Feed on
Posts
Comments

A. DISKRIPSI BISNIS

1. Difinisi bisnis (sifat / karekteristik, fungsi, maksud tujuan)
2. Difinisi produk (jenis produk atau jasa yang ditawarkan, diskripsi produk)
3. Hubungan industri (lingkup industri, peran dalam industri, peran pesaing dalam industri, saluran distribusi dalam industri. Strategi harga dalam industri)

B. STRATEGI PEMASARAN

1. Difinisi pasar ( difinisis dari target pasar, ukuran asar, tingkat pertumbuhan pasar, area pertumbuhan pasar, pusat lokasi2 distribusi pembelian, lingkup pangsa pasar, kompetitor pangsa pasar)
2. Posisi pasar ( difinisi perbedaan produk, difinisi manfaat produk, gambaran kesan anda inginkan pada pemberian kepada pelanggan)
3. Strategi harga ( proyeksi jumlah unit terjual, proyeksi harga satuan, jastifikasi untuk harga satuan)
4. Strategi distribusi ( rumuskan saluran distribusi, daftar para pemain yang terlibat dalam dalam saluran distribusi, rumuskan strategi distribusi untuk produk, biaya distribusi, daftar saluran alternative)
5. Strategi penjualan (rumuskan strategi penjualan, rumuskan rencana proosi, outline penjadwalan penjualan dan strategi promosi, rumuskan organisasi penjualan
6. Potensi penjualan (proyeksi dari ukuran pasar, pangsa, harga, proyeksi dari tingkat konversi, atas dasar apa asumsi pendapatan, lengkapi suatu model pendapatan) Continue Reading »

PENDAHULUAN

Dalam memasuki dunia tanpa batas, maka dituntut perubahan dalam pola pikir karena anda akan dihadapi dengan beragam budaya. Sejalan dengan pikiran tersebut, kita perlu mengubah cara pandang kita mengenai kebinekaan artinya pola pikir akan mempengaruhi dalam bersikap dan berperilaku.

Sehubungan dengan hal diatas, diperlukan adanya daya dorong untuk membangun dan mengembangkan kebiasaan produktif kedalam usaha-usaha menambah ilmu (informasi), pengetahuan (keterampilan) dan keinginan (niat), dengan ketiga komponen tersebut diharapkan dapat tumbuh dan meningkatkan wawasan sebagai penggerak imajinasi untuk melakukan perubahan pola pikir yang menuntun perubahan sikap dan perilaku.

Jadi mengembangkan komptensi sebagai pemimpin global, diperlukan pemahaman pemikiran persfektif untuk memberikan arah sebagai peta perjalanan agar memahami benar peran budaya dalam berpikir, bekerja dan belajar, bayangkanlah ini visi anda. Sejalan dengan itu perlu pula memahami sarana sebagai jembatan kedalam pikiran jangka panjang untuk memberikan arah posisi masa depan sebagai misi anda, agar ada kesiapan maka perlu merumuskan tujuan, sasaran, strategi, kebijakan untuk dapat menuntun perubahan sikap dan perilaku. Continue Reading »

PENDAHULUAN

Sejalan dengan usaha-usaha mengembangkan pikiran visi global untuk mnghadapi tantangan-tangan yang diperlihatkan dalam atribut-atribut yang kristis seperti 1) dari konsep geografis (dimana) ke konsep bisnis (bagaimana) ; 2) dari fokus sentralisasi versus desentralisasi ; 3) dari sudut mekanistik ke sudut holistik ; 4) dari isolasi yang terkecil ke kebebasan tanpa batas ; 5) dari tidak ditentukan ke jaringan kepercayaan ; 6) dari keberadaan geografis ke lokal budaya yang dapat diterima ; 7) dari pengawasan terpusat ke manajemen induk ; 8) dari duplikasi sumber daya ke mengambil manfaat dari skala ; 9) dari streotipe komonikasi vertical ke jaringan komunikasi ; 10) dari fokus ke jangka pndek ke gambaran jangka panjang.

Untuk menghadapi tantangan atribut yang diperlihatkan diatas, maka kesiapan perubahan pola pikir ke dalam sikap dan perilaku menuntut kesiapan anda dalam kompetensi teknis, proses dan kerjasama kedalam kepemimpinan global. Tanpa mendalami hal-hal yang terkait dalam kerja global tersebut sangat sulit anda untuk menjembatani jarak, budaya dan waktu dalam menuju keberhasilan anda dalam melaksanakan visi global pada dunia ekonomi tanpa batas. Continue Reading »

PENDAHULUAN

Abad 21 merupakan abad penuh dengan tantangan dimana sikap dan perilaku harus mampu menyesuaikan diri yang sejalan dengan tuntutan paradigma dalam abad 21 (profesionalisme, kreatif dan inovasi, antisipatif).

Dengan kesiapan sikap dan perilaku kepemimpinan entrepreneur harus mampu menembus ketidakpastian menjadi peluang, oleh karena itu membangun kebiasaan yang produktif merupakan kunci menuju sukses dalam menembus gonjangan-gonjongan yang ditimbulkan oleh faktor internal dan faktor eksternal, disinilah dituntut kemampuan kepemimpinan mengelola dari dampak konflik dalam menanggapi kepentingan stakeholders.

Sejalan dengan pemikiran yang kita utarakan diatas, maka dalam usaha menembus gonjangan-gonjangan dari hiruk pikuk dalam masa perubahan cepat, ada baiknya kita menyimak apa yang diutarakan dalam buku”The Learning Revolusion : To Change The Way The World Learns” by Gordon Dryden dan Dr. Jeannette Vos” Dalam buku ini menyebutkan 16 kecenderungan utama yang akan membentuk dunia di masa depan : 1) Zaman komunikasi instant ; 2) Dunia tanpa batas-batas ekonomi ; 3) Emapat lompatan menuju ekonomi dunia tunggal ; 4) Perdagangan dan pembelajaran melalui internet ; 5) Masyarakat layanan baru ; 6) Penyatuan yang besar dengan yang kecil ; 7) Era baru kesenangan ; 8) Perubahan bentuk kerja ; 9) Perempuan sebagai pmimpin ; 10) Penemuan terbaru tentang otak yang mengagumkan ; 11) Nasionalisme budaya ; 12) Kelas bawah yang semakin besar ; 13) Semakin bsarnya jumlah manula ; 14) Ledakan praktik mandiri ; 15) Perusahaan kooperatif ; 16) Kemenangan individu.

Hal-hal yang diutarakan diatas terkait dengan pemahaman yang disebut dengan “content futurism” seperti halnya yang ditulis oleh John Naisbitt, Alvin Toeffler dan sebagainya, tetapi yang lebih penting bagaimana anda memanfaatkan informasi menjadi apa yang disebut dengan “proses futurism”.
Perhatikan tulisan kami dengan judul “Tantangan Abad ke 21” yang mengulas identifikasi tantangan, perubahan paradigma, mengubah pola pemikiran dalam paradigma baru, mengungkit paradigma kepermukaan, kesiapan menghadapi tantangan abad 21, model kesiapan memasuki perubahan.

Dengan memperhatikan hal-hal yang dikemukakan diatas, maka kunci menuju sukses dalam peran kepemimpinan entrepreneur diperlukan langkah-langkah pemikiran yang terus menerus untuk membangun kebiasaan yang produktif dalam menembus goncangan pikiran dimana dunia terus dipacu oleh penguasaan ilmu pengetahuan dari informasi, keterampilan dari pengalaman, keinginan dari niat adalah kuncinya kekuatan pikiran yang terkait dengan belajar. Continue Reading »

PENDAHULUAN

Zaman sudah berubah, oleh karena itu dimana orang tidak lagi mengerti dunianya, ketika pengalaman masa lalu tidak cukup untuk menjelaskan masa depan. Mengapa ? Renungkan situasi yang kita ungkapkan dibawah ini :

Pertama, masa lalu budaya perusahaan hanya sekedar selogan, masa kini menjadi penuntun dalam bersikap dan berperilaku dalam menghadapi setiap perubahan.

Kedua, masa lalu senioritas menentukan peran dalam jabatan, masa kini ditentukan kesiapan dalam profesionalisme, kreatid / inovasi dan antisipatif.

Ketiga, masa lalu pemimpin menekankan penguasaan kekuasaan dan wewenang, masa kini menekankan penguasaan kepimpinan yang mampu menjalankan keteladanan.

Keempat, masa lalu pemimpin memerintah dan mengendalikan, masa kini pemimpin dengan kepemimpinannya mendelegasikan wewenang, pelatih dan fasilitator.

Kelima, masa lalu pemimpin menekankan menghadapi setiap persaingan, masa kini menekankan pada merebut peluang.

Keenam, masa lalu pemimpin menekankan pada kepentingan penanam modal dan atau pemilik, masa kini harus mampu menciptakan keseimbangan kepentingan stakeholders.

Ketujuh, masa lalu sumber daya modal menjadi penentu, masa kini sumber daya pengetahuan menjadi penentu.

Dengan memperhatikan hal-hal yang kita ungkapkan diatas, maka kebutuhan perubahan faktor internal harus mampu memiliki suatu kesiapan dalam menyongsong atas perubahan lingkungan. Jadi setiap pemimpinan dengan kepemimpinannya dalam memasuki abad baru, tidak hanya memberikan perubahan, namun kecepatan perubahannya menuntut kemampuan kita menggerakkan kekuatan pikiran kedalam memikirkan secara metodis (otak dan hati) dan non-metodis dengan penghayatan (hati). Continue Reading »

PENDAHULUAN

 

Dalam rangka untuk memahami dan mengaktualisasikan makna kepemimpinan bagi setiap orang dalam bisnis sebagai suatu proses bukan sebagai posisi, maka sikap dan perilaku dalam tindakan akan ditentukan oleh peran pemimpin, pengikut dan situasi, oleh karena itu pemahaman proses dalam peran kepemimpinan perlu mencurahkan pikiran secara fokus untuk mendalami konsepsi yang terkait dengan pemimpin, pengikut dan situasi.

 

Fokus atas konsepsi pemimpin dimaksudkan untuk megungkap hal-hal yang berkaitan dengan 1) kekuasaan dan pengaruh ; 2) intelegensia dan kreatifitas ; 3) personalitas ; 4) nilai dan sikap ; 5) perilaku kepemimpinan ; 6) keterampilan I kepemimpinan ; 7) kepemimpinan karisma dan transforsional.

 

Fokus atas konsepsi pengikut dimaksudkan untuk mengungkap hal-hal yang berkaitan dengan 1) pengikut dan kepengikutan ; 2) kelompok, tim, dan kefektifan mereka ; 3) motivasi, kepuasan dan kinerja ; 4) keterampilan II kepemimpinan ;

 

Fokus atas konsepsi situasi dimaksudkan untuk mengungkapkan hal-hal yang berkaitan dengan 1) karekteristik situasi ; 2)  keterampilan III kepemimpinan. Continue Reading »

 

PENDAHULUAN

 

Dalam praktek penggunaan istilah kepemimpinan dan pemimpin selalu dicampur adukkan, bahkan tidak jarang pula dengan kata manajemen oleh karena itu perlu kita ungkapkan kembali konsep pemikirannya untuk memehami kembali yang terkait dengan konsep kepemimpinan.

 

Kepimpinan adalah suatu proses yang berkaitan yang disebut dengan langkah tindakan.untuk mempengaruhi orang lain. Jadi dalam proses tersebut terdapat faktor 1) pemimpin ; 2) pengikut ; 3) situasi.

 

Dengan memperhatikan ketiga faktor tersebut kedalam konsep kepemimpinan sebagai suatu proses, maka sikap dan perilaku dalam langkah tindakan akan tergambarkan oleh peran bawahan atau pengikut disatu sisi dan disisi lain oleh peran pemimpin dengan mmperhatikan situasi yang dihadapi. Continue Reading »

 

PENDAHULUAN

 

Abad 21 merupakan abad penuh dengan tantangan dimana sikap dan perilaku harus mampu menyesuaikan diri yang sejalan dengan tuntutan paradigma dalam abad 21 (profesionalisme, kreatif dan inovasi, antisipatif).

 

Dengan kesiapan sikap dan perilaku kepemimpinan entrepreneur harus mampu menembus ketidakpastian menjadi peluang, oleh karena itu membangun kebiasaan yang produktif merupakan kunci menuju sukses dalam menembus gonjangan-gonjongan yang ditimbulkan oleh faktor internal dan faktor eksternal, disinilah dituntut kemampuan kepemimpinan mengelola dari dampak konflik dalam menanggapi kepentingan stakeholders.

 

Sejalan dengan pemikiran yang kita utarakan diatas, maka dalam usaha menembus gonjangan-gonjangan dari hiruk pikuk dalam masa perubahan cepat, ada baiknya kita menyimak apa yang diutarakan dalam buku”The Learning Revolusion : To Change The Way The World Learns” by Gordon Dryden dan Dr. Jeannette Vos” Dalam buku ini menyebutkan 16 kecenderungan utama yang akan membentuk dunia di masa depan : 1) Zaman komunikasi instant ; 2) Dunia tanpa batas-batas ekonomi ; 3) Emapat lompatan menuju ekonomi dunia tunggal ; 4) Perdagangan dan pembelajaran melalui internet ; 5) Masyarakat layanan baru ; 6) Penyatuan yang besar dengan yang kecil ; 7) Era baru kesenangan ; 8) Perubahan bentuk kerja ; 9) Perempuan sebagai pmimpin ; 10) Penemuan terbaru tentang otak yang mengagumkan ; 11) Nasionalisme budaya ; 12) Kelas bawah yang semakin besar ; 13) Semakin bsarnya jumlah manula ; 14) Ledakan praktik mandiri ; 15) Perusahaan kooperatif ; 16) Kemenangan individu.

  Continue Reading »

PENDAHULUAN

Kekuasaan adalah kemampuan untuk bertindak atau mmerintah sehingga dapat menyebabkan orang lain bertindak, pengertian disini harus meliputi kemampuan untuk membuat keputusan mempngaruhi orang lain dan mengatasi pelaksanaan keputusan itu. Biasanya dibedakan antara kekuasaan yang berarti dalam kemampuan untuk mempengaruhi orang lain sehingga dapat menyebabkan orang lain tersebut bertindak dan wewenang yang berarti hak untuk memerintah orang lain.

Melaksanakan kekuasaan (power) menuju jalan sukses sangat bergantung kepada yang disebut dengan 1) kekuasaan yang sah ; 2) mekanisme sistem informasi ; 3) partisipasi aktif dari bawahan. Oleh karena itu, wewenang memberi kekuatan dan bila salah mengaktualisasikan dapat mrusak karena sifat mementingkan diri sendiri doperluas dengan wewenang. Jadi penggunaan wewenang adalah soal kepercayaan.

Dengan demikian kepemimpinan entrepreneur menggunakan wewenangnya dengan hati-hati dan dengan pertimbangan, sehingga ia hanya membutuhkan wewenang secukupnya agar memungkinkan dia secara efektif melaksanakan tanggung jawabnya dan menyumbangkan apa yang dibutuhkan oleh suatu organisasi yang dipimpinnya, sehingga dalam kepemimpinann entrepreneur tidak menganggap wewenangnya sebagai kekuatan untuk mengatur bawahannya tetapi lebih tepat sebagai kekuatan untuk membuat keputusan yang dapat diarahkan pada tujuan organisasi. Jika dirasakan wewenangnya tidak cuku untuk melaksanakan pekerjaanya dengan baik, maka dia akan mencoba membujuk pmpinannya agar mendelegasikannya lebih banyak sejalan dengan kebutuhan.

Jadi keterampilan yang digunakan oleh kepemimpinan untuk menggunakan berbagai jenis kekuasaan menentukan efektifitas mereka mempengaruhi bawahan bersumber dari 1) kekuasaan legal ; 2) kekuasaan atas imbalan ; 3) kekuasaan memaksa ; 4) kekuasaan karena keahlian ; 5) kekuasaan karena wibawa. Continue Reading »

PENDAHULUAN

Peran kepemimpinan sebagai entrepreneur yang berbeda akan menunjukkan kemampuan dalam cara anda untuk mencapai sukses mempengaruhi orang lain, ditentukan oleh terbentuknya kebiasaan yang produktif untuk tidak mejadi beban orang lain melainkan akan memperlihatkan keteladanan dalam tindakan.

Sejalan dengan pikiran diatas, maka sebagai entrepreneur yang ingin menuntun dan mempengaruhi orang lain sukses dalam menjalankan perannya haruslah memiliki kekuatan menjalankan kebiasaan yang produktif untuk ditumbuh kembangkan.

Untuk dapat menumbuh kembangkan kekuatan pikiran tersebut sebagai daya dorong dalam mewujudkan kebiasaan produktif, maka diperlukan kekuatan yang mampu membuat perbedaan yang digerakkan oleh penguasaan pengetahuan, keterampilan dan keinginan. Ketiga unsur tersebut merupakan wujud dari pada kemampuan menggerakkan kekuatan pikiran kedalam :

Pertama, pengetahuan merumuskan visi dan misi, dilaksanakan yang disebut dengan keterampilan dalam mempengaruhi, etika, perubahan.
Kedua, pengetahuan merumuskan kepekaan, dilaksanakan yang disebut dengan keterampilan menghadapi resiko, pengambilan keputusan, bijaksana.
Ketiga, pengetahuan merumuskan komunikasi, dilaksanakan yang disebut dengan keterampilan membangun tim, keberanian, komitmen.

Menerapkan kebiasaan yang produktif tidak cukup memiliki pengetahuan dan keterampilan tanpa didukung oleh suatu sikap yang memiliki keinginan yang ditopang oleh keikhlasan yang kuat sebagai suatu kesadaran yang timbul pada diri yang ingin berubah sejalan dengan kekuatan untuk mengubah keadaan.

Mengubah keadaan, bukanlah sesuatu yang sulit, hanya saja dari mana kita memulainya, jawabannya terletak pada keyakinan sebagai kekuatan yang membebaskan anda untuk meraih kesuksesan, oleh karena itu hanya diperlukan satu pikiran positif, jika diberikan kesempatan untuk bertahan, untuk mengalahkan seluruh pasukan pikiran negatif. Jadi kepemimpinan dalam menghadapi masa depan dengan penuh keyakinan berarti anda dibimbing tidak dengan penglihatan tapi oleh apa yang disebut dengan keikhlasan dalam keyakinan.

Dengan menerapkan kekuatan pikiran yang kita sebutkan diatas sebagai kebiasaan yang produktif, bila terus dikembangkan maka akan menjadi karekteristik yang akan menunjukkan pola kebiasaan yang produktif, bakat dan gagasan yang selalu berkembang, bertumbuh dan berubah yang sejalan dengan keinginan dari sikap anda sendiri. Continue Reading »

Older Posts »