan otak dari sudut phisik (otak atas kiri dan kanan serta otak bawah sadar) dan otak dari sudut rohaniah (memahami dalam makna orang, tawakal, amanah, kerja).

Bertolak dari pemikiran diatas , tumbuhkan keyakinan dan kepercayaan pada diri anda dengan meningkatkan „iman dan amal shaleh“ maka disitu terletak suatu kekuatan yang dapat menuntun anda untuk merealisasikan keseimbang hidup dengan melupakan cemas menghadapi masa depan yang penuh tantangan hidup.

Dengan memahami makna „STRESS“ berarti anda memiliki kemampuan untuk mengungkit hal-hal yang menyebabkan cemas terhadap masa depan diantaranya 1) lemahnya keimanan dan kepercayaan anda terhadap Allah Swt. ; 2) kurangnya tawakal anda terhadap Allah Swt. ; 3) terlalu sering memikirkan kejayaan masa depannya dan apa yang akan terjadi kelak dengan pola pikir manusia dengan kecenderungan negatif bukan positif ; 4) terlalu percaya rezki atas kemampuan diri sehingga lupa menggantungkan hidupnya kepada Allah Swt ; 5) mudah terpengerauh dengan kekuatan kesadaran inderawi dalam hidup ; 6) meyakini rezki itu berada di tangan manusia sesamanya ; 7) pandangan mereka bahwa rezki dikaitkan dengan tingkat pendidikan dan ijazah ; 8) mengagungkan keyakinan bahwa kehidupan bergantung pada pekerjaan yang cocok.

Sejalan dengan kemampuan anda untuk menyesiati hal-hal yang disebutkan diatas  maka adakah usaha-usaha untuk „memperkuat daya kemauan“ untuk melakukan perbahan secara radikal dalam proses berpikir dengan berpegang teguh kepada „iman dan amal shaleh“ agar anda mampu menggerakkan kekuatan jiwa yang sejalan kebersihan hati. Tanpa ada kemauan yang keras untuk berubah, maka pintu mata hati anda akan selalu tertutup karena anda tidak berusaha belajar dari keteladanan Rasulullah Saw. dan para pengikutnya  serta nasehat orang-orng bijak di dunia yang menyangkut syukur sebagai kunci keselamatan.

Oleh karena itu, membangun keseimbangan hidup terletak seberapa jauh anda dapat memahami makna keberhasilan yang besar selalu membutuhkan kekuatan jiwa untuk pengorbanan yang besar, jadi lihatlah dengan mata hatimu yang terkait makna perjalanan di dunia dalam kesiapan menuju perjalanan hidup abadi, sejalan dengan itu ingatlah tentang empat perkara yaitu 1) tentang umurnya, untuk apa dihabiskan ; 2) tentang ilmunya, apa yang telah dia lakukan ; 3) tentang hartanya, dari mana diperoleh dan ke mana digunakan ; 4) Tentang jasadnya, dipergunakan untuk apa.

Dengan mengingat hal-hal yang diungkapkan diatas, diharapkan menjadi daya dorong untuk memanfaatkan kekuatan berpikir yang disadari dan tidak disadari untuk membangun kebiasaan dalam keseimbangan hidub dengan kemampuan mengelola „STRESS“ sebagai suatu mendekatan untuk melepaskan diri ketidak seimbangan jiwa dalam mengungkapkan „jangan cemas menghadpi masa depan“ yang penuh tantangan dan ketidakpastian yang mempengaruhi hidup manusia.

PENUTUP

Seorang entrpreneur yang tangguh akan berusaha memikirkan kemungkinan untuk membangun kesimbangan hidup sehingga ingatlah anda hidup terus. Anda mempunyai rencana dan anda mengejarnya sehingga impian anda akan menjadi nyata. Untuk itu saat anda berpikir anda telah menjalankan semua kemungkinan yang digerakkan oleh keinginan anda bahwa apapun yang anda inginkan keinginan itu juga menginginkan anda.

Sejalan dengan pikiran diatas, maka usaha-usaha memperkuat daya kemauan merupakan suatu langkah dalam menjalani hidup ini, bila banyak orang tidak berhasil dalam hidup ini, bukan disebabkan kerena anda kurang tenaga akan tetapi kurangnya  daya dorong yang digerakkan oleh daya kemauan untuk membangun keseimbangan hidup.

Jadi membangun keseimbangan hidup merupakan suatu tantangan yang harus anda lalui, maka belajarlah untuk hidup sedemikian rupa sehingga hasilnya membahagiakan anda dalam menuju perjalanan abadi.

Dengan semangat kesulitan pasti berakhir maka lahirlah kekuatan hati yang dikonsentrasikan  pada janji Tuhan, sejalan dengan itu cara menyempurnakan rahmat ialah kasih sayang Tuhan kpada anda dengan melalui ketaatan anda, maka terbukalah memikirkan kemungkinan keberhasilan anda dalam usaha membangun keseimbangan hidup.

 

 

 

 

 

 

ENTREPRENEUR DENGAN PETA JALAN MENUJU KEBERHASILAN

PENDAHULUAN

Memilih sebagai entrepreneur sebagai suatu keputusan adalah pilihan empat jenis manusia mencari uang yang disebut sebagai 1) karyawan / pgawai ; 2) pekerja lepas ; 3) pebisnis ; 4) investor. Langkah dalam membuat keputusan dimulai dengan pemahaman yang mendalam tentang „peran anda dalam mewujudkan keberhasilan“, oleh karena itu, maka keberhasilan adalah suatu perjalanan bukan tujuan.

Sejalan dengan pemikiran diatas, anda memilih menjadi entrepreneur bertolak sebagai tonggak pertama adalah keinginan yang dilandasi oleh niat bahwa mencari rizki dengan mendapatkan halal dan baik ditujukan dalam rangka bertaqwa kepada Allah Swt. Untuk mewujudkan keinginan tersebut perlu ditopang pula adanya penguasaan ilmu sebagai informasi dan pengetahuan sebagai keterampilan dari pengalaman sebagai tonggak kedua dan ketiga menjadi „peta jalan menuju keberhasilan“.

Dengan kata lain bahwa „peta jalan menuju keberhasilan“ adalah kemampuan anda membangun dan mengembangkan „kebiasaan yang produktif“ yang dapat menuntun sikap da perilaku sebagai entrepreneur, dengan pikiran itu terdapat tiga unsur yang saling terkait, yang kita sebut keyakinan, konsentrasi dan konsistensi sebagai kunci untuk mewujudkan keberhasilan hidup masa depan.

Oleh karna itu, pahamilah terlebih dahulu makna „KEBERHASILAN“ sebagai daya dorong  untuk mngungkit kekuatan pikiran yang terkait dengan pikiran entrepreneur bahwa „kemajuan adalah mengubah sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin“ dengan mengamalkan „IKHLAS“ dalam sikap dan perilaku artinya anda berpijak kepada keyakinan dan kepercayaan.

Oleh karena itu, agar kita dapat mengamalkan makna IKHLAS dalam mewujudkan „KEBERHASILAN“, maka kita haus membedakan pandangan dari pikiran pola lama dengan pikiran pola baru, agar peta jalan secara jelas mengambarkan perjalanan hidup ini agar anda sebagai entrpreneur benar-benar di jalan Allah Swt.

Makna „keberhasilan“ menurut pandangan pola pikiran lama selalu dikaitkan dengan hal-hal kepntingan yang dilihat dari sudut kekayaan, memiliki perasaan istimewa, memiliki sesuatu yang layak dan spesifik, kekuasaan, prestasi. Begitulah gambaran yang selalu mengikat pola pikir lama yang sangat dipengaruhi oleh kekuatan ksadaran inderawi.

Sebaliknya, makna „kebrhasilan“ dari sudut pandang pikiran baru yang dipengaruhi oleh kesadaran logika yang rasional mendorong sikap dan perilaku untuk memahami arti keberadaan manusia di dunia, bertumbuh sejalan dengan kemampuan menggerakkan potensi manusia, dan menjalankan amalan sesuai keyakinan dan kepercayaan dianutnya.

Jadi mengerakkan kekuatan pikiran dalam pola pikir baru diatas, akan menuntun manusia sebagai entrepreneur untuk mendapatkan rezki yang halal dan benar,yang sejalan dengan pemahamannya mengenai manusia siapa, darimana dan kemana dengan begitu akan tumbuh dalam pikiran untuk menarik gambaran yang terkait dengan „keberhasilan tidak datang melalui cara yang anda pikir, ia datang melalui cara anda berpkir“ sehingga dapat memberikan inspirasi dalam bersikap dan berperilaku untuk mempersiapkan diri dalam „menempuh perjalanan“ Continue Reading »

KEP 44  MENGUNGKIT KEKUATAN BERPIKIR SEBAGAI ENTREPRENEUR

PENDAHULUAN

Mengungkit kekuatan berpikir merupakan suatu usaha menggerakkan alat pikir yang disebut dengan unsur „kesadran, kecrdasan dan akal“ yang berada dalam „otak atas (kiri dan kanan) disatu sisi dan unsur lainnya yang disebut dengan „hati“ yang disebut juga otak bawah sadar. Jadi otak atas sebagai alat pikir dan otak bawah sadar sebagai alat menghayati.

Bertolak dari ungkapan diatas, maka yang disebut dengan „mengungkit kekuatan berpikir“ adalah berpikir yang metodis artinya yang disadari merupakan seluruh kisaran proses mental yang sadar. Oleh karena itu, sebagai entrepreneur yang sukses menuntut kisaran proses mental yang kuat atas optimisme, keyakinan, ketenangan, penguasaan diri, keberanian, keceriaan, imajinasi, inisiatif, toleransi, kejujuran, kerendahan hati, kesabaran, antusiasme, sukacita, kasih dan iman.

Dengan kemampuan untuk memahmi proses mental yang diungkapkan diatas menjadi tonggak sebagai pendorong dalam usaha untuk membangun dan menumbuh kembangkan kebiasaan yang produktif sebagai suatu arah untuk meningkatkan kemampuan berpikir sebagai entrepreneur.

Sejalan denga pemikiran diatas, renungkan untuk mencari inspirasi atas keberhasilan dengan meningkatkan pengetahuan keterampilan dari pengalaman agar terdorong untuk mengungkit kekuatan berpikir yang berbeda dari biasanya. Dengan cara itu anda sebagai entrepreneur berusaha untuk meningkatkan suatu pandangan pada diri anda yang terkait dalam usaha membangun kebiasaan yang produktif untuk mewujudkan inspirasi kedalam keberhasilan tidak pernah berakhir.

Kuncinya terletak pada keyakinan, konsentrasi dan konsisten sebagai pendorong dalam meningkatkan kemampuan berpikir anda sebagai entrepreneur yang berkeingin untuk 1) mendalami berpikir yang disadari dan tidak disadari ; 2) kembangkan kemampuan memikirkan kemungkinan dari dampak merubah cara berpikir ; 3) pupuklah kebiasaan yang produktif kedalan proses berpikir yang terfokuskan 4) menumbuh kembangkan keterampilan berpikir dalam penyesuaian perubahan abad.

Memperhatikan keinginan yang kita sebutkan diatas, merupakan suatu pendekatan „berani bermimpi“ melakukan perubahan dalam proses pola pikir dari biasanya, sehingga memiliki kemampuan untuk mengungkit kekuatan berpikir dalam kesiapan diri menjadi entrepreneur yang selalu siap menyesuaikan diri dengan tuntutan perubahan yang sejalan dengan visi hidup anda ( berpikir, bekerja, belajar). Dengan kosnsep pemikiran yang kita ungkapkan ini diharapkan menjadi daya dorong untuk bersikap dan berperilaku menghadapi suatu tantangan bahwa, kesulitan pasti berakhir.“ Continue Reading »

1. LATAR BELAKANG PEMIKIRAN

Kita menyadari sepenuhnya perang kemerdekaan dimulai dengan Proklamsi Kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945 dan berakhir dengan pengakuan kedaulatan pada tanggal 27 Desember 1949.

Namun demikian perlu kita sadari bahwa sejarah perjuangan kemerdekaan yang dimulai dari pergerakan nasional pada permulaan abad ke-20 dapat dipandang sebagai kelanjutan dari perjuangan yang sebelumnya dilaksanakan secara sedaerah-daerah, namun terdapat pebedaan kualitatif dalam perjuangan dimana unsur modernisasi mempengaruhi pola berpikir.

Tapi perlu untuk diingat bahwa penjajahan Belanda mempengaruhi proses perubahan dalam bersikap dan berperilaku dalam memasuki proses modernisasi. Proses itu tidak berakhir setelah kita mengakhii penjajahan Belanda, melainkan kita melanjutkan dan meningkatkan proses modernisasi itu dalam pembinaan bangsa.

Disatu sisi kita menyadari satu sumber kekuatan selama perjuangan kenmerdekaan ialah kemampuan bangsa kita untuk memelihara dan terus meningkatkan perastuan dan kestuan nsional kita sambil menghormati secara wajar keanekaragaman dalam rangka persatuan dan keatuan nasional itu. Hal itu paling nyata dilambangkan oleh PANCASILA tidak hanya dasar Negara secara formal saja, tetapi juga telah menempa identitas bangsa kita.

Disisi lain bahwa dalam perjuangan kemerdekaan kita yang telah disusul oleh pembinaa bangsa, revolusi dan pembangunan yang diiukuti perubahan dari orde lama ke orde baru ke orde reformasi tidak menunjukkan perhatian yang terfokuskan mengenai “pembangunan ekonomi sebagai masalah kebudayaan”. Dapat kita baca hal tersebut yang ditulis oleh para pemikir seperti Soejatmoko dalam bukunya “Dimensi manusia dalam pembangunan”, Prof Koentjaraningrat dalam bukunya “Kebudayaan, Mentalitet dan Pembangunan”, Mochtar Lubis dalam bukunya “ Manusia Indonesia”

Apa yang terjadi, para pemikir tidak lepas dari perdebatan yang dikenal “Polemik Kebudayaan” kearah mana pengembangan dan perkembangan Kebudayaan Nasional Indonesia seharusnya berkiblat ? budaya barat atau arah budaya yang sudah mentradisi di dunia timur khususnya di bumi Nusantara ?

Polemik yang berkepanjangan tidak jelasnya rumusan tentang “budaya berbangsa dan bernegara Indonesia” dalam menafsirkan seperti yang termuat dalam UUD ’45 yang tertuang dalam pasal 32 “Pemerintah memajukan kebudayaan nasional Indonesia” (sebelum dirubah) serta uraian dalam penjelasan yang berbunyi “ Kebudayaan bangsa ialah kebudayaan yang timbul sebagai buah usaha budi-daya Rakyat Indonesia seluruhnya.” “Kebudayaan lama dan asli yang terdapat sebagai puncak-puncak kebudayaan di daerah-daerah di seluruh Indonesia, terhitung sebagai kebudayaan bangsa. Usaha kebudayaan harus menuju kea rah kemajuan adab, budaya, dan persatuan, dengan tidak menolak bahan-bahan baru dari ebudayaan asing yang dapat memperkembangkan atau memperkaya kebudayaan

Pasal tersebut terdapat perubahan keempat disahkan 10 Agustus 2002, yang berbunyi “(1) Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya” “(2) Negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional”

Dari rumusan atas perubahan yang diungkapkan diatas hanyalah mendorong adanya pemikiran polemik yang berkepanjangan dan hal itu yang diinginkan oleh pihak ketiga agar bangsa Indonesia tuntunan dalam kebrsamaan dalam bersikap dan berprilaku dalam mengaktualisasikan kesatuan dalam pemikiran yang tidak memiliki budaya berbangsa dan bernegara yang kuat karena tidak memiliki kredebilitas manusia Indonesia seutuhnya.

Bertitik tolak dari apa yang kita kemukakan diatas, maka dipandang perlu untuk merumuskan kembali apa yang diungkapkn dalam pasal 32 UUD ’45 seselum perubahan dengan mencantumkan ayat (2) Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal ini diatur dalam undang-undang. Pealsanaannya diatur lebih lanjut dalam peraturan pemrintah. Dalam penjelasan ditambahkan kedalam satu alenia baru yang berbunyi “ Diprlukan satu rumusan Budaya Berbangsa dan Bernegra Indonesia sebagai aturan dan tuntunan yang harus dianut dalam bersikap dan berperilaku sebagai Manusia Indonesia Seutuhnya dalam memberikan arah Kreabilitas Bangsa Indonesia. Continue Reading »

PENDAHULUAN

Sebaiknya setiap kepemimpinan entrepreneur harus belajar dari pengalaman perusahaan yang sukses meningkatkan pertumbuhan, mengapa yang terjadi saat ini perusahaan yang mengelola system teknologi informasi , cenderung mengalami penurunan pertumbuhan yang dapat berdampak atas daur hidup perusahaan yang terus membawa akibat ketidak pastian dalam usaha meningkatkan prtumbuhan.

Pengalaman telah menunjukkan suatu gambaran dari pengalaman perusahaan yang besar dengan kehilangan pandangan atas strategi dan kebijaksanaan yang ditempuhnya, yang berdampak kemunduran sebagai akibat 1) Kurang mampu membuat keseimbangan kepentingan dari pada stakeholders sehingga eksploitasi waralabanya secara berlebihan demi kepentingan pemilik ; 2) Melakukan investasi dan perluasan dengan sangat berlebihan dan tidak fokus pada pasar yang dituju, sehingga tidak mampu menghadapi pesaing dengan kekuatan keuangan yang kuat ; 3) Kurang memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan keunggulan dalam pemilikannya sehingga dapat terjebak dalam system pengelolaan bisnisnya ; 4) Kurang memberikan perhatian yang terfokuskan dengan kepentingan pelanggan yang sejalan dengan tuntutan perubahan yang dikehendakinya dalam melaksanakan pemecahan secara menyeluruh ; 5) Ketidakmampuan dalam melaksanakan penelitian pasar dan fungsi produk baru yang berdampak sulit menghadapi pendatang baru.

Bertitik tolak dari pemikiran diatas, maka dalam melangkah diperlukan prinsip-prinsip dasar yang harus ditegakkan sebagai satu pendekatan pertumbuhan di satu sisi dan di sisi lain diperlukan kejelasan untuk meminimalkan resiko saat ini dan masa depan. Beberapa prinsip yang harus ditegakkan adalah yang terkait dengan 1) Melaksanakan diversifikasi yang sejalan dalam usaha membagikan resiko ; 2) Melaksanakan pertubuhan yang sejalan dengan kebutuhan yang terkait dengan keseimbang kepentingan stakeholders ; 3) Secara jelas melaksanakan perluasan yang bersifat organik dan atau akuisisi atau keseimbangan dari dari keduanya ; 4) Membangun dan mengembangkan pengelolaan berbasiskan nilai yang lebih terarah dalam keseimbangan kepentingan stakeholders ; 5) Menumbuh-kembangkan kemampuan dalam melaksanakan pertumbuhan secara berkelanjutan ; 6)
Mengamankan secara jelas kebiasaan yang produktif untuk melaksanakan pertumbuhan.

Dengan meletakkan landasan prinsip tersebut diatas, diharapkan usaha kepemimpinan entrepreunur dalam melaksanakan pertumbuhan yang berkelanjutan diperlukan suatu kekuatan dari pada pelaksanaan pengelolaan berbasiskan budaya organisasi yang dibangun untuk mengembangkan disiplin pertumbuhan yang menyangkut hal-hal yang berkaitan dengan 1) Meletakkan pemikiran yang terfokuskan dalam kemampuan mempertahankan basis pelanggan perusahaan (strategi 1) ; 2) Meletakkan pemikiran yang terfokuskan dalam meningkatkan pangsa pasar (strategi 2); 3) Meletakkan pemikiran yang terfokuskan memposisikan pasar (strategi 3) ; Meletakkan pemikiran yang terfokus-kan pada penetrasi pasar (strategi 4) ; Meletakkan pemikiran yang terfokuskan untuk meraih pertumbuhan ke bidang bisnis baru (strategi 5). Continue Reading »

PENDAHULUAN

Dunia tanpa batas telah menggambarkan gelombang perubahan yang serba komplek dan tidak ada kepastian, oleh karena itu, masa depan tantangannya bukan terletak dari keunggulan kompetitip melainkan keunggulan bisnis akan terletak seberapa jauh peran kepemimpinan mengungkit kedewasaan rohaniah dan sosial dijadikan landasan yang kuat untuk membangun jiwa bisnis yang berbasiskan jiwa tanpa topeng kepalsuan.

Dengan pemikiran tersebut diatas, maka kekuatan pemikiran intuitif menjadi faktor yang kuat untuk menuntun kedewasaan emosional dan intelektual, sehingga setiap peran kepemimpinan akan mendorong kearifan dalam berbisnis yang ditopang oleh kekuatan moral Jadi orang berbisnis tidak semata-mata keuntungan yang mutlak dengan tanpa memikirkan kepentingan orang banyak, maka disitulah terletak peluang berbisnis untuk mendapatkan kesempatan meningkatkan energi. Jadi merebut peluang masa depan menjadi fokus untuk memberikan daya dorong dalam menciptakan semangat.

Semangat merupakan energi yang dapat memotivasi jiwa bisnis berbasiskan jiwa tanpa topeng kepalsuan artinya dengan jiwa membuka mata hati dalam meretas jalan menjadi kepribadian diri sendiri.

Oleh karena itu, dalam menghadapi harapan baru di dunia bisnis yang sejalan dengan gelombang perubahan untuk memenuhi kebutuhan masa depan, perlu dipahami oleh kepemimpinan entrepreneur bahwa bahaya dan keberhasilan tumbuh dari dahan yang sama, mendorong peran kepemimpinan memikirkan untuk mencari penyelesaian agar semua orang menyadari bahwa obat sejati bagi pikiran adalah melepaskan diri dari kesadaran inderawi yang sangat mengagungkan sikap dan perilaku yang berbasiskan materistik, yang berdampak impian yang sirna dalam menanggapi gelombang kebutuhan.

Jadi kita dapat membayangkan bahwa tidak melakukan kesalahan bukanlah kuasa manusia, mlainkan dari esalahannya, maka manusia bijak dan baik belajar tentang kearifan untuk masa depan artinya pentingnya perubahan pola pikir dari kesadaran inderawi menuju kesadaran yang rasional dalam mewujudkan “nilai-nilai bisnis dan komitmen pribadi” dalam rangka pencaharian diri manusia yang sejalan dengan tuntutan kebahagian sebahagian ketenteraman pribadi sebagai wujud dari kebahagian dari suatu usaha yang tmbul dari partiipasi dalam memenuhi sesuatu.

Bertitik tolak dengan ungkapan pemikiran diatas, maka perubahan pola pikir yang bersandar inderawi menjadi pola pikir yang bersandar rasional, maka kepemimpinan entrepreneur harus mampu menunjukkan bahwa alam bisnis memberikan kesempatan kepada semua orang untuk mendapatkan kebahagian. Mereka mengetahui caranya, tetapi tidak mengetahui bagaimana menggunakannya.

Oleh karena itu, dari pengalaman manusia yang ingin berubah, diperlukan usaha-usaha membangun kebiasaan baru untuk mendorong semangat untuk memotivasi jiwa bisnis tanpa topeng kepalsuan artinya dengan jiwa membuka mata hati dalam meretas jalan menjadi kepribadian diri sendiri yang ditopang oleh pemahaman dimensi pengalaman manusia yang disebut dengan 1) unsur intelektual mewujudkan kebenaran ; 2) unsur estetis mewujudkan keindahan ; 3) unsur moral mewujudkan kebaikan ; 4) unsur spiritual mewujudkan keutuhan.

Bertolak dari empat unsur tersebut diatas, maka peran kepemimpinan entrepreneur masa depan diharapkan dapat membangun perubahan dari pengalaman manusia menuju kepada terwujudnya keunggulan manusia. Continue Reading »

PENDAHULUAN

Meniti kebahagian melalui bisnis merupakan suatu cara membuka jalan kesuksesan untuk kepentingan stakeholders, oleh karena karena itu peran enytrepreneur untuk mengungkit aliran kekuatan pikiran untuk mengintergrasikan faktor-faktor sumber daya yang tersedia kedalam suatu rancangan untuk mengalirkan input kedalam proses menjadi output kebahagian yang hendak dicapai.

Oleh karena itu, selaku entrepreneur memulai merumuskan gambaran arah persfektif dalam berbisnis untuk meraih kebahagian bagi stakeholders yang bertolak dari wawasan dan imajinatif untuk mengungkit kekuatan pikiran kedalam kreativitas untuk mengalirkan sumber daya sebagai input kedalam proses menjadi output menjadi pertumbuhan terus menerus dalam daur hidup perusahaan.

Sejalan dengan pemikiran diatas, maka proses dalam mengelola sumber daya sebagai input haruslah dipikirkan oleh entrepreneur kedalam kepemimpinan kolaboratif dalam wujud tempat kerja, struktur, budaya, tim dalam pelaksanaan dengan kerja sama agar kekuatan mengalirkan sumbr daya menjadi produktif dalam perusahaan.

Akhirnya untuk mengalirkan kekuatan pikiran menjadi entrepreneur yang sukses meniti kebahagian bergantung dari kejelasan dari keputusan strategic yang dituang kedalam visi, misi, tujuan, budaya, strategi sebagai gambaran jiwa bisnis masa depan, oleh karena itu pendekatan system dalam mewujudkan bisnis yang baik sebagai jalan kebahagian, lebih lanjut dapat diuraikan sebagai berikut : Continue Reading »

PENDAHULUAN

Membicarakan persfektif manajemen berarti ada sesuatu yang ingin kita ungkapkan dimana disatu sisi manajemen membicarakan seperangkat pengetahuan (apa yang harus dilakukan dan mengapa), keterampilan (bagaimana melaksanakan) dan keinginan (mau melakukan) tentang usaha manusia mencapai tujuan dengan memaksimumkan sumber daya yang tersedia secara produktif (efisein, efektif dan kualitas), sedangkan disisi lain persfektif membicarakan kemampuan berpikir strategis untuk melihat segala sesuatu di masa depan.

Untuk menjadi seorang entrepreneur yang sukses dalam arti kemampuan yang bersangkutan untuk terus mengelelola daur hidup perusahaan yang perima, disamping terus dapat bertahan, tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan, maka diperlukan kemampuan berkir jangka panjang yang bertolak dari usaha menggerakkan kekuatan berpikir secara intuitif.

Dengan penguasaan wawasan entrepreneur yang bersangkutan diharapkan memiliki keterampilan merumuskan lompatan-lompatan strategis untuk dapat memandang arah jangka panjang, oleh karena itu kemampuan berpikir strategis merupakan kebutuhan bagi setiap pemimpin masa depan, tanpa kemampuan itu sangat sulitlah ia menerapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk menggerakkan orang dalam usaha untuk mencapai tujuan yang diharapkan, jadi tidak heran banyak pemimpin menguasai informasi tapi ia tidak mampu memanfaat informasi menjadi berguna.

Sejalan dengan pemikiran diatas, maka kepemimpinan entrepreneur masa depan sangat ditentukan kemampuannya untuk menggerakkan kemampuan berpikir dalam kerangka persfektif artinya ia memiliki kemampuan mengungkapkan situasi dalam gelombang perubahan karena perubahan akan selalu ada dimana-mana sehingga pemahaman yang mendalam memanfaatkan otak dan hati dalam mewujudkan antisipasi.

Entrepreneur berwawasan yang mampu menggerakkan kekuatan berpikir dalam melahirkan ide-ide baru sebagai langkah untuk membangkitkan kekuatan kreatifitas dari mimpi menjadi sesuatu yang dapat meletakkan landasan yang kuat dalam merumuskan antsipasi.

Antisipasi adalah keterampilan baru untuk menggerakkan kemampuan yang terkait dalam pemikiran analisis strategis dimana ia mampu mengungkapkan segala sesuatu yang belum terjadi. Inilah keterampilan yang sangat perlu.

Jadi entrepreneur berwawasan akan mampu menggerakkan kekuatan kemungkinan berpikir intuitif dengan mengungkapkan persfektif dari hasil analisis strategis sebagai satu usaha untuk meramalkan sesuatu yang harus dihindari dimasa depan, maka dengan melaksanakan manajemen yang benar diharapkan kita mampu untuk menciptakan peluang-peluang dalam masa ketidak pastian.

Dengan pemikiran diatas, mendorong entrepreneur berwawasan untuk kembali memikikan konsep manajemen persfektif sebagai kemungkinan berpikir untuk mendorong pemahaman mengenai persfektif, manajemen dan manajemen persfektif dengan pendekatan dari penguraian huruf dari kata menjadi kata yang bermakna. Continue Reading »

LATAR BELAKANG PEMIKIRAN

Sejalan dengan pemikiran untuk meningkatkan kebiasaan yang produktif, diperlukan peningkatan wawasan entrepreneur dalam menatap masa depan, kita akan selalu dikejutkan oleh gelombang perubahan, siapkah kita menghadapi tantangan abad baru ini yang sudah kita masuki dalam milenium ketiga, oleh karena itu terimalah perubahan itu yang sedang bergerak dari masyarakat informasi menuju ke masyarakat pengetahuan.

Sebagai jawabannya, tulisan ini kami susun sejalan dari hasil renungan untuk mengendalikan dorongan hati dalam memikirkan hal-hal yang sedang kita hadapi, dalam sikap (suasana mengkomunikasikan suara hati ini), sejenak memikirkan untuk menempatkan hal-hal tersebut dalam persfektif yang diyakini kedalam pemahaman atas paradigma abad baru, manusia seutuh, dan kebiasaan yang produktif.

Melalui tulisan ini, kami mencoba untuk dapat mendengarkan intuisi kami dan mengutarakannya dari huruf menjadi kata-kata yang bermakna menjadi untaian kata paradigma abad baru, manusia seutuh dan kebiasaan produktif. Continue Reading »

Older Posts »